Demikianlah Hendaknya Seorang Teman

Asy-Syaikh Zaid Al-Madkholiy -rohimahullohu ta’ala- berkata :

“Teman sejati itu adalah yang membantu saudaranya sesuai kemampuan, meskipun (hanya) dengan (menyampaikan) sebuah kalimat yang baik. Dan membantunya dengan (memberikan) nasihat untuk peribadinya. Dan jika lupa sesuatu, dia mengingatkannya demi menegakkan hak pertemanan. Terlebih dalam perkara yang terkait dengan urusan agama, maka dia mengingatkannya dan menasihatinya serta menghulurkan (bantuan) kebaikan untuknya. Maka semua itu termasuk memenuhi (hak) persahabatan.

Dan adapun orang yang jika engkau lupa, dia tidak mengingatkanmu. Jika engkau memerlukannya, dia tidak membantumu. Maka sungguh dia tidaklah menegakkan hak persahabatan, kerana dia tidak mengetahui kadar persahabatan dan kadar sesuatu yang mengakibatkan pemenuhan (hak) bersama dengan teman-teman.”

‘Aunul Ahadish Shomad bi Syarhil Adabil Mufrod (1/166)

Continue reading “Demikianlah Hendaknya Seorang Teman”

Demikianlah Hendaknya Seorang Teman

Jangan Benci Suatu yang Berasal dari Rasulullah

Berkata Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah:

“Hati-hati wahai lelaki, dari membenci sesuatu yang datang dari rasul ﷺ atau menolaknya kerana hawa nafsumu, atau kerana membela mazhabmu, atau syaikhmu, atau kerana kesibukanmu kepada syahwat atau dunia.

Kerana sejatinya Allah tidaklah mewajibkan seseorang untuk taat kepada orang lain kecuali taat kepada rasul-Nya dan menerima apa yang dibawanya, di mana jika sekiranya seorang hamba menyelisihi seluruh makhluk dan mengikuti rasul tentulah Allah tidak akan menanyakan dia akan penyelisihannya kepada seseorang.”

Majmu’ Al-Fatawa, hal: 528 juz: 16.

Continue reading “Jangan Benci Suatu yang Berasal dari Rasulullah”

Jangan Benci Suatu yang Berasal dari Rasulullah

Pengawasan Allah

Berkata Al-‘Allamah Robi bin Hadi Al-Madkhali hafizhahullah:

“Ikatlah lisanmu dengan takwa kepada Allah tabaraka wa ta’ala, dan muraqabatullah (merasa selalu diawasi Allah), dan rasakan bahawa engkau tidaklah terbayangkan di dalam hatimu dari suatu kebatilan dan kejelekan kecuali Rabbmu subhanahu wa ta’ala mengetahuinya, dan tidaklah engkau gerakkan lisanmu dengan sebuah kejelekan mahupun kebatilan melainkan Allah selalu mengawasimu dan para malaikat mencatat hal itu darimu

(وَإِنَّ عَلَيْكُمْ لَحَافِظِينَ * كِرَامًا كَاتِبِينَ * يَعْلَمُونَ مَا تَفْعَلُونَ * إِنَّ الْأَبْرَارَ لَفِي نَعِيمٍ * وَإِنَّ الْفُجَّارَ لَفِي جَحِيمٍ) [سورة الانفطار 10 – 14]

“Padahal sesungguhnya bagi kamu ada (malaikat-malaikat) yang mengawasi (pekerjaanmu), yang mulia (di sisi Allah) dan mencatat (pekerjaan-pekerjaanmu itu), mereka mengetahui apa yang kamu kerjakan. Sesungguhnya orang-orang yang banyak berbakti benar-benar berada dalam surga yang penuh kenikmatan, dan sesungguhnya orang-orang yang durhaka benar-benar berada dalam neraka.” [Qs. Al-Infithaar: 10-14].

Lihat, Al-Majmu’ (1/85).

Continue reading “Pengawasan Allah”

Pengawasan Allah

Apabila Ucapan Kebenaran Menjadi Keburukan

Fadhilatus syaikh Dr. Soleh Al-Fawzan حفظه الله تعالى :

Soalan: Apakah pada sebahagian kesempatan ucapan kebenaran menjadi keburukan, dan apa ketentuannya?

Jawapan: “Apabila ucapan kebenaran tersebut (diletakkan) bukan pada tempatnya, dan bukan pada waktunya, dan bukan dengan cara-cara yang sesuai, maka dia dapat menyebabkan keburukan.”

Ni’mah Al-Amn wa Bayan Muqowamatihi, halaman: 34.

Continue reading “Apabila Ucapan Kebenaran Menjadi Keburukan”

Apabila Ucapan Kebenaran Menjadi Keburukan

Mentaati Kebaikan

SEBUAH KISAH KETAWADHUAN ULAMA TENTANG TAHIYYATUL MASJID

Berkata Al-Allamah Ibnu Abdil Barr Al-Maliki pada kitab Tamhid (5/94) tatkala beliau berbicara tentang tahiyyatul masjid.

“Aku mendengar lebih dari seorang guruku berkisah bahwasanya Ghozi ibnu Qois tatkala rihlah (berpergian) ke kota madinah ; Beliau mendengar (‘ilmu,pent) dari Malik dan membacakan kepada Nafi Al-Qori.

Continue reading “Mentaati Kebaikan”

Mentaati Kebaikan