Anak Itu Rahsia Bapanya

Al-Fudhail bin ‘Iyadh rahimahullah melihat anaknya mengusap piring timbangan dengan hujung bajunya.

Lalu dia bertanya: “Mengapa?” Maka si anak menjawab: “Supaya saya tidak ikut menimbang debu jalanan untuk kaum muslimin”.

Maka menangislah Al-Fudhail, sambil berkata: “Wahai anakku, sesungguhnya perbuatanmu ini bagiku lebih bagus dari dua haji dan dua puluh umrah!”

Renungkanlah faedah di atas, betapa besar faedah dari sifat kejujuran. Seseorang menjadi ‘kadzib’/pendusta, atau sebaliknya menjadi ‘sadiq’/jujur tergantung tarbiyyah kedua orang tuanya sejak kecil.

Diterjemahkan:
Ummu Abdillah binti Ali Bahmid عفا الله عنهما
WA.Tarbiyatul Aulaad
BILAAD

Advertisements
Anak Itu Rahsia Bapanya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s