Kisah Mahar Satu Riyal

As-Syaikh Muhammad Bin Soleh Al-Uthaimeen rahimahullah berkata,

“Aku ingin mengisahkan mengenai seorang lelaki, di mana beliau telah menjemputku untuk majlis pernikahan anak perempuannya. Setelah khutbah (akhirnya ucapan daripada –segala puji bagi Allah- sehinggalah akhir), aku katakan pada si wali anak perempuan tersebut, “Nikahkanlah dia (anak perempuanmu) dengan lelaki tersebut.” Maka si wali berkata, “Aku berikan engkau (nikahkan engkau) dengan anak perempuanku fulanah binti fulan, dengan mahar satu riyal.”

Apakah kalian mendengar apa yang telah diucapkan si wali? Apakah kalian dengar? Satu riyal! Aku katakan padanya, “Ini salah. Mahar itu bukanlah suatu yang engkau baru sahaja terima. Tetapi mahar itu adalah suatu yang dihantarkan padamu dalam bentuk emas.”

Lalu si wali mengucapkan, “Aku tidak terima melainkan satu riyal (tersebut). Dan aku tidak nikahkan anak perempuanku pada duit (harta) tetapi pada seorang lelaki. Dan andailah halal bagiku untuk memberikan anak perempuanku pada lelaki tersebut (yakni pernikahan) maka aku akan berikannya tanpa apa-apa pertukaran (tanpa mahar apa langsung).”

Sikap seorang lelaki (wali) sebeginilah yang digalakkan. Dan aku tidak rasakan bahawa lelaki seperti ini kurang di dalam kalangan kami.”

Sumber: Link

Advertisements
Kisah Mahar Satu Riyal

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s