Hukum Sutrah dan Ukurannya

Asy Syaikh Muhammad bin Soleh al Utsaimin rahimahullah

Pertanyaan: Apa hukum sutrah dan bagaimana ukurannya?

Jawapan: Sutrah di dalam solat hukumnya sunnah muakkadah (sunnah yang ditekankan ,pen) kecuali bagi makmum, maka tidak disunnahkan untuk mencari sutrah kerana sudah tercukupi dengan sutrah imam. Adapun ukurannya, maka telah datang dalam sebuah hadis:

«إذا صلى أحدكم فليستتر ولو بسهم»

“Bila salah seorang dari kalian menegakkan shalat, maka hendaknya mengambil sutrah meskipun hanya sebuah anak panah.”

Dan disebutkan dalam hadis lainnya yang diriwayatkan oleh Abu Dawud dengan sanad yang hasan:

«فإن لم يكن فليخط خطاً»

“Bila tidak ada, maka buatlah sebuah garis.”

Al-Hafizd Ibnu Hajar di dalam Bulughul Maram mengatakan: “Tidaklah benar orang yang menyangka bahwa hadis ini mudhtharrib (goncang), bahkan ia merupakan hadis hasan. Tidak ada ‘illah (penyakit) yang mengharuskan untuk menolak hadits tersebut.”

Maka kami katakan: Paling minimalnya dengan garis, dan paling tingginya semisal pelana unta. Dan sutrah hukumnya sunnah bagi imam dan munfarid, bukan bagi makmum.

Sumber: Silsilatu Liqa’atul Babil Maftuh > Liqa’ul babil Maftuh (53)

Alih Bahasa : Syabab Forum Salafy

Baca || http://forumsalafy.net/hukum-sutrah-dan-ukurannya/

WhatsApp Salafy Indonesia
Channel Telegram || http://bit.ly/ForumSalafy

Advertisements
Hukum Sutrah dan Ukurannya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s