Hukum Menonton Piala Dunia

Lajnah Daimah mendapatkan pertanyaan sebagai berikut, ‘Apa hukum menonton pertandingan olah raga, semisal piala dunia?’

Jawapan para ulama yang duduk di Lajnah Daimah,

‘Pertandingan sepak bola, yang memperebutkan hadiah, hukumnya haram kerana mengandung unsur taruhan. Tidak boleh ada hadiah pertandingan kecuali dalam pertandingan yang diizinkan oleh syariat. Itulah lumba kuda, lumba unta, dan lumba memanah. Berdasarkan hal tersebut maka menghadiri secara langsung atau menonton (via televisyen misalnya, pent.) pertandingan tersebut, hukumnya adalah haram untuk orang yang mengetahui bahawa pertandingan tersebut memperebutkan hadiah. Menghadiri secara langsung bererti menyetujui pertandingan semacam itu.

Akan tetapi, jika pertandingan olah raga tersebut tidaklah memperebutkan hadiah, tidak melalaikan dari kewajiban agama semisal solat, dan tidak mengandung hal yang terlarang semisal buka-buka aurat, campur baur perempuan dengan laki-laki, dan adanya alat musik maka mengikuti pertandingan dan menontonnya tidaklah terlarang.’

Fatwa ini disampaikan oleh Syekh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz, Syekh Abdul Aziz bin Abdullah Alu Syekh, Syekh Shalih bin Fauzan Al-Fauzan, dan Syekh Bakr bin Abdullah Abu Zaid. (Fatawa Lajnah Daimah, 15:238)”

Faidah dari muhadharah ustadz Abu Ahmad Muallim hafizhahullah di ma’had Ibnul Qoyyim Balikpapan, 18 Sya’ban 1435 H bertepatan16 Juni 2014 M

WhatsApp Thalab Ilmu Syar’i

Advertisements
Hukum Menonton Piala Dunia

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s