Wahai Orang Miskin!

Fudhail bin ‘Iyadh berkata,

“Wahai miskin (orang yang perlu dikasihani), kamu seorang yang musii’ (berbuat jelek), namun kamu melihat dirimu muhsin (berbuat baik). Kamu itu bodoh, namun kamu melihat dirimu sebagai orang berilmu. Kamu bakhil, namun kamu melihat dirimu dermawan. Kamu dungu, tapi kamu melihat dirimu sebagai orang berakal. Umurmu itu pendek, namun angan-anganmu panjang.”

Mengomentari ucapan tersebat, adz-Dzahabi rahimahullah mengatakan,

“Sungguh demi Allah, (Fudhail bin ‘Iyadh) telah benar. Dan kamu zalim, namun kamu memandang dirimu dizalimi. Kamu memakan sesuatu yang haram, namun kamu merasa sebagai orang yang wara’. Kamu fasiq, namun kamu merasa sebagai orang adil. Kamu mencari ilmu untuk dunia, namun kamu mengira dirimu mencari ilmu kerana akhirat.”

Siyar A’lam an-Nubala’ (VIII/440)

Advertisements
Wahai Orang Miskin!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s