Meninggalkan Qadha Puasa

Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin ‘Abdullah bin Baz –pernah memegang jawatan sebagai ketua Lajnah Ad Da’imah (komiti fatwa Saudi Arabia)- ditanyakan,

“Apa hukum seseorang yang meninggalkan qadha’ puasa Ramadhan sehingga masuk Ramadhan berikutnya dan dia tidak memiliki uzur untuk menunaikan qadha’ tersebut. Apakah cukup baginya bertaubat dan menunaikan qadha’ atau dia memiliki kewajiban kafarah?”

Syaikh Ibnu Baz menjawab:

“Dia wajib bertaubat kepada Allah subhanahu wa ta’ala dan dia wajib memberi makan kepada orang miskin bagi setiap hari yang ditinggalkan disertai dengan qadha’ puasanya. Ukuran makanan untuk orang miskin adalah setengah sha’ Nabawi dari makanan pokok negeri tersebut (kurma, gandum, beras atau semacamnya) dan ukurannya adalah sekitar 1.5 kg sebagai ukuran pendekatan. Dan tidak ada kafarah (tebusan) selain itu. Hal inilah yang difatwakan oleh beberapa sahabat radhiyallahu ‘anhum seperti Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma.

Namun apabila dia menunda qadha’nya kerana ada udzur seperti sakit atau bersafar, atau pada wanita kerana hamil atau menyusui dan sulit untuk berpuasa, maka tidak ada kewajiban bagi mereka selain mengqadha’ puasanya.”

[Majmu’ Fatawa Ibnu Baz, no. 15 hal. 347.]

Advertisements
Meninggalkan Qadha Puasa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s