Perbezaan antara Air Wadi dan Air Mazi

Pertanyaan : Apakah yang dimaksud dengan air wadi dan air madzi? Dan bagaimanakah cara bersuci dari keduanya? Apakah keduanya boleh keluar ketika seseorang sedang tidur?

Jawapan : Segala puji hanyalah bagi Allah semata. Selawat dan salam semoga tercurahkan kepada Rasul-Nya, kerabat dan sahabat beliau. Amma ba’du:

Air wadi pada umumnya keluar setelah kencing. Bentuknya putih dan kental. Kekentalannya menyerupai air mani, tetapi air wadi keruh dan tidak memiliki bau. Adapun air mazi merupakan air yang cair, putih dan melekit, yang keluar ketika bercumbu, mengkhayal melakukan hubungan intim atau ingin melakukannya, melihat sesuatu yang merangsang syahwat dan lain sebagainya nya ketika syahwat telah hilang. Terkadang seseorang tidak merasakan keluarnya. Air madzi juga keluar di awal syahwat. Air ini terdapat baik pada lelaki mahupun perempuan. Baik air wadi mahupun air madzi hukumnya najis dan membatalkan wudu sehingga wajib memercikkan air pada tempat yang terkena madzi dan berwudu. Begitu pula wajib mencuci kemaluan seluruhnya termasuk kedua testis dari madzi.

Wabillahittaufiq, wasallallahu `ala Nabiyyina Muhammad wa Alihi wa Sahbihi wa Sallam.

Pertanyaan Kelima dari Fatwa Nomor 8540
Komite Tetap Riset Ilmiah dan Fatwa

Ketua
Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz

Wakil Ketua
Abdurrazzaq `Afifi

Anggota
Abdullah bin Qu’ud

Anggota
Abdullah bin Ghadyan

Sumber: http://alifta.net/Search/ResultDetails.aspx…

Advertisements
Perbezaan antara Air Wadi dan Air Mazi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s