Nikmat Allah Iman dan Islam

Ibnul Qayyim رَحِمَهُ اللهُ berkata:

” فإنّ مَن لم يرَ نعمة الله عليه إلا في مأكله ومشربه وعافية بدنه وقيام وجهه بين الناس؛ فليس له نصيبٌ مِن العقل البتة، فنعمة الله بالإسلام والإيمان، وجذب عبده إلى الإقبال عليه، والتلذذ بطاعته ؛ هي أعظم النعم، وهذا إنما يُدرك : بنور العقل، وهداية التوفيق “.

“Sesungguhnya siapa yang tidak melihat kenikmatan Allah َّعَزَّ وَجَل atasnya kecuali pada makan dan minum, dan kesihatan jasmaninya sahaja, serta kedudukan yang tinggi di antara manusia, maka dia tidak diberi akal yang bercahaya sama sekali. Sebab nikmat Allah َّعَزَّ وَجَل berupa islam dan iman, dan bantuan kepada hamba-Nya untuk melakukan pendekatan diri kepada-Nya, dan merasa nikmat dengan mengingat-Nya, dengan menjalankan ketaatan kepada-Nya, adalah merupakan kenikmatan terbesar. Dan ini hanya boleh diraih dengan: Akal yang bercahaya, dan hidayah serta taufik dari-Nya. “

(Madarij as-salikin:1/ 164)

https://inten.to/telegram/channel-askarybinjamal-thalab-ilmu-syar-i

Advertisements
Nikmat Allah Iman dan Islam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s