ADAB MENUANGKAN MINUMAN UNTUK ORANG LAIN

Al-Imam Ibnu Baz rahimahullah ditanya tentang siapa yang didahulukan ketika menuangkan kopi dan teh, maka beliau menjawab:

باﻷكبر، ثم من على يمينه، أي يمين اﻷكبر.

“Yang paling tua, kemudian yang ada di sebelah kanan, maksudnya yang di sebelah kanan yang paling tua tersebut.”

Masail al-Imam Ibnu Baz, jilid 2 hlm. 123

Sumber || https://twitter.com/fzmhm12121/status/820363536425684992

WhatsApp Salafy Indonesia
Channel Telegram || http://bit.ly/ForumSalafy

ADAB MENUANGKAN MINUMAN UNTUK ORANG LAIN

JANGAN TERTIPU DENGAN PENAMPILAN SESEORANG

Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah berkata:

كم من إنسان طليق اللسان، فصيح البيان، إذا رأيته يعجبك جسمه، وإن يقل تسمع لقوله، ولكنه لا خير فيه.

“Betapa banyak orang yang pandai bicara, fasih dalam menjelaskan, jika engkau melihatnya maka penampilannya mengagumkanmu, dan jika dia berbicara engkau sangat antusias mendengarkannya, tetapi tidak ada kebaikan pada dirinya.”

Syarh Riyadhush Shalihin, jilid 6 hlm. 138

Sumber || https://twitter.com/fzmhm12121/status/820370716952580097

WhatsApp Salafy Indonesia
Channel Telegram || http://bit.ly/ForumSalafy

JANGAN TERTIPU DENGAN PENAMPILAN SESEORANG

HANYA AL-QUR’AN YANG MENENTERAMKAN HATI

Al-Imam Ibnu Qayyim al-Jauziyyah rahimahullah berkata:

صوت القرآن يسكن النفوس ويطمئنها ويوقرها، وصوت الغناء يستفزها ويزعجها ويهيجها.

“Suara al-Qur’an membuat jiwa menjadi tenang, tenteram, dan mulia, sedangkan suara nyanyian membuat jiwa resah, gelisah, dan tidak tenang.”

Badai’ul Fawaid, jilid 2 hlm. 143

Sumber || https://twitter.com/fzmhm12121/status/820218743804620800

WhatsApp Salafy Indonesia
Channel Telegram || http://bit.ly/ForumSalafy

HANYA AL-QUR’AN YANG MENENTERAMKAN HATI

TIDAK ADA KEBAIKAN PADA DUNIA YANG MEROSAK AGAMA SESEORANG

Al-Imam Malik bin Anas rahimahullah berkata:

‏الدنو من الباطل هلكة، والقول بالباطل بُعد عن الحق، ولا خير في شيء وإن كثر من الدنيا بفساد دين المرء ومروءته.

“Mendekat kepada kebathilan merupakan kebinasaan, mengucapkan kebathilan menjauh dari kebenaran, dan tidak ada kebaikan pada sesuatu dari perkara dunia walaupun banyak jika menyebabkan kerusakan agama seseorang dan kehormatannya.”

Tadzkiratul Huffazh, jilid 1 hlm. 157

Sumber || https://twitter.com/OsamaAlamri99/status/820201936184082432

WhatsApp Salafy Indonesia
Channel Telegram || http://bit.ly/ForumSalafy

TIDAK ADA KEBAIKAN PADA DUNIA YANG MEROSAK AGAMA SESEORANG

BAGAIMANA MEMBEZAKAN ORANG YANG JUJUR DAN ORANG YANG DUSTA

Asy-Syaikh Shalih al-Fauzan hafizhahullah:

نحن لا نعلم الصادق من الكاذب إلا بهذه الفتن، فإذا لم تأت الفتن لم ندر من الصادق ومن الكاذب، ولكن إذا جاءت الفتن انحاز أهل الكذب وأهل النفاق وصاروا مع الكفار، ولم يبق إلا أهل اﻹيمان الصادقين في إيمانهم.

“Kita tidak mengetahui orang yang jujur dan orang yang dusta kecuali dengan adanya berbagai fitnah (ujian) ini. Jadi jika fitnah-fitnah tersebut tidak datang maka kita tidak mengetahui siapa orang yang jujur dan siapa yang dusta. Tetapi jika fitnah-fitnah tersebut datang, maka bergabunglah para pendusta dan orang-orang munafik dan jadilah mereka bersama orang-orang kafir, dan tidak akan tersisa kecuali orang-orang yang beriman yang jujur keimanan mereka.”

Syarh ar-Risalah ad-Dalail, hlm. 77

Saluran telegram “Rudud Manhajiyyah”

WhatsApp Salafy Indonesia
Channel Telegram || http://bit.ly/ForumSalafy

BAGAIMANA MEMBEZAKAN ORANG YANG JUJUR DAN ORANG YANG DUSTA

KEUTAMAAN MENGUCAPKAN “ALHAMDULILLAH KATSIRAN”

 Rasulullah shallallahu alaihi was sallam bersabda:

ﺇِﺫَﺍ ﻗَﺎﻝَ ﺍﻟْﻌَﺒْﺪُ: ﺍﻟْﺤَﻤْﺪُ ﻟِﻠَّﻪِ ﻛَﺜِﻴﺮًﺍ، ﻗَﺎﻝَ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ: ﺍﻛْﺘُﺒُﻮﺍ ﻟِﻌَﺒْﺪِﻱ ﺭَﺣْﻤَﺘِﻲ ﻛَﺜِﻴﺮًﺍ!

“Jika seorang hamba mengatakan:

ﺍﻟْﺤَﻤْﺪُ ﻟِﻠَّﻪِ ﻛَﺜِﻴﺮًﺍ.

Maka Allah Ta’ala berfirman: “Tuliskan rahmat-Ku untuk hamba-Ku yang banyak!”

Shahih at-Targhib wat Tarhib no. 1578

Sumber || https://twitter.com/fzmhm12121/status/819849253900132352

WhatsApp Salafy Indonesia
Channel Telegram || http://bit.ly/ForumSalafy

KEUTAMAAN MENGUCAPKAN “ALHAMDULILLAH KATSIRAN”

SUMBER SEGALA PENDERITAAN

Al-Imam Ibnu Qayyim al-Jauziyyah rahimahullah berkata:

وكل آفة تدخل على العبد فسببها ضياع الوقت وفساد القلب.

“Semua bencana yang menimpa seorang hamba maka sebabnya adalah menyia-nyiakan waktu dan rusaknya hati.”

Risalah Ibnil Qayyim ila Ahadi Ikhwanih, hlm. 3

Sumber || https://twitter.com/fzmhm12121/status/819896414650138625

WhatsApp Salafy Indonesia
Channel Telegram || http://bit.ly/ForumSalafy

SUMBER SEGALA PENDERITAAN