SEORANG MUKMIN SENANTIASA MERASA KHAWATIR KEADAANNYA AKAN BERUBAH

๐Ÿšซ๐Ÿ’ฅ๐Ÿ”ฅโœ‹๐Ÿป
SEORANG MUKMIN SENANTIASA MERASA KHAWATIR KEADAANNYA AKAN BERUBAH
ย 
๐Ÿ’บBerkata al-Imam Rabi’ bin Hadi al-Madkhali hafizhahullah :
ย 
ูˆุงู„ู…ุคู…ู† ูŠุฎุดู‰ ุฏุงุฆู…ู‹ุง ุฃู† ุชุชุบูŠุฑ ุญุงู„ู‡ุŒ ูู‚ุฏ ุซุจุช ุนู† ุนุงุฆุดุฉ ูˆุฃู†ุณ ุฑุถูŠ ุงู„ู„ู‡ ุนู†ู‡ู…ุง: ูƒุงู† ุฑุณูˆู„ ุงู„ู„ู‡ ุตู„ูŽู‘ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… ูŠูƒุซุฑ ุฃู† ูŠู‚ูˆู„:
ย 
“Seorang mukmin itu senantiasa merasa takut keadaannya akan berubah. Sungguh telah datang hadits shahih dari ‘Aisyah dan Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhuma, bahwasannya Rasulullah sering membaca do’a:
ย 
ยซูŠุง ู…ู‚ู„ุจูŽ ุงู„ู‚ู„ูˆุจู ุซุจุช ู‚ู„ุจูŠ ุนู„ู‰ ุฏูŠู†ูƒยป
ย 
“Wahai Dzat yang membolak balikkan hati, kokohkanlah hatiku di atas agama-Mu.”
ย 
Maka aku (Anas bin Malik) katakan:
ย 
ูŠุง ุฑุณูˆู„ ุงู„ู„ู‡ ุขู…ู†ุง ุจูƒ ูˆุจู…ุง ุฌุฆุช ุจู‡ ูู‡ู„ ุชุฎุงู ุนู„ูŠู†ุงุŸ
ย 
“Wahai Rasulullah, kami telah beriman kepadamu dan kepada apa yang engkau bawa. Apakah engkau masih mengkhawatirkan kami ?”
ย 
Beliau menjawab:
ย 
ยซู†ุนู… ุฅู† ุงู„ู‚ู„ูˆุจูŽ ุจูŠู† ุฃูุตุจูุนูŠู†ู ู…ู† ุฃุตุงุจุนู ุงู„ู„ู‡ -ุนุฒ ูˆุฌู„- ูŠูู‚ู„ุจูู‡ุง ูƒู…ุง ูŠุดุงุกยป
ย 
“Ya, karena sesunguhnya hati itu berada di antara dua jari jemari dari jari jemari Allah ‘Azza wajalla, Allah palingkan sesuai kehendak-Nya.”
ย 
ู‡ุฐุง ูˆุงู„ู„ู‡ ู‡ูˆ ุงู„ูู‚ู‡ุŒ ุฃู„ุง ูŠุฃู…ู† ุงู„ุฅู†ุณุงู† ุนู„ู‰ ู†ูุณู‡ุŒ ู„ุฃู† ุงู„ุดูŠุทุงู† ูŠุฌุฑูŠ ู…ู† ุงุจู† ุขุฏู…ูŽ ู…ุฌุฑู‰ ุงู„ุฏู…
ย 
Demi Allah, inilah yang disebut fiqh (pemahaman yang mendalam), yaitu seseorang tidak merasa aman atas dirinya, karena sesungguhnya syaithon mengalir pada aliran darah manusia.
ย 
ูู„ูŠูƒู† ุญุงุฑุณู‹ุง ู„ู‚ู„ุจู‡ ูˆุนู‚ู„ู‡ ูˆุนู„ู…ู‡ ุญุฑุงุณุฉู‹ ุดุฏูŠุฏุฉ ุฃุดุฏ ู…ู…ุง ูŠุญุฑุณ ู…ุงู„ูŽู‡ู ูˆุนูุฑุถูŽู‡ ูˆู…ู† ุฃูุณู†ูุฏูŽ ุฅู„ูŠู‡ ูˆู„ุงูŠุฉู ุฃู…ุฑู‡ุŒ ูŠุฌุจ ุฃู† ูŠู‡ุชู… ุจุญุฑุงุณุฉ ู‚ู„ุจู‡ ู‚ุจู„ ูƒูู„ูู‘ ุดูŠุกุŒ
ย 
Maka hendaklah dia selalu menjaga hati, akal, dan ilmunya dengan penjagaan yang kuat melebihi penjagaannya terhadap harta dan kehormatannya. Barangsiapa yang diberi kuasa mengatur urusannya, maka wajib bagi dia untuk mementingkan penjagaan hatinya sebelum yang lainnya.
ย 
{ุฑูŽุจูŽู‘ู†ูŽุง ู„ูŽุง ุชูุฒูุบู’ ู‚ูู„ููˆุจูŽู†ูŽุง ุจูŽุนู’ุฏูŽ ุฅูุฐู’ ู‡ูŽุฏูŽูŠู’ุชูŽู†ูŽุง ูˆูŽู‡ูŽุจู’ ู„ูŽู†ูŽุง ู…ูู† ู„ูŽู‘ุฏูู†ูƒูŽ ุฑูŽุญู’ู…ูŽุฉู‹ ุฅูู†ูŽู‘ูƒูŽ ุฃูŽู†ุชูŽ ุงู„ู’ูˆูŽู‡ูŽู‘ุงุจู} [ุขู„ ุนู…ุฑุงู†:ูจ]
ย 
“Wahai Rabb kami jangan Engkau palingkan hati-hati kami setelah Engkau beri kami petunjuk dan karuniakanlah kepada kami dari sisi-Mu rahmat. Sesungguhnya Engkau Maha Pemberi.”
[Ali ‘Imron: 8]
ย 
๐Ÿ“š Marhaban Yaa Thalibal ‘Ilmi, hal. 75
ย 
๐ŸŒ Sumber: t.me/ImamRabee
ย 
๐Ÿ•Œ๐Ÿก al-Atsary Majalengka
๐Ÿ“Ÿ Channel Telegram: t.me/salafymajalengka
Advertisements
SEORANG MUKMIN SENANTIASA MERASA KHAWATIR KEADAANNYA AKAN BERUBAH

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s