Hal-hal yang Harus Dijauhi Orang yang Berpuasa

๐Ÿ’๐Ÿ“Hal-hal yang Harus Dijauhi Orang yang Berpuasa

Seorang yang berpuasa diharuskan menjauhi hal-hal sebagai berikut:
1. Segala macam perbuatan dosa
2. Dusta
3. Ghibah
4. Berkata atau bersikap rofats
5. Berteriak-teriak tanpa keperluan
6. Bermusuhan dalam urusan pribadi dengan orang lain
7. Melakukan hal-hal yang sia-sia

Hal-hal di atas tidak membatalkan puasa, namun mengurangi pahala puasa, bahkan bisa sampai taraf menghapuskan pahala puasa. Dusta dan ghibah sebenarnya sudah masuk dalam perbuatan dosa, namun karena hal itu sering diremehkan dan sering terjadi selama seseorang berpuasa, perlu dituliskan pada poin tersendiri untuk menjadi perhatian khusus.

Terdapat beberapa ucapan dari para Ulamaโ€™ Salaf yang menunjukkan bahayanya perbuatan dusta dan ghibah terhadap puasa seseorang.

Diriwayatkan bahwa Mujahid โ€“seorang Tabiโ€™i- menyatakan: Ada 2 hal, yang jika seseorang menjaga (agar tidak terjerumus padanya), maka selamatlah puasanya. (Dua hal itu adalah) ghibah dan dusta (riwayat Ibnu Abi Syaibah dalam Mushonnaf no 8980)

Abul โ€˜Aliyah โ€“seorang tabiโ€™i- menyatakan: Seorang yang berpuasa berada dalam keadaan beribadah selama ia tidak berghibah (menggunjing orang lain) (riwayat Ibnu Abi Syaibah dalam Mushonnaf no 8982)

Penjelasan tentang dusta dan ghibah akan disebutkan dalam bab tersendiri dalam buku ini, insyaAllah. Sebagai panduan bagi kita semua agar mengetahui hakikatnya dan meninggalkannya.

Sungguh merugi seorang yang berpuasa dan hanya mendapatkan lapar dan haus saja.

ุฑูุจู‘ูŽ ุตูŽุงุฆูู…ู ุญูŽุธู‘ูู‡ู ู…ูู†ู’ ุตููŠูŽุงู…ูู‡ู ุงู„ู’ุฌููˆุนู ูˆูŽุงู„ู’ุนูŽุทูŽุดู ูˆูŽุฑูุจู‘ูŽ ู‚ูŽุงุฆูู…ู ุญูŽุธู‘ูู‡ู ู…ูู†ู’ ู‚ููŠูŽุงู…ูู‡ู ุงู„ุณู‘ูŽู‡ูŽุฑู

Betapa banyak orang berpuasa yang mendapat bagian dari puasanya hanya lapar dan haus. Betapa banyak orang yang qiyaamul lail yang mendapatkan bagian darinya hanyalah berjaga (tidak tidur)(H.R anNasaai, Ibnu Majah, Ahmad, lafadz sesuai riwayat Ahmad, dishahihkan oleh Ibnu Khuzaimah, al-Hakim, dan al-Albany)

Sedangkan poin 4-6 di atas disebutkan dalam hadits Nabi yang terkait khusus dengan puasa.

ูˆูŽุฅูุฐูŽุง ูƒูŽุงู†ูŽ ูŠูŽูˆู’ู…ู ุตูŽูˆู’ู…ู ุฃูŽุญูŽุฏููƒูู…ู’ ููŽู„ูŽุง ูŠูŽุฑู’ููุซู’ ูˆูŽู„ูŽุง ูŠูŽุตู’ุฎูŽุจู’ ููŽุฅูู†ู’ ุณูŽุงุจู‘ูŽู‡ู ุฃูŽุญูŽุฏูŒ ุฃูŽูˆู’ ู‚ูŽุงุชูŽู„ูŽู‡ู ููŽู„ู’ูŠูŽู‚ูู„ู’ ุฅูู†ู‘ููŠ ุงู…ู’ุฑูุคูŒ ุตูŽุงุฆูู…ูŒ

Jika kalian berpuasa janganlah berbuat/berkata rofats jangan berteriak. Dan jika ada seseorang yang memusuhi dia, hendaknya dia mengatakan: Sesungguhnya aku berpuasa (H.R alBukhari no 1771)

Rofats adalah kata-kata atau ungkapan yang berkonotasi tentang hubungan suami-istri. Seorang Ulama mendefinisikan rofats sebagai: segala sesuatu yang diinginkan oleh seorang pria terhadap wanita. Seseorang tidak boleh berbincang-bincang dengan rekannya dengan pembicaraan yang menjurus pada hal itu. Atau, memperagakan hal-hal tertentu yang terkait dengan hal tersebut. Itu bisa mengurangi pahala puasanya.

Berpuasa tidaklah sekedar menahan diri dari makan-minum serta pembatal puasa lainnya, namun juga harus menahan diri dari segala hal yang tidak diridhai Allah.

ู…ูŽู†ู’ ู„ูŽู…ู’ ูŠูŽุฏูŽุนู’ ู‚ูŽูˆู’ู„ูŽ ุงู„ุฒู‘ููˆุฑู ูˆูŽุงู„ู’ุนูŽู…ูŽู„ูŽ ุจูู‡ู ูˆูŽุงู„ู’ุฌูŽู‡ู’ู„ูŽ ููŽู„ูŽูŠู’ุณูŽ ู„ูู„ู‘ูŽู‡ู ุญูŽุงุฌูŽุฉูŒ ุฃูŽู†ู’ ูŠูŽุฏูŽุนูŽ ุทูŽุนูŽุงู…ูŽู‡ู ูˆูŽุดูŽุฑูŽุงุจูŽู‡ู

Barangsiapa yang tidak meninggalkan ucapan dusta dan perbuatannya, serta perilaku kebodohan, maka Allah tidaklah butuh dengan sikapnya menjauhi makan dan minumnya (dalam puasa)(H.R alBukhari 5597)

Sahabat Nabi Jabir bin Abdillah radhiyallahu anhuma berkata:

ุฅุฐูŽุง ุตูู…ู’ุชูŽ ููŽู„ู’ูŠูŽุตูู…ู’ ุณูŽู…ู’ุนููƒ ูˆูŽุจูŽุตูŽุฑููƒ ูˆูŽู„ูุณูŽุงู†ููƒ ุนูŽู†ู ุงู„ู’ูƒูŽุฐูุจู ูˆูŽุงู„ู’ู…ูŽุฃู’ุซูŽู…ู ุŒ ูˆูŽุฏูŽุนู’ ุฃูŽุฐูŽู‰ ุงู„ู’ุฎูŽุงุฏูู…ู ุŒ ูˆูŽู„ู’ูŠูŽูƒูู†ู’ ุนูŽู„ูŽูŠู’ูƒ ูˆูŽู‚ูŽุงุฑูŒ ูˆูŽุณูŽูƒููŠู†ูŽุฉูŒ ูŠูŽูˆู’ู…ูŽ ุตููŠูŽุงู…ููƒูŽ ุŒ ูˆูŽู„ุงูŽ ุชูŽุฌู’ุนูŽู„ู’ ูŠูŽูˆู’ู…ูŽ ููุทู’ุฑููƒูŽ ูˆูŽูŠูŽูˆู’ู…ูŽ ุตููŠูŽุงู…ููƒูŽ ุณูŽูˆูŽุงุกู‹

Jika engkau berpuasa, maka puasakanlah pendengaran, penglihatan, dan lidahmu dari dusta dan dosa. Janganlah menyakiti budak. Hendaknya engkau bersikap tenang dan santun pada saat berpuasa. Jangan jadikan keadaanmu sama saja antara pada saat berpuasa dengan tidak (riwayat Ibnu Abi Syaibah no 8973)

Janganlah seseorang yang berpuasa melakukan hal-hal yang sia-sia. Seseorang hendaknya menjaga dirinya untuk tidak melakukan hal-hal yang sia-sia, tidak bermanfaat bagi kehidupan dunia ataupun akhiratnya.

ุนูŽู†ู’ ุฃูŽุจููŠ ู‡ูุฑูŽูŠู’ุฑูŽุฉูŽ ุฑูŽุถููŠูŽ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู†ู’ู‡ู ู‚ูŽุงู„ูŽ: ู‚ูŽุงู„ูŽ ุฑูŽุณููˆู’ู„ู ุงู„ู„ู‡ู ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู…: ู…ูู†ู’ ุญูุณู’ู†ู ุฅูุณู’ู„ุงูŽู…ู ุงู„ู’ู…ูŽุฑู’ุกู ุชูŽุฑู’ูƒูู‡ู ู…ูŽุง ู„ุงูŽ ูŠูŽุนู’ู†ููŠู’ู‡

Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu, ia berkata: “Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallam bersabda: “Di antara kebaikan Islam seseorang ialah meninggalkan sesuatu yang tidak penting (berguna) baginya (H.R atTirmidzi)

(dikutip dari buku “Ramadhan Bertabur Berkah”, Abu Utsman Kharisman, penerbit Pena Hikmah Yogya)

๐Ÿ’ก๐Ÿ’ก๐Ÿ“๐Ÿ“๐Ÿ’ก๐Ÿ’ก
WA al I’tishom

Hal-hal yang Harus Dijauhi Orang yang Berpuasa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s