ADAB MASUK RUMAH YANG DALAM KEADAAN KOSONG

🚇ADAB MASUK RUMAH YANG DALAM KEADAAN KOSONG

Di antara sekian adabnya adalah hendaknya kita memberikan ucapan salam sebelum kita masuk ke dalam rumah tersebut.

Nah, ada pertanyaan, “Bagaimanakah bentuk lafal salam tersebut, apakah lafalnya sama dengan yang sering kita ucapkan?”

[ Jawab ]

“Tidak sama, tetapi makna dari isi kandungan sama.

Sebagaimana dalam riwayat disebutkan, dari sahabat yang mulia ‘Abdullah bin ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma ia berkata,

{ إذا دخل البيت غير المسكون فليقل: ( السَّلَامُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِاللّٰهِ الصَّالِحِيْنَ. )

“Apabila seseorang masuk ke dalam rumah yang tidak berpenghuni (dalam keadaan kosong), maka hendaknya ia mengucapkan,

{ Assalaamu ‘alainaa wa ‘alaa ‘ibaadillaahish shaalihiin. }

‘Semoga keselamatan atas kami dan juga keselamatan atas hamba-hamba Allah yang shalih’.”

📚[ Diriwayatkan oleh al-Imam al-Bukhari rahimahullah dalam “Al-Adabul Mufrad”, 1055 ] ·· [ Dihasankan oleh al-Imam al-Albani rahimahullah dalam “Shahih Al-Adabul Mufrad, 806” ]

Al-Imam al-Albani rahimahullah berkata,

“Sanad/mata rantai derajat riwayatnya hasan.”

📚[ Seperti ini juga al-Hafizh Ibnu Hajar rahimahullah berkata dalam “Al-Fath”, 11/17 ]

⛓️ bit.ly/2CnB8Py
📮••••|Edisi| t.me/s/ukhuwahsalaf / http://www.alfawaaid.net

✍🏻__ t.me/s/Riyadhus_Salafiyyin ·· Oleh: al-Ustadz Abu Aufa (Abu ‘Abdirrahman) Isma’il hafizhahullah

ADAB MASUK RUMAH YANG DALAM KEADAAN KOSONG

HUKUM MENUNDUKKAN BADAN KETIKA BERTEMU/MENGUCAPKAN SALAM

┏📜📚📖━━━━━━━━━━━━━┓
Majmu’ah Riyadhussalafiyyin
┗━━━━━━━━━━━━━📖📚📜┛

بسم الله الرحمن الرحيم

🌾HUKUM MENUNDUKKAN BADAN KETIKA BERTEMU/MENGUCAPKAN SALAM🌾

✅ Menundukan badan ketika bertemu atau ketika mengucapkan salam sebagai bentuk penghormatan hukumnya tidak diperbolehkan, baik kepada sesama muslim atau kepada non muslim, kepada orang yang lebih tua atau lebih tinggi derajatnya (penguasa, ulama, guru, dan yang lainya).

✔️DALIL LARANGAN

الرجل منا يلقى أخاه أو صديقه أينحني له ؟ ” قال النبي صلى الله عليه وسلم ( لا ) ”

Seseorang di antara kami bertemu dengan saudaranya atau temannya apakah ia (boleh) menundukkan badan untuknya? Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab,

“Tidak!.”

[HR. at-Tirmidzi dan ibnu Majah, dihasankan oleh al-Albani dalam Shahih at-Tirmidzi]

✔️PENJELASAN ULAMA

1. Komite tetap untuk riset ilmiyah dan fatwa yang diketuai oleh Abdul ‘Aziz bin Baz (اللحنة الدائمة للبحوث العلمية و الإفتاء)

“Tidak boleh menundukkan badan sebagai penghormatan kepada muslim atau kafir, tidak dengan sebagian atas badan atau dengan kepala saja. Karena menundukkan badan adalah penghormatan ibadah, sedangkan ibadah tidak ditujukan kecuali untuk Allah saja.”

📚Sumber:
[Fatawa Lajnah Da’imah, fatwa no. 5313]

2. Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih al-‘Utsaimin.

“Sebagian orang ketika bertemu dengan seseorang yang lebih tinggi kedudukan dan derajatnya merundukkan badan dan kepalanya sebagai bentuk penghormatan bagaimana pendapat anda?

Beliau menjawab,

Pendapat kami dalam hal tersebut tidak boleh, karena nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang hal itu, tidak halal bagi seseorang merundukkan punggungnya kecuali kepada Allah Rabbul ‘alamin.

Adapun makhluk, jangan kamu tundukkan punggungmu kepadanya (makhluk/manusia), lebih buruk dari itu adalah sujud kepada makhluk dalam rangka pengagungan dan merendahkan diri (itu) termasuk syirik yang mengeluarkan dari agama-kita memohon kepada Allah keselamatan-. Adapun merundukkan badan, sesungguhnya hal itu haram, tetapi tidak sampai kepada syirik.”

📚Sumber:
[Liqa al-Bab al-Maftuh, 104 pertanyaan no. 4]

3. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah

[Lihat penjelasannya dalam Majmu al-Fatawa, Jilid 11, hlm. 554]
———————-

📝 Oleh : Al-Ustadz Abul Abbas Shalih bin Zainal Abidin حفظه الله

📲 Ayo Kunjungi dan Bagikan:
➖➖➖➖➖➖➖
↘️ Faedah:
📚 telegram.me/Riyadhus_Salafiyyin
↘️ Poster dan Video Dakwah:
🖼 telegram.me/galerifaedah
↘️ Website:
🌏 http://www.riyadhussalafiyyin.com

HUKUM MENUNDUKKAN BADAN KETIKA BERTEMU/MENGUCAPKAN SALAM

DO’A AGAR MASUK SYURGA

📶 Untaian Akhlak Salaf
—————————————-

🤲🏻 DO’A AGAR MASUK SYURGA

Seorang Shahabat yang mulia yaitu Abdullah bin Mas’ud رضي اللّه عنه memiliki keutamaan dan amal shalih yang tidak ada bisa dihitung kecuali oleh Allah عزّ وجلّ.
Beliau berdo’a :

اللَّهُمَّ أَدْخِلْنِي الْجَنَّةَ بِفَضْلِكَ وَمَنِّكَ وَرَحْمَتِكَ …

“Ya Allah masukkanlah aku ke dalam Jannah dengan keutamaan-Mu, karunia-Mu dan rahmat-Mu….”

📚 [Ath Thabrani Fil Kabiir : 8917 dan selainnya]
➖➖➖➖➖➖➖➖

✒️ ‏كان الصحابي الجليل عبدالله_بن_مسعود رضي الله عنه

وله من الفضل والأعمال الصالحة ما لا يحصيه إلا الله عز وجل

يدعو فيقول :

اللهم أدخلني الجنة بفضلك ومنّك ورحمتك …

📚 [ الطبراني في الكبير 8917 وغيره ]

🏷 Sumber : https://t.me/athar_sahaba/860

🌎 WhatsApp Salafy Cirebon
⏯ Channel Telegram || https://t.me/salafy_cirebon
🖥 Website Salafy Cirebon :
http://www.salafycirebon.com

📳 Menyajikan artikel dan audio kajian ilmiah
◻◻◻◻◻◻◻◻

DO’A AGAR MASUK SYURGA

MENJAUHI HAL YANG MENGUNDANG KERISAUAN

🌼✏️🌼✏️🌼✏️🌼✏️

💺Syaikh Ibnu ‘Utsaimin رحمه الله mengatakan :

“Usahakan olehmu untuk menjauh dari segala sesuatu yang menjadikan kegundahan, kesedihan, dan kegalauan (di hatimu), agar engkau senantiasa rehat, lapang dada, dan menghadapkan dirimu kepada Allah تعالى, peribadahan kepada-Nya, serta kepada berbagai urusan dunia dan akhiratmu.

Apabila engkau mencoba hal ini, niscaya engkau akan beristirahat (dari semua kelelahan).

Adapun bila engkau meletihkan dirimu dengan perkara yang telah berlalu atau mementingkan masa depan dengan (perbuatan, cara ,atau sudut pandang berpikir) yang tidak diizinkan oleh syariat, ketahuilah, sungguh engkau akan lelah dan terluput dari banyak kebaikan!”

📖 Syarh Bulùghil Maram, Kitabul Buyu’

bit.ly/majalahqonitah

🌼✏️🌼✏️🌼✏️🌼✏️

MENJAUHI HAL YANG MENGUNDANG KERISAUAN

PERKARA BERBAHAYA YANG TERKADANG DILAKUKAN SEORANG SUAMI TERHADAP ISTERINYA

🔥❌✋💥
PERKARA BERBAHAYA YANG TERKADANG DILAKUKAN SEORANG SUAMI TERHADAP ISTERINYA

📢 Asy-Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah Alus Syaikh hafizhahullah {Mufti Kerajaan Arab Saudi}

📬 Pertanyaan: Semoga Allah membalas Anda dengan kebaikan, salah seorang ikhwah dari Aljazair menanyakan apa makna: “Tiga perkara yang seriusnya dianggap serius dan bercanda pun tetap dianggap serius” dan apa makna: “Tidak sah thalaq ketika marah” dan apakah wajib berniat ketika menjatuhkan thalaq?

🔓 Jawaban: Makna sabda Rasulullah shallallahu alaihi was sallam:

ثَلَاثٌ جِدُّهُنَّ جِدٌّ وَهَزْلُهُنَّ جِدٌّ: النِّكَاحُ، وَالطَّلَاقُ، وَالرَّجْعَةُ.

▪ “Tiga perkara yang seriusnya dianggap serius dan bercanda pun tetap dianggap serius, yaitu; nikah, thalaq, dan rujuk.”
(HR. Abu Dawud dan At-Tirmidzy serta yang lainnya. Al-Albany rahimahullah berkata dalam Irwa’ul Ghalil no. 1826: “Hasan.” –pent)

📂 Maknanya: jika engkau mengatakan kepada istrimu: “Engkau saya cerai.” Walaupun engkau mengatakan: “Saya hanya bercanda dengannya, ngobrol dan tertawa bersamanya, dan saya katakan kepadanya: “Saya mencintaimu dan engkau adalah wanita yang paling saya cintai, tapi engkau saya cerai.” Maka telah jatuh cerai. Walaupun dia beralasan: “Saya tertawa dan bercanda, karena berlebihan dalam bercanda, terlalu mencintai, saking dekat dan sayangnya, saya keceplosan mengatakan: “Saya mencintaimu dan engkau adalah wanita yang paling saya cintai, tapi engkau saya cerai.” Kita katakan bahwa cerai telah jatuh terhadapnya. Kalau dia menyanggah maka kita katakan bahwa ini adalah perkara yang tidak boleh dijadikan main-main dan bercanda, dan Allah berfirman:

وَلَا تَتَّخِذُوْا آيَاتِ اللهِ هُزُوًا وَاذْكُرُوْا نِعْمَتَ اللهِ عَلَيْكُمْ وَمَا أَنْزَلَ عَلَيْكُمْ مِنَ الْكِتَابِ وَالْحِكْمَةِ يَعِظُكُمْ بِهِ وَاتَّقُوا اللهَ وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيْمٌ.

▪“Dan janganlah kalian jadikan ayat-ayat Allah sebagai permainan, dan ingatlah nikmat Allah kepada kalian dan apa yang telah Dia turunkan kepada kalian berupa Al-Kitab dan Al-Hikmah (As-Sunnah). Allah memberi pengajaran kepada kalian dengan apa yang Dia turunkan itu, dan bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwasanya Allah Maha mengetahui segala sesuatu.”
(QS. Al-Baqarah: 231)

💡Seandainya engkau mengatakan kepada seseorang: “Saya nikahkan engkau dengan anak perempuanku, dia mau untuk menikah.” Lalu dia menjawab: “Saya terima.” Kemudian engkau mengatakan: “Saya hanya bercanda, engkau tidak sekufu (tidak selevel) dengan anak perempuanku, ketika saya mengatakan bahwa dia mau menikah saya berdusta, dan engkau tidak sekufu dengan anak perempuanku.” Atau laki-laki tersebut yang mengatakan: “Ketika saya mengatakan menerima maka itu hanya basa-basi, saya sebenarnya tidak suka kepadanya.” Maka kita katakan bahwa pernikahan ini telah terjadi dengan sah, tidak ada yang membebaskannya kecuali dengan menjatuhkan thalaq.

✔Seandainya dia mengatakan istrinya yang telah dia thalaq sekali: “Aku merujukmu.” Kemudian dia mengatakan: “Aku mengatakannya karena malu dan basa-basi.” Maka kita katakan bahwa telah terjadi rujuk.

👋 Adapun niat pada thalaq yang jelas tidaklah disyaratkan. Ketika seseorang mengatakan kepada istrinya: “Engkau kucerai.” Maka yang semacam ini tidak disyaratkan adanya niat. Adapun jika ungkapannya berupa kinayah (kiyasan) dan mengandung kemungkinan makna thalaq dan juga makna yang lain, maka harus disertai dengan niat untuk menjatuhkan thalaq. Kalau misalnya seseorang mengatakan kepada istrinya: “Keluarlah, engkau bukan istriku!” Maka kita tanyakan kepadanya: “Apakah engkau meniatkan untuk menjatuhkan thalaq dengan ucapanmu ini ataukah tidak?” Kalau dia berniat untuk menjatuhkah thalaq maka jatuh thalaq walaupun dengan kinayah, tetapi kalau dia tidak berniat untuk menjatuhkan thalaq maka lafazh semacam ini tidak termasuk lafazh thalaq yang jelas.

📚 http://www.albaidha.net/vb/showthread.php?t=54123

⚪ WhatsApp Salafy Indonesia http://forumsalafy.net/?p=7549
⏩ Channel Telegram : http://bit.ly/ForumSalafy
➖➖➖➖➖➖➖➖

PERKARA BERBAHAYA YANG TERKADANG DILAKUKAN SEORANG SUAMI TERHADAP ISTERINYA

khawatir tidak mampu makan, kekurangan penghasilan

💎JANGAN TAKUT SAUDARAKU…

Pernahkah anda khawatir tidak mampu makan, kekurangan penghasilan?

📖Cermati dan Hayati perkataan seorang ulama tersohor dizamannya.
Al-imam Ahmad رحمه الله تعالى

“Rizki itu telah dibagi tidak akan bertambah atau berkurang,

Rizki itu disebut bertambah jika pemiliknya memperoleh kemudahan dari Allah untuk menginfakkannya dalam ketaatan. Hal itulah yang akan meningkatkan dan menambah Rizki.

Demikian pula ajal Manusia. Tidak akan mungkin bertambah atau berkurang.
Ajal itu disebut bertambah jika pemiliknya memperoleh kemudahan oleh Allah untuk menggunakanya didalam ketaatan ,sehingga ia menjadi hamba yang taat sepanjang umurnya.
Hanya dengan ketaatan umur akan bertambah.

Sementara umur akan berkurang dengan Maksiat. Adapun rentang waktu umur tidak akan bertambah atau berkurang.
Saudaraku bukankah keberkahan rizki dan umur adalah cita -cita dan tekad kita?

Caranya mudah?
Manfaatkanlah Umur dan rizki di dalam ketaatan kepada Allah.

Disadur dari buku :Dari ayunan sampai liang lahat, Imam ahmad
Karya :Abu Nashim .mukhtar حفظه الله ورعاه.

Join & share t.me/MurottalMujawwad

khawatir tidak mampu makan, kekurangan penghasilan

SILSILAH BENTUK-BENTUK BERWALA’ TERHADAP KAUM KAFIR (Bagian 2)

🚇SILSILAH BENTUK-BENTUK BERWALA’ TERHADAP KAUM KAFIR (Bagian 2)

▶️ Bertempat Tinggal Di Negeri Mereka Dan Tidak Berupaya Pindah Dari Negeri Tersebut Ke Negeri Kaum Muslimin Dalam Rangka Lari Menyelamatkan Agamanya

Asy Syaikh Shalih bin Fauzan Al Fauzan hafizhahullah berkata:

Karena hijrah dengan pengertian dan tujuan yang seperti ini adalah wajib atas setiap muslim, karena menetapnya dia di negeri kafir itu menunjukkan suatu kesetiaan terhadap kaum kafir dan dari sinilah Allah mengharamkan atas seseorang muslim untuk tinggal di antara orang-orang kafir apabila keadaan dirinya mampu untuk melakukan hijrah.

Allah berfirman:

‏ﺇِﻥَّ ﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﺗَﻮَﻓَّﺎﻫُﻢْ ﺍﻟْﻤَﻠَﺎﺋِﻜَﺔُ ﻇَﺎﻟِﻤِﻲ ﺃَﻧﻔُﺴِﻬِﻢْ ﻗَﺎﻟُﻮﺍ ﻓِﻴﻢَ ﻛُﻨﺘُﻢْ ﻗَﺎﻟُﻮﺍ ﻛُﻨَّﺎ ﻣُﺴْﺘَﻀْﻌَﻔِﻴﻦَ ﻓِﻲ ﺍﻟْﺄَﺭْﺽِ ﻗَﺎﻟُﻮﺍ ﺃَﻟَﻢْ ﺗَﻜُﻦْ ﺃَﺭْﺽُ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﻭَﺍﺳِﻌَﺔً ﻓَﺘُﻬَﺎﺟِﺮُﻭﺍ ﻓِﻴﻬَﺎ ﻓَﺄُﻭْﻟَﺌِﻚَ ﻣَﺄْﻭَﺍﻫُﻢْ ﺟَﻬَﻨَّﻢُﻭَﺳَﺎﺀَﺕْ ﻣَﺼِﻴﺮًﺍ‏. ﺇِﻟَّﺎ ﺍﻟْﻤُﺴْﺘَﻀْﻌَﻔِﻴﻦَ ﻣِﻦْ ﺍﻟﺮِّﺟَﺎﻝِ ﻭَﺍﻟﻨِّﺴَﺎﺀِ ﻭَﺍﻟْﻮِﻟْﺪَﺍﻥِ ﻟَﺎ ﻳَﺴْﺘَﻄِﻴﻌُﻮﻥَ ﺣِﻴﻠَﺔً ﻭَﻟَﺎ ﻳَﻬْﺘَﺪُﻭﻥَ ﺳَﺒِﻴﻠًﺎ‏.ﻓَﺄُﻭْﻟَﺌِﻚَ ﻋَﺴَﻰ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﺃَﻥْ ﻳَﻌْﻔُﻮَ ﻋَﻨْﻬُﻢْ ﻭَﻛَﺎﻥَ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻔُﻮَّﺍً ﻏَﻔُﻮﺭًﺍ

“Sesungguhnya orang-orang yang diwafatkan malaikat dalam keadaan menganiaya diri sendiri, (kepada mereka) malaikat bertanya: “Dalam keadaan bagaimana kamu ini?”. Mereka menjawab: “Adalah kami orang-orang yang tertindas di negeri (Mekah)”. Para malaikat berkata: “Bukankah bumi Allah itu luas, sehingga kamu dapat berhijrah di bumi itu?. Orang-orang itu tempatnya neraka Jahannam, dan Jahannam itu seburuk-buruk tempat kembali. mereka itu, mudah-mudahan Allah memaafkannya. Dan adalah Allah Maha Pemaaf lagi Maha Pengampun.” [An Nisa 97-99]

Maka Allah tidak menerima alasan untuk tetap tinggal di negeri kaum kafir kecuali bagi orang-orang yang lemah yang tidak mampu untuk berhijrah. Demikian pula siapa saja yang dengan tetap tinggalnya ia di negeri kafir terdapat maslahat diniyyah (kemaslahatan agama) seperti dakwah ke jalan Allah dan menyebarkan Islam ke negeri mereka.

📚[Al Wala wal Bara Fil Islam lisy Syaikh Shalih bin Fauzan Al Fauzan]

______

📝 Karena saat itu Makkah statusnya masih negeri kafir. Setelah terjadinya peristiwa Penaklukkan Kota Makkah (Fathu Makkah), Makkah menjadi negara Islam, oleh karena itu Nabi tidak menganjurkan siapapun yang tinggal di Makkah untuk berhijrah setelah peristiwa Fathu Makkah.

قال الشيخ ﺻﺎﻟﺢ ﺑﻦ ﻓﻮﺯﺍﻥ ﺍﻟﻔﻮﺯﺍﻥ حفظه الله:

ﻷﻥَّ ﺍﻟﻬﺠﺮﺓَ ﺑﻬﺬﺍ ﺍﻟﻤﻌﻨﻰ،ﻭﻟﻬﺬﺍ ﺍﻟﻐﺮﺽِ ﻭﺍﺟﺒﺔٌ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﻤﺴﻠﻢِ. ﻷﻥَّ ﺇﻗﺎﻣﺘَﻪ ﻓﻲ ﺑﻼﺩِ ﺍﻟﻜﻔﺎﺭِ ﺗﺪﻝُ ﻋﻠﻰ ﻣﻮﺍﻻﺓِ ﺍﻟﻜﺎﻓﺮﻳﻦَ- ﻭﻣﻦْ ﻫﻨﺎ ﺣﺮَّﻡ ﺍﻟﻠﻪُ ﺇﻗﺎﻣﺔَ ﺍﻟﻤﺴﻠﻢِ ﺑﻴﻦَ ﺍﻟﻜﻔﺎﺭِ ﺇﺫﺍ ﻛﺎﻥَ ﻳﻘﺪﺭُ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﻬﺠﺮﺓِ، ﻗﺎﻝَ ﺗﻌﺎﻟﻰ :

‏( ﺇِﻥَّ ﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﺗَﻮَﻓَّﺎﻫُﻢْ ﺍﻟْﻤَﻠَﺎﺋِﻜَﺔُ ﻇَﺎﻟِﻤِﻲ ﺃَﻧﻔُﺴِﻬِﻢْ ﻗَﺎﻟُﻮﺍ ﻓِﻴﻢَ ﻛُﻨﺘُﻢْ ﻗَﺎﻟُﻮﺍ ﻛُﻨَّﺎ ﻣُﺴْﺘَﻀْﻌَﻔِﻴﻦَ ﻓِﻲ ﺍﻟْﺄَﺭْﺽِ ﻗَﺎﻟُﻮﺍ ﺃَﻟَﻢْ ﺗَﻜُﻦْ ﺃَﺭْﺽُ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﻭَﺍﺳِﻌَﺔً ﻓَﺘُﻬَﺎﺟِﺮُﻭﺍ ﻓِﻴﻬَﺎ ﻓَﺄُﻭْﻟَﺌِﻚَ ﻣَﺄْﻭَﺍﻫُﻢْ ﺟَﻬَﻨَّﻢُﻭَﺳَﺎﺀَﺕْ ﻣَﺼِﻴﺮًﺍ‏. ﺇِﻟَّﺎ ﺍﻟْﻤُﺴْﺘَﻀْﻌَﻔِﻴﻦَ ﻣِﻦْ ﺍﻟﺮِّﺟَﺎﻝِ ﻭَﺍﻟﻨِّﺴَﺎﺀِ ﻭَﺍﻟْﻮِﻟْﺪَﺍﻥِ ﻟَﺎ ﻳَﺴْﺘَﻄِﻴﻌُﻮﻥَ ﺣِﻴﻠَﺔً ﻭَﻟَﺎ ﻳَﻬْﺘَﺪُﻭﻥَ ﺳَﺒِﻴﻠًﺎ‏.ﻓَﺄُﻭْﻟَﺌِﻚَ ﻋَﺴَﻰ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﺃَﻥْ ﻳَﻌْﻔُﻮَ ﻋَﻨْﻬُﻢْ ﻭَﻛَﺎﻥَ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻔُﻮَّﺍً ﻏَﻔُﻮﺭًﺍ ‏).‏( ﺍﻟﻨﺴﺎﺀ : ٩٧-٩٩ ‏).

ﻓﻠﻢْ ﻳﻌﺬﺭْ ﺍﻟﻠﻪُ ﻓﻲ ﺍﻹﻗﺎﻣﺔِ ﻓﻲ ﺑﻼﺩِ ﺍﻟﻜﻔﺎﺭِ ﺇﻻ ﺍﻟﻤﺴﺘﻀﻌﻔﻴﻦَ ﺍﻟﺬﻳﻦ ﻻ ﻳﺴﺘﻄﻴﻌﻮﻥَ ﺍﻟﻬﺠﺮﺓَ. ﻭﻛﺬﻟﻚ ﻣﻦْ ﻛﺎﻥ ﻓﻲ ﺇﻗﺎﻣﺘﻪِ ﻣﺼﻠﺤﺔٌ ﺩﻳﻨﺔٌ ﻛﺎﻟﺪﻋﻮﺓِ ﺇﻟﻰ ﺍﻟﻠﻪِ ﻭﻧﺸﺮِ ﺍﻹﺳﻼﻡِ ﻓﻲ ﺑﻼﺩِﻫﻢ

📚[اﻟﻮﻻﺀُ ﻭﺍﻟﺒﺮﺍﺀُ ﻓﻲ ﺍﻹﺳﻼﻡ ﻟﻠﺸﻴﺦ ﺻﺎﻟﺢ ﺑﻦ ﻓﻮﺯﺍﻥ ﺍﻟﻔﻮﺯﺍﻥ]

⛓️ bit.ly/2UNdJ0x
📮••••|Edisi| t.me/s/ukhuwahsalaf / http://www.alfawaaid.net

✍🏻__ t.me/s/hikmahsalafiyyah | WA Ashhaabus Sunnah | Majmu’ah Hikmah Salafiyyah

SILSILAH BENTUK-BENTUK BERWALA’ TERHADAP KAUM KAFIR (Bagian 2)

MULIAKANLAH PERINTAH ALLAH DIMANAPUN ENGKAU BERADA

📌📌 MULIAKANLAH PERINTAH ALLAH DIMANAPUN ENGKAU BERADA

💺 Sa’id bin Amir rohimahullah mengatakan :

↪️ Aku mendatangi Al-Hasan ketika aku ingin lergi ke India, maka aku katakan: “Wahai Abu Sa’id, berilah wasiat kepadaku!”

✅Beliau mengatakan: “Muliakanlah perintah Allah dimanapun engkau berada, niscaya Allah akan memuliakanmu”.

Beliau mengatakan: Maka, Allah memberikan manfaat kepadaku dengan ucapannya.

📚Al-Mujalasah Li Ad-Dainury 2589

‏عن سعيد بن عامر قال :

أَتَيْتُ الْحَسَنَ وَأَنَا أُرِيدُ الْهِنْدَ ، فَقُلْتُ : يَا أَبَا سَعِيدٍ ! أَوْصِنِي .

قَالَ : أَعِزَّ أَمْرَ اللهِ أَيْنَ مَا كُنْتَ يُعِزَّكَ اللهُ .

قَالَ : فَنَفَعَنِي اللهُ بِكَلامِه
[ المجالسة للدينوري 2589 ]

🌎 WhatsApp Salafy Cirebon
⏯ Channel Telegram || https://t.me/salafy_cirebon
🖥 Website Salafy Cirebon :
http://www.salafycirebon.com

📳 Menyajikan artikel dan audio kajian ilmiah
◻◻◻◻◻◻◻◻

MULIAKANLAH PERINTAH ALLAH DIMANAPUN ENGKAU BERADA

APAKAH KAMU SELALU DIRUNDUNG MASALAH

💎💎
APAKAH KAMU SELALU DIRUNDUNG MASALAH ?

💺 Ibnu Katsir rahimahullah berkata :

من اتصف بصفة الاستغفار، يسر الله عليه رزقه وسهل عليه أمره وحفظ عليه شأنه وقوته

✅ Barang siapa berhias dengan sifat istighfar, niscaya Allah akan :

🔅 memudahkan rizkinya,

🔅 melancarkan urusannya, serta

🔅 menjaga keadaan dan kekuatannya.

📚 Tafsir Ibn Katsir (Hud:52)

https://t.me/Nataouan/2825

🌎 WhatsApp Salafy Cirebon
⏯ Channel Telegram || https://t.me/salafy_cirebon
🖥 Website Salafy Cirebon :
http://www.salafycirebon.com

Turut mempublikasikan:
✍http://t.me/KEUTAMAANSUNNAH
◻◻☘🌾◻◻◻◻

APAKAH KAMU SELALU DIRUNDUNG MASALAH

KEBID’AHAN PENGHAMBAT ISTIGHFAR

KEBID’AHAN PENGHAMBAT ISTIGHFAR
➖➖➖➖➖➖➖

Rasulullah Shollallaahu Alaihi Wasallam Bersabda :

إنَّ الله حَجَبَ التَّوْبَةَ عَنْ كُلِّ صَاحِبِ بِدْعَةٍ حَتَّى يَدَعَ بِدْعَتَهُ

Sesungguhnya Allah Menutup Taubat dari Semua Pelaku Bid’ah Hingga ia Meninggalkan Kebid’ahannya.
(H.R atThobarony, dan al-Haitsamy Menyatakan bahwa Seluruh Perawinya adalah Perawi as-Shahih kecuali Harun bin Musa al-Farawy yang Tsiqah).

Mengapa Pelaku Kebid’ahan Terhalangi dari Taubat ???

Karena ia Tidak Mengakui bahwa Bid’ah yang ia Lakukan sebagai Suatu Kesalahan dan Dosa. Bagaimana ia Bisa Bertaubat dari Sesuatu yang Dia Anggap bukan Dosa ???

🔖 Sufyan Ats-Tsaury Rahimahullah Menyatakan: ”Bid’ah Lebih Disukai oleh Iblis dibandingkan Kemaksiatan, karena Kemaksiatan Memungkinkan untuk Bertaubat, sedangkan Kebid’ahan (Sulit Diharapkan) untuk Bertaubat”. (Syarh Ushul I’tiqad Ahlussunnah wal Jama’ah karya alLaalikaai (1/132).

Al-Imam Al-Auza’i Rahimahullah Menyatakan: “Iblis Bertemu dengan Pasukannya dan Berkata : Dari Arah Mana kalian Datangi Anak Adam? Mereka berkata: Dari Berbagai Arah. Iblis Bertanya: Bisakah kalian Datangi Mereka dari (Celah) istighfar? Pasukannya Berkata: Kami Dapati istighfar itu Selalu Bergandengan dengan Tauhid. Iblis berkata: Datangilah Mereka dari Arah Dosa yang Mereka Tidak Akan Beristighfar.

✅ Al-Imam Al-Auza`i Rahimahullah Kemudian Menyatakan : Karena itulah Kemudian Mereka Menyebarkan AlAhwaa (Kebid’ahan – Kebid’ahan). (Syarh Ushul I’tiqad Ahlussunnah wal Jamaah karya al-Laalikai (1/131).
====================

📗 Dikutip dari Buku “Sukses Dunia Akhirat dengan Istighfar dan Taubat.”

▶ Al Ustadz Abu Utsman Kharisman Hafidzahullah.

KEBID’AHAN PENGHAMBAT ISTIGHFAR