KEUTAMAAN YANG LAIN DARI DZIKIR “SUBHANALLAHI WABIHAMDIHI”

🌷💐🌿🍄
KEUTAMAAN YANG LAIN DARI DZIKIR “SUBHANALLAHI WABIHAMDIHI”
➖➖➖➖➖➖

📒Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

مَنْ قَالَ سُبْحَانَ اللَّهِ وَبِحَمْدِهِ فِي يَوْمٍ مِائَةَ مَرَّةٍ حُطَّتْ خَطَايَاهُ وَإِنْ كَانَتْ مِثْلَ زَبَدِ الْبَحْرِ

“Barangsiapa yang mengucapkan :

سُبْحَانَ اللَّهِ وَبِحَمْدِهِ

dalam sehari sebanyak seratus kali

maka dosa dan kesalahannya akan dihapus, walaupun banyaknya seperti buih di lautan.”
(Muttafaqun ‘Alaihi)

➡ Para ulama memberikan batasan, bahwa dosa yang diampuni di sini adalah dosa-dosa kecil. Adapun dosa-dosa besar, maka itu tidak akan terhapus kecuali dengan taubat.

➡ An-Nawawi rahimahullah menyatakan, bila tidak memiliki dosa kecil, maka diharapkan bisa meringankan dosa-dosa besar.

📚 Sumber: Subulus Salam, (4/216). Taudhihul Ahkam, (7/535)
〰〰➖📃➖〰
🌷📝 Kajian Islam Al-Husna
Mengajak Anda berbagi untuk sesama dengan menebarkan ilmu agama
📲 Mari bergabung di channel kami http://telegram.me/KajianIslamAlHusna
🌏 Situs Resmi http://www.salafykediri.com

Advertisements
KEUTAMAAN YANG LAIN DARI DZIKIR “SUBHANALLAHI WABIHAMDIHI”

Tiga Sunnah Dianjurkan Ketika Hendak Tidur

Disebutkan Imam An-Nawawi rahimahulloh:

“Wudhu, tidur pada (rusuk) bahagian kanan kerana Nabi menyukai sebelah kanan dan lebih cepat untuk bangun, berzikir kepada Allah agar menjadi penutup amalannya.”

Syarah Sahih Muslim (9/43).

Continue reading “Tiga Sunnah Dianjurkan Ketika Hendak Tidur”

Tiga Sunnah Dianjurkan Ketika Hendak Tidur

Hikmah Sebalik Menutup Bejana Air

Berkata Imam An-Nawawi –rahimahullah- dalam Syarah Sahih Muslim:

وَذَكَرَ الْعُلَمَاء لِلْأَمْرِ بِالتَّغْطِيَةِ فَوَائِد : مِنْهَا الْفَائِدَتَانِ اللَّتَانِ وَرَدَتَا فِي هَذِهِ الْأَحَادِيث ، وَهُمَا : صِيَانَته مِنْ الشَّيْطَان فَإِنَّ الشَّيْطَان لَا يَكْشِف غِطَاء ، وَلَا يَحِلّ سِقَاء ، وَصِيَانَته مِنْ الْوَبَاء الَّذِي يَنْزِل فِي لَيْلَة مِنْ السَّنَة . وَالْفَائِدَة الثَّالِثَة : صِيَانَته مِنْ النَّجَاسَة وَالْمُقَذِّرَات . وَالرَّابِعَة : مِنْ الْحَشَرَات وَالْهَوَامّ ، فَرُبَّمَا وَقَعَ شَيْء مِنْهَا فِيهِ فَشَرِبَهُ وَهُوَ غَافِل ، أَوْ فِي اللَّيْل فَيَتَضَرَّر بِهِ . وَاللَّهُ أَعْلَم

“Para ulama telah menyebutkan beberapa faedah di balik perintah menutup bejana ini. Di antaranya dua faidah yang tersurat dalam hadis-hadis tersebut;

Pertama, terjaganya seorang muslim dari syaitan, karena syaitan tidak mampu membuka penutup atau membuka tali pengikat kantung air.

Kedua, terjaganya seorang muslim dari wabah penyakit yang turun pada suatu malam pada setiap tahun.

Faedah (selanjutnya) yang ketiga, terjaganya dari benda-benda najis dan kotoran.

Keempat, terjaganya seorang muslim dari serangga dan haiwan-haiwan melata, yang kadang-kadang terjatuh ke dalam tempat minumnya lalu dia meminumnya dalam keadaan ia tidak menyedarinya, sehingga ia mendapat bahaya kerananya. Wallahu a’lam”.

(Syarah An-Nawawi ala Muslim 7/45)

Hikmah Sebalik Menutup Bejana Air