KAPAN DIMULAINYA ‘ITIKAF DAN KAPAN WAKTU BERAKHIRNYA??

Asy-Syaikh Shalih Fauzan bin Abdillah al-Fauzan hafizhahullah

Pertanyaan:

متى يبدأ وقت الاعتكاف ومتى ينتهي؟

Kapankah waktu dimulainya ‘itikaf dan kapan berakhirnya?

Jawaban:

وقت الاعتكاف يبتدئ بالمدة التي عيَّنها ، المدة التي عيَّنها ، فإذا نوى أن يعتكف العشر الأواخر فإنه يبدأ الاعتكاف من بداية الليلة الحادية والعشرين ، من بداية الليلة الحادية والعشرين وينتهي بنهاية الشهر.

Waktu ‘itikaf dimulai sesuai waktu yang telah dia pilih dan tentukan. Kalau dia berniat ‘itikaf pada sepuluh hari terakhir Ramadhan, maka dia memulai ‘itikafnya pada awal malam dua puluh satu dan berakhir di penghujung bulan Ramadhan.

Sumber || http://www.alfawzan.af.org.sa/node/14891

Kunjungi || http://bit.ly/2s8k3jC

WhatsApp Salafy Indonesia
Channel Telegram || http://bit.ly/ForumSalafy

KAPAN DIMULAINYA ‘ITIKAF DAN KAPAN WAKTU BERAKHIRNYA??

MENUNAIKAN PERJANJIAN MESKIPUN MEREKA KAFIR

Asy-Syaikh Shalih al-Fauzan hafizhahullah mengatakan

المسلمون يحترمون العهود ويوفون بها ويعدلون في الناس ولو كانوا كفارا.

“Kaum muslimin menghormati perjanjian, menunaikannya, dan berbuat adil terhadap manusia meskipun mereka orang-orang kafir.”

(Khatharul Intihar hlm. 14)

Sumber || https://goo.gl/u89Fhj

WhatsApp Salafy Indonesia
Channel Telegram || http://bit.ly/ForumSalafy

MENUNAIKAN PERJANJIAN MESKIPUN MEREKA KAFIR

ISTIGHFARNYA PARA PENDUSTA

Syaikh Shalih Fauzan bin Abdillah Al-Fauzan hafizhahullah

وأما الذي يقول: أستغفرُ الله بلسانه وهو مقيمٌ على المعاصي_بأفعاله فهو كذابٌ لا ينفعُهُ الإستغفار

Dan adapun yang mengatakan: Astaghfirullah dengan lisannya, dalam keadaan dia terus berbuat maksiat dengan perbuatannya, maka dia adalah pendusta, istighfarnya tidak bermanfaat.

Fudhail bin Iyadh rahimahullah berkata:

استغفارٌ بِلاَ إقلاعٍ توبةُ الكذابينَ

“Istighfar tapi tidak meninggalkan dosa adalah taubatnya para pendusta.”

Yang lainnya mengatakan:

استغفارُنا يحتاجُ إلى استغفارٍ

“Istighfar kita masih membutuhkan istighfar lagi.”

يعني أنَّ منِ استغفرَ ولم يترُكِ المعصية فاستغفارهُ ذنبٌ يحتاجُ إلى استغفار فلننظر في حقيقةِ استغفارنا لئلاَّ نكونَ من الكذابينَ الذين يستغفرونَ بألسنتهم وهم مقيمونَ على معاصيهم »

Yakni, sesungguhnya orang yang beristighfar tapi tidak meninggalkan maksiat, maka istighfarnya merupakan sebuah dosa yang butuh kepada istighfar. Maka hendaknya kita melihat kepada istighfar kita, agar kita tidak menjadi para pendusta, yang mana mereka beristighfar dengan lisan mereka, tapi mereka terus melakukan maksiatnya.

[Al-Khuthab Al-Mimbariyyah fil Munasabat Al-Ashriyyah. 1/226]

Sumber || http://soo.gd/Cq04

WhatsApp Salafy Indonesia
Channel Telegram || http://bit.ly/ForumSalafy

ISTIGHFARNYA PARA PENDUSTA

BAGAIMANA MEMBEZAKAN ORANG YANG JUJUR DAN ORANG YANG DUSTA

Asy-Syaikh Shalih al-Fauzan hafizhahullah:

نحن لا نعلم الصادق من الكاذب إلا بهذه الفتن، فإذا لم تأت الفتن لم ندر من الصادق ومن الكاذب، ولكن إذا جاءت الفتن انحاز أهل الكذب وأهل النفاق وصاروا مع الكفار، ولم يبق إلا أهل اﻹيمان الصادقين في إيمانهم.

“Kita tidak mengetahui orang yang jujur dan orang yang dusta kecuali dengan adanya berbagai fitnah (ujian) ini. Jadi jika fitnah-fitnah tersebut tidak datang maka kita tidak mengetahui siapa orang yang jujur dan siapa yang dusta. Tetapi jika fitnah-fitnah tersebut datang, maka bergabunglah para pendusta dan orang-orang munafik dan jadilah mereka bersama orang-orang kafir, dan tidak akan tersisa kecuali orang-orang yang beriman yang jujur keimanan mereka.”

Syarh ar-Risalah ad-Dalail, hlm. 77

Saluran telegram “Rudud Manhajiyyah”

WhatsApp Salafy Indonesia
Channel Telegram || http://bit.ly/ForumSalafy

BAGAIMANA MEMBEZAKAN ORANG YANG JUJUR DAN ORANG YANG DUSTA

ORANG YANG BERTAKWA TIDAK AKAN BEREBUTAN DUNIA

Asy-Syaikh Muhammad bin Hady al-Madkhaly hafizhahullah berkata:

التقي هو الذي يجعل بينه وبين عذاب الله وقاية، ومنها أن تتقي الفتن التي تحرق دينك، ومنها الاقتتال على الدنيا والملك.

“Orang yang bertakwa adalah yang meletakkan penjagaan antara dirinya dengan adzab Allah, diantaranya dengan engkau menjaga diri dari fitnah-fitnah yang akan menghanguskan agamamu, seperti saling membunuh karena memperebutkan dunia dan kekuasaan.”

Sumber || https://twitter.com/munhajalsunna/status/757972732277555201

WhatsApp Salafy Indonesia
Channel Telegram || http://bit.ly/ForumSalafy

ORANG YANG BERTAKWA TIDAK AKAN BEREBUTAN DUNIA

Akibat Mendiamkan Para Pengusung Kejahatan

Asy-Syaikh Shalih al-Fauzan hafizhahullah berkata:

«نقول: الفتنة في ترك أهل الشر ينشرون شرهم بدون أن يؤخذ على أيديهم وبدون أن يحذر من شرهم»

“Kami katakan: fitnah (keburukan) akan muncul dengan membiarkan orang-orang jahat menyebarkan kejahatan mereka tanpa menghentikan dan memperingatkan dari kejahatan mereka.”

Al-Ijabatul Fashilah, hlm. 39

Sumber || https://twitter.com/SFawzaan/status/809073820086767616

WhatsApp Salafy Indonesia
Channel Telegram || http://bit.ly/ForumSalafy

Akibat Mendiamkan Para Pengusung Kejahatan

Kebebasan Bukan Dengan Mengekor Hawa Nafsu

Asy-Syaikh Shalih al-Fauzan hafizhahullah berkata:

«الحرية الصحيحة في طاعة الله، وليست الحرية باتباع الهوى والشهوات، هذه عبودية للهوى وليست حرية»

“Kebebasan yang benar adalah dalam ketaatan kepada Allah, kebebasan bukan dengan mengikuti hawa nafsu dan syubhat (kerancuan pemahaman), yang semacam ini merupakan penghambaan kepada hawa nafsu dan bukan kebebasan.”

Al-Ijabatul Fadhilah, hlm. 23

Sumber || https://twitter.com/SFawzaan/status/808354512587128833

WhatsApp Salafy Indonesia
Channel Telegram || http://bit.ly/ForumSalafy

Kebebasan Bukan Dengan Mengekor Hawa Nafsu