ORANG-ORANG KAFIR MEMANFAATKAN KELOMPOK TERORIS RADIKAL KHAWARIJ UNTUK MENGHANCURKAN ISLAM DAN UMAT ISLAM

💥⛔️❌🔥 ORANG-ORANG KAFIR MEMANFAATKAN KELOMPOK TERORIS RADIKAL KHAWARIJ UNTUK MENGHANCURKAN ISLAM DAN UMAT ISLAM

✍🏼 Asy-Syaikh Shalih al-Fauzan hafizhahullah berkata:

‏فتنة الخوارج تتوقد بين فترة وأخرى؛ لأن أعداء الإسلام يستغلونها لإثارة الفتن في بلاد المسلمين.

“Fitnah Khawarij terus menyala dari waktu ke waktu, karena musuh-musuh Islam memanfaatkannya untuk mengobarkan fitnah (kekacauan dan kerusuhan) di negeri-negeri kaum Muslimin.”

🌍 Sumber || https://twitter.com/ssa_at/status/752178948197474305

⚪️ WhatsApp Salafy Indonesia
⏩ Channel Telegram || http://telegram.me/forumsalafy

💎💎💎💎💎💎💎💎💎

Advertisements
ORANG-ORANG KAFIR MEMANFAATKAN KELOMPOK TERORIS RADIKAL KHAWARIJ UNTUK MENGHANCURKAN ISLAM DAN UMAT ISLAM

BOLEHKAH WANITA MENYETIR??

⚠️🚘❌🌺 BOLEHKAH WANITA MENYETIR (MEMANDU)??

✍🏼 Asy-Syaikh Shalih Al-Fauzan hafizhahullah

📪 Pertanyaan: Syaikh kami yang mulia, ada banyak pertanyaan seputar tema-tema dan kejadian terkini, diantaranya pertanyaan yang sering terlontar, yaitu:
Fadhilatus Syaikhina wa Waalidina, di hari-hari beredar seruan untuk memperbolehkan wanita menyetir, dan di sana ada sebagian dai dan orang-orang yang dianggap baik berpendapat bahwa hal tersebut tidak mengapa, dengan dalih bahwa hal itu jauh lebih ringan dibandingkan mempekerjakan sopir yang bukan mahram. Maka apa bimbingan Anda, apa hukumnya secara syariat, dan apa dalil yang menjadi sandaran mereka?

🔓 Jawaban:

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

الْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ وَصَلَّى اللهُ وَسَلَّمَ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ.

Masalah ini para ulama telah berbicara tentangnya dan mereka telah menjawabnya dengan jawaban yang mantap walhamdulillah. Intinya bahwasanya menyetirnya wanita mengandung berbagai bahaya, jika melihat maslahat yang sifatnya hanya sebagian maka perlu diketahui bahwa padanya terdapat bahaya yang banyak. Jadi tidak tepat dengan memandang sebagian namun mengabaikan bahaya-bahaya yang lainnya. Karena mencegah kerusakan harus didahulukan atas meraih maslahat, ini merupakan kaedah syari’at. Menyetirnya wanita mengandung berbagai kerusakan.

Diantaranya; akan memaksa wanita untuk menanggalkan hijab, tidak mungkin dia akan menyetir mobil dalam keadaan berhijab. Walaupun dia berhijab maka hijabnya akan rawan untuk terlepas, mau nggak mau. Yang kedua diantara kerusakannya adalah wanita tersebut akan bercampur baur dengan pria, seperti polisi lalu lintas, terlebih lagi ketika terjadi kecelakaan, dan betapa banyaknya kecelakaan terjadi. Dia akan campur baur dengan pria seperti pergi ke kantor polisi dan yang lainnya.

Demikian juga jika terjadi kerusakan mobil sehingga mogok di tengah jalan, hal itu akan memaksanya untuk meminta bantuan kepada pria, sebagaimana hal ini pun terjadi di antara para sopir pria. Jadi wanita akan rawan mengalami campur baur dengan pria yang hal itu merupakan penyebab fitnah. Diantara bahaya lain jika seorang wanita dipegangi mobil maka dia akan keluar kapan saja dia mau siang dan malam. Karena kuncinya dia pegang dan mobilnya dia bawa sehingga dia akan bisa pergi sesukanya. Berbeda jika dia mengikuti walinya yang menyetir yang akan bersamanya di mobil dan menemaninya.

Adapun jika urusannya ada di tangannya maka dia akan pergi sesukanya dan kapan saja dia diminta untuk keluar oleh orang lain. Karena dia bisa saja menjalin komunikasi dan memiliki hubungan dengan orang-orang yang rusak. Sebagaimana kalian mengetahui komunikasi di masa sekarang demikian mudahnya terhubung di mana seorang wanita bisa dihubungi ketika dia sedang di atas tempat tidurnya, di kamarnya atau di rumahnya. Dia akan mudah dibujuk karena wanita itu tabiatnya lemah lalu dia pun akan pergi.

Jadi menyetirnya wanita mengandung berbagai bahaya yang banyak. Kalian juga mengetahui bahwa sekarang lalu lintas sudah sangat padat di jalan raya. Maka akan bagaimana lagi jika wanita diperbolehkan untuk menyetir mobil?! Tentu jumlah mobil akan berlipat, akan semakin besar bahaya dan kepadatan lalu lintas akan semakin parah.

Jadi menyetirnya wanita mengandung berbagai bahaya yang banyak. Yang terbesar adalah bahaya yang mengintai kewanitaannya, kehormatannya, dan sifat malunya. Jadi, inilah yang menjadi sebab dilarangnya wanita menyetir mobil.

🌎 Kunjungi || http://forumsalafy.net/bolehkah-wanita-menyetir-kendaraan/

⚪️ WhatsApp Salafy Indonesia
⏩ Channel Telegram || http://telegram.me/ForumSalafy

💎💎💎💎💎💎💎💎💎

BOLEHKAH WANITA MENYETIR??

SIBUK MENGURUS KELUARGA MERUPAKAN IBADAH BESAR YANG LEBIH UTAMA DIBANDINGKAN IBADAH SUNNAH

Asy-Syaikh Shalih al-Fauzan hafizhahullah berkata:

«كونك تتزوج وتعف نفسك وتعف المرأة وتخلف ذرية أفضل من التخلي لنوافل العبادة»

“Keadaan Anda menikah, menjaga kehormatan diri Anda, menjaga kehormatan istri Anda, dan Anda meninggalkan keturunan, ini semua lebih utama dibandingkan hanya menyibukkan diri dengan ibadah-ibadah nafilah.”

Ighatsatul Lahafan, tanggal 25-06-1437 H

Sumber || https://twitter.com/SFawzaan/status/768896203056635904

WhatsApp Salafy Indonesia
Channel Telegram || http://telegram.dog/ForumSalafy

SIBUK MENGURUS KELUARGA MERUPAKAN IBADAH BESAR YANG LEBIH UTAMA DIBANDINGKAN IBADAH SUNNAH

KAPAN DIMULAINYA ‘ITIKAF DAN KAPAN WAKTU BERAKHIRNYA??

Asy-Syaikh Shalih Fauzan bin Abdillah al-Fauzan hafizhahullah

Pertanyaan:

متى يبدأ وقت الاعتكاف ومتى ينتهي؟

Kapankah waktu dimulainya ‘itikaf dan kapan berakhirnya?

Jawaban:

وقت الاعتكاف يبتدئ بالمدة التي عيَّنها ، المدة التي عيَّنها ، فإذا نوى أن يعتكف العشر الأواخر فإنه يبدأ الاعتكاف من بداية الليلة الحادية والعشرين ، من بداية الليلة الحادية والعشرين وينتهي بنهاية الشهر.

Waktu ‘itikaf dimulai sesuai waktu yang telah dia pilih dan tentukan. Kalau dia berniat ‘itikaf pada sepuluh hari terakhir Ramadhan, maka dia memulai ‘itikafnya pada awal malam dua puluh satu dan berakhir di penghujung bulan Ramadhan.

Sumber || http://www.alfawzan.af.org.sa/node/14891

Kunjungi || http://bit.ly/2s8k3jC

WhatsApp Salafy Indonesia
Channel Telegram || http://bit.ly/ForumSalafy

KAPAN DIMULAINYA ‘ITIKAF DAN KAPAN WAKTU BERAKHIRNYA??

MENUNAIKAN PERJANJIAN MESKIPUN MEREKA KAFIR

Asy-Syaikh Shalih al-Fauzan hafizhahullah mengatakan

المسلمون يحترمون العهود ويوفون بها ويعدلون في الناس ولو كانوا كفارا.

“Kaum muslimin menghormati perjanjian, menunaikannya, dan berbuat adil terhadap manusia meskipun mereka orang-orang kafir.”

(Khatharul Intihar hlm. 14)

Sumber || https://goo.gl/u89Fhj

WhatsApp Salafy Indonesia
Channel Telegram || http://bit.ly/ForumSalafy

MENUNAIKAN PERJANJIAN MESKIPUN MEREKA KAFIR

ISTIGHFARNYA PARA PENDUSTA

Syaikh Shalih Fauzan bin Abdillah Al-Fauzan hafizhahullah

وأما الذي يقول: أستغفرُ الله بلسانه وهو مقيمٌ على المعاصي_بأفعاله فهو كذابٌ لا ينفعُهُ الإستغفار

Dan adapun yang mengatakan: Astaghfirullah dengan lisannya, dalam keadaan dia terus berbuat maksiat dengan perbuatannya, maka dia adalah pendusta, istighfarnya tidak bermanfaat.

Fudhail bin Iyadh rahimahullah berkata:

استغفارٌ بِلاَ إقلاعٍ توبةُ الكذابينَ

“Istighfar tapi tidak meninggalkan dosa adalah taubatnya para pendusta.”

Yang lainnya mengatakan:

استغفارُنا يحتاجُ إلى استغفارٍ

“Istighfar kita masih membutuhkan istighfar lagi.”

يعني أنَّ منِ استغفرَ ولم يترُكِ المعصية فاستغفارهُ ذنبٌ يحتاجُ إلى استغفار فلننظر في حقيقةِ استغفارنا لئلاَّ نكونَ من الكذابينَ الذين يستغفرونَ بألسنتهم وهم مقيمونَ على معاصيهم »

Yakni, sesungguhnya orang yang beristighfar tapi tidak meninggalkan maksiat, maka istighfarnya merupakan sebuah dosa yang butuh kepada istighfar. Maka hendaknya kita melihat kepada istighfar kita, agar kita tidak menjadi para pendusta, yang mana mereka beristighfar dengan lisan mereka, tapi mereka terus melakukan maksiatnya.

[Al-Khuthab Al-Mimbariyyah fil Munasabat Al-Ashriyyah. 1/226]

Sumber || http://soo.gd/Cq04

WhatsApp Salafy Indonesia
Channel Telegram || http://bit.ly/ForumSalafy

ISTIGHFARNYA PARA PENDUSTA

BAGAIMANA MEMBEZAKAN ORANG YANG JUJUR DAN ORANG YANG DUSTA

Asy-Syaikh Shalih al-Fauzan hafizhahullah:

نحن لا نعلم الصادق من الكاذب إلا بهذه الفتن، فإذا لم تأت الفتن لم ندر من الصادق ومن الكاذب، ولكن إذا جاءت الفتن انحاز أهل الكذب وأهل النفاق وصاروا مع الكفار، ولم يبق إلا أهل اﻹيمان الصادقين في إيمانهم.

“Kita tidak mengetahui orang yang jujur dan orang yang dusta kecuali dengan adanya berbagai fitnah (ujian) ini. Jadi jika fitnah-fitnah tersebut tidak datang maka kita tidak mengetahui siapa orang yang jujur dan siapa yang dusta. Tetapi jika fitnah-fitnah tersebut datang, maka bergabunglah para pendusta dan orang-orang munafik dan jadilah mereka bersama orang-orang kafir, dan tidak akan tersisa kecuali orang-orang yang beriman yang jujur keimanan mereka.”

Syarh ar-Risalah ad-Dalail, hlm. 77

Saluran telegram “Rudud Manhajiyyah”

WhatsApp Salafy Indonesia
Channel Telegram || http://bit.ly/ForumSalafy

BAGAIMANA MEMBEZAKAN ORANG YANG JUJUR DAN ORANG YANG DUSTA