TERUS MENERUSLAH BERSABAR MENGETUK PINTU

TERUS MENERUSLAH BERSABAR MENGETUK PINTU 🚪

========================

❍ اصبروا على قرع الباب ❍

● قال الفضيل بن عياض رحمه الله تعالى :
• تعلمت الصبر من صبي صغير :
ذهبت مرة إلى المسجد فوجدت امرأة داخل دارها تضرب ابنها وهو يصرخ ففتح الباب وهرب فأغلقت عليه الباب ..

• قال : فلما رجعتُ نظرتُ ، فلقيت الولد بعدما بكى قليلا نام على عتبة الباب يستعطف أمه فرق قلب الأم ففتحت له الباب.

• فبكى الفضيل حتى ابتلت لحيته بالدموعm
وقال : سبحان الله !
لو صبر العبد على باب الله عز وجل – لفتح الله له !

• قال “أبو الدرداء” رضي الله عنه “:
جدوا بالدعاء فإنه من يكثر قرع الباب يوشك أن يفتح له

❒ مصنف ابن أبي شيبة
6/20

Fudhail Ibnu ‘Iyadh rahimahullahu berkata:

“Saya mempelajari kesabaran dari seorang anak kecil. Suatu hari saya berangkat menuju masjid, tiba-tiba saya mendapati seorang ibu memukuli putranya di dalam rumah dan ia menjerit (kesakitan) sehingga ia membuka pintu rumah kemudian kabur dan sang ibu pun mengunci pintu rumahnya (agar putranya tidak bisa masuk)”.

Beliau rahimahullahu melanjutkan perkataannya,

“Sepulangnya dari masjid, aku perhatikan (peristiwa tersebut). Maka aku jumpai anak tersebut setelah ia menangis beberapa saat, ia tertidur di ambang pintu untuk meminta belas kasih ibunya. Luluhlah hati sang ibu, sehingga sang ibu pun membukakan pintu untuk putranya”.

Akhirnya Fudhail Ibnu ‘Iyadh rahimahullahu pun tidak bisa menahan air matanya sehingga jenggotnya basah dengan air mata. Lalu beliau rahimahullahu berkata, “Subhanallah, seandainya seorang hamba bersabar (mengharap) pada pintu Allah ‘Azza wajalla, niscaya Allah akan membukakan pintu untuknya”.

Abu Darda radhiyallahu ‘anhu berkata, “Bersungguh-sungguhlah kalian dalam berdoa, karena siapa saja yang banyak mengetuk pintu Allah maka sebentar lagi pintu tersebut akan terbuka untuknya.”
=============
Sumber :

(Mushonnaf Ibnu Abi Syaibah: 6/20).

📝Alih bahasa : Ustadz Abdul hamid حفظه الله

🌈 WhatsApp Salafy Cirebon

=======================

Diposting 18 Robi’ul Awwal 1437 H / 30 Desember 2015, pukul : 06.20 Wib

Advertisements
TERUS MENERUSLAH BERSABAR MENGETUK PINTU

“ALLAH KAN MAHA PENGAMPUN”, KETIKA MELAKUKAN MAKSIAT

⚠⛔ “ALLAH KAN MAHA PENGAMPUN”, KETIKA MELAKUKAN MAKSIAT
➖➖➖➖

💺Al-Imam Ibnul Qoyyim rahimahullah berkata :

وكثير من الجهال اعتمدوا على رحمة الله وعفوه وكرمه، وضيعوا أمره ونهيه،

Banyak dari orang-orang jahil yang bersandar kepada rahmat Allah, maaf-Nya, dan kemuliaan-Nya, sementara mereka melalaikan perintah dan larangan Allah.

ونسوا أنه شديد العقاب، وأنه لا يرد بأسه عن القوم المجرمين،

Mereka lupa bahwasanya Allah Maha dahsyat siksa-Nya, dan bahwasanya tidak ada yang bisa menolak adzab-Nya kepada orang-orang yang berdosa.

📔Ad-Da’u wa Ad-Dawa’u 28

📝 Disajikan oleh Tim Warisan Salaf

#Fawaidumum #akhlaq #akhlak #maksiat
〰〰➰〰〰
🍉 Warisan Salaf menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama’ah
🍏 Channel kami https://bit.ly/warisansalaf
💻 Situs Resmi http://www.warisansalaf.com

“ALLAH KAN MAHA PENGAMPUN”, KETIKA MELAKUKAN MAKSIAT

JANGAN JADIKAN ILMU AGAMA UNTUK MENGERUK HARTA MANUSIA!!

💥⚠️🔥⛔️ JANGAN JADIKAN ILMU AGAMA UNTUK MENGERUK HARTA MANUSIA!!

✍🏼 Ma’mar bin al-Mutsanna rahimahullah berkata:

‏من أراد أن يأكل الخبز بالعلم فلتبك عليه البواكي، لأن طلب العلم من أعمال الآخرة التي يرجى بها وجه الله، لا ليتسول به أهله الناس.

“Siapa yang ingin makan roti dengan bermodal ilmu, maka hendaklah para wanita menangisinya sebagai tanda berkabung atasnya, karena sesungguhnya menuntut ilmu termasuk amal akhirat yang ditujukan untuk mengharapkan wajah Allah, bukan digunakan untuk mengemis kepada manusia.”

🌍 Sumber || https://twitter.com/azhar__s/status/918227358355808258

⚪️ WhatsApp Salafy Indonesia
⏩ Channel Telegram || http://telegram.me/forumsalafy

💎💎💎💎💎💎💎💎💎

JANGAN JADIKAN ILMU AGAMA UNTUK MENGERUK HARTA MANUSIA!!

Jadilah Orang yang Untung dalam Perniagaan

Berkata al Imam Abu Hatim rahimahullah:

 ﺃﺭﺑﺢ اﻟﺘﺠﺎﺭﺓ ﺫﻛﺮ اﻟﻠﻪ ﻭ ﺃﺧﺴﺮ اﻟﺘﺠﺎﺭﺓ ﺫﻛﺮ اﻟﻨﺎﺱ. – بهجة المجالس (٨٦)

“Perniagaan yang paling menguntungkan adalah berzikir kepada Allah, sedangkan perniagaan yang paling merugikan adalah menyebut-nyebut (kejelekan) manusia.”

Bahjatul Majalis (hal. 86).

Majmu’ah ad Diiinun Nashihah
http://bit.ly/addiinun_nashihah

Jadilah Orang yang Untung dalam Perniagaan