Kebaikan Pada Umur Yang Diberkati

Haiah Kibarul Ulama mengatakan:

‏إذا أحب الله عبده بارك له في عمره، ووفقه لحسن عمارة وقته، والخير والتوفيق في بركة العمر، لا في طوله ولا في قصره.

“Jika Allah mencintai hamba-Nya, maka Dia akan memberkati umurnya dan memberinya taufik untuk memakmurkan waktunya dengan sebaik-baiknya. Jadi kebaikan dan taufik itu dinilai pada keberkatan umur, bukan berdasarkan panjangnya dan bukan pula kerana pendeknya.”

WhatsApp Salafy Indonesia
Channel Telegram || http://bit.ly/ForumSalafy

Advertisement
Kebaikan Pada Umur Yang Diberkati

Tanda Allah Berpaling Dari Hambanya

Al-Imam al-Hasan al-Basri rahimahullah berkata:

من علامة إعراض الله عن العبد أن يجعل شغله فيما لا يعينه

“Termasuk tanda berpalingnya Allah dari seorang hamba adalah Allah menjadikan kesibukannya dalam hal-hal yang tidak bermanfaat baginya.”

Sumber : Jami’ al-‘Ulum wa al-Hikam hal. 139″ Continue reading “Tanda Allah Berpaling Dari Hambanya”

Tanda Allah Berpaling Dari Hambanya

Mengurangkan Urusan Dunia Di Ramadan

Asy Syeikh Salih Al Fauzan hafidzahullah:

وعن شهرهم فلنتقي الله، ولنحذر من هذه الشواغل وهذه الأمور حتى أمور الدنيا حتى طلب الرزق الذي لا يحتاجه الإنسان طلب للتجارة، ينبغي للمسلم أن يخفف أن يخفه في هذا الشهر وأن يصرف جولا وقته في طاعة الله سبحانه وطلب الدنيا له وقت آخر وهذا الوقت يفوت، وأما طلب المال والكسب فهذا لا يفوت، فعلى المسلم أن يتنبه لذلك

“Hendaknya kita bertakwa kepada Allah, hendaknya kita berwaspada dari kesibukan-kesibukan duniawi, walaupun dalam hal mencari rezeki dari sesuatu yang bukan pokok dan utama seperti dalam urusan perdagangan. Hendaknya seorang muslim untuk mengurangi aktiviti keduniaan di bulan ini dan hendaknya mereka lebih banyak meluangkan waktunya untuk taat kepada Allah. Mencari dunia boleh pada waktu yang lain kerana waktu ini (Ramadan) akan luput, adapun (waktu) mencari harta ini tidak akan luput, maka hendaknya seorang muslim memperhatikan akan hal ini.”

Sumber: http://www.alfawzan.af.org.sa/node/12980
Telegram: https://bit.ly/Berbagiilmuagama
Alih bahasa: Abu Arifah Muhammad Bin Yahya Bahraisy

Mengurangkan Urusan Dunia Di Ramadan

Takut Pada Allah Bukan Hanya Tangisan Semata

Al-Imam Ibnu Rajab al-Hanbaly rahimahullah berkata:

إِنَّمَا الخائف من ترك ما اشتهى من الحرام إذا قدر عليه.

“Orang yang takut (kepada Allah) hanyalah orang yang meninggalkan perkara yang haram yang dia sukai dalam keadaan dia mampu melakukannya.”

Rasail Ibnu Rajab, jilid 1 hlm. 163

Continue reading “Takut Pada Allah Bukan Hanya Tangisan Semata”

Takut Pada Allah Bukan Hanya Tangisan Semata

Cinta dan Benci Kerana Allah

Inilah Di antara Prinsip Salafiyyah

Al-‘Allamah Ahmad bin Yahya Najmi rahimahullah pernah ditanya: Pertanyaan ke 76:

Sebahagian orang yang mereka mengaku sebagai salafiyun mengatakan: Kita ini salafi, tetapi kita tidak membicarakan orang yang berbuat salah dan tidak pula menjarh (mencela) seorangpun?

Jawaban ke 76: Katakan kepada mereka: Salafiyah tidak akan baik tanpa menjarh seorangpun. Maka cinta kerana Allah, benci kerana Allah, taat kerana Allah, dan memusuhi kerana Allah.

Bila seorang insan meninggalkan salah satu di antara empat perkara ini maka bererti keislamannya lemah. Padahal Rasulullah sallallahu ‘alaihi wa salam bersabda:

من رأى منكم منكرا فليغيره بيده, فإن لم يستطع فبلسانه, فإن لم يستطع فبقلبه وذلك أضعف الإيمان

“Barang siapa di antara kalian melihat sebuah kemungkaran, maka ubahlah dengan tangannya. Bila tidak mampu, maka dengan lisannya, dan bila tidak mampu, maka dengan hatinya dan itulah selemah-lemah iman.”

Selemah-lemah iman ialah engkau mengingkari kebatilan dengan hatimu. Dan orang yang tidak membenci kebatilan dengan hatinya, maka di mana iman yang ada di hatinya? yakni imannya lemah tidak bermanfaat.

Hanya kepada Allah kita memohon ampunan dan keselamatan. Hasbunallahu wa ni’mal wakil.

Sumber: al-Fatawa al-Jalliyah ‘anil Manahijd Da’awiyah (1/76

🌐 Kunjungi || http://forumsalafy.net/inilah-diantara-prinsip-salafiyyah/

⚪ WhatsApp Salafy Indonesia
⏩ Channel Telegram || http://bit.ly/ForumSalafy

Cinta dan Benci Kerana Allah

Jika Dengan Melihatnya Tidak Memberi Manfaat, Maka Ucapannya Juga Tidak Akan Memberi Manfaat

Asy-Syaikh Muhammad Sa’id Ruslan hafizhahullah berkata,

“Kaedah-kaedah semacam ini –wahai hamba-hamba Allah– kita ambil dari Kitabullah dan dari Sunnah Rasulullah sallallahu alaihi was sallam, serta dari bimbingan Masayikh Kibar yang mereka mengajari manusia tidak hanya dengan ucapan mereka sahaja, tetapi mereka mengajari manusia juga dengan akhlak dan keperibadian mereka.

Continue reading “Jika Dengan Melihatnya Tidak Memberi Manfaat, Maka Ucapannya Juga Tidak Akan Memberi Manfaat”

Jika Dengan Melihatnya Tidak Memberi Manfaat, Maka Ucapannya Juga Tidak Akan Memberi Manfaat

Cara Yang Benar Di Dalam Berdakwah (Mengajak Manusia) Kepada Allah

Asy Syaikh Muhammad bin Soleh Al Utsaimin -rahimahullah-

Pertanyaan:

Wahai Syaikh yang mulia, bagaimana cara yang benar di dalam berdakwah (mengajak manusia) kepada Allah Ta’ala? Dan bagaimana (cara) kita melembutkan hati-hati manusia?

📌 Jawab:

Dakwah yang benar itu adalah apa yang disebutkan oleh Allah -Azza wa Jalla- kepada rasul-Nya Muhammad -sallallahu ‘alaihi wa sallam-

﴿ادْعُ إِلَى سَبِيلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ وَجَادِلْهُمْ بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ﴾

“Ajaklah (manusia) kepada jalan Robbmu dengan cara hikmah dan pelajaran yang baik serta bantahlah mereka dengan cara yang paling baik.”[ An-Nahl: 125]

Dan wajib bagimu untuk bersikap lembut. Kerana sesungguhnya kelembutan itu tidaklah ada pada sesuatu kecuali pasti menghiasinya, dan tidaklah (kelembutan itu) dicabut dari sesuatu kecuali pasti akan memperburuknya.

Dan sungguh Allah -Tabaroka wa Ta’ala- telah mewasiati Musa dan Harun agar mengatakan perkataan yang lemah lembut kepada seorang hamba Allah yang paling angkuh. Maka wajib bagimu untuk bersikap lembut dan tinggalkanlah sikap kasar.

Dan bersabarlah atas apa yang menimpamu kerana sebab saudaramu, jika engkau tidak mendapati penerimaan yang cepat darinya. Dan janganlah berputus asa, serta lakukanlah berulang-ulang. Sehingga boleh jadi hidayah dapat tercapai pada kali yang ke-sepuluh atau bahkan lebih.

Semoga Allah memberikan taufiq kepada semuanya untuk hal-hal yang ada kebaikannya.

Sumber: Silsilatul Liqoisy Syahriy > Al-Liqo Asy-Syahriy [45]

Continue reading “Cara Yang Benar Di Dalam Berdakwah (Mengajak Manusia) Kepada Allah”

Cara Yang Benar Di Dalam Berdakwah (Mengajak Manusia) Kepada Allah

Pengawasan Allah

Berkata Al-‘Allamah Robi bin Hadi Al-Madkhali hafizhahullah:

“Ikatlah lisanmu dengan takwa kepada Allah tabaraka wa ta’ala, dan muraqabatullah (merasa selalu diawasi Allah), dan rasakan bahawa engkau tidaklah terbayangkan di dalam hatimu dari suatu kebatilan dan kejelekan kecuali Rabbmu subhanahu wa ta’ala mengetahuinya, dan tidaklah engkau gerakkan lisanmu dengan sebuah kejelekan mahupun kebatilan melainkan Allah selalu mengawasimu dan para malaikat mencatat hal itu darimu

(وَإِنَّ عَلَيْكُمْ لَحَافِظِينَ * كِرَامًا كَاتِبِينَ * يَعْلَمُونَ مَا تَفْعَلُونَ * إِنَّ الْأَبْرَارَ لَفِي نَعِيمٍ * وَإِنَّ الْفُجَّارَ لَفِي جَحِيمٍ) [سورة الانفطار 10 – 14]

“Padahal sesungguhnya bagi kamu ada (malaikat-malaikat) yang mengawasi (pekerjaanmu), yang mulia (di sisi Allah) dan mencatat (pekerjaan-pekerjaanmu itu), mereka mengetahui apa yang kamu kerjakan. Sesungguhnya orang-orang yang banyak berbakti benar-benar berada dalam surga yang penuh kenikmatan, dan sesungguhnya orang-orang yang durhaka benar-benar berada dalam neraka.” [Qs. Al-Infithaar: 10-14].

Lihat, Al-Majmu’ (1/85).

Continue reading “Pengawasan Allah”

Pengawasan Allah

Tidak Berbicara Masalah Hakikat Rabb

Imam Al-Barbahari rahimahullah berkata,

“Dan ketahuilah semoga anda dirahmati Allah, sesungguhnya berbicara masalah yang berkaitan dengan hakikat Rabb merupakan kebid’ahan dan kesesatan. Tidak boleh berbicara soal Rabb kecuali dengan sifat-sifat yang telah ditetapkan oleh Allah dalam al-Quran dan dijelaskan oleh Rasulullah kepada para sahabatnya dan Ia adalah satu, sebagaimana firman Allah: “Tiada sesuatupun yang serupa denganNya, dan Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Melihat.” (Asy-Syura:11)

Syarhus-Sunnah Al-Barbahari, poin no. 13

Tidak Berbicara Masalah Hakikat Rabb

Agama adalah Ajaran dari Allah

Imam Al-Barbahari rahimahullah berkata,

“Ketahuilah wahai saudaraku, rahimakallah, bahawa agama adalah hanya ajaran yang datang dari Allah, dan bukan berdasarkan pada ketetapan akal dan pemikiran manusia. Semua ilmu agama bersumber dari Allah dan rasulNya, maka janganlah anda mengikuti hawa nafsu sehingga anda terhempas dari agama dan terkeluar dari Islam. Tiada alasan bagimu kerana Rasulullah sallallahu alaihi wasallama telah menjelaskan sunnah kepada seluruh umatnya dan mengajarkannya secara tuntas kepada semua para sahabatnya, mereka adalah al-Jamaah dan Sawadul A’dzam. Sawadul A’dzam adalah kebenaran dan para pembelanya, maka barangsiapa yang menyelisihi para sahabat Rasul dalam sebahagian masalah agama, ia telah kafir.”

Syarhus-Sunnah Al-Barbahari, poin no.5

Agama adalah Ajaran dari Allah