KUNCI KEBAHAGIAAN

💐🌻🌷🌹 KUNCI KEBAHAGIAAN

✍🏼 Asy-Syaikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah berkata:

كل إنسان إذا صلحت عقيدته واستقام على أمر الله، تمت له أسباب السعادة.

“Setiap orang jika baik akidahnya dan istiqamah di atas urusan Allah, sempurnalah sebab-sebab kebahagiaan untuknya.”

📚 Majmu’ul Fatawa, jilid 20 hlm. 323

 WhatsApp Salafy Indonesia
 Channel Telegram || http://telegram.me/ForumSalafy

💎💎💎💎💎💎💎💎💎💎

Advertisements
KUNCI KEBAHAGIAAN

ASAS KEBAHAGIAAN HAKIKI

Asy-Syaikh Dr. Muhammad Ghalib hafizhahullah berkata:

‏السعادة التي ننشدها جميعا ليست في جمع مال، أو ارتقاء في وظيفة، أو الحصول على متاع زائل.
أساس السعادة: القرب من الله، والعيش له، والبذل لدينه.

“Kebahagiaan yang kita semua mencarinya bukan terletak pada mengumpulkan harta, meraih jawatan yang tinggi, atau meraih kesenangan yang akan sirna. Asas kebahagiaan adalah dekat dengan Allah, hidup untuk meraih keridhaan-Nya, dan berkorban untuk agama-Nya.”

Sumber || https://twitter.com/m_g_alomari/status/859596226332958720

WhatsApp Salafy Indonesia
Channel Telegram || http://bit.ly/ForumSalafy

ASAS KEBAHAGIAAN HAKIKI

KUNCI KEBAHAGIAAN ADALAH BERTAQWA DAN BERSABAR

Allah Ta’ala berfirman:

ﺇِﻧَّﻪُ ﻣَﻦ ﻳَﺘَّﻖِ ﻭَﻳَﺼْﺒِﺮْ ﻓَﺈِﻥَّ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﻟَﺎ ﻳُﻀِﻴﻊُ ﺃَﺟْﺮَ ﺍﻟْﻤُﺤْﺴِﻨِﻴﻦَ.

“Sungguh siapapun yang bertaqwa dan bersabar maka sesungguhnya Allah tidak akan menyia-nyiakan pahala orang-orang yang suka berbuat baik.” (QS. Yusuf: 90)

Asy-Syaikh Abdurrahman as-Sa’dy rahimahullah berkata:

كل خير في الدنيا والآخرة فمن آثار التقوى والصبر، وأن عاقبة أهلهما أحسن العواقب.

“Semua kebaikan di dunia dan akhirat termasuk dari buah ketaqwaan dan kesabaran, dan sungguh kesudahan orang-orang yang berpegang teguh dengan dua hal ini adalah sebaik-baiknya kesudahan.”

Tafsir as-Sa’dy, hlm. 506

WhatsApp Salafy Indonesia
Channel Telegram || http://bit.ly/ForumSalafy

KUNCI KEBAHAGIAAN ADALAH BERTAQWA DAN BERSABAR

Apa Yang Ditanam, Itulah Yang Dituai

Berkata Ibnu Mas’ud Rodhiyallahu anhu :

فَمَنْ زَرَعَ خَيْرًا يُوشِكُ أَنْ يَحْصُدَ رَغْبَةً ، وَمَنْ زَرَعَ شَرًّا يُوشِكُ أَنْ يَحْصُدَ نَدَامَةً ، وَلِكُلِّ زَارِعٍ مَا زَرَعَ

Barangsiapa yang menanam kebaikan maka ia akan menuai kebahagiaan. Barangsiapa yang menabur kejelekan maka ia akan menuai penyesalan. Setiap orang yang menanam akan menuai hasil apa yang ia tanam.”

Az Zuhud karya Abu Dawud no 130 – الزهد لأبي داود ١٣٠

Continue reading “Apa Yang Ditanam, Itulah Yang Dituai”

Apa Yang Ditanam, Itulah Yang Dituai

Orang Yang Berbahagia

Berkata Al-Hafizh Ibnul Jauzi rahimahullah:-

“Ketahuilah bahwa zaman tidaklah akan tetap pada satu keadaan; sebagaimana firman Allah ‘Azza wa Jalla’:

( وَتِلْكَ الْأَيَّامُ نُدَاوِلُهَا بَيْنَ النَّاسِ ) [سورة آل عمران140]

“Dan masa (kejayaan dan kehancuran) itu Kami pergilirkan di antara manusia (agar mereka mendapat pelajaran)” [QS. Ali Imran: 140]

Maka terkadang (menjadi) miskin dan terkadang kaya, terkadang jaya dan terkadang hina, terkadang membuat para penolong senang dan terkadang membuat musuh gembira.

Maka orang yang bahagia adalah orang yang tetap pada satu prinsip dalam keadaan bagaimanapun, yaitu (dalam keadaan) takwa kepada Allah ‘Azza wa Jalla’.

Kerana sejatinya dia jika kaya maka akan memperindah (keadaan)nya,  dan jika dia dalam keadaan miskin maka akan dibukakan baginya pintu kesabaran, dan jika dimudahkan (urusannya) maka menjadi sempurna kenikmatan baginya, dan jika dia diuji maka dia akan memikulnya, dan tidaklah bermudharat baginya jika zaman membuatnya terjatuh ataupun naik, atau membuatnya papa (miskin), membuatnya kenyang atau pun lapar, kerana itu semua pastilah akan sirna dan berubah, sedangkan ketakwaan adalah dasar dari sebuah keselamatan yang akan menjaga dan tidak akan pernah tidur.”

Shayd Al-Khathir (1/39).

Continue reading “Orang Yang Berbahagia”

Orang Yang Berbahagia

Tanda-tanda Kebahagiaan

Berkata Al-Imām As-Syāthibi råhimahulläh Ta’āla:

“Di antara tanda-tanda kebahagiaan atas seorang hamba ialah: dimudahkan baginya ketaatan, menepati sunnah dalam perbuatan-perbuatannya, pertemanannya dengan orang-orang soleh, baik akhlaknya bersama saudara-saudaranya, mencurahkan kebaikannya bagi semua makhluk, perhatiannya terhadap kaum muslimin, dan pandai menjaga waktunya.”

Al-I’tishäm (2/152).

Continue reading “Tanda-tanda Kebahagiaan”

Tanda-tanda Kebahagiaan