JANGAN JADIKAN ILMU AGAMA UNTUK MENGERUK HARTA MANUSIA!!

💥⚠️🔥⛔️ JANGAN JADIKAN ILMU AGAMA UNTUK MENGERUK HARTA MANUSIA!!

✍🏼 Ma’mar bin al-Mutsanna rahimahullah berkata:

‏من أراد أن يأكل الخبز بالعلم فلتبك عليه البواكي، لأن طلب العلم من أعمال الآخرة التي يرجى بها وجه الله، لا ليتسول به أهله الناس.

“Siapa yang ingin makan roti dengan bermodal ilmu, maka hendaklah para wanita menangisinya sebagai tanda berkabung atasnya, karena sesungguhnya menuntut ilmu termasuk amal akhirat yang ditujukan untuk mengharapkan wajah Allah, bukan digunakan untuk mengemis kepada manusia.”

🌍 Sumber || https://twitter.com/azhar__s/status/918227358355808258

⚪️ WhatsApp Salafy Indonesia
⏩ Channel Telegram || http://telegram.me/forumsalafy

💎💎💎💎💎💎💎💎💎

Advertisements
JANGAN JADIKAN ILMU AGAMA UNTUK MENGERUK HARTA MANUSIA!!

JANGAN TINGGALKAN BACA AL QUR’AN DENGAN ALASAN SIBUK MEMBACA BUKU PARA ULAMA’

JANGAN TINGGALKAN BACA AL QUR’AN DENGAN ALASAN SIBUK MEMBACA BUKU PARA ULAMA’

🌺 Asy Syeikh Bin Baaz rohimahullah:

(المؤمن والمؤمنة يجمع بين هذا كله، يقرأ القرآن في وقت، يتدبر ويتعقل، ويقرأ كتب العلم وكتب الحديث الشريف كتب الفقه للتعلم والتفقه في الدين، فلا يكفي هذا عن هذا، ولا هذا عن هذا)

‼ Seorang mukmin dan mukminah mengumpulkan semuanya ini.

〽 Dia membaca Al Qur’an, mentadabburinya dan memahaminya dan dia membaca karangan karangan ilmiah, kitab kitab hadist, fiqih dalam rangka untuk menuntut ilmu dan tafaqquh fid din.

🖐 Tidak cukup yang ini tanpa yang ini, yang ini dan yang ini (harus kedua duanya).
………………………
🔵 telegram.me/berbagiilmuagama

http://www.binbaz.org.sa/noor/1590
~~~~~~~

JANGAN TINGGALKAN BACA AL QUR’AN DENGAN ALASAN SIBUK MEMBACA BUKU PARA ULAMA’

MENGAMALKAN ILMU LEBIH BERAT DIBANDINGKAN MERAIHNYA

💐🌷🌻🌹 MENGAMALKAN ILMU LEBIH BERAT DIBANDINGKAN MERAIHNYA

✍🏼 Hilal bin al-Ala’ rahimahullah berkata:

طلب العلم شديد، وحفظه أشد من طلبه، والعمل به أشد من حفظه.

“Menuntut ilmu adalah sesuatu yang berat, namun menghafal ilmu lebih berat lagi, dan mengamalkannya lebih berat dibandingkan menghafalnya.”

📚 Al-Kabair karya adz-Dzahaby, hlm. 76

🌍 Sumber || https://twitter.com/bander7464/status/921954638567526401

⚪ WhatsApp Salafy Indonesia
⏩ Channel Telegram || http://telegram.me/forumsalafy

💎💎💎💎💎💎💎💎💎

MENGAMALKAN ILMU LEBIH BERAT DIBANDINGKAN MERAIHNYA

MULIAKANLAH ILMU SYARI’AT

Al-Imam Malik bin Anas rahimahullah berkata:

إن العلم يؤتى ولا يأتي.

“Sesungguhnya ilmu didatangi dan bukan mendatangi.”

Beliau juga mengatakan:

إن العلم يُزار ولا يزور.

“Sesungguhnya ilmu dikunjungi dan bukan mengunjungi.”

Kasyful Ghitha, hlm. 26

Sumber || https://twitter.com/OsamaAlamri99/status/819718678165995521

WhatsApp Salafy Indonesia
Channel Telegram || http://bit.ly/ForumSalafy

MULIAKANLAH ILMU SYARI’AT

Keadaan Penuntut Ilmu Dulu dan Sekarang

Ibnu Qutaibah rahimahullah (wafat 236H, -ed.) berkata:

“Dahulu seorang penuntut ilmu mendengarkan ilmu dengan tujuan untuk mengetahui, mengetahui untuk diamalkan, dan mempelajari agama Allah untuk mengambil manfaat dan memberi manfaat orang lain.

Sementara sekarang ini [*] telah berubah niatnya menjadi; mendengar ilmu untuk mengumpulkan sebanyak-banyaknya, mengumpulkan agar dikenal, dan menghafal agar boleh mengalahkan orang lain dan membanggakan diri.”

[Al-Madkhal al-Mufashshal, jilid 1 hlm. 13]

[*] Ini di masa Ibnu Qutaibah, lalu bagaimana di zaman kita saat ini, -pent.

Continue reading “Keadaan Penuntut Ilmu Dulu dan Sekarang”

Keadaan Penuntut Ilmu Dulu dan Sekarang

Mengambil Ilmu dari Ahli Bid’ah Yang Ahli Hadis dan Fikh

Asy-Syaikh Soleh Al-Fauzan hafizhahullah

Penanya: Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Jika seorang penuntut ilmu mengatakan sebuah kebid’ahan dan dia menyerukannya, padahal dia seorang ahli fikih dan hadis, maka apakah perkataan bid’ahnya berkonsekwensi menjatuhkan ilmu dan hadisnya serta tidak boleh menjadikannya sebagai hujjah sama sekali?

Asy-Syaikh:

Ya, dia tidak mampu dipercaya lagi. Jika dia seorang mubtadi’ maka dia tidak mampu dipercaya lagi, demikian juga ilmunya. Juga tidak boleh belajar kepadanya, kerana jika dia diambil ilmunya maka sang murid akan terpengaruh dengan gurunya, terpengaruh dengan pengajarnya. Yang wajib adalah dengan menjauh dari ahli bid’ah. Para Salaf dahulu melarang dari duduk bermajlis dengan para mubtadi’, mengunjugi mereka, serta pergi kepada mereka. Kerana khawatir kejahatan mereka akan merembet kepada siapa saja yang bermajlis dan bergaul dengan mereka.

Sumber:
http://forumsalafy.net/?p=2803

Mengambil Ilmu dari Ahli Bid’ah Yang Ahli Hadis dan Fikh