BENARKAH MEMBELA DIRI DARI TUDUHAN DUSTA TERCELA?!

Asy-Syaikh Abdurrahman as-Sa’dy rahimahullah berkata:

لا يلام الإنسان على السعي في دفع التهمة عن نفسه وطلب البراءة لها، بل يحمد على ذلك.

“Seseorang tidak tercela atas usahanya membantah tuduhan dusta terhadap dirinya dan menuntut agar dirinya dibersihkan dari tuduhan dusta tersebut, bahkan dia terpuji atas hal itu.”

Tafsir as-Sa’dy, hlm. 505

WhatsApp Salafy Indonesia
Channel Telegram || http://bit.ly/ForumSalafy

BENARKAH MEMBELA DIRI DARI TUDUHAN DUSTA TERCELA?!

Cinta dan Benci Kerana Allah

Inilah Di antara Prinsip Salafiyyah

Al-‘Allamah Ahmad bin Yahya Najmi rahimahullah pernah ditanya: Pertanyaan ke 76:

Sebahagian orang yang mereka mengaku sebagai salafiyun mengatakan: Kita ini salafi, tetapi kita tidak membicarakan orang yang berbuat salah dan tidak pula menjarh (mencela) seorangpun?

Jawaban ke 76: Katakan kepada mereka: Salafiyah tidak akan baik tanpa menjarh seorangpun. Maka cinta kerana Allah, benci kerana Allah, taat kerana Allah, dan memusuhi kerana Allah.

Bila seorang insan meninggalkan salah satu di antara empat perkara ini maka bererti keislamannya lemah. Padahal Rasulullah sallallahu ‘alaihi wa salam bersabda:

من رأى منكم منكرا فليغيره بيده, فإن لم يستطع فبلسانه, فإن لم يستطع فبقلبه وذلك أضعف الإيمان

“Barang siapa di antara kalian melihat sebuah kemungkaran, maka ubahlah dengan tangannya. Bila tidak mampu, maka dengan lisannya, dan bila tidak mampu, maka dengan hatinya dan itulah selemah-lemah iman.”

Selemah-lemah iman ialah engkau mengingkari kebatilan dengan hatimu. Dan orang yang tidak membenci kebatilan dengan hatinya, maka di mana iman yang ada di hatinya? yakni imannya lemah tidak bermanfaat.

Hanya kepada Allah kita memohon ampunan dan keselamatan. Hasbunallahu wa ni’mal wakil.

Sumber: al-Fatawa al-Jalliyah ‘anil Manahijd Da’awiyah (1/76

🌐 Kunjungi || http://forumsalafy.net/inilah-diantara-prinsip-salafiyyah/

⚪ WhatsApp Salafy Indonesia
⏩ Channel Telegram || http://bit.ly/ForumSalafy

Cinta dan Benci Kerana Allah