SUMBER SEGALA PENDERITAAN

Al-Imam Ibnu Qayyim al-Jauziyyah rahimahullah berkata:

وكل آفة تدخل على العبد فسببها ضياع الوقت وفساد القلب.

“Semua bencana yang menimpa seorang hamba maka sebabnya adalah menyia-nyiakan waktu dan rusaknya hati.”

Risalah Ibnil Qayyim ila Ahadi Ikhwanih, hlm. 3

Sumber || https://twitter.com/fzmhm12121/status/819896414650138625

WhatsApp Salafy Indonesia
Channel Telegram || http://bit.ly/ForumSalafy

SUMBER SEGALA PENDERITAAN

HAKIKAT KECUKUPAN

Asy-Syaikh Muhammad bin Hady al-Madkhaly hafizhahullah berkata:

الأصل في الغنى غنى النفس، وإن انضاف إلى ذلك شيء من الدنيا يكفيك من الناس، حتى لا يستميلونك بسبب فقرك، فهذا خير عظيم.

“Asal kecukupan itu dari kecukupan hati, dan jika hal itu ditambah dengan sedikit dari dunia, maka itu akan mencukupimu dari orang lain, sehingga mereka tidak akan mengaturmu dengan sebab kefakiranmu, jadi ini merupakan kebaikan yang besar.”

Sumber || https://twitter.com/munhajalsunna/status/757973581095723008

WhatsApp Salafy Indonesia
Channel Telegram || http://bit.ly/ForumSalafy

HAKIKAT KECUKUPAN

Mengapa Ibadah Terasa Hampa?

Dzul Nun al-Mishry rahimahullah berkata:

‏كما لا يجد الجسد لذة الطعام عند سقمه، كذلك لا يجد القلب حلاوة العبادة مع الذنوب.

“Sebagaimana jasad tidak akan merasakan lazatnya makanan ketika sakit, demikian juga hati tidak akan merasakan manisnya ibadah ketika dosa-dosa masih ada padanya.”

Fathul Bary Ibnu Rajab, jilid 1 hlm. 51

Sumber || https://twitter.com/channel_moh/status/807643871861739520

WhatsApp Salafy Indonesia
Channel Telegram || http://bit.ly/ForumSalafy

Mengapa Ibadah Terasa Hampa?

Hati Yang Selamat

Firman Allah :

{ يوم لا ينفع مال ولا بنون إلا من أتى الله بقلب سليم }.

“Pada hari yang tidak bermanfaat lagi harta tidak pula anak-anak, kecuali barangsiapa yang datang kepada Allah dengan Qalbun Salim (hati yang selamat).”

Abu ‘Utsman an-Naisaburi rahimahullah mengatakan,

<<هو القلب الخالي من البدعة، المطمئن على السنة>>.

“Itu adalah hati yang bersih dari bid’ah dan tentram di atas Sunnah.”

Lihat Tweet @aljuned77:
https://twitter.com/aljuned77/status/733468315721465858?s=09

Hati Yang Selamat

Menjaga Hati

Berkata Al-Imam Al-Hasan Al-Basri rahimahullah,

إن القلوب تموت وتحيا ؛ فإذا هي ماتت فاحمِلُوها على الفرائض ،فإذا هي أُحْيِيَتْ فأدبوها بالتطوع

“Sejatinya hati boleh mati dan hidup, dan apabila hati itu mati, maka bawalah ia kepada amalan-amalan yang wajib, dan apabila hati itu telah dihidupkan semua maka didiklah ia dengan amalan-amalan sunnah.”

Az-Zuhd, Imam Ahmad bin Hanbal (216)

Continue reading “Menjaga Hati”

Menjaga Hati

Cara Yang Benar Di Dalam Berdakwah (Mengajak Manusia) Kepada Allah

Asy Syaikh Muhammad bin Soleh Al Utsaimin -rahimahullah-

Pertanyaan:

Wahai Syaikh yang mulia, bagaimana cara yang benar di dalam berdakwah (mengajak manusia) kepada Allah Ta’ala? Dan bagaimana (cara) kita melembutkan hati-hati manusia?

📌 Jawab:

Dakwah yang benar itu adalah apa yang disebutkan oleh Allah -Azza wa Jalla- kepada rasul-Nya Muhammad -sallallahu ‘alaihi wa sallam-

﴿ادْعُ إِلَى سَبِيلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ وَجَادِلْهُمْ بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ﴾

“Ajaklah (manusia) kepada jalan Robbmu dengan cara hikmah dan pelajaran yang baik serta bantahlah mereka dengan cara yang paling baik.”[ An-Nahl: 125]

Dan wajib bagimu untuk bersikap lembut. Kerana sesungguhnya kelembutan itu tidaklah ada pada sesuatu kecuali pasti menghiasinya, dan tidaklah (kelembutan itu) dicabut dari sesuatu kecuali pasti akan memperburuknya.

Dan sungguh Allah -Tabaroka wa Ta’ala- telah mewasiati Musa dan Harun agar mengatakan perkataan yang lemah lembut kepada seorang hamba Allah yang paling angkuh. Maka wajib bagimu untuk bersikap lembut dan tinggalkanlah sikap kasar.

Dan bersabarlah atas apa yang menimpamu kerana sebab saudaramu, jika engkau tidak mendapati penerimaan yang cepat darinya. Dan janganlah berputus asa, serta lakukanlah berulang-ulang. Sehingga boleh jadi hidayah dapat tercapai pada kali yang ke-sepuluh atau bahkan lebih.

Semoga Allah memberikan taufiq kepada semuanya untuk hal-hal yang ada kebaikannya.

Sumber: Silsilatul Liqoisy Syahriy > Al-Liqo Asy-Syahriy [45]

Continue reading “Cara Yang Benar Di Dalam Berdakwah (Mengajak Manusia) Kepada Allah”

Cara Yang Benar Di Dalam Berdakwah (Mengajak Manusia) Kepada Allah

Wasiat Ayah Kepada Anaknya

Ali bin Abi Thalib Radhiyallahu ‘anhu memberi wasiat kepada anaknya Al-Husein bin Ali Radiyallahu’anhuma :

“Bertakwa kepada Allah dan menetapi perintah-perintah Nya, makmurkan hatimu dengan zikir kepada Allah, berpegang teguhlah dengan tali agama Allah, kerana itulah ikatan yang paling kuat antara engkau dan Allah, hidupkan hatimu dengan petuah, dan bunuhlah cita-citamu (terhadap dunia) dengan Zuhud, kuatkan hatimu dengan iman, dan lembutkannya dengan selalu ingat terhadap kematian.”

[Kanzul ‘Ummah min Sunanil Aqwal wal Af’al,
‘Alaud din Ali bin Hisamud din Rahimahullah]

Tim Fawaid
radiorasyid
https://bit.ly/radiorasyid

Wasiat Ayah Kepada Anaknya