Tiga Kebaikan

MUTIARA SALAF🔵

💺 Ibnu ‘Umar رضي الله عنه berkata kepada Tubai’ bin ‘Àmir,

“Wahai Tubai’, beritahukan kepada kami tentang tiga kebaikan.”

Ia pun menjawab :

📌 “Lisan yang jujur,

📌 kalbu yang bertakwa,

📌 dan wanita yang shalihah.”

📚 As-Siyar 4/413

bit.ly/majalahqonitah

—————————

🏝من درر الأسلاف

💭قال ابن عمر لتُبيع بن عامر:

“يا تُبيع أخبرنا عن الخيرات الثلاث؟
قال: اللسان الصدوق،وقلبٌ تقيّ، وامرأةٌ صالحة”

📚السير413/4

Advertisements
Tiga Kebaikan

SALING MENCINTAI KERANA ALLAH MERUPAKAN NIKMAT YANG TIDAK TERNILAI HARGANYA YANG HARUS DIJAGA

Asy-Syaikh Dr. Muhammad Ghalib hafizhahullah berkata:

‏إذا وجدت أخا صادقا، جمعتك معه المحبة في الله؛ فهو هبة من الله لا تقدر بثمن، ونعمة تستحق الشكر، فلا تفسدها بسوء الظن، ولا بكثرة العتاب.

“Jika engkau menjumpai seorang saudara yang jujur, yang dirimu dan dia disatukan oleh cinta kerana Allah, maka itu merupakan nikmat Allah yang tidak ternilai harganya, dan kenikmatan yang harus disyukuri, kerana itu janganlah engkau merosaknya dengan buruk sangka dan banyak menyalahkan!”

Sumber || https://twitter.com/m_g_alomari/status/894642047931604993

WhatsApp Salafy Indonesia
Channel Telegram || http://telegram.dog/forumsalafy

SALING MENCINTAI KERANA ALLAH MERUPAKAN NIKMAT YANG TIDAK TERNILAI HARGANYA YANG HARUS DIJAGA

KEJUJURAN MEMBIMBING KEPADA KEBAIKAN

Adalah Rasulullah sallallahu alaihi wasallama menekankan umatnya untuk berakhlak jujur melalui sabdanya yang mulia:

“Wajib bagi kalian untuk jujur, kerana kejujuran itu akan membimbing kepada kebaikan. Sementara kebaikan itu akan membimbing ke syurga. Terus menerus seorang hamba itu berlaku jujur dan membiasakan sifat ini hingga ia tercatat di sisi Allah sebagai seorang yang siddiq (jujur). Hati-hati kalian dari dusta kerana dusta itu akan membimbing kepada kejahatan. Sementara kejahatan itu akan membimbing ke neraka. Terus menerus seorang hamba itu dusta dan membiasakan sifat ini hingga ia tercatat di sisi Allah sebagai seorang pendusta.”

(HR. Al-Bukhari no. 6094, Kitab Al-Adab, bab Qaulillahi Ta‘ala: Yaa Ayuhal ladzina Amanu ittaqullaha wa Kunu Ma’ash Shadiqin dan Muslim no. 2607, Kitab Al-Birr wash Shilah, bab Qabhul Kadzib wa Husnush Shidq wa Fadhluhu.)

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah berkata:

“Nabi sallallahu alaihi wasallama mengabarkan bahwa kejujuran adalah asas yang berkonsekuensi kebaikan, sementara dusta adalah asas yang berkonsekuensi kejahatan. Allah subhaanahu wata’ala berfirman:“Sesungguhnya orang-orang yang baik itu berada dalam kenikmatan sedangkan orang-orang fujjar (jahat) itu berada dalam neraka jahannam.” (Al-Infithar: 13-14)

(Makarimul Akhlaq, Ibnu Taimiyyah, hal. 126)

Baca lanjutnya: http://asysyariah.com/arti-sebuah-kejujuran/

KEJUJURAN MEMBIMBING KEPADA KEBAIKAN

DIANTARA TANDA KEJUJURAN IMAN

Asy-Syaikh Dr. Muhammad Aman al-Jamy rahimahullah berkata:

صدق الإيمان يجعل الإنسان يضيق ويضطرب إذا هفا ليبادر بالتوبة.

“Iman yang jujur menjadikan seseorang merasa dadanya sempit dan goncang ketika dia tergelincir dalam sebuah kesalahan, sehingga dia segera bertaubat.”

Syarh Qurrati Uyunil Muwahhidin, kaset no. 8

Sumber || https://twitter.com/fzmhm12121/status/830987031488651268

WhatsApp Salafy Indonesia
Channel Telegram || http://bit.ly/ForumSalafy

DIANTARA TANDA KEJUJURAN IMAN

BAGAIMANA MEMBEZAKAN ORANG YANG JUJUR DAN ORANG YANG DUSTA

Asy-Syaikh Shalih al-Fauzan hafizhahullah:

نحن لا نعلم الصادق من الكاذب إلا بهذه الفتن، فإذا لم تأت الفتن لم ندر من الصادق ومن الكاذب، ولكن إذا جاءت الفتن انحاز أهل الكذب وأهل النفاق وصاروا مع الكفار، ولم يبق إلا أهل اﻹيمان الصادقين في إيمانهم.

“Kita tidak mengetahui orang yang jujur dan orang yang dusta kecuali dengan adanya berbagai fitnah (ujian) ini. Jadi jika fitnah-fitnah tersebut tidak datang maka kita tidak mengetahui siapa orang yang jujur dan siapa yang dusta. Tetapi jika fitnah-fitnah tersebut datang, maka bergabunglah para pendusta dan orang-orang munafik dan jadilah mereka bersama orang-orang kafir, dan tidak akan tersisa kecuali orang-orang yang beriman yang jujur keimanan mereka.”

Syarh ar-Risalah ad-Dalail, hlm. 77

Saluran telegram “Rudud Manhajiyyah”

WhatsApp Salafy Indonesia
Channel Telegram || http://bit.ly/ForumSalafy

BAGAIMANA MEMBEZAKAN ORANG YANG JUJUR DAN ORANG YANG DUSTA

Orang Yang Suka Berbuat Baik Belum Tentu Mampu Meninggalkan Maksiat

Sebahagian ulama ada yang mengatakan:

ﺃﻋﻤﺎﻝ ﺍﻟﺒِﺮِّ ﻳﻔﻌﻠﻬﺎ ﺍﻟﺒَﺮ ﻭﺍﻟﻔﺎﺟﺮ، ﻭﻻ ﻳﻘﻮﻯ ﻋﻠﻰ ﺗﺮﻙ ﺍﻟﻤﻌﺎﺻﻲ ﺇﻻ ﺻﺪﻳﻖ.

“Perbuatan baik dilakukan oleh orang yang baik mahupun orang yang jahat, namun tidak mampu meninggalkan maksiat kecuali orang yang jujur imannya.”

Thariqul Hijratain, hlm. 598

⚪ WhatsApp Salafy Indonesia
⏩ Channel Telegram || http://bit.ly/ForumSalafy

Orang Yang Suka Berbuat Baik Belum Tentu Mampu Meninggalkan Maksiat

Orang yang Jujur

Ibnul Qoyyim rahimahullah menjelaskan,

“Menampakkan keadaan diri kepada manusia bagi orang-orang yang jujur merupakan kedunguan dan kelemahan, dan itu merupakan bahagian-bahagian jiwa dan syaitan. Orang-orang yang jujur dan memiliki tekat membaja mereka lebih bersungguh-sungguh menyembunyikan kebaikan sepertinya usaha orang-orang yang punya harta untuk menyembunyikan harta mereka.”

(Hayaatus Salaf, hal. 254)

Orang yang Jujur