ORANG-ORANG KAFIR MEMANFAATKAN KELOMPOK TERORIS RADIKAL KHAWARIJ UNTUK MENGHANCURKAN ISLAM DAN UMAT ISLAM

💥⛔️❌🔥 ORANG-ORANG KAFIR MEMANFAATKAN KELOMPOK TERORIS RADIKAL KHAWARIJ UNTUK MENGHANCURKAN ISLAM DAN UMAT ISLAM

✍🏼 Asy-Syaikh Shalih al-Fauzan hafizhahullah berkata:

‏فتنة الخوارج تتوقد بين فترة وأخرى؛ لأن أعداء الإسلام يستغلونها لإثارة الفتن في بلاد المسلمين.

“Fitnah Khawarij terus menyala dari waktu ke waktu, karena musuh-musuh Islam memanfaatkannya untuk mengobarkan fitnah (kekacauan dan kerusuhan) di negeri-negeri kaum Muslimin.”

🌍 Sumber || https://twitter.com/ssa_at/status/752178948197474305

⚪️ WhatsApp Salafy Indonesia
⏩ Channel Telegram || http://telegram.me/forumsalafy

💎💎💎💎💎💎💎💎💎

Advertisements
ORANG-ORANG KAFIR MEMANFAATKAN KELOMPOK TERORIS RADIKAL KHAWARIJ UNTUK MENGHANCURKAN ISLAM DAN UMAT ISLAM

MENYERUPAI ORANG KAFIR

Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah berkata:

اعلم -يا أخي- أن التشبه بالكفار يزيد الكفار قوة، ويزيدك ضعفاً.

“Ketahuilah –wahai saudaraku– bahwa sesungguhnya sikap menyerupai orang-orang kafir akan semakin menambah kekuatan kekuatan mereka dan akan semakin membuatmu lemah.”

Al-Liqa’usy Syahry, no. 68

Sumber || https://twitter.com/MonjedHaddad/status/902132192993783808

WhatsApp Salafy Indonesia
Channel Telegram || http://telegram.me/forumsalafy

MENYERUPAI ORANG KAFIR

Diantara Hikmah Mengapa Kaum Muslimin Terkadang Dikalahkan Oleh Orang-Orang Kafir

Al-Imam Ibnu Qayyim al-Jauziyyah rahimahullah berkata:

لو كانوا -أي: المؤمنون- دائما منصورين غالبين قاهرين، لدخل معهم من ليس قصده الدين ومتابعة الرسول.

“Seandainya mereka -yaitu orang-orang yang beriman- selalu ditolong, menang, dan berkuasa, niscaya akan menyusup ke tengah-tengah mereka orang yang tujuannya bukan ikhlas menjalankan agama dan mengikuti Rasulullah sallallahu alaihi was sallam.”

Ighatsatul Lahafan, jilid 2 hlm. 190

Sumber || https://twitter.com/channel_moh/status/808771164202004480

WhatsApp Salafy Indonesia
Channel Telegram || http://bit.ly/ForumSalafy

Diantara Hikmah Mengapa Kaum Muslimin Terkadang Dikalahkan Oleh Orang-Orang Kafir

Bagaimana Menjawab Salam Orang Kafir

Asy Syaikh Muhammad bin Shalih al Utsaimin rahimahullah

Pertanyaan: Berbagai pertanyaan dan permintaan penjelasan ini datang dari para pendengar. Kita memulainya dengan pertanyaan yang dikirim oleh Ibrahim bin Maqbul.

Ia mengatakan: Apabila orang kafir datang menemuimu dan mendahuluimu dengan salam, apakah boleh menjawab dengan mengucapkan “Wa’alaikas salam”? Dan bagaimana cara menjawabnya? Dan apakah engkau diperbolehkan mendahuluinya dengan salam? Apa pendapat anda? Semoga Allah memberikan taufik kepada anda untuk melakukan kebaikan-kebaikan amal.

Jawaban: Segala puji hanya bagi Allah. Tidak boleh mendahului orang kafir dengan salam, yaitu engkau mengucapkan as-salamu ‘alaikum kepadanya. Akan tetapi bila ia memberikan salam, maka jawablah salam tersebut dengan lafadz yang akan aku katakan sekarang: “Wa ‘alaikum”. Kerana Nabi shallallahu ‘alaihi wa salam memerintahkan demikian berkaitan dengan ahlul kitab dan orang-orang selain mereka atau yang semisal mereka meskipun tidak lebih rendah dari mereka.

Sumber: Silsilatu Fatawa Nurun ‘alad Darb > kaset no. 1

Kunjungi || http://forumsalafy.net/bagaimana-menjawab-salam-orang-kafir/

WhatsApp Salafy Indonesia
Channel Telegram || http://bit.ly/ForumSalafy

Bagaimana Menjawab Salam Orang Kafir

Berbulan Madu

Silsilah Lafadz (istilah) yang Dilarang, diantaranya:
BULAN MADU (HONEYMOON/شهر العسل)
 
Ini termasuk adat (kebiasaan) munkar dan fenomena buruk yang menyusup ke tengah-tengah masyarakat Islam.
 
Karena ini merupakan adat orang barat, dimana suami istri melakukan safar bersama sebelum atau sesudah berhubungan ke luar negeri/ daerah guna menghabiskan masa (bulan madu) di negeri tersebut, baik di negeri Islam atau non Islam.
 
Dari Abu Sa’id Al Khudry secara marfu’:
“Kelak kalian akan mengikuti jejak-jejak orang-orang sebelum kalian sehasta demi sehasta, sejengkal demi sejengkal, hingga seandainya mereka masuk ke dalam lubang biawak, niscaya kalian akan mengikuti mereka”. Kami katakan: “ya Rasulullah, apakah Yahudi dan Nasrani”. Lalu beliau menjawab: “Siapa lagi (kalo bukan mereka).” (Hadits riwayat Bukhari 3457 dan Muslim 2669.
 
Berkata Ibnu Hajar di dalam Al Fath (13/236): dan diriwayatkan di dalam hadits Abdullah bin ‘Amr dari riwayat Asy Syafi’i dengan sanad yang shahih: “Kelak kalian akan mengikuti jejak orang-orang sebelum kalian, manis maupun pahitnya”.
 
Berkata An Nawawi di dalam syarah Muslim (8/189): maksud hadits (kelak kalian akan mengikuti orang-orang sebelum kalian….) yaitu mencocoki dalam hal kemaksiatan dan berbagai penyimpangan, bukan dalam kekufuran dan terjadilah apa yang telah dikabarkan oleh beliau ‘alaihisshalatu wassalam.
 
Faedah Syaikh Badr bin Muhammad Badr hafizhahullah Ta’ala via Whatsapp
Fawaid dari Ustadz Abdul Aziz As Samarindy
Forward dari WhatsApp SalafyIndonesia Dua
Berbulan Madu

Melihat Seorang Melakukan Pembatal Puasa

Asy-Syaikh Abdul Aziz Bin Abdullah Bin Baaz rahimahullah Ta’ala ditanya,

“Sebahagian orang berkata, apabila kamu melihat ada seorang muslim yang minum atau makan kerana lupa di siang hari Ramadhan, maka engkau perlu mengingatkannya, kerana Allah yang memberinya makan dan minum sebagaimana disebutkan dalam hadis. Apakah ucapan ini benar?

Beliau menjawab:

“Barangsiapa melihat ada seorang muslim yang minum, makan, atau melakukan salah satu pembatal puasa lainnya di siang hari Ramadhan kerana lupa atau sengaja, maka wajib mengingkarinya. Kerana (melakukan perkara tersebut) di depan umum pada siang hari puasa merupakan bentuk kemungkaran; walaupun pelakunya adalah orang yang mendapat udzur ketika itu, (tujuannya adalah) agar orang-orang tidak berani secara terang-terangan melakukan pembatal puasa yang telah Allah haramkan pada siang hari puasa dengan alasan lupa.

Dan orang yang melakukan hal tersebut kerana lupa maka dia tidak perlu mengganti puasanya, berdasarkan sabda Nabi Sallallahu ‘alaihi wa Sallam,

 “Barangsiapa yang lupa dalam keadaan ia berpuasa, lalu ia makan atau minum, maka hendaklah ia menyempurnakan puasanya. Kerana sesungguhnya Allah yang memberinya makan dan minum.” Telah disepakati kesahihannya.

Demikian pula musafir, tidak boleh melakukan pembatal puasa secara terang-terangan di hadapan orang yang mukim yang tidak mengetahui keadaannya. Tetapi, hendaknya dia menyembunyikan hal tersebut agar dia tidak dituduh melakukan perkara yang Allah haramkan, dan agar tidak memancing orang lain melakukan hal tersebut.

Demikian pula bagi orang kafir, mereka dilarang menampakkan makan dan minum atau yang lainnya di antara kaum muslimin, untuk mencegah adanya sikap bermudah-mudahan dalam perkara ini, dan dikeranakan juga mereka dilarang menampakkan syi’ar agama mereka yang batil di antara kaum muslimin.

والله ولي التوفيق

Sumber: Majmu’ Fatawa Ibnu Baaz (15/255-256)

Diterjemahkan Oleh: Tim Warisan Salaf
Warisan Salaf menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama’ah
Channel kami https://bit.ly/warisansalaf
Situs Resmi http://www.warisansalaf.com

Melihat Seorang Melakukan Pembatal Puasa