MELAKUKAN KEBAIKAN MEMERLUKAN LATIHAN

Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu anhu berkata:

تعودوا الخير، فإنما الخير بالعادة.

“Biasakanlah melakukan kebaikan, kerana sesungguhnya kebaikan itu hanyalah dapat dilakukan dengan kebiasaan.”

Shahih, Mushannaf Abdur Razzaq, no. 4742

Sumber || https://twitter.com/Arafatbinhassan/status/882433290082414593

WhatsApp Salafy Indonesia
Channel Telegram || http://bit.ly/ForumSalafy

MELAKUKAN KEBAIKAN MEMERLUKAN LATIHAN

CARA PANDANG SALAF TERHADAP AMAL MEREKA

Al-Imam Ibnu Rajab al-Hanbaly rahimahullah berkata:

كان السلف يجتهدون في أعمال الخير ويعدون أنفسهم من المقصرين المفرطين المذنبين. ونحن مع إساءتنا نعد أنفسنا من المحسنين.

“Dahulu para salaf bersungguh-sungguh dalam melakukan amal-amal kebaikan, namun mereka menganggap diri mereka termasuk orang-orang yang melakukan kekurangan, menyia-nyiakan, dan banyak dosa. Sedangkan kita bersamaan dengan perbuatan buruk kita, kita menganggap diri kita termasuk orang-orang yang berbuat baik.”

Majmu’ Rasail Ibnu Rajab al-Hanbaly, jilid 1 hlm. 254

Sumber || https://twitter.com/durrsalafi/status/738484661828063232

WhatsApp Salafy Indonesia
Channel Telegram || http://bit.ly/ForumSalafy

CARA PANDANG SALAF TERHADAP AMAL MEREKA

TANDA SESEORANG YANG ALLAH TIDAK MENGINGINKAN KEBAIKAN UNTUKNYA

Asy-Syaikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah berkata:

«من لم يتفقه في الدين فذلك مخذول لم يرد الله به خيرا، ولا حول ولا قوة إلا بالله»

“Siapa yang tidak mau mempelajari ilmu agama, maka dia dia adalah seorang yang terlantar yang Allah tidak menginginkan kebaikan untuknya, laa haula wa laa quwwata illa billah.”

Majmu’ul Fatawa, jilid 7 hlm. 230

Sumber || https://twitter.com/fzmhm12121/status/866910316977901568

WhatsApp Salafy Indonesia
Channel Telegram || http://bit.ly/ForumSalafy

TANDA SESEORANG YANG ALLAH TIDAK MENGINGINKAN KEBAIKAN UNTUKNYA

Bahaya Lisan yang Tidak Terkendali

Al-Imam Ibnu Qayyim al-Jauziyyah rahimahullah berkata:

إنّ العبد ليأتي يوم القيامة بحسناتٍ أمثالِ الجبال، فيجد لسانه قد هدمها عليه كلَّها.

“Sesungguhnya seorang hamba ada yang benar-benar datang pada hari kiamat nanti dengan membawa kebaikan-kebaikan sebesar gunung-gunung, namun dia menjumpai lisannya telah menghancurkan kebaikannya itu semuanya.”

Ad-Da’ wad Dawa’, hlm. 375

Sumber || https://goo.gl/IoFp59
WhatsApp Salafy Indonesia
Channel Telegram || http://bit.ly/ForumSalafy

Bahaya Lisan yang Tidak Terkendali

Islam Semuanya Membawa Kebaikan dan Kemudahan

Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah berkata:

‏«إن الإسلام لم يطلب منكم أمرًا يشق عليكم ولا أمرا تفوت به مصالحكم، بل هو نفسه مصالح وخيرات وأنوار وبركات، فتمسكوا به»

“Sesungguhnya Islam tidak menuntut dari kalian sebuah perkara pun yang akan memberatkan kalian dan tidak pula sebuah perkara yang akan menelantarkan maslahat kalian, bahkan Islam itu sendiri merupakan maslahat, kebaikan, cahaya, dan keberkahan. Kerana itu maka hendaklah kalian berpegang teguh dengannya.”

Adh-Dhiya’ul Lami’, jilid 1 hlm. 447

Sumber || https://twitter.com/imamothaimeen/status/797433698954215424?s=08
WhatsApp Salafy Indonesia
Channel Telegram || http://bit.ly/ForumSalafy

 

Islam Semuanya Membawa Kebaikan dan Kemudahan

Kenikmatan yang Sebenar

Dari Suhaib Bin Sinan رَضِيَ اللهُ عَنُْه berkata: bersabda Rasulullah

لَّى اللهُ عَلَيْهِ وَعَلٰى آلِهِ وَسَلَّم : « عجبا لأمر المؤمن ، إن أمره كله خير ، وليس ذاك لأحد إلا للمؤمن ، إن أصابته سراء شكر ، فكان خيرا له ، وإن أصابته ضراء صبر ، فكان خيرا له » [ رواه مسلم ]

“Sungguh menakjubkan urusan seorang mukmin, seluruh urusannya merupakan kebaikan, dan itu tidak dimiliki siapapun melainkan seorang mukmin. Jika sesuatu yang menggembirakan dirasakannya, maka dia bersyukur, dan itu menjadi kebaikan baginya, dan jika sesuatu yang memudaratkan menimpanya maka dia bersabar, dan itu menjadi kebaikan pula baginya.”

(HR. Muslim)

Sumber: https://inten.to/telegram/channel-askarybinjamal-thalab-ilmu-syar-i

Kenikmatan yang Sebenar

Janganlah Masuk Ramadan Dengan Hati Yang Lalai

Al Hafizh Ibnu Rojab rahimahullaahu berkata,

“Wahai orang yang telah lama menghilang dari kami! Sungguh telah dekat datangnya hari-hari untuk perbaikan.

Wahai orang yang terus menerus dalam kerugian! Sungguh sebentar lagi akan datang hari-hari jual beli yang penuh dengan keuntungan.

Barang siapa yang tidak mendapatkan keuntungan pada bulan ini -bulan Ramadhan-, maka pada waktu bila lagi dia akan mendapatkan keuntungan?

Barang siapa yang tidak mendekatkan diri kepada Allah azza wajalla -sebagai Pelindungnya- pada bulan tersebut, maka dia senantiasa dalam keadaan dijauhkan.

Berapa kali dikumandangkan kepadamu حي على الفلاح (marilah kita menuju kemenangan/keberhasilan), namun engkau menjadi seorang yang merugi.

Berapa kali engkau diajak kepada kebaikan namun engkau terus menerus berada di dalam lembah kerosakan.

Betapa banyak orang yang berangan-angan untuk berpuasa di bulan Ramadhan, namun dia tertipu oleh angan-angannya -dengan dia menunda-nunda puasa tersebut- hingga dia masuk ke dalam kegelapan alam kubur sebelum dia sempat berpuasa di bulan tersebut.

Betapa banyak orang yang menghirup udara segar di pagi hari, namun dia tidak mampu menyempurnakan harinya. Dan orang yang berharap bertemu dengan esok hari, namun dia tidak mampu mendapatkannya.

Sungguh apabila kalian mengetahui ajal (waktu usiamu di dunia) dan jaraknya -yang sangat pendek- dengan yakin, nescaya engkau akan marah dan benci kepada angan-angan dan berbagai macam tipu dayanya.”

(Latoiful Ma’arif, hal. 281)

Continue reading “Janganlah Masuk Ramadan Dengan Hati Yang Lalai”

Janganlah Masuk Ramadan Dengan Hati Yang Lalai