ORANG-ORANG KAFIR MEMANFAATKAN KELOMPOK TERORIS RADIKAL KHAWARIJ UNTUK MENGHANCURKAN ISLAM DAN UMAT ISLAM

💥⛔️❌🔥 ORANG-ORANG KAFIR MEMANFAATKAN KELOMPOK TERORIS RADIKAL KHAWARIJ UNTUK MENGHANCURKAN ISLAM DAN UMAT ISLAM

✍🏼 Asy-Syaikh Shalih al-Fauzan hafizhahullah berkata:

‏فتنة الخوارج تتوقد بين فترة وأخرى؛ لأن أعداء الإسلام يستغلونها لإثارة الفتن في بلاد المسلمين.

“Fitnah Khawarij terus menyala dari waktu ke waktu, karena musuh-musuh Islam memanfaatkannya untuk mengobarkan fitnah (kekacauan dan kerusuhan) di negeri-negeri kaum Muslimin.”

🌍 Sumber || https://twitter.com/ssa_at/status/752178948197474305

⚪️ WhatsApp Salafy Indonesia
⏩ Channel Telegram || http://telegram.me/forumsalafy

💎💎💎💎💎💎💎💎💎

Advertisements
ORANG-ORANG KAFIR MEMANFAATKAN KELOMPOK TERORIS RADIKAL KHAWARIJ UNTUK MENGHANCURKAN ISLAM DAN UMAT ISLAM

KELOMPOK AL-IKHWANUL MUSLIMUN TERMASUK KHAWARIJ

Asy-Syaikh Ahmad bin Yahya an-Najmy rahimahullah

Pertanyaan: Apakah kelompok al-Ikhwanul Muslimun termasuk Khawarij?

Jawaban: Orang-orang yang berpendapat boleh untuk memberontak terhadap pemerintah termasuk mereka (Khawarij), sama saja apakah al-Ikhwanul Muslimun atau selain mereka. Jadi siapa saja yang menganggap boleh untuk memberontak terhadap para penguasa, maka dia termasuk mereka, walaupun dia tidak sampai mengkafirkan pemerintah.”

Al-Fawaid al-Jiyad Ala Lum’atil I’tiqad, hlm. 95

Sumber || https://twitter.com/saudi_channel61/status/874448572405743620

WhatsApp Salafy Indonesia
Channel Telegram || http://bit.ly/ForumSalafy

KELOMPOK AL-IKHWANUL MUSLIMUN TERMASUK KHAWARIJ

Sikap Pemerintah Yang Seharusnya Terhadap Khawarij

Rasulullah shallallahu alaihi was sallam bersabda:

ﻟَﺌِﻦْ ﺃَﺩْﺭَﻛْﺘُﻬُﻢْ ﻟَﺄَﻗْﺘُﻠَﻨَّﻬُﻢْ ﻗَﺘْﻞَ ﻋَﺎﺩٍ.

“Jika aku menjumpai mereka, niscaya aku akan benar-benar membunuh mereka seperti membunuh kaum ‘Aad (kaum Nabi Hud -pent).”

(HR. Al-Bukhary dan Muslim)

Para ulama menjelaskan:

‏ﺃﻱ قتلًا ﻻ ﻳُﺒﻘﻲ ﻣﻨﻬﻢ ﺃﺣﺪًا.

“Yaitu dengan membunuh tanpa menyisakan seorangpun dari mereka.”

Sumber || https://twitter.com/aljuned77/status/807934538097815552

WhatsApp Salafy Indonesia
Channel Telegram || http://bit.ly/ForumSalafy

Sikap Pemerintah Yang Seharusnya Terhadap Khawarij

Jangan Tertipu Dengan Tangisan, Kekhusyukan dan Banyaknya Ibadah Orang yang Suka Melakukan Bid’ah

Al-Imam Abdurrahman bin ‘Amr al-Auza’iy rahimahullah berkata:

بلغني أن من ابتدع بدعة ضلالة آلفه الشيطان العبادة، أو ألقى عليه الخشوع والبكاء كي يصطاد به، كما نقل عن الخوارج.

“Telah sampai kepada saya bahwa siapa saja yang melakukan sebuah bid’ah, maka syaitan akan menjadikannya semangat beribadah, atau menjadikannya khusyuk dan banyak menangis, agar syaitan boleh menjerat korban lain melalui orang tersebut (membelanya dan menjadi pengikutnya -pent), sebagaimana diriwayatkan tentang keadaan kelompok Khawarij.”

Al-I’tisham, jilid 1 hlm. 22

Sumber || https://twitter.com/channel_moh/status/807896198761877504

WhatsApp Salafy Indonesia
Channel Telegram || http://bit.ly/ForumSalafy

Jangan Tertipu Dengan Tangisan, Kekhusyukan dan Banyaknya Ibadah Orang yang Suka Melakukan Bid’ah

Kebijaksanaan Abu Hanifah dalam Menyedarkan Orang Khawarij

Dikisahkan tatkala orang-orang khawarij berhasil menguasai Kufah, para pengikut khawarij pun menangkap Imam Abu Hanifah rahimahullah Ta’ala.

Mereka berkata, “Wahai Syaikh bertaubatlah dari kekufuran!” Beliau menjawab, “Ya. Aku telah bertaubat dari segala bentuk kekafiran.” Setelah mendengar jawapan itu mereka meninggalkan Abu Hanifah.

Di tengah jalan ada yang berkata, “Sesungguhnya dia bertaubat dari kekafiran. Yang ia maksudkan adalah ajaran dan keyakinan kalian.” Mereka pun langsung berpatah balik dan menemui Abu Hanifah kembali.

Pemimpin mereka membentak, “Wahai Syaikh, engkau kata telah engkau bertaubat dari kekafiran. Pasti yang engkau maksud adalah keyakinan kami.”

Abu Hanifah berkata, “Tunggu dulu. Kamu berkata demikian atas dasar sangkaan atau ilmu?” “Berdasar sangkaan kami,” jawab pemimpin khawarij.

Abu Hanifah menjawab, “Ingatah! Allah telah berfirman,

(يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اجْتَنِبُوا كَثِيرًا مِنَ الظَّنِّ إِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ إِثْمٌ)

“Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan prasangka (kecurigaan), kerana sebahagian dari prasangka itu adalah dosa.” (Al-Hujurat: 12).

Jika demikian bererti kamu telah melakukan satu dosa. Padahal menurut ajaranmu, melakukan dosa bererti kafir dan keluar dari Islam. Sekarang bertaubatlah terlebih dahulu!!”

Ucapan itu menyentak pemimpin kelompok Khawarij. “Anda benar wahai Syaikh, Aku sekarang bertaubat dari kekafiran,” ucap sang pemimpin.

Di waktu yang lain, pengikut khawarij kembali mendatangi Imam Abu Hanifah. Tatkala mereka mengetahui bahwa beliau tidak mengkafirkan seorang muslim dengan semata-mata dosa.

“Wahai Abu Hanifah, lihatlah ke halaman masjid. Ada dua jenazah terbujur kaku. Jenazah pertama adalah peminum arak. Dia mati setelah terlebih minum minuman keras.

Jenazah kedua adalah wanita pezina. Dia bunuh diri setelah sedar sedang mengandung janin hasil zina. Menurut anda apakah mereka kafir atau tidak?” kata pengikut khawarij.

“Tunggu dulu. Jawab dahulu pertanyaanku. Dari agama mana mereka? Apakah kedua jenazah tersebut beragama Yahudi?” tanya Abu Hanifah.

“Tidak,” jawab mereka.

“Apakah beragama Nasrani?” Abu Hanifah kembali bertanya.

“Tidak,” jawab mereka kompak.

“Ataukah beragama Majusi?”

“Tidak.”

“Jika begitu, dari agama mana?” tanya Abu Hanifah.

Mereka menjawab, “Dari agama yang pengikutnya bersaksi bahawa tiada Ilah yang berhak diibadahi kecuali Allah, dan bahawa Muhammad adalah utusan Allah.”

“Sekarang katakan kepadaku. Berapakah nilai dua kalimat syahadat? Berapakah nilainya dalam keimanan seorang muslim? Apakah sepertiga, seperempat atau hanya seperlima?” tanya Abu Hanifah.

Mereka menjawab: “Iman itu tidak boleh dibahagikan, dikatakan sepertiga, seperempat atau seperlima”

“Yang tegas saja. Berapa peratus bahagian syahadat dalam Iman?” tanya Abu Hanifah.

Mereka menjawab, “Syahadat berarti seluruh keimanan.”

“Jika kalian menganggap syahadat membuat orang mendapat iman secara utuh, untuk apa kalian bertanya kepadaku tentang status kedua jenazah tersebut. Kalian sudah menjawab pertanyaan kalian sendiri,” kata Abu Hanifah.

Mereka membantah Abu Hanifah, “Tak usah bermain kata. Sekarang jawab dengan tegas. Apakah jenazah itu termasuk ahli syurga atau neraka?”

“Baiklah jika kalian menolak argumen-argumen yang telah aku sampaikan. Jawapanku sama dengan jawapan nabiyullah Ibrahim terhadap sebuah kaum yang dosanya jauh lebih besar dari mereka :

(رَبِّ إِنَّهُنَّ أَضْلَلْنَ كَثِيرًا مِنَ النَّاسِ ۖ فَمَنْ تَبِعَنِي فَإِنَّهُ مِنِّي ۖ وَمَنْ عَصَانِي فَإِنَّكَ غَفُورٌ رَحِيمٌ)

“Ya Tuhanku, sesungguhnya berhala-berhala itu telah menyesatkan kebanyakan daripada manusia, maka barangsiapa yang mengikutiku, maka sesungguhnya orang itu termasuk golonganku, dan barangsiapa yang mendurhakai aku, maka sesungguhnya Engkau, Maha Pengampun lagi Maha Penyayang” {Ibrahim:36}

Aku mengatakan pada keduanya seperti ucapan nabiyullah Isa terhadap sebuah kaum yang dosanya jauh lebih besar dari keduanya,

(إِنْ تُعَذِّبْهُمْ فَإِنَّهُمْ عِبَادُكَ ۖ وَإِنْ تَغْفِرْ لَهُمْ فَإِنَّكَ أَنْتَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ)

“Jika Engkau menyeksa mereka, maka sesungguhnya mereka adalah hamba-hamba Engkau, dan jika Engkau mengampuni mereka, maka sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (Al Maidah 118)

Seperti ucapan nabi Nuh tentang kaumnya yang dosa mereka lebih buruk dari dua jenazah di depan.

قَالُوا أَنُؤْمِنُ لَكَ وَاتَّبَعَكَ الْأَرْذَلُونَ *قَالَ وَمَا عِلْمِي بِمَا كَانُوا يَعْمَلُونَ * إِنْ حِسَابُهُمْ إِلَّا عَلَىٰ رَبِّي ۖ لَوْ تَشْعُرُونَ

“Mereka berkata: “Apakah kami akan beriman kepadamu, padahal yang mengikuti kamu ialah orang-orang yang hina?” “Nuh menjawab, “Bagaimana aku mengetahui apa yang telah mereka kerjakan?” “Perhitungan (amal perbuatan) mereka tidak lain hanyalah kepada Robbku, kalau kalian menyedari.” (Asy Syuroo: 111-113)

Jawapanku sama dengan jawapan para Nabi termasuk Rasulullah salallahu alaihi wasallam:

قُلْ لَا أَقُولُ لَكُمْ عِنْدِي خَزَائِنُ اللَّهِ وَلَا أَعْلَمُ الْغَيْبَ وَلَا أَقُولُ لَكُمْ إِنِّي مَلَكٌ ۖ إِنْ أَتَّبِعُ إِلَّا مَا يُوحَىٰ إِلَيَّ ۚ قُلْ هَلْ يَسْتَوِي الْأَعْمَىٰ وَالْبَصِيرُ ۚ أَفَلَا تَتَفَكَّرُونَ)

“Dan aku tidak mengatakan kepada kamu (bahwa): “Aku mempunyai gudang-gudang rezeki dan kekayaan dari Allah, dan aku tiada mengetahui yang ghaib”, dan tidak (pula) aku mengatakan: “Bahawa sesungguhnya aku adalah malaikat”, dan tidak juga aku mengatakan kepada orang-orang yang dipandang hina oleh penglihatanmu: “Sekali-kali Allah tidak akan mendatangkan kebaikan kepada mereka”. Allah lebih mengetahui apa yang ada pada diri mereka; sesungguhnya aku, kalau begitu benar-benar termasuk orang-orang yang zalim.” (Hud:31)

Maka mereka pun melemparkan senjata-senjata mereka. Mereka menyatakan: Sungguh kami bertaubat dari agama yang dulu kami ada diatasnya. Dan kami akan beragama seperti agama anda wahai Abu Hanifah. Sungguh Allah telah memberi anda kelebihan berupa keutamaan kebijaksanaan dan ilmu ”

*Manaqib Abu Hanifah 108-151*

Faidah dari Ustadzuna Afifuddin Hafizhohullah Ta’ala wa Ro’aahu di WA Thullab Al Bayyinah

Alih bahasa Abu Sufyan Al Musy Ghofarohullah
26 Ramadhan 1437
Daarul Hadits Al Bayyinah
Sidayu Gresik
Harrosahallah

Channel Telegram UI
http://bit.ly/uimusy

Kunjungi Website Kami MUSY
[Muslim Salafy]
http://www.musy.salafymedia.com

TURUT BERBAGI
Tlgrm.me/tholibulilmicikarang
Salafycikarang.salafymedia.com

Tholibul Ilmi Cikarang
Jum’at 26 Ramadhan 1437 H / 01 Juli 2016 M, Jam 05.11 wib

Kebijaksanaan Abu Hanifah dalam Menyedarkan Orang Khawarij

Keutamaan Memerangi Khawarij

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah berkata:

أن أمير المؤمنين عليا رضي الله عنه كان من أفضل أعماله قتاله الخوارج.

“Sesungguhnya Amirul Mu’minin Ali (bin Abi Thalib) radhiyallahu anhu dahulu di antara amal beliau yang paling afdhal adalah memerangi khawarij.”

Minhajus Sunnah, jilid 6 hlm. 116

Sumber || https://twitter.com/ibn__taimiah/status/746515193388204032
WhatsApp Salafy Indonesia
Channel Telegram || http://bit.ly/ForumSalafy

Keutamaan Memerangi Khawarij

Kobarkan Perang Terhadap Terorisme

Asy-Syaikh Dr. Muhammad Ghalib hafizhahullah berkata:

‏واجب على الدعاة وأصحاب الأقلام، وكل من يهمه أمر دينه وبلده، أن يحارب فكر الخوارج، سواء تسمى بداعش أو القاعدة أو غيرها من الأسماء المظلمة.

“Wajib atas para da’ie (pendakwah) dan para penulis, serta siapa saja yang peduli terhadap urusan agama dan negerinya untuk memerangi pemikiran Khawarij, sama saja apakah namanya ISIS atau al-Qaeda, atau nama-nama gelap yang lainnya.”

Sumber || https://twitter.com/m___alomari/status/746774769870176256
WhatsApp Salafy Indonesia
Channel Telegram || http://bit.ly/ForumSalafy

Kobarkan Perang Terhadap Terorisme