MALU TIDAK KHUSYUK DALAM SOLAT

Ibnul Qayyim al-Jauziyyah rahimahullah berkata,

“Jika seseorang merasakan dalam hatinya bahawa Allah adalah terbesar dari segala yang terbetik dalam hati, ia malu untuk menyibukkan hatinya dalam solat dengan mengingati sesuatu selain Allah. Kerana hal itu tidaklah memenuhi makna “Allahu Akbar” (Allah Yang Maha Besar) dan hak lafaz tersebut.”

Badaa-i’ul Fawaaid karya Ibnul Qayyim (2/423)

MALU TIDAK KHUSYUK DALAM SOLAT

Jangan Tertipu Dengan Tangisan, Kekhusyukan dan Banyaknya Ibadah Orang yang Suka Melakukan Bid’ah

Al-Imam Abdurrahman bin ‘Amr al-Auza’iy rahimahullah berkata:

بلغني أن من ابتدع بدعة ضلالة آلفه الشيطان العبادة، أو ألقى عليه الخشوع والبكاء كي يصطاد به، كما نقل عن الخوارج.

“Telah sampai kepada saya bahwa siapa saja yang melakukan sebuah bid’ah, maka syaitan akan menjadikannya semangat beribadah, atau menjadikannya khusyuk dan banyak menangis, agar syaitan boleh menjerat korban lain melalui orang tersebut (membelanya dan menjadi pengikutnya -pent), sebagaimana diriwayatkan tentang keadaan kelompok Khawarij.”

Al-I’tisham, jilid 1 hlm. 22

Sumber || https://twitter.com/channel_moh/status/807896198761877504

WhatsApp Salafy Indonesia
Channel Telegram || http://bit.ly/ForumSalafy

Jangan Tertipu Dengan Tangisan, Kekhusyukan dan Banyaknya Ibadah Orang yang Suka Melakukan Bid’ah

Di antara Cara Melawan Riya’

Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu anhu berkata:

من صلى والناس يرونه فليصل إذا خلا مثلها، وإلا فإنما هو يستهين بها ربه.

“Siapa yang mengerjakan solat dalam keadaan orang lain melihatnya maka hendaklah dia mengerjakan yang semisalnya ketika dia sendirian, kalau tidak maka sesungguhnya dengan solat itu dia hanyalah menganggap remeh keagungan Rabbnya.”

Shahih, Mushannaf Ibnu Abi Syaibah, no. 8405

Sumber || https://twitter.com/Arafatbinhass…/status/806553879735369731

WhatsApp Salafy Indonesia
Channel Telegram || http://bit.ly/ForumSalafy

Di antara Cara Melawan Riya’

Doa Berlindung Dari Empat Hal

Nabi sallallahu alaihi wassalam berdoa:

اَللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوْذُبِكَ مِنْ عِلْمٍ لَا يَنْفَعُ، وَمِنْ قَلْبٍ لَا يَخْشَعُ، وَمِنْ نَفْسٍ لَا تَشْبَعُ، وَمِنْ دَعْوَةٍ لَا يُسْتَجَابُ لَهَا

“Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari ilmu yang tidak bermanfaat, hati yang tidak khusyuk, jiwa yang tidak merasa kenyang (puas), dan dari doa yang tidak dikabulkan.”

HR. Muslim no. 2722 dari Zaid bin Arqam.

Doa Berlindung Dari Empat Hal