Menjadi Hamba yang Bersyukur

Daripada Aisyah Radhiyallahu anha beliau berkata : ‘

‘Bahawasanya Rasulullah sallallahu alaihi wasallama selalu beribadat di waktu malam sehingga bengkak kedua belah kakinya.

Maka saya pun berkata kepadanya : ”Kenapa engkau beribadah sampai jadi begini ya Rasulullah, sedangkan Allah subhanahu wa ta’ala telah mengampuni dosa-dosamu yang terdahulu dan dosa-dosamu yang terkemudian. Lalu Nabi sallalalhu alaihi wasallama menjawab :

”Bukankah lebih baik jikalau aku menjadi seorang hamba yang bersyukur”.

(Hadith Riwayat Bukhari)

Menjadi Hamba yang Bersyukur

Bergantinya Hari, Bulan dan Tahun

IBRAH DARI SILIH BERGANTINYA HARI, BULAN DAN TAHUN DI DALAM KEHIDUPAN KITA

As-Syaikh Soleh bin Fauzan bin Abdillah Al-Fauzan حَفِظَهُ اللهُ

Pertanyaan: ‘Ibrah apakah yang boleh kita saripatikan dari silih bergantinya bulan-bulan, hari-hari, dan tahun-tahun di dalam kehidupan kita?

Jawaban: ‘Ibrah

يقلب الله الليل والنهار إن في ذلك لعبرة لأولي الأبصار

“Allah yang membolak-balikkan malam dan siang. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat pelajaran bagi orang-orang yang berilmu.”

إن في خلق السموات والأرض واختلاف الليل والنهار لآيات لأولي الألباب

“Sesungguhnya pada penciptaan langit dan bumi serta pergantian malam dan siang, sungguh terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah bagi orang-orang yang berakal.”

‘Ibrahnya ialah seorang insan merenungkan tentang malam tersebut. Ketika ia datang, maka pergilah siang, kemudian ketika siang datang, maka pergilah malam yang terjadi dengan kekuasaan Allah subhanahu wa ta’ala. Sehingga ia mengambil pelajaran dengan tanda-tanda kekuasaan Allah al-Kauniyah.

Hal itu akan memberinya pengagungan kepada Allah subhanahu wa ta’ala dan menjadi petunjuk akan kekuasaan Allah yang sempurna yang tidak ada sesuatupun yang dapat melemahkan-Nya.

Sumber: http://www.alfawzan.af.org.sa/node/15820
Alih bahasa : Syabab Forum Salafy

Sumber asal: Link

Bergantinya Hari, Bulan dan Tahun