Sepatutnya Tidak Takut Melainkan pada Dosa-dosamu

Ali bin Abi Talib radiyallahu anhu berkata:
“Seorang hamba Allah sepatutnya tidak takut melainkan pada dosa-dosanya, dan tidak berharap melainkan kepada Rabbnya. Seorang yang jahil tidak sepatutnya malu untuk bertanya, dan seorang yang berilmu tidak sepatutnya malu untuk mengatakan – jika dia tidak mengetahui sesuatu – ‘Allah Lebih Mengetahui’. Kesabaran terhadap iman adalah seperti kepala kepada seluruh badan: jikalau kepala itu terputus (dari badan), maka reputlah badan. Dan seorang yang tidak mempunyai kesabaran, tidak memiliki iman.”
Al-Baihaqî, Shu’ab Al-Îmân, Jil.12 ms.195.
Sepatutnya Tidak Takut Melainkan pada Dosa-dosamu

TAWADHU DAN KEMULIAAN AL-IMAM AHMAD

Ali bin Abi Fazaarah bercerita:

“Dahulu ibuku menderita lumpuh selama 20 tahun, maka suatu hari beliau berkata, “Pergilah kepada Ahmad bin Hanbal dan mintalah agar beliau mendoakan agar aku sembuh!” Saya pun mendatangi beliau. Ketika saya mengetuk pintu, beliau ternyata ada di gang rumahnya. Beliau bertanya, “Siapa ini?” Saya jawab, “Saya orang yang disuruh oleh ibunya yang lumpuh agar meminta doa kepada Anda.” Maka saya mendengar jawaban beliau seperti perkataan orang yang marah dengan mengatakan, “Kami lebih butuh untuk engkau berdoa kepada Allah untuk kami.” Maka saya pun pergi. Tiba-tiba ada seorang wanita lanjut usia yang muncul seraya berkata, “Ketika engkau meninggalkan beliau, dia akan mendoakan untuk ibumu.” Maka saya pun pulang ke rumah dan mengetuk pintu, ternyata ibu saya yang keluar membukakan pintu karena sudah bisa berjalan.”

(Siyar A’lamin Nubala’, terbitan Mu’asassah Ar-Risalah, 11/211-212)

WhatsApp Salafy Indonesia
Channel Telegram || http://bit.ly/ForumSalafy

TAWADHU DAN KEMULIAAN AL-IMAM AHMAD