BAHAYA KOSONG DARI KEGIATAN

Al-Imam Ibnul Qayyim rahimahullah berkata:

ﻭﻣﻦ ﺃﻋﻈﻢ ﺍﻷﺷﻴﺎﺀ ﺿﺮﺭﺍ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﻌﺒﺪ ﺑﻄﺎﻟﺘﻪ ﻭﻓﺮﺍﻏﻪ، ﻓﺈﻥ ﺍﻟﻨﻔﺲ ﻻ ﺗﻘﻌﺪ ﻓﺎﺭﻏﺔ، ﺑﻞ ﺇﻥ ﻟﻢ ﻳﺸﻐﻠﻬﺎ ﺑﻤﺎ ﻳﻨﻔﻌﻬﺎ ﺷﻐﻠﺘﻪ ﺑﻤﺎ ﻳﻀﺮﻩ ﻭﻻ ﺑﺪ.

“Termasuk perkara yang paling besar akibat buruknya terhadap seorang hamba adalah kosong dari kegiatan dan waktu luang, karena sifat jiwa tidak akan pernah berhenti tanpa kegiatan, bahkan jika dia tidak menyibukkan dirinya dengan hal-hal yang bermanfaat baginya, maka pasti dia akan menyibukkan dirinya dengan hal-hal yang akan merugikannya.”

Thariqul Hijratain, hlm. 597

WhatsApp Salafy Indonesia
Channel Telegram || http://bit.ly/ForumSalafy

BAHAYA KOSONG DARI KEGIATAN

Nasihat Bagi Suami yang Menghabiskan Sebahagian Besar Waktunya untuk Internet

Asy-Syaikh Zaid bin Muhammad Al-Madkhaly rahimahullah

Pertanyaan: Ada seorang istri mengeluhkan suaminya yang menghabiskan sebagian besarnya untuk internet dan tidak menemaninya dan anak-anaknya kecuali sebentar saja, maka apa nasehat Anda untuknya dan untuk suaminya tersebut?

Jawaban:

الْحَمْدُ للهِ وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى رَسُوْلِ اللهِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ اتَّبَعَ هُدَاهُ أَمَّا بَعْدُ:

Engkau bukan satu-satunya yang mengeluhkan hal yang tidak menyenangkan ini, bahkan banyak para istri yang mengeluhkan hal yang engkau sebutkan yang dilakukan oleh suami-suami mereka. Jika memang demikian perkaranya, maka nasehat saya bagimu dan bagi mereka adalah hendaknya selalu bersabar dan berusaha mendiskusikannya dengan suami dengan cara yang lembut, terlebih lagi jika dia bergadang di depan media ini untuk menyebarkan ilmu atau mencari ilmu (membaca tulisan ulama atau asatidzah, donwnload kitab, atau ceramah dan durus mereka dan semisalnya –pent).

Adapun jika engkau mengetahui bahwa berlama-lamanya dia depan media ini untuk menonton atau mendengar sesuatu yang haram dan semisalnya, maka ingkarilah perbuatannya jika engkau benar-benar mengetahui bahwa hal tersebut haram. Mudah-mudahan suamimu mau mendengar nasehatmu dan engkau pun akan mendapatkan pahala. Terlebih lagi jika engkau memiliki anak-anak yang tentunya berat bagimu jika ditinggal olehnya dan engkau serta anak-anakmu akan terlantar atau ditimpa hal-hal yang tidak diinginkan karenanya.

Saya tekankan lagi agar engkau bersabar, karena pertolongan akan mengiringi kesabaran, sebagaimana sabda Nabi shallallahu alaihi was sallam:

وَاعْلَمْ أَنَّ النَّصْرَ مَعَ الصَّبْرِ، وَأَنَّ الْفَرَجَ مَعَ الْكَرْبِ، وَأَنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا.

“Ketahuilah bahwasanya pertolongan menyertai kesabaran, jalan keluar menyertai kesusahan, dan kemudahan menyertai kesulitan.”
(Lihat: Silsilah Ash-Shahihah, no. 2382 –pent)

Adapun nasehat saya kepada suamimu dan dia merupakan pihak yang pertama kali akan dimintai tanggung jawab terhadapmu dan keluargamu, yaitu hendaknya dia mengingat sabda Nabi shallallahu alaihi was sallam:

كُلُّكُمْ رَاعٍ، وَكُلُّكُمْ مَسْئُوْلٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ، الإِمَامُ رَاعٍ وَمَسْئُوْلٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ، وَالرَّجُلُ رَاعٍ فِيْ أَهْلِهِ وَهُوَ مَسْئُوْلٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ، وَالمَرْأَةُ رَاعِيَةٌ فِيْ بَيْتِ زَوْجِهَا وَمَسْئُوْلَةٌ عَنْ رَعِيَّتِهَا، وَالخَادِمُ رَاعٍ فِيْ مَالِ سَيِّدِهِ وَمَسْئُوْلٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ فَكُلُّكُمْ رَاعٍ وَمَسْئُوْلٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ.

“Kalian semua adalah penanggung jawab dan kalian semua akan dimintai tanggung jawab terhadap urusannya, seorang kepala negara adalah penanggung jawab dan akan dimintai tanggung jawab tentang rakyatnya, seorang suami adalah penanggung jawab di keluarganya dan akan dimintai tanggung jawab terhadap urusannya, seorang istri adalah penanggung jawab di rumah suaminya dan dia akan dimintai tanggung jawab terhadap urusannya, seorang pembantu juga adalah penanggung jawab pada harta tuannya dan dia akan dimintai tanggung jawab terhadap urusannya, jadi kalian semua adalah penanggung jawab dan kalian semua akan dimintai tanggung jawab terhadap urusannya.”
(Muttafaqun alaih)

Kunjungi Selengkapnya || http://forumsalafy.net/nasehat-bagi-suami-yang-menghabiska…/

WhatsApp Salafy Indonesia
Channel Telegram || http://bit.ly/ForumSalafy

Nasihat Bagi Suami yang Menghabiskan Sebahagian Besar Waktunya untuk Internet

Sejelek-jelek Masa di antara Manusia yang Jelek

Berkata Al-Imam Sufyan ibnu ‘Uyainah rahimahullah:

إِذَا كُنْتَ فِي زَمَانٍ يُرْضَى فِيهِ بِالْقَوْلِ دُونَ الْفِعْلِ ، وَالْعِلْمِ دُونَ الْعَمَلِ ، فَاعْلَمْ بِأَنَّكَ فِي شَرِّ زَمَانٍ بَيْنَ شَرِّ النَّاسِ.

“Apabila engkau berada dalam sebuah zaman di mana padanya diredhai suatu ucapan tanpa perbuatan, dan ilmu tanpa amal, maka ketahuilah bahawa senyatanya engkau berada dalam masa yang terjelek di tengah-tengah manusia yang terjelek.”

Ibthal Al-Hiyal, Ibnu Qudamah (1/34).

Continue reading “Sejelek-jelek Masa di antara Manusia yang Jelek”

Sejelek-jelek Masa di antara Manusia yang Jelek

Hakikat Syukur Nikmat

Asy-Syaikh Muhammad Bazmul hafizhahullah berkata:

“Syukur nikmat memiliki lima rukun: Rukun Pertama: Mengakui nikmat dan menyaksikannya. Rukun Kedua: Mengakui yang memberi nikmat. Rukun Ketiga: Mengakui pihak yang menjadi sebab sampainya nikmat itu kepadamu. Rukun Keempat: Menggunakan nikmat tersebut pada hal-hal yang membuat redha pemberi nikmat (Allah Azza wa Jalla). Rukun Kelima: Menceritakan nikmat tersebut jika aman dari fitnah dan kedengkian.

Manusia ramai yang tertipu ketika Allah memberikan nikmat kepada mereka, dan termasuk nikmat yang manusia banyak tertipu padanya adalah kesihatan dan waktu luang.

Engkau boleh menjumpai orang yang badannya sihat namun dia tidak memanfaatkan kesihatannya untuk hal-hal yang diredhai oleh Allah. Demikian juga engkau boleh menjumpai orang yang memiliki waktu luang namun dia menyia-nyiakannya dan tidak menggunakannya untuk ketaatan kepada Allah dan mencari redha-Nya, bahkan dia justru berusaha -kata mereka- memotong waktu dan membunuh waktu dengan melakukan hal-hal yang tidak bermanfaat di dunia dan tidak pula bermanfaat di akhirat berupa perkara yang sia-sia. Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un.”

🌍 https://twitter.com/momalbaz/status/722564434695036929

⚪ WhatsApp Salafy Indonesia
⏩ Channel Telegram || http://bit.ly/ForumSalafy
🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹

Hakikat Syukur Nikmat

Seakan-akan Kita Diciptakan untuk Dunia

Ummu Abdillah Al-Wadi’iyyah berkata,

“Seakan-akan kita diciptakan hanya untuk dunia, untuk makan, minum dan sia-sia, lalu kita tidak menunaikan apa yang diinginkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala, bahkan kita tenggelam ke dalam perkara yang sebaliknya, maka janganlah kita tertipu oleh dunia, kerana umur kita ini sangatlah pendek.

Sungguh baik orang yang mengatakan:

العمر أقصر مدة           من أن يضيع في الحساب
فاغتنموا ساعته                 فمرورها مر السحاب

Umur itu sangatlah pendek masanya, daripada untuk disia-siakan dalam al-Hisaab (perhitungan),
Maka manfaatkanlah waktu-waktunya, Kerana berjalannya waktu itu bak berjalannya as-Sahab (awan di langit).

Bahkan dunia itu sendiri sangatlah singkat.”

Naseehati Lin-Nisaa, Ummu Abdillah Al-Wadi’iyyah

Seakan-akan Kita Diciptakan untuk Dunia