PERBUATAN RIYA’ SETELAH MATI!

💥⚠️⛔️🔥 PERBUATAN RIYA’ SETELAH MATI!

✍🏼 Bisyr bin Harits al-Hafy rahimahullah berkata:

قد يكون الرجل مرائياً بعد موته، يحب أن يكثر الخلق في جنازته.

“Seseorang bisa berbuat riya’ walaupun setelah kematiannya, yaitu dengan dia ingin banyaknya orang yang mengiringi jenazahnya.”

📚 Siyar A’lamin Nubala’, jilid 10 hlm. 473

🌍 Sumber || https://twitter.com/fzmhm12121/status/915330830385451008

⚪️ WhatsApp Salafy Indonesia
⏩ Channel Telegram || http://telegram.me/forumsalafy

💎💎💎💎💎💎💎💎💎

Advertisements
PERBUATAN RIYA’ SETELAH MATI!

MATI DI ATAS SUNNAH ADALAH KEMULIAAN

Berkata Abdullah bin Mubarak rahimahullah (semoga Allah merahmatinya):

اعلم أخي أن الموت اليوم كرامة لكل مسلم لقي الله على السنة

Ketahuilah wahai saudaraku bahwasanya kematian pada hari ini merupakan kemuliaan bagi setiap muslim yang menjumpai Allah (yakni meninggal dunia) di atas sunnah.

فإنا لله وإنا إليه راجعون ، إلى الله نشكو وحشتنا وذهاب الإخوان وقلة الأعوان

Maka sesungguhnya kita semua adalah milik Allah dan dan sesungguhnya kita semua akan kembali kepada-Nya. Kepada Allah-lah kita mengadukan kesedihan kita, hilangnya saudara, serta sedikitnya saling tolong-menolong.

وظهور البدع وإلى الله نشكو عظيم ما حل بهذه الأمة من ذهاب العلماء أهل السنة وظهور البدع.

Bid’ah-bid’ah, dan kepada Allah-lah kita mengadu, merupakan hal terbesar yang memecah umat ini, (yaitu) dengan hilangnya para ulama ahlus sunnah dan munculnya bid’ah-bid’ah.

(Kitabul Bida’ karya Ibnu Wadhah Al-Qurthuby 97)

Sumber https://www.sahab.net/forums/index.php?app=forums&module=forums&controller=topic&id=135983

WhatsApp Salafy Indonesia
Channel Telegram || http://telegram.me/forumsalafy

MATI DI ATAS SUNNAH ADALAH KEMULIAAN

HUKUM MENGENAKAN PAKAIAN HITAM KETIKA MUSIBAH

Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah berkata:

لبس السواد عند المصائب شعار باطل لا أصل له.

“Mengenakan pakaian hitam ketika musibah merupakan syiar batil yang tidak ada asalnya.”

Fatawa Islamiyyah, jilid 3 hlm. 313

Sumber || https://twitter.com/channel_moh/status/866713565763444739

WhatsApp Salafy Indonesia
Channel Telegram || http://bit.ly/ForumSalafy

HUKUM MENGENAKAN PAKAIAN HITAM KETIKA MUSIBAH

TIDAKKAH CUKUP UBAN SEBAGAI PERINGATAN?!

Al-Imam Ibnu Rajab rahimahullah berkata:

يا من أنذره الـشيب بالموت وهو مقيم على الآثام، أما كفاك واعظ الـشيب مع واعظ القرآن؟!

“Wahai orang yang uban telah memperingatkannya akan dekatnya kematian dia, sementara dia masih terus berkubang dengan dosa-dosa, tidakkah cukup bagimu penasehat berupa uban, di samping penasehat berupa al-Qur’an?!”

Lathaiful Ma’arif, hlm. 259

Sumber || https://twitter.com/durrsalafi/status/735760482842251266

WhatsApp Salafy Indonesia
Channel Telegram || http://bit.ly/ForumSalafy

TIDAKKAH CUKUP UBAN SEBAGAI PERINGATAN?!

Karamah Terbesar Bagi Seorang Hamba

Asy-Syaikh Muhammad Aman al-Jamy rahimahullah berkata:

‏أحسن نوع من أنواع الكرامة كما قال أهل العلم: أن يرزق الله عبده الاستقامة على دينه فيبقى مستقيما حتى يلقاه.

“Yang terbaik dari macam-macam karamah adalah sebagaimana yang dikatakan oleh para ulama, yaitu; dengan Allah mengaruniakan rezeki kepada hamba-Nya berupa keistiqamahan di atas agama-Nya hingga dia tetap istiqamah sampai berjumpa dengan-Nya.”

Syarh Qurratul ‘Uyunil Muwahhidin, hlm. 20

Karamah Terbesar Bagi Seorang Hamba

Ingat Mati, Dimuliakan Tiga

Al-Imam Al-Qurthubi rahimahullahu berkata,

“Ad-Daqqaq berkata, ‘Siapa yang banyak mengingat mati, ia akan dimuliakan dengan tiga perkara: bersegera untuk bertaubat, hati merasa cukup, dan giat/semangat dalam beribadah.

Sebaliknya, siapa yang melupakan mati ia akan dihukum dengan tiga perkara: menunda taubat, tidak redha dengan perasaan cukup dan malas dalam beribadah.

Maka berpikirlah, wahai orang yang tertipu, yang merasa tidak akan dijemput kematian, tidak akan merasa sekaratnya, kepayahan, dan kepahitannya. Cukuplah kematian sebagai pengetuk hati, membuat mata menangis, memupus kelezatan dan menuntaskan angan-angan. Apakah engkau, wahai anak Adam, mahu memikirkan dan membayangkan datangnya hari kematianmu dan perpindahanmu dari tempat hidupmu yang sekarang?”

(At-Tadzkirah, hal. 9)

Ingat Mati, Dimuliakan Tiga