Kematian Tujuan Kehidupan

📝 MUTIARA SALAF

💺berkata Malik bin Dinar رحمه الله :

“Mengagumkan bagi orang yang ia mengetahui bahwa kematian adalah tujuannya dan kuburan adalah tempat persinggahannya bagaimana mungkin ia merasa senang dengan dunia ?

Dan bagaimana mungkin hidupnya terasa baik di dalamnya”.

📔sumber : [shifatush shafwah (3/197)]
—————————–

❒ قال مالك بن دينار رحمه الله:

“عجبًا لمن يعلم أن الموت مصيره والقبر مورده كيف تقر بالدنيا عينه؟
وكيفُ يطيب فيها عيشه”

🔦انظر : صفة الصفوة 3/198

http://tlgrm.me/salafykolaka

Advertisements
Kematian Tujuan Kehidupan

TUJUH AMALAN YANG PAHALANYA SENANTIASA MENGALIR

Rasulullah Sallallahu ‘Alaiyhi Wasallam bersabda:

سَبْعَةٌ يَجْرِي لِلْعَبْدِ أَجْرُهُنَّ بَعْدَ مَوْتِهِ وَهُوَ فِي قَبْرِهِ : مَنْ عَلَّمَ عِلْمًا ، أَوْ كَرَى نَهْرًا ، أَوْ حَفَرَ بِئْرًا ، أَوْ غَرَسَ نَخْلا ، أَوْ بَنَى مَسْجِدًا ، أَوْ وَرَّثَ مُصْحَفًا ، أَوْ تَرَكَ وَلَدًا يَسْتَغْفِرُ لَهُ بَعْدَ مَوْتِهِ

“Tujuh amalan yang pahalanya senantiasa mengalir bagi seorang hamba setelah wafat ketika berada di alam kubur, yaitu:

Barangsiapa yang mengajarkan ilmu, mengalirkan sungai, menggali sumur, menanam pohon kurma, membangun masjid, mewariskan mushaf, atau meninggalkan seorang anak yang memohonkan ampun untuknya setelah wafat.”

[Diriwayatkan oleh Abu Nu’aim dalam al-Hilyah (2/344), al-Baihaqi dalam al-Jami’li Syu’abul Iman (5/122-123) (3175), al-Mundiri menyebutkan dalam at-Targhib wa Tarhib (1/124) (113), (1/725) (1408) dan (3/356-357) dengan nukilan hadits (3828) dari hadits Anas radhiyallahu ‘anhu

 

 

 

 

 



TUJUH AMALAN YANG PAHALANYA SENANTIASA MENGALIR

JANGAN ANGGAP REZEKI LAMBAT

Nabi sallallahu alaihi wasallam bersabda

“Janganlah menganggap lambat datangnya rezeki, kerana tidaklah seorang hamba meninggal sehingga disampaikan kepadanya rezeki terakhir untuknya.

Maka perbaguskanlah dalam mencari (rezeki); mengambil yang halal dan meninggalkan yang haram.”

HR Ibnu Hibban dan al-Hakim, disepakati kesahihannya oleh adz-Dzahabi

Nukilan dari kitab Perjelasan Syarhussunnah lil Muzani karya Ustaz Abu Uthman Kharisman hafidzahullah, hal. 195

JANGAN ANGGAP REZEKI LAMBAT

MATI MENDADAK BUKAN TERMASUK AKHIR HIDUP YANG JELEK

MATI MENDADAK BUKAN TERMASUK AKHIR HIDUP YANG JELEK

💺Syaikh Abdul Muhsin bin Hamd al ‘Abbad hafizhahullah

Pertanyaan:
Apakah mati mendadak termasuk akhir hidup yang jelek?

Jawaban :
Tidak, tidak dikatakan: sesungguhnya itu termasuk akhir hidup yang jelek (su’ul khatimah). Karena bisa jadi seseorang masih dalam keadaan baik lalu ia mati mendadak dan bisa jadi pula seseorang dalam keadaan jelek lalu ia mati mendadak. Sehingga tidak dikatakan: sesungguhnya mati mendadak itu termasuk su’ul khatimah.

Sebab seseorang yang istiqamah mentaati Allah dan terus bertakwa kepada Allah Ta’ala, bisa jadi mati mendadak.”

📘Syarh al ‘Arbain an Nawawiyah 11

📱http://t.me/ukhwh

[موت الفجأة ليس من سوء الخاتمة]
السؤال
هل موت الفجأة يعتبر من سوء الخاتمة؟
الجواب
لا، لا يقال: إنه من سوء الخاتمة، قد يكون الإنسان مستمراً على حالة طيبة، ومات فجأة، وقد يكون الإنسان على حالة سيئة ومات فجأة، فلا يقال: إن موت الفجأة من سوء الخاتمة؛ لأنه قد يموت إنسان مستقيم على طاعة الله وملازم لتقوى الله فجأة.

MATI MENDADAK BUKAN TERMASUK AKHIR HIDUP YANG JELEK

PERBUATAN RIYA’ SETELAH MATI!

💥⚠️⛔️🔥 PERBUATAN RIYA’ SETELAH MATI!

✍🏼 Bisyr bin Harits al-Hafy rahimahullah berkata:

قد يكون الرجل مرائياً بعد موته، يحب أن يكثر الخلق في جنازته.

“Seseorang bisa berbuat riya’ walaupun setelah kematiannya, yaitu dengan dia ingin banyaknya orang yang mengiringi jenazahnya.”

📚 Siyar A’lamin Nubala’, jilid 10 hlm. 473

🌍 Sumber || https://twitter.com/fzmhm12121/status/915330830385451008

⚪️ WhatsApp Salafy Indonesia
⏩ Channel Telegram || http://telegram.me/forumsalafy

💎💎💎💎💎💎💎💎💎

PERBUATAN RIYA’ SETELAH MATI!

MATI DI ATAS SUNNAH ADALAH KEMULIAAN

Berkata Abdullah bin Mubarak rahimahullah (semoga Allah merahmatinya):

اعلم أخي أن الموت اليوم كرامة لكل مسلم لقي الله على السنة

Ketahuilah wahai saudaraku bahwasanya kematian pada hari ini merupakan kemuliaan bagi setiap muslim yang menjumpai Allah (yakni meninggal dunia) di atas sunnah.

فإنا لله وإنا إليه راجعون ، إلى الله نشكو وحشتنا وذهاب الإخوان وقلة الأعوان

Maka sesungguhnya kita semua adalah milik Allah dan dan sesungguhnya kita semua akan kembali kepada-Nya. Kepada Allah-lah kita mengadukan kesedihan kita, hilangnya saudara, serta sedikitnya saling tolong-menolong.

وظهور البدع وإلى الله نشكو عظيم ما حل بهذه الأمة من ذهاب العلماء أهل السنة وظهور البدع.

Bid’ah-bid’ah, dan kepada Allah-lah kita mengadu, merupakan hal terbesar yang memecah umat ini, (yaitu) dengan hilangnya para ulama ahlus sunnah dan munculnya bid’ah-bid’ah.

(Kitabul Bida’ karya Ibnu Wadhah Al-Qurthuby 97)

Sumber https://www.sahab.net/forums/index.php?app=forums&module=forums&controller=topic&id=135983

WhatsApp Salafy Indonesia
Channel Telegram || http://telegram.me/forumsalafy

MATI DI ATAS SUNNAH ADALAH KEMULIAAN

HUKUM MENGENAKAN PAKAIAN HITAM KETIKA MUSIBAH

Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah berkata:

لبس السواد عند المصائب شعار باطل لا أصل له.

“Mengenakan pakaian hitam ketika musibah merupakan syiar batil yang tidak ada asalnya.”

Fatawa Islamiyyah, jilid 3 hlm. 313

Sumber || https://twitter.com/channel_moh/status/866713565763444739

WhatsApp Salafy Indonesia
Channel Telegram || http://bit.ly/ForumSalafy

HUKUM MENGENAKAN PAKAIAN HITAM KETIKA MUSIBAH