Musafir Tidak Wajib Berjemaah adalah yang dalam Perjalanan

Asy-Syaikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah berkata:

ﺇﺫﺍ ﻛﺎﻥ ﺍﻟﻤﺴﺎﻓﺮ ﻓﻲ ﺍﻟﻄﺮﻳﻖ ﻓﻼ ﺑﺄﺱ، ﺃﻣﺎ ﺇﺫﺍ ﻭﺻﻞ ﺍﻟﺒﻠﺪ ﻓﻼ ﻳﺼﻠﻲ ﻭﺣﺪﻩ، ﺑﻞ ﻋﻠﻴﻪ ﺃﻥ ﻳﺼﻠﻲ ﻣﻊ ﺍﻟﻨﺎﺱ ﻭﻳﺘﻢ، ﺃﻣﺎ ﻓﻲ ﺍﻟﻄﺮﻳﻖ ﺇﺫﺍ ﻛﺎﻥ ﻭﺣﺪﻩ ﻭﺣﻀﺮﺕ ﺍﻟﺼﻼﺓ ﻓﻼ ﺑﺄﺱ ﺃﻥ ﻳﺼﻠﻲ ﻓﻲ ﺍﻟﺴﻔﺮ ﻭﺣﺪﻩ ﻭﻳﻘﺼﺮ ﺍﻟﺮﺑﺎﻋﻴﺔ ﺍﺛﻨﺘﻴﻦ.

“Jika seorang musafir sedang dalam perjalanan maka tidak masalah shalat sendirian dan diqashar, adapun jika dia telah tiba di sebuah negeri maka tidak boleh baginya untuk shalat sendirian, bahkan wajib atasnya untuk shalat berjama’ah dan tidak mengqashar. Adapun di jalan jika dia sendirian dan tiba waktu shalat maka tidak masalah baginya untuk shalat dalam safar sendirian dan mengqashar shalat 4 raka’at menjadi 2 raka’at.”

Majmu’ul Fatawa, jilid 12 hlm. 297

WhatsApp Salafy Indonesia
Channel Telegram || http://bit.ly/ForumSalafy

Advertisement
Musafir Tidak Wajib Berjemaah adalah yang dalam Perjalanan

Musafir tidak Wajib Mengerjakan Solat Jumaat

Asy-Syaikh Shalih al-Fauzan hafizhahullah berkata:

‏الذي سافر سفرا تقصر فيه الصلاة، فهذا لا تجب عليه الجمعة؛ لأن النبي صلى الله عليه وسلم لم يكن يصلي الجمعة في جميع أسفاره.

“Orang yang melakukan safar yang padanya diperbolehkan untuk mengqashar shalat, dia tidak wajib mengerjakan shalat Jum’at, karena Nabi shallallahu alaihi was sallam tidak pernah mengerjakan shalat Jum’at pada semua safar beliau.”

Sumber || https://twitter.com/salihalfawzan/status/806841260036227072

WhatsApp Salafy Indonesia
Channel Telegram || http://bit.ly/ForumSalafy

Musafir tidak Wajib Mengerjakan Solat Jumaat

Hakikat Dunia

Rasulullah sallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَا لِى وَمَا لِلدُّنْيَا مَا أَنَا فِى الدُّنْيَا إِلاَّ كَرَاكِبٍ اسْتَظَلَّ تَحْتَ شَجَرَةٍ ثُمَّ رَاحَ وَتَرَكَهَا

“Apa peduliku dengan dunia? Tidaklah aku tinggal di dunia melainkan seperti musafir yang berteduh di bawah pohon dan beristirahat, lalu musafir tersebut meninggalkannya.”

(HR. Tirmidzi di shohih oleh Syaikh Al Albani)

Hakikat Dunia