Niat Tempatnya Dihati Bukan Di Lisan

Berkata Shaikhul Islam Ibn Taimiyyah rahimahullah,

كل من علم أنّ غدا من رمضان ، وهو يريد صومه ، فقد نوى صومه

“Setiap orang yang mengetahui bahawa esok ramadan dan dia ingin berpuasa esok hari maka sungguh dia telah meniatkan puasa esok hari.”

Majmu’ Al-Fatawa 25/215

Niat Tempatnya Dihati Bukan Di Lisan

Keadaan Penuntut Ilmu Dulu dan Sekarang

Ibnu Qutaibah rahimahullah (wafat 236H, -ed.) berkata:

“Dahulu seorang penuntut ilmu mendengarkan ilmu dengan tujuan untuk mengetahui, mengetahui untuk diamalkan, dan mempelajari agama Allah untuk mengambil manfaat dan memberi manfaat orang lain.

Sementara sekarang ini [*] telah berubah niatnya menjadi; mendengar ilmu untuk mengumpulkan sebanyak-banyaknya, mengumpulkan agar dikenal, dan menghafal agar boleh mengalahkan orang lain dan membanggakan diri.”

[Al-Madkhal al-Mufashshal, jilid 1 hlm. 13]

[*] Ini di masa Ibnu Qutaibah, lalu bagaimana di zaman kita saat ini, -pent.

Continue reading “Keadaan Penuntut Ilmu Dulu dan Sekarang”

Keadaan Penuntut Ilmu Dulu dan Sekarang

Semua Perbuatan Bergantung Pada Niatnya

Telah menceritakan kepada kami Al Humaidi Abdullah bin Az Zubair dia berkata, Telah menceritakan kepada kami Sufyan yang berkata, bahwa Telah menceritakan kepada kami Yahya bin Sa’id Al Ansari berkata, telah mengabarkan kepada kami Muhammad bin Ibrahim At Taimi, bahwa dia pernah mendengar Alqamah bin Waqas Al Laitsi berkata; saya pernah mendengar Umar bin Al Khathtab di atas mimbar berkata;

Saya mendengar Rasulullah [صلى الله عليه وسلم] bersabda:

“Semua perbuatan tergantung niatnya, dan (balasan) bagi tiap-tiap orang (tergantung) apa yang diniatkan; Barangsiapa niat hijrahnya kerana dunia yang ingin dicapainya atau kerana seorang perempuan yang ingin dinikahinya, maka hijrahnya adalah kepada apa dia diniatkan.”

[Sahih al-Bukhari]

Semua Perbuatan Bergantung Pada Niatnya