Melihat Seorang Melakukan Pembatal Puasa

Asy-Syaikh Abdul Aziz Bin Abdullah Bin Baaz rahimahullah Ta’ala ditanya,

“Sebahagian orang berkata, apabila kamu melihat ada seorang muslim yang minum atau makan kerana lupa di siang hari Ramadhan, maka engkau perlu mengingatkannya, kerana Allah yang memberinya makan dan minum sebagaimana disebutkan dalam hadis. Apakah ucapan ini benar?

Beliau menjawab:

“Barangsiapa melihat ada seorang muslim yang minum, makan, atau melakukan salah satu pembatal puasa lainnya di siang hari Ramadhan kerana lupa atau sengaja, maka wajib mengingkarinya. Kerana (melakukan perkara tersebut) di depan umum pada siang hari puasa merupakan bentuk kemungkaran; walaupun pelakunya adalah orang yang mendapat udzur ketika itu, (tujuannya adalah) agar orang-orang tidak berani secara terang-terangan melakukan pembatal puasa yang telah Allah haramkan pada siang hari puasa dengan alasan lupa.

Dan orang yang melakukan hal tersebut kerana lupa maka dia tidak perlu mengganti puasanya, berdasarkan sabda Nabi Sallallahu ‘alaihi wa Sallam,

 “Barangsiapa yang lupa dalam keadaan ia berpuasa, lalu ia makan atau minum, maka hendaklah ia menyempurnakan puasanya. Kerana sesungguhnya Allah yang memberinya makan dan minum.” Telah disepakati kesahihannya.

Demikian pula musafir, tidak boleh melakukan pembatal puasa secara terang-terangan di hadapan orang yang mukim yang tidak mengetahui keadaannya. Tetapi, hendaknya dia menyembunyikan hal tersebut agar dia tidak dituduh melakukan perkara yang Allah haramkan, dan agar tidak memancing orang lain melakukan hal tersebut.

Demikian pula bagi orang kafir, mereka dilarang menampakkan makan dan minum atau yang lainnya di antara kaum muslimin, untuk mencegah adanya sikap bermudah-mudahan dalam perkara ini, dan dikeranakan juga mereka dilarang menampakkan syi’ar agama mereka yang batil di antara kaum muslimin.

والله ولي التوفيق

Sumber: Majmu’ Fatawa Ibnu Baaz (15/255-256)

Diterjemahkan Oleh: Tim Warisan Salaf
Warisan Salaf menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama’ah
Channel kami https://bit.ly/warisansalaf
Situs Resmi http://www.warisansalaf.com

Melihat Seorang Melakukan Pembatal Puasa

Hukum Makan Minum Terang-terangan di Depan Umum Bagi Orang yang Tidak Berpuasa Ramadan Kerana Uzur

HUKUM MAKAN DAN MINUM TERANG-TERANGAN DI DEPAN UMUM BAGI ORANG YANG TIDAK BERPUASA RAMADHAN KARENA UDZUR
:: http://bit.ly/alistifadah ::

Asy Syaikh Al ‘Allamah ‘Abdul ‘Aziz bin ‘Abdillah bin Baz rahimahullah

Pertanyaan: “Sebagian wanita tidak berpuasa Ramadhan karena udzur syar’i, apakah mereka punya hak untuk makan dan minum secara terang-terangan di muka umum, atau hendaknya mereka makan secara tersembunyi walaupun itu bisa sampai lebih dari tiga kali waktu makan ?”

Jawapan: “Barangsiapa tidak berpuasa Ramadhan karena udzur maka hendaknya ia makan secara tersembunyi. Seperti seorang musafir yang tidak diketahui bahwa ia adalah musafir, atau seorang wanita yang tidak diketahui bahwa ia sedang haidh, hendaknya ia makan secara tersembunyi, minum secara tersembunyi, sehingga ia tidak tertuduh sebagai wanita yang bermudah-mudahan dalam urusan agama, dan supaya (musafir tadi) tidak tertuduh sebagai orang yang bermudah-mudahan terhadap perintah Allah”.

____
Link fatwa || http://www.binbaz.org.sa/noor/9823

***
Arsip WALIS » http://walis-net.blogspot.com/…/hukum-makan-dan-minum-teran…
Kritik dan saran » http://goo.gl/d0M01P
Faedah Lain » http://walis.salafymedia.com/

————————–
((خدمة فتاوى كبار العلماء))

حكم الأكل والشرب جهرا لمن أفطر في رمضـان لعذر ؟

▪سُئل الشَّـيخ العلّامـة بنُ بـازٍ-رَحِمهُ الله-:

❪📜❫ السُّــــ☟ـــؤَالُ:
• بعض النساء يفطرن في رمضان لعذرٍ شرعي، فهل لهن الحق في الأكل والشرب جهاراً، أم يأكلن سراً ولو أدى ذلك إلى أكثر من ثلاث وجبات؟

❪📜❫ الجَـــ☟ـــوَابُ:
”من أفطر في رمضان لعذر فإنه يفطر سراً، كالمسافر الذي لا يعرف أنه مسافر، والمرأة التي لا يعرف أنها حائض، يكون أكلها سراً وشربها سراً حتى لا تتهم بأنها متساهلة، وحتى لا يتهم الرجل بأنه متساهل بأمر الله“.
ــــ
📝المصــدَرُ :
http://cutt.us/294eE
➖♦➖♦➖♦➖
خدمة فتاوى كبار العلماء
للنشر

للإشتراك تيليخرام

https://goo.gl/RzFpKX

•••••••
🖲 Majmu’ah AL ISTIFADAH
🌍 http://bit.ly/tentangwalis
🛰 Telegram http://bit.ly/alistifadah JOIN
مجموعة الاستفادة
📆 Ahad, 14 Ramadhan 1437 H // 19 Juni 2016 M

Continue reading “Hukum Makan Minum Terang-terangan di Depan Umum Bagi Orang yang Tidak Berpuasa Ramadan Kerana Uzur”

Hukum Makan Minum Terang-terangan di Depan Umum Bagi Orang yang Tidak Berpuasa Ramadan Kerana Uzur

Mengurangkan Urusan Dunia Di Ramadan

Asy Syeikh Salih Al Fauzan hafidzahullah:

وعن شهرهم فلنتقي الله، ولنحذر من هذه الشواغل وهذه الأمور حتى أمور الدنيا حتى طلب الرزق الذي لا يحتاجه الإنسان طلب للتجارة، ينبغي للمسلم أن يخفف أن يخفه في هذا الشهر وأن يصرف جولا وقته في طاعة الله سبحانه وطلب الدنيا له وقت آخر وهذا الوقت يفوت، وأما طلب المال والكسب فهذا لا يفوت، فعلى المسلم أن يتنبه لذلك

“Hendaknya kita bertakwa kepada Allah, hendaknya kita berwaspada dari kesibukan-kesibukan duniawi, walaupun dalam hal mencari rezeki dari sesuatu yang bukan pokok dan utama seperti dalam urusan perdagangan. Hendaknya seorang muslim untuk mengurangi aktiviti keduniaan di bulan ini dan hendaknya mereka lebih banyak meluangkan waktunya untuk taat kepada Allah. Mencari dunia boleh pada waktu yang lain kerana waktu ini (Ramadan) akan luput, adapun (waktu) mencari harta ini tidak akan luput, maka hendaknya seorang muslim memperhatikan akan hal ini.”

Sumber: http://www.alfawzan.af.org.sa/node/12980
Telegram: https://bit.ly/Berbagiilmuagama
Alih bahasa: Abu Arifah Muhammad Bin Yahya Bahraisy

Mengurangkan Urusan Dunia Di Ramadan

Bulan Ramadan Bulan Kaum Dermawan

Asy Syeikh Al Utsaimin rahimahullah:

“Kaum muslimin sekarang sedang menyambut bulan ramadhan, dan bulan ramadhan telah datang kepada mereka. Bulan ini adalah bulan untuk berbagi dan bermurah hati untuk memberi. Yang mana Nabi Sallallahu alaihi wa sallam adalah paling dermawannya manusia dan beliau lebih dermawan lagi ketika di bulan ramadhan ketika Jibril menemui beliau dan mengajarinya Al Qur’an, dan sungguh Rasulullah sallallahu alaihi wa sallam lebih pemurah dari angin yang bertiup kencang.”

Sumber: Syarah Riyadhus Sholihin 3/407
Telegram: https://bit.ly/Berbagiilmuagama
Alih bahasa: Abu Arifah Muhammad Bin Yahya Bahraisy

Bulan Ramadan Bulan Kaum Dermawan

Ramadan Bagaikan Yusuf di antara Saudaranya

Berkata Al-Hafizh Ibnul Jauzi rahimahullah:

“Bulan (dalam setahun) ada dua belas seperti anak-anak Nabi Ya’qub ‘alaihis salam, dan bulan Ramadhan laksana Yusuf diantara saudara-saudaranya. Sebagaimana sejatinya Yusuf adalah anak kesayangan Nabi Ya’qub maka demikian halnya dengan Ramadhan adalah bulan yang paling dikasihi oleh (Allah) Yang Maha Mengetahui Perkara yang ghaib.

Datang saudara-saudara Yusuf bersandar kepadanya untuk menutupi kekurangan dan menghilangkan kerosakan; setelah sebelumnya mereka menjadi orang-orang yang berbuat kesalahan dan penyimpangan maka Yusuf pun menempatkan mereka dengan baik dan memperbaiki keadaan mereka serta memberikan mereka makan dari kelaparan dan juga mengizinkan mereka untuk datang kembali, sehingga yang satu dapat menutup celah yang dua belas maka demikian halnya dengan bulan Ramadhan kita berharap Ramadhan dapat menutupi apa yang terluputkan oleh kita padanya di bulan-bulan yang lain dan kita dapat memperbaiki padanya hal-hal yang rosak sehingga ditutupkan bagi kita dengan kebahagiaan dan kegembiraan.

Dan isyarat lainnya; kembalinya penglihatan Ya’qub tatkala mendapatkan aroma Yusuf dan jadilah setelah kelemahan menjadi kuat, setelah buta menjadi dapat melihat dan demikian halnya dengan pelaku maksiat apabila dia mencium aroma Ramadhan.”

Bustan Al-Wa’izhin wa Riyadh As-Sami’in, Ibnul Jauzi hal: (231) Continue reading “Ramadan Bagaikan Yusuf di antara Saudaranya”

Ramadan Bagaikan Yusuf di antara Saudaranya

Memberi Khabar Gembira Datangnya Ramadan

Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu berkata: adalah Rasulullah sallallahu memberikan kabar gembira kepada para sahabatnya akan datangnya Ramadhan dengan mengatakan:

« قَدْ جَاءَكُمْ رَمَضَانُ شَهْرٌ مُبَارَكٌ افْتَرَضَ اللَّهُ عَلَيْكُمْ صِيَامَهُ تُفْتَحُ فِيهِ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ وَيُغْلَقُ فِيهِ أَبْوَابُ الْجَحِيمِ وَتُغَلُّ فِيهِ الشَّيَاطِينُ فِيهِ لَيْلَةٌ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ مَنْ حُرِمَ خَيْرَهَا قَدْ حُرِمَ»

“Sungguh telah datang pada kalian bulan Ramadhan bulan mubarok (penuh keberkahan), Allah mewajibkan bagi kalian puasa, di dalamnya dibuka pintu syurga dan ditutup pintu neraka jahim, dibelenggu syaitan, selain itu di dalamnya ada malam yang lebih baik dari 1000 bulan, barangsiapa yang diharamkan kebaikannya maka sungguh dia telah diharamkan.”

Hadits dishahihkan oleh Al-Albani dalam Shahih At-Targhib (1/490). Continue reading “Memberi Khabar Gembira Datangnya Ramadan”

Memberi Khabar Gembira Datangnya Ramadan

Dua Jihad di Bulan Ramadan

Al-Imam al-Hafizh Ibnu Rajab rahimahullahu ta’ala berkata :

“Ketahuilah bahwasanya seorang mukmin itu akan terkumpul baginya di bulan ramadhan dua jihad pada dirinya: Jihad siang hari dengan puasa dan jihad malam hari dengan qiyamullail (solat malam). Barangsiapa mengumpulkan di antara dua jihad ini, dan menunaikan hak-hak keduanya, serta bersabar atas keduanya (dalam mengerjakan keduanya) maka ia akan mendapatkan pahalanya dengan tanpa batas.”

Lathaaiful Ma’aarif hal. 171

Continue reading “Dua Jihad di Bulan Ramadan”

Dua Jihad di Bulan Ramadan

Pasukan Syaitan di Bulan Ramadan

Berkata Al-‘Allamah Soleh Al-Fawzan hafizhahullah:

“Apabila Ramadhan tiba maka senyatanya pasukan syaitan menghadiri acara-acara yang membuat fitnah yang dapat memalingkan manusia dari bulan ini dengan mempersiapkan berbagai acara yang merosak, jenaka, bersambung dan berbagai pertunjukan sandiwara yang dapat membawa pendengaran manusia, penglihatan mereka kepada acara-acara tersebut dalam keadaan mereka mengatakan ‘kami berpuasa’? Mereka berpuasa dari makan dan minum akan tetapi mereka tidak berpuasa dari apa-apa yang telah diharamkan Allah!”

Audio dapat didengar di: http://bit.ly/22yHu0w

Continue reading “Pasukan Syaitan di Bulan Ramadan”

Pasukan Syaitan di Bulan Ramadan

Janganlah Masuk Ramadan Dengan Hati Yang Lalai

Al Hafizh Ibnu Rojab rahimahullaahu berkata,

“Wahai orang yang telah lama menghilang dari kami! Sungguh telah dekat datangnya hari-hari untuk perbaikan.

Wahai orang yang terus menerus dalam kerugian! Sungguh sebentar lagi akan datang hari-hari jual beli yang penuh dengan keuntungan.

Barang siapa yang tidak mendapatkan keuntungan pada bulan ini -bulan Ramadhan-, maka pada waktu bila lagi dia akan mendapatkan keuntungan?

Barang siapa yang tidak mendekatkan diri kepada Allah azza wajalla -sebagai Pelindungnya- pada bulan tersebut, maka dia senantiasa dalam keadaan dijauhkan.

Berapa kali dikumandangkan kepadamu حي على الفلاح (marilah kita menuju kemenangan/keberhasilan), namun engkau menjadi seorang yang merugi.

Berapa kali engkau diajak kepada kebaikan namun engkau terus menerus berada di dalam lembah kerosakan.

Betapa banyak orang yang berangan-angan untuk berpuasa di bulan Ramadhan, namun dia tertipu oleh angan-angannya -dengan dia menunda-nunda puasa tersebut- hingga dia masuk ke dalam kegelapan alam kubur sebelum dia sempat berpuasa di bulan tersebut.

Betapa banyak orang yang menghirup udara segar di pagi hari, namun dia tidak mampu menyempurnakan harinya. Dan orang yang berharap bertemu dengan esok hari, namun dia tidak mampu mendapatkannya.

Sungguh apabila kalian mengetahui ajal (waktu usiamu di dunia) dan jaraknya -yang sangat pendek- dengan yakin, nescaya engkau akan marah dan benci kepada angan-angan dan berbagai macam tipu dayanya.”

(Latoiful Ma’arif, hal. 281)

Continue reading “Janganlah Masuk Ramadan Dengan Hati Yang Lalai”

Janganlah Masuk Ramadan Dengan Hati Yang Lalai

Ucapan Ramadan Karim

Asy-Syaikh Soleh al-Fauzan hafizhahullah ditanya : Ucapan “Ramadhan Karim”, bukankah Al-Karim adalah Allah Jalla wa Ala?”

Jawapan: “Ucapan tersebut tidak ada asal usulnya (dalam agama ini), ucapan mereka “Ramadhan Karim” tidak ada asal usulnya. Adapun ucapan “Ramadhan Syarif (Mulia)”, “Ramadhan Mubarak”, “Ramadhan Azhim (Agung)” adalah sifat-sifat yang bersumber dari hadis-hadis (Nabawi). Lafadz Azhim, Mubarak, Syarif, maka tidaklah mengapa. Adapun lafadz “Karim” aku tidak mengetahui berasal dari mana.

(Link)

Ucapan Ramadan Karim