UBAT MUJARAB

🍊🍒🍏 OBAT MUJARAB

📜 Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda :

“Barangsiapa ditimpa

kegundahan
kesedihan
kesakitan
atau kesulitan

lantas mengucapkan,

اللهُ رَبِّي لَا شَرِيكَ لَهُ

“Allah adalah Rabb-ku, tiada sekutu bagi-Nya.”

Niscaya Allah hilangkan hal itu darinya.”

📚 Shahih al Jami’ no. 6040

┉┉✽̶»̶̥»̶̥✽̶┉┉

قال رسول الله ﷺ :

– من أصابه همّ أو غمّ أو سقم أو شدّة

فقال:

الله ربي لا شريك له

كشف ذلك عنه.

📚 صحيح الجامع (6040)

@AlushulAtstsalatsah

📝💻 Majmu’ah Hikmah Salafiyyah ||  https://t.me/hikmahsalafiyyah

🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃

Advertisements
UBAT MUJARAB

DOANYA ORANG YANG KESUSAHAN

🔊🔊💦💧💧
DOANYA ORANG YANG KESUSAHAN

💺 Asy Syeikh Sholih Al Fauzan hafidzohullah :

(ففي حالة الاضطرار الله يستجيب للمضطر حتى ولو كان من الكفار)

💐 Disaat darurat Allah mengabulkan doanya orang yang sangat susah tadi walaupun dari orang kafir.
………………………………

http://www.alfawzan.af.org.sa/ar/node/15179
~~~~
📠 Dikutip dari channel @berbagiilmuagama

🚀 Dipublikasikan oleh:
👉🏿 http://bit.ly/websiteTIC
👉🏿 http://bit.ly/telegramTIC

📚 WA Tholibul Ilmi Cikarang
_______

DOANYA ORANG YANG KESUSAHAN

Hikmah Kaya dan Miskin

Al-Imam al-Hasan al-Bashri rahimahullah mengatakan,

“Seandainya Allah ‘azza wa jalla menghendaki, Dia menjadikan kalian semua sebagai orang kaya, tiada seorang fakir pun di antara kalian. Seandainya Allah ‘azza wa jalla menghendaki pula, Dia menjadikan kalian semua sebagai orang fakir, tiada seorang kaya pun di antara kalian. Akan tetapi, Allah ‘azza wa jalla hendak menguji sebahagian kalian dengan sebahagian yang lain, agar Dia melihat apa yang kalian perbuat. Kemudian Allah ‘azza wa jalla menunjuki para hamba-Nya kepada akhlak yang mulia.

Dia ‘azza wa jalla berfirman,

“Dan mereka mengutamakan (orang-orang Muhajirin), atas diri mereka sendiri. Sekalipun mereka memerlukan (apa yang mereka berikan itu). Siapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya, mereka itulah orang-orang yang beruntung’.” (al-Hasyr: 9)

Beliau rahimahullah juga mengatakan,

“Dahulu kami menganggap bahawa orang yang bakhil di antara kami ialah orang yang meminjamkan dirham kepada saudaranya. Sebab, dahulu kami bermuamalah dengan kebersamaan dan mendahulukan kepentingan orang lain. Demi Allah, sungguh, salah seorang yang pernah aku lihat dan aku bersahabat dengannya, membelah izar (pakaian bahagian bawah, semacam sarung, -pent.)nya lantas memberikannya kepada saudaranya….”

(Mawa’izh al-Hasan al-Bashri, hlm. 65—66)

Hikmah Kaya dan Miskin