Hakikat Syukur Nikmat

Asy-Syaikh Muhammad Bazmul hafizhahullah berkata:

“Syukur nikmat memiliki lima rukun: Rukun Pertama: Mengakui nikmat dan menyaksikannya. Rukun Kedua: Mengakui yang memberi nikmat. Rukun Ketiga: Mengakui pihak yang menjadi sebab sampainya nikmat itu kepadamu. Rukun Keempat: Menggunakan nikmat tersebut pada hal-hal yang membuat redha pemberi nikmat (Allah Azza wa Jalla). Rukun Kelima: Menceritakan nikmat tersebut jika aman dari fitnah dan kedengkian.

Manusia ramai yang tertipu ketika Allah memberikan nikmat kepada mereka, dan termasuk nikmat yang manusia banyak tertipu padanya adalah kesihatan dan waktu luang.

Engkau boleh menjumpai orang yang badannya sihat namun dia tidak memanfaatkan kesihatannya untuk hal-hal yang diredhai oleh Allah. Demikian juga engkau boleh menjumpai orang yang memiliki waktu luang namun dia menyia-nyiakannya dan tidak menggunakannya untuk ketaatan kepada Allah dan mencari redha-Nya, bahkan dia justru berusaha -kata mereka- memotong waktu dan membunuh waktu dengan melakukan hal-hal yang tidak bermanfaat di dunia dan tidak pula bermanfaat di akhirat berupa perkara yang sia-sia. Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un.”

🌍 https://twitter.com/momalbaz/status/722564434695036929

⚪ WhatsApp Salafy Indonesia
⏩ Channel Telegram || http://bit.ly/ForumSalafy
🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹

Hakikat Syukur Nikmat

Tanda-tanda Kebahagiaan

Berkata Al-Imām As-Syāthibi råhimahulläh Ta’āla:

“Di antara tanda-tanda kebahagiaan atas seorang hamba ialah: dimudahkan baginya ketaatan, menepati sunnah dalam perbuatan-perbuatannya, pertemanannya dengan orang-orang soleh, baik akhlaknya bersama saudara-saudaranya, mencurahkan kebaikannya bagi semua makhluk, perhatiannya terhadap kaum muslimin, dan pandai menjaga waktunya.”

Al-I’tishäm (2/152).

Continue reading “Tanda-tanda Kebahagiaan”

Tanda-tanda Kebahagiaan