JANGAN BOSAN BERISTIGHFAR

🍀🌷💐
JANGAN BOSAN BERISTIGHFAR
«»«»«»«»«»«»«»«»«

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda :

إن الشيطان قال: وعزتك يا رب لا أبرح أغوي عبادك ما دامت أرواحهم في أجسادهم فقال الرب: وعزتي وجلالي لا أزال أغفر لهم ما استغفروني

🔥 “Sesungguhnya syaithan berkata,

🌵 “Demi Kemuliaan-Mu wahai Rabb, Aku tidak akan berhenti menyesatkan hamba-hamba-Mu selama roh masih berada di jasad-jasad mereka.”

📖 Allah subhanahu wata’ala berfirman,

🌿 “Demi Kemuliaan dan Keagungan-Ku, Aku akan senantiasa ampuni mereka, selama mereka memohon ampun kepada-Ku.”

📚 Sumber: Shahih al-Jami’ ash-Shaghir, hadits no.1648

#istighfar #ampunan #kesesatan
〰〰〰〰〰〰
🌷📝 Kajian Islam Al-Husna
Mengajak Anda berbagi untuk sesama dengan menebarkan ilmu agama
📲 Mari bergabung di channel kami http://telegram.me/KajianIslamAlHusna
🌏 Situs resmi http://www.salafykediri.com

Advertisements
JANGAN BOSAN BERISTIGHFAR

GEMPA BUMI ADALAH PERINGATAN DARI ALLAH, BUKAN KEHENDAK ALAM!!

💥⚠️⛔️🔥 GEMPA BUMI ADALAH PERINGATAN DARI ALLAH, BUKAN KEHENDAK ALAM!!

✍🏼 Al-Imam Ibnu Qayyim al-Jauziyyah rahimahullah berkata:

أذن الله سبحانه لها –أي للأرض– في الأحيان بالتنفس، فتحدث فيها الزلازل العظام، فيحدث من ذلك لعباده الخوف والخشية والإنابة والإقلاع عن معاصيه والتضرع إليه والندم، كما قال بعض السلف وقد زلزلت الأرض: إن ربكم يستعتبكم.

“Allah Subhanahu wa Ta’ala mengizinkan untuknya –maksudnya bumi– kadang-kadang untuk bernafas, lalu muncullah gempa besar padanya, dari situ timbullah rasa takut, taubat, berhenti dari kemaksiatan, merendahkan diri kepada-Nya, dan penyesalan pada diri hamba-hamba-Nya, sebagaimana yang dikatakan oleh sebagian ulama Salaf ketika terjadi gempa bumi, “Sesungguhnya Rabb kalian menginginkan agar kalian bertaubat.”

📚 Miftah Daaris Sa’adah, jilid 2 hlm. 630

🌍 Sumber || https://twitter.com/HeshamAlhosani/status/929815627518406663

⚪️ WhatsApp Salafy Indonesia
 Channel Telegram || http://telegram.me/forumsalafy

💎💎💎💎💎💎💎💎💎

GEMPA BUMI ADALAH PERINGATAN DARI ALLAH, BUKAN KEHENDAK ALAM!!

JANGAN PUTUS ASA DARI RAHMAT ALLAH, KARENA ITU MERUPAKAN DOSA BESAR

Asy-Syaikh Dr. Muhammad Ghalib hafizhahullah berkata:

‏اليأس والقنوط بسبب الذنب قد يكون أعظم من الذنب نفسه، وربّ ذنب أحدث انكسارا في النفس وإقبالا على الله كان أثره على العبد أعظم من بعض الطاعات.

“Putus asa disebabkan karena dosa terkadang lebih besar dibandingkan dosa itu sendiri, dan betapa banyak sebuah dosa memunculkan rasa hancur dalam hati dan membuat seorang hamba menghadap kepada Allah, sehingga pengaruhnya terhadap seorang hamba lebih besar dibandingkan dengan sebagian amal ketaatan.”

Sumber || https://twitter.com/m_g_alomari/status/873672925215379456

WhatsApp Salafy Indonesia
Channel Telegram || http://bit.ly/ForumSalafy

JANGAN PUTUS ASA DARI RAHMAT ALLAH, KARENA ITU MERUPAKAN DOSA BESAR

MENGAPA TAUBAT JUGA DIBUTUHKAN SETELAH MELAKUKAN KETAATAN

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah berkata:

‏فإن العبد لو اجتهد مهما اجتهد لا يستطيع أن يقوم لله بالحق الذي أوجبه عليه، فما يسعه إلا الاستغفار والتوبة عقيب كل طاعة.

“Sesungguhnya seorang hamba seandainya dia bersungguh-sungguh bagaimanapun kesungguhannya, dia tidak akan mampu menunaikan hak Allah dengan sebenarnya sesuai yang Dia wajibkan atasnya, sehingga tidak ada pilihan lain baginya kecuali istighfar dan taubat setelah melakukan setiap ketaatan.”

Majmu’ul Fatawa, jilid 10 hlm. 580

Sumber: https://twitter.com/ibn__taimiah/status/687120365290713088

WhatsApp Salafy Indonesia
Channel Telegram || http://bit.ly/ForumSalafy

MENGAPA TAUBAT JUGA DIBUTUHKAN SETELAH MELAKUKAN KETAATAN

ISTIGHFARNYA PARA PENDUSTA

Syaikh Shalih Fauzan bin Abdillah Al-Fauzan hafizhahullah

وأما الذي يقول: أستغفرُ الله بلسانه وهو مقيمٌ على المعاصي_بأفعاله فهو كذابٌ لا ينفعُهُ الإستغفار

Dan adapun yang mengatakan: Astaghfirullah dengan lisannya, dalam keadaan dia terus berbuat maksiat dengan perbuatannya, maka dia adalah pendusta, istighfarnya tidak bermanfaat.

Fudhail bin Iyadh rahimahullah berkata:

استغفارٌ بِلاَ إقلاعٍ توبةُ الكذابينَ

“Istighfar tapi tidak meninggalkan dosa adalah taubatnya para pendusta.”

Yang lainnya mengatakan:

استغفارُنا يحتاجُ إلى استغفارٍ

“Istighfar kita masih membutuhkan istighfar lagi.”

يعني أنَّ منِ استغفرَ ولم يترُكِ المعصية فاستغفارهُ ذنبٌ يحتاجُ إلى استغفار فلننظر في حقيقةِ استغفارنا لئلاَّ نكونَ من الكذابينَ الذين يستغفرونَ بألسنتهم وهم مقيمونَ على معاصيهم »

Yakni, sesungguhnya orang yang beristighfar tapi tidak meninggalkan maksiat, maka istighfarnya merupakan sebuah dosa yang butuh kepada istighfar. Maka hendaknya kita melihat kepada istighfar kita, agar kita tidak menjadi para pendusta, yang mana mereka beristighfar dengan lisan mereka, tapi mereka terus melakukan maksiatnya.

[Al-Khuthab Al-Mimbariyyah fil Munasabat Al-Ashriyyah. 1/226]

Sumber || http://soo.gd/Cq04

WhatsApp Salafy Indonesia
Channel Telegram || http://bit.ly/ForumSalafy

ISTIGHFARNYA PARA PENDUSTA

Kemuliaan dan Kemenangan Kaum Muslimin

Al-‘Allamah Rabi’ bin Hadi al-Madkhali hafizhahullah,

“Apabila kaum muslimin menginginkan ‘izzah (kemuliaan) dan kemenangan maka di sana ada sesuatu yang harus direalisasikan, yaitu iman dan tauhid, serta hal-hal yang mengiringi keduanya. Jika tidak, maka tidak ada kemenangan. Bahkan para musuh akan terus menguasai mereka (kaum muslimin), selama mereka masih terus menentang dan sombong tidak mahu bertaubat kepada Allah, tidak mahu ingat, dan tidak mahu kembali.”

Asbab an-Nushrah wa at-Tamkin wa Sabiil an-Nuhudh, dari al-Majmu’ ar-Raa’iq, hal. 406

Lihat
http://www.manhajul-anbiya.net/kemuliaan-dan-kemenangan-kaum-muslimin/
Majmu’ah Manhajul Anbiya
Join Telegram https://tlgrm.me/ManhajulAnbiya
Situs Resmi http://www.manhajul-anbiya.net

 

Kemuliaan dan Kemenangan Kaum Muslimin

Tanda-tanda Taubat

Berkata Syaqiq Al-Balkhi rahimahullah:

“علامة التوبة : البكاء على ما سلف، والخوف من الوقوع في الذنب، وهجران إخوان السوء ، وملازمة الأخيار”(نزهة الفضلاء / 711) .

“Tanda bertaubat adalah: menangisi apa yang telah lalu, takut terjatuh ke dalam perbuatan dosa, meninggalkan teman-teman buruk, dan senantiasa bersama orang-orang baik.”

(Nuzhatul Fudhalaa’:711)

https://telegram.me/Askarybinjamal/273

Tanda-tanda Taubat