KEUTAMAAN SIFAT TAWADHU

‘Aisyah radhiyallahu ‘anha berkata

إنكم تغفلون عن أفضل العبادات، التواضع.

“Sesungguhnya kalian telah lalai dari ibadah yang paling utama, yaitu tawadhu (rendah hati).”

(az-Zuhd karya al-Imam Ahmad hlm. 267)

WhatsApp Salafy Indonesia
Channel Telegram || http://bit.ly/ForumSalafy

Advertisement
KEUTAMAAN SIFAT TAWADHU

Mentaati Kebaikan

SEBUAH KISAH KETAWADHUAN ULAMA TENTANG TAHIYYATUL MASJID

Berkata Al-Allamah Ibnu Abdil Barr Al-Maliki pada kitab Tamhid (5/94) tatkala beliau berbicara tentang tahiyyatul masjid.

“Aku mendengar lebih dari seorang guruku berkisah bahwasanya Ghozi ibnu Qois tatkala rihlah (berpergian) ke kota madinah ; Beliau mendengar (‘ilmu,pent) dari Malik dan membacakan kepada Nafi Al-Qori.

Continue reading “Mentaati Kebaikan”

Mentaati Kebaikan

Kami Orang yang Miskin

Berkata Al Imam Ahmad -rohimahullahu-:

“Kami adalah orang orang yang miskin (tidak memiliki apa-apa untuk dibanggakan), seandainya Allah tidak menutupi (kesalahan-kesalahan kami) nescaya akan tersingkap (hakikat) kami”

Hilyah milik Abi Na’im jilid 9/ hal. 181

ﻗﺎﻝ اﻹﻣﺎﻡُ ﺃﺣﻤﺪ -ﺭﺣﻤﻪ ﺍﻟﻠﻪ- :

” ﻧَﺤﻦ ﻗﻮﻡٌ ﻣﺴﺎﻛِﻴﻦ ، ﻟﻮﻟَﺎ ﺳِﺘﺮ ﺍﻟﻠﻪ ﻷﻓﺘُﻀﺤﻨَﺎ “.

‏[ﺍﻟﺤﻠﻴﺔ ﻷﺑﻲ ﻧَﻌﻴﻢ ‏( 9/181 )]

Kami Orang yang Miskin

Pabila Dia Datang Memohon Maaf

Ibn al-Qayyim rahimahullah berkata,

“Barangsiapa berbuat keburukan padamu, lalu ia datang meminta maaf, maka sungguh sifat tawadhu’ (merendah diri) telah diwajibkan ke atasmu untuk menerima uzurnya (permohonan maafnya). Adapun hakikat sebenarnya yang tersembunyi hendakhlah dipasrahkan kepada Allah Ta’ala.”

Tahdzibul Madarij (2/687)

قال ابن القيم رحمه الله:

من أساء إليك ثم جاء ليعتذر فإن التواضع يوجب عليك قبول معذرته وتكل سريرته إلى الله تعالى

تهذيب المجارج 2687/

Pabila Dia Datang Memohon Maaf