Tujuan Hidup Kerana Dunia

Daripada Zaid Bin Thabit, radiyallahu anhu berkata, Rasulullah sallallahu alaihi wasallama bersabda,
عن زيد بن ثابت قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ كَانَتْ الدُّنْيَا هَمَّهُ فَرَّقَ اللَّهُ عَلَيْهِ أَمْرَهُ وَجَعَلَ فَقْرَهُ بَيْنَ عَيْنَيْهِ وَلَمْ يَأْتِهِ مِنْ الدُّنْيَا إِلَّا مَا كُتِبَ لَهُ وَمَنْ كَانَتْ الْآخِرَةُ نِيَّتَهُ جَمَعَ اللَّهُ لَهُ أَمْرَهُ وَجَعَلَ غِنَاهُ فِي قَلْبِهِ وَأَتَتْهُ الدُّنْيَا وَهِيَ رَاغِمَةٌ
Barangsiapa tujuan hidupnya adalah dunia, maka Allâh akan mencerai-beraikan urusannya, menjadikan kefakiran di kedua pelupuk matanya, dan ia tidak mendapatkan dunia kecuali menurut ketentuan yang telah ditetapkan baginya. Barangsiapa yang niat (tujuan) hidupnya adalah negeri akhirat, Allâh akan mengumpulkan urusannya, menjadikan kekayaan di hatinya, dan dunia akan mendatanginya dalam keadaan hina. ”
Sunan Ibn Majah, Kitab Zuhd, Tujuan Hidup kerana Dunia, 4105
Tujuan Hidup Kerana Dunia

Keadaan Penuntut Ilmu Dulu dan Sekarang

Ibnu Qutaibah rahimahullah (wafat 236H, -ed.) berkata:

“Dahulu seorang penuntut ilmu mendengarkan ilmu dengan tujuan untuk mengetahui, mengetahui untuk diamalkan, dan mempelajari agama Allah untuk mengambil manfaat dan memberi manfaat orang lain.

Sementara sekarang ini [*] telah berubah niatnya menjadi; mendengar ilmu untuk mengumpulkan sebanyak-banyaknya, mengumpulkan agar dikenal, dan menghafal agar boleh mengalahkan orang lain dan membanggakan diri.”

[Al-Madkhal al-Mufashshal, jilid 1 hlm. 13]

[*] Ini di masa Ibnu Qutaibah, lalu bagaimana di zaman kita saat ini, -pent.

Continue reading “Keadaan Penuntut Ilmu Dulu dan Sekarang”

Keadaan Penuntut Ilmu Dulu dan Sekarang

Seakan-akan Kita Diciptakan untuk Dunia

Ummu Abdillah Al-Wadi’iyyah berkata,

“Seakan-akan kita diciptakan hanya untuk dunia, untuk makan, minum dan sia-sia, lalu kita tidak menunaikan apa yang diinginkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala, bahkan kita tenggelam ke dalam perkara yang sebaliknya, maka janganlah kita tertipu oleh dunia, kerana umur kita ini sangatlah pendek.

Sungguh baik orang yang mengatakan:

العمر أقصر مدة           من أن يضيع في الحساب
فاغتنموا ساعته                 فمرورها مر السحاب

Umur itu sangatlah pendek masanya, daripada untuk disia-siakan dalam al-Hisaab (perhitungan),
Maka manfaatkanlah waktu-waktunya, Kerana berjalannya waktu itu bak berjalannya as-Sahab (awan di langit).

Bahkan dunia itu sendiri sangatlah singkat.”

Naseehati Lin-Nisaa, Ummu Abdillah Al-Wadi’iyyah

Seakan-akan Kita Diciptakan untuk Dunia

Seolah Mereka Diciptakan Untuknya Padahal Dia Diciptakan Untuk Mereka

Berkata Syaikh Al-Utsaimin rahimahullah berkata:

Oleh kerana itu kita katakan:

Sesungguhnya manusia ketika dunia dibukakan atas mereka.

Kemudian mereka menjadi melihat kepada dunia, mereka akan mendapatkan kerugian akhirat seukuran mereka mendapatkan keuntungan dunia. Nabi sallallahu alaihi wasallama bersabda:

Ertinya: “Demi Allah, bukanlah kefakiran yang paling aku takutkan atas kalian.”

Continue reading “Seolah Mereka Diciptakan Untuknya Padahal Dia Diciptakan Untuk Mereka”

Seolah Mereka Diciptakan Untuknya Padahal Dia Diciptakan Untuk Mereka