Ucapan Ketika Suatu Yang Menyenangkan dan Ketika Ditimpa Musibah

🌹🌷🔹SILSILAH FAWAID MUHIMMAH🔹🌷🌹

🚫‼️LAFADZ-LAFADZ YANG TERLARANG (1)🚫‼️

⚠️❌LAFAZH :

الحمد لله الذي لا يحمد على مكروه سواه

❌Artinya : “Alhamdulillah (segala puji bagi Allah) yang tidaklah ada sesuatupun yang dipuji dalam keadaan yang dibenci kecuali hanya Allah”

👉Berkata Asy Syaikh Badr bin Muhammad Al Anazi, Hafizhahullah :

💯“Adalah wajib bagi setiap muslim, jika tertimpa musibah untuk dia mengucapkan :

«الْحَمْدُ لِلَّهِ عَلَى كُلِّ حَالٍ»

👍Artinya: “Segala puji bagi Allah dalam semua keadaan“

📚Seperti yang datang dari hadits “Aisyah radhiyallahu ‘anha, Rasulullah Shollallahu ‘alaihi wa sallam jika tertimpa oleh sesuatu yang menyenangkannya beliau mengatakan:

«الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي بِنِعْمَتِهِ تَتِمُّ الصَّالِحَاتُ»

☑️💎Artinya: Segala Puji Bagi Allah yang dengan nikmatnya sempurnalah perkara-perkara yang baik”

🌊⛈🌪Dan jika beliau ditimpa oleh yang sebaliknya maka beliau mengatakan :

«الْحَمْدُ لِلَّهِ عَلَى كُلِّ حَالٍ»

🔰Artinya: “Segala Puji Bagi Allah dalam semua keadaan“

📖(HR. Ibnu Sunni dalam Kitab Amal Al Yaumu wal Lailah 378, di shohihkan Al Hakim 1/499, dan dishohihkan oleh Asy Syaikh Al Albany dalam Silsilah Shohihah 265).

📡💡Berkata Asy Syaikh Al ‘Utsaimin rahimahullah, “Apa yang sering diucapkan manusia dizaman sekarang (yaitu ):

الحمد لله الذي لا يحمد على مكروه سواه

🚫”Alhamdulillah (segala puji bagi Allah ) yang tidaklah ada sesuatupun yang dipuji dalam keadaan yang dibenci kecuali hanya Allah”

💎🚫Adalah salah dan keliru, karena jika engkau katakan perkataan ini, maka ini berarti engkau membenci terhadap apa yang Allah takdirkan terhadap engkau, akan tetapi katakanlah seperti apa yang diucapkan oleh Nabi Shollallahu ‘alaihi wa sallam,

«الْحَمْدُ لِلَّهِ عَلَى كُلِّ حَالٍ»

👉💎🌹“Segala Puji Bagi Allah dalam semua keadaan “

✅Inilah yang benar dan ini adalah Sunnah yang datang dari Nabi Shollallahu ‘alaihi wa sallam”

📲🗂Sumber : https://telegram.me/baderAlbder

📝Alih bahasa oleh : Ustadz Abu Khuzaimah Al Fadanji Hafizhahullah

📮(Padang 23  Rabi’ul Awwal 1437 H, 4 Januari 2016)

🇸🇦🇸🇦🇲🇨🇲🇨
______________

سلسلة الألفاظ المنهية:(١١)

١- (الحمد لله الذي لا يحمد على مكروه سواه)

الواجب على المسلم إذا أصابته مصيبة أن يقول(الحمد لله على كل حال)
كما ورد ذلك في حديث عائشة رضي الله عنها قالت: كان النبي عليه الصلاة والسلام إذا أتاه ما يسره قال: (الحمد لله الذي بنعمته تتم الصالحات) وإذا أتاه ما يخالف ذلك قال: (الحمد لله على كل حال).
رواه ابن السني في عمل اليوم والليلة(٣٧٨)
والحاكم وصححه(١/٤٩٩)
وصححه الألباني في الصحيحة(٢٦٥)

قال العلامة ابن عثيمين في شرح الرياض(٤/٣١):
ما يقوله بعض الناس اليوم(الحمد لله الذي لا يحمد على مكروه سواه) فهو خطأ غلط ، لأنك إذا قلت: الحمد لله الذي لا يحمد على مكروه سواه فهو عنوان على أنك كاره لما قدره عليك ، ولكن قل كما قال النبي عليه الصلاة والسلام (الحمد لله على كل حال) هذا هو الصواب ، وهو السنة التي جاءت عن النبي عليه الصلاة والسلام.اهـ

_____________

Hashtag:
#lafadz_terlarang

Posting:
Senin, 4 Jan 2016
Jam 10.00 WIB

~~~~~~~~~~~~~~~~~~
📡🌍 Publikasi :
~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Link Access :
📟https://bit.ly/SilsilatusSholihinPadang
—————————
📮https://telegram.me/SilsilatusSholihin

====================
🇮🇩💫Ⓜ️Ma’had Silsilatus Sholihin Padang

Advertisements
Ucapan Ketika Suatu Yang Menyenangkan dan Ketika Ditimpa Musibah

JANGAN TERTIPU DENGAN PENAMPILAN SAJA

✋🏼⚠️📛💥 JANGAN TERTIPU DENGAN PENAMPILAN SAJA

✍🏼 Asy-Syaikh Muhammad bin Hady al-Madkhaly hafizhahullah berkata:

المرء لا يوزن ببِزَّتِه إنما يوزن بقوله النافع وعمله الصالح.

“Seseorang tidaklah dinilai dengan penampilannya, tetapi dinilai dengan ucapannya yang bermanfaat dan amalnya yang shalih.”

💽 Syarh Kasyful Kurbah, 21 Syawwal 1437 H

🌍 Sumber || https://twitter.com/munhajalsunna/status/757977609284313088

⚪️ WhatsApp Salafy Indonesia
⏩ Channel Telegram || http://telegram.me/ForumSalafy

💎💎💎💎💎💎💎💎💎💎💎💎

JANGAN TERTIPU DENGAN PENAMPILAN SAJA

Apa Makna Perkataan Imam Malik Rahimahullah: “Semua orang bisa diterima dan ditolak ucapannya kecuali yang ada di dalam kubur ini (Rosul ﷺ).”

Asy-Syaikh Doktor Shalih bin Fauzan bin Abdillah Al-Fauzan Hafizhahullah

Pertanyaan :

Penanya bertanya: Syaikh yang mulia, mudah-mudahan Allah memberikan taufiq kepada Anda. Apakah perkataan Imam Malik Rahimahullah : “Semua orang bisa diterima dan ditolak ucapannya kecuali yang ada di dalam kubur ini (Rosul ﷺ)” Apakah hal tersebut dalam masalah fiqhiyyah ijtihadiyyah saja ? dan tidak termasuk masalah aqidah ?

Jawaban :

“Masalah aqidah tidak ada khilaf padanya, bukan tempat untuk diterima dan ditolak, karena ia terjaga dan dibangun di atas tauqifiyyah (berdasarkan nash-nash syari’at-pent).

Akan tetapi hal tersebut terkait masalah fiqih. Siapapun bisa diterima ucapannya apabila sesuai dengan dalil, dan ditolak ucapannya apabila menyelisihi dalil.

Inilah yang dimaksud oleh Imam Malik Rahimahullah, na’am.”

Website Syaikh Hafizhahullah

ما معنى كلام الامام مالك -رحمه الله- : “كل يُؤخذ من كلامه ويُرد إلا صاحب هذا القبر” ؟
الشيخ الدكتور صالح بن فوزان بن عبد الله الفوزان حفظه الله
قول فضيلة الشيخ وفقكم الله : هل كلام الإمام مالك -رحمه الله- : “كل يُؤخذ من كلامه ويُرد إلا صاحب هذا القبر” ، هل هو في المسائل الفقهية الاجتهادية فقط دون المسائل العقدية ؟
الجواب : المسائل العقدية مافيها خلاف ، ماهي مجال للأخذ والرد ، لأنها مسلَّمة مبنية على التوقيف ، وإنما هذا في مسائل الفقه ، كلٌ يُؤخذ من قوله ما وافق الدليل ، ويُرد ما خالف الدليل ، هذا قصد الإمام مالك -رحمه الله- . نعم .
موقع الشيخ حفظه الله

Dengarkan audionya dibawah ini

CHANNEL TELEGRAM :
http://bit.ly/pencarialhaq1

Apa Makna Perkataan Imam Malik Rahimahullah: “Semua orang bisa diterima dan ditolak ucapannya kecuali yang ada di dalam kubur ini (Rosul ﷺ).”

Jangan Gunakan Lisanmu Untuk Menyakiti Saudaramu

Asy-Syaikh Shalih al-Fauzan hafizhahullah berkata:

فالمسلم يطهر لسانه من الكلام البذيء والجارح الذي يؤذي إخوانه.

“Seorang muslim yang baik akan membersihkan lisannya dari ucapan kotor dan melukai yang akan menyakiti saudara-saudaranya.”

Syarh Kitab al-Kabair, hlm. 426

Sumber || https://twitter.com/channel_moh/status/803162196947730433

WhatsApp Salafy Indonesia
Channel Telegram || http://bit.ly/ForumSalafy

Jangan Gunakan Lisanmu Untuk Menyakiti Saudaramu

Adab Ketika Mendengar Orang Lain Berbicara

Asy-Syaikh Abdurrahman as-Sa’dy rahimahullah berkata:

من الآداب الطيبة؛ إذا حدثك المحدث بأمر ديني أو دنيوي، ألا تنازعه الحديث إذا كنت تعرفه، بل تصغي إليه إصغاء من لا يعرفه ولم يمر عليه، وتريه أنك استفدته منه، كما كان ألباء الرجال يفعلونه. وفيه من الفوائد تنشيط المحدث وإدخال السرور عليه، وسلامتك من العجب بنفسك، وسلامتك من سوء الأدب، فإن منازعة المحدث حديثه من سوء الأدب.

“Diantara adab-adab yang baik; jika seseorang berbicara kepadamu tentang sebuah perkara agama atau dunia, jangan merebut pembicaraan darinya jika engkau telah mengetahuinya, bahkan hendaklah engkau mendengarkan dengan baik seperti orang yang belum mengetahuinya dan belum pernah melewatinya, dan tampakkanlah kepadanya bahwa engkau mendapatkan faedah darinya, sebagaimana yang dilakukan oleh orang-orang yang berakal.

Diantara faedah dari adab semacam ini adalah memberi semangat kepada orang yang berbicara dan memasukkan rasa senang ke dalam hatinya, engkau selamat dari perasaan ujub terhadap dirimu sendiri, dan engkau selamat dari adab yang buruk, kerana sesungguhnya merebut pembicaraan orang yang berbicara termasuk adab yang buruk.”

Ar-Riyadhun Nadhirah yang menjadi satu dalam Majmu’ Muallafatis Sa’dy, hlm. 276

WhatsApp Salafy Indonesia
Channel Telegram || http://bit.ly/ForumSalafy

Adab Ketika Mendengar Orang Lain Berbicara

Bahaya Lisan yang Tidak Terkendali

Al-Imam Ibnu Qayyim al-Jauziyyah rahimahullah berkata:

إنّ العبد ليأتي يوم القيامة بحسناتٍ أمثالِ الجبال، فيجد لسانه قد هدمها عليه كلَّها.

“Sesungguhnya seorang hamba ada yang benar-benar datang pada hari kiamat nanti dengan membawa kebaikan-kebaikan sebesar gunung-gunung, namun dia menjumpai lisannya telah menghancurkan kebaikannya itu semuanya.”

Ad-Da’ wad Dawa’, hlm. 375

Sumber || https://goo.gl/IoFp59
WhatsApp Salafy Indonesia
Channel Telegram || http://bit.ly/ForumSalafy

Bahaya Lisan yang Tidak Terkendali

Kalam Hikmah Ulama Ahlussunnah

Al-‘Allamah Rabi’ al-Madkhali hafizhahullah berkata:

“Demi Allah wahai anak-anakku, kita tidaklah sedang memerangi seorangpun. Kita tidak menginginkan politik. Kita tidak menginginkan kerajaan. Kita tidak menginginkan kedudukan. Demi Allah, andai kedudukan itu ditawarkan kepada kita, niscaya kita tidak akan menerimanya.

Kita sedang melindungi agama ini. Kita sedang melindungi manhaj yang benar yang bersumber dari Kitabullah dan Sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi was salam. Kita sedang memerangi berbagai khurafat dan kebid’ahan, khurafat-khurafat politik, dan berbagai kepalsuan politik yang menelantarkan (memalingkan) para pemuda umat dari prinsip wala wal bara’ kerana Allah, wali-wali-Nya, dan hamba-hamba-Nya yang soleh kepada muwalah (sikap taat) terhadap ahli khurafat dan ahli bid’ah yang rafidhah ada padanya.”

At-Tahdzir minl Fitan (hal. 90-91) cet. al-Miratsun Nabawi

Sumber : http://citt.us/twLC2
WhatsApp Salafy Indonesia
Channel Telegram || http://bit.ly/ForumSalafy

Continue reading “Kalam Hikmah Ulama Ahlussunnah”

Kalam Hikmah Ulama Ahlussunnah