APABILA ALLAH MENGHENDAKI KEBAIKAN UNTUK HAMBANYA

🌻🎍
BILA ALLAH MENGHENDAKI KEBAIKAN UNTUK HAMBANYA
➖➖➖➖➖➖
📔 Al-Imam Ibnul Qayyim rahimahullah berkata,

إذا أراد الله بعبد خيرا، جعله معترفا بذنبه ممسكا عن ذنب. غيره، جوادا بما عنده زاهدا فيما عند غيره، محتملا لأذى غيره. وإن أراد به شرا عكس ذلك عليه.

♻️ “Jika Allah menghendaki kebaikan untuk seorang hamba, maka Allah akan jadikan ia seorang yang:

🌸 Mengetahui dan mengakui dosanya sendiri,
🌸 Menahan diri dari melihat/mengungkit dosa orang lain,
🌸 Dermawan terhadap harta yang ia miliki,
🌸 Merasa cukup dan tidak butuh terhadap apa yang sudah dimiliki orang lain.
🌸 Sabar/menahan diri dari gangguan orang lain.

⚠️ “Namun jika Allah menghendaki kejelekan bagi seorang hamba, maka Allah jadikan dia memiliki sifat kebalikan dari sifat-sifat tersebut.”

📚 Sumber: Al-Fawaid, hal. 116

#dosa #dermawan #sabar #kebaikan
〰〰〰〰〰〰〰
🌷📝 Kajian Islam Al-Husna
Mengajak Anda berbagi untuk sesama dengan menebarkan ilmu agama
📲 Mari bergabung di channel kami http://telegram.me/KajianIslamAlHusna
🌏 Situs resmi http://www.salafykediri.com

APABILA ALLAH MENGHENDAKI KEBAIKAN UNTUK HAMBANYA

BACAAN YANG DISYARIATKAN SEBELUM DAN SETELAH BERWUDUK

💐📝 BACAAN YANG DISYARIATKAN SEBELUM DAN SETELAH BERWUDHU

Berwudhu adalah salah satu aktivitas ibadah yang merupakan bagian dari syarat sah shalat. Pada saat berwudhu’ ada 2 bacaan yang disyariatkan, yaitu sebelum berwudhu dan juga dzikir setelah berwudhu. Tidak ada bacaan lain yang disyariatkan selain dua hal tersebut di tengah-tengah proses wudhu’.

Sebelum berwudhu’, disyariatkan mengucap tasmiyah, yaitu: Bismillah.

لاَ صَلَاةَ لِمَنْ لَا وُضُوْءَ لَهُ وَلَا وُضُوْءَ لِمَنْ لَمْ يَذْكُرِ اسْمَ اللهِ عَلَيْهِ

Tidak ada sholat bagi yang tidak berwudhu, dan tidak ada wudhu bagi yang tidak menyebut Nama Allah padanya (H.R al-Hakim, dishahihkan oleh Syaikh al-Albaniy)

Sedangkan setelah selesai berwudhu’, disunnahkan membaca doa atau dzikir yang mengandung dua kalimat syahadat. Keutamaannya adalah dibuka 8 pintu surga dan dipersilakan untuk memasukinya melalui pintu mana saja yang dikehendaki.

مَا مِنْكُمْ مِنْ أَحَدٍ يَتَوَضَّأُ فَيُبْلِغُ أَوْ فَيُسْبِغُ الْوَضُوءَ ثُمَّ يَقُولُ أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُ اللَّهِ وَرَسُولُهُ إِلَّا فُتِحَتْ لَهُ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ الثَّمَانِيَةُ يَدْخُلُ مِنْ أَيِّهَا شَاءَ

Tidaklah ada seorang dari kalian yang berwudhu kemudian menyempurnakan wudhu’nya kemudian mengucapkan: ASYHADU AN LAA ILAAHA ILLALLAH WA ANNA MUHAMMADAN ABDULLAAHI WA ROSUULUH (Aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang haq kecuali Allah dan bahwasanya Muhammad adalah hamba Allah dan Rasul-Nya) kecuali akan dibukakan pintu Surga yang berjumlah delapan, dipersilakan untuk masuk melalui pintu mana saja (H.R Muslim dari Uqbah bin Amir)

Dzikir setelah selesai wudhu juga boleh dengan lafadz:

أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ اللَّهُمَّ اجْعَلْنِي مِنَ التَّوَّابِينَ وَاجْعَلْنِي مِنَ الْمُتَطَهِّرِينَ

Aku bersaksi bahwasanya tidak ada sembahan yang benar kecuali Allah satu-satunya, tidak ada sekutu bagi-Nya, dan aku bersaksi bahwasanya Muhammad adalah hamba-Nya dan Rasul-Nya. Ya Allah, jadikanlah aku termasuk orang-orang yang banyak bertobat dan jadikanlah aku termasuk orang-orang yang mensucikan dirinya (H.R atTirmidzi dari Umar bin al-Khoththob, dishahihkan Syaikh al-Albaniy)

Termasuk bacaan yang disunnahkan setelah selesai berwudhu adalah:

سُبْحَانَكَ اللهُمَّ، وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ، أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ

Maha Suci Engkau Ya Allah, (aku) memuji-Mu. Aku bersaksi bahwasanya tidak ada sembahan yang benar kecuali Engkau. Aku memohon ampunan dan bertobat kepada-Mu (H.R anNasaai)

Selain dua bacaan sebelum dan setelah berwudhu itu, tidak ada bacaan lain yang disyariatkan. Demikian yang dijelaskan oleh Ibnu Qoyyim al-Jauziyyah rahimahullah dalam Zaadul Ma’ad.

(Abu Utsman Kharisman)

💡💡📝📝💡💡
WA al I’tishom

BACAAN YANG DISYARIATKAN SEBELUM DAN SETELAH BERWUDUK

REZEKI

📚 REZEKI..…

Yang kerja keras belum tentu mendapat banyak.
Yang kerja sedikit belum tentu mendapat sedikit.

Karena sesungguhnya sifat Rezeki adalah mengejar, bukan dikejar.

Rezeki akan mendatangi,
bahkan akan mengejar,
hanya kepada orang yang pantas didatangi….

Maka, pantaskan dan patutkan diri untuk pantas di datangi, atau bahkan dikejar rezeki.
Inilah hakikat ikhtiar…

Setiap dari kita telah ditetapkan rezekinya sendiri-sendiri.

Karena ikhtiar adalah kuasa manusia, namun rezeki adalah kuasa Allah Azza Wajalla.

Dan manusia tidak akan dimatikan, hingga ketetapan rezekinya telah ia terima, seluruhnya.

Ada yang diluaskan rezekinya dalam bentuk harta,
Ada yang diluaskan dalam bentuk kesehatan,
Ada yang diluaskan dalam bentuk ketenangan, keamanan,
Ada yang diluaskan dalam kemudahan menerima ilmu,
Ada yang diluaskan dalam bentuk keluarga dan anak keturunan yang shalih,
Ada yang dimudahkan dalam amalan dan ibadahnya…
Dan yang paling indah, adalah diteguhkan dalam hidayah Islam…

Hakikat Rezeki bukanlah hanya harta, rezeki adalah seluruh rahmat Allah Ta’ala…

Adapun 8 JENIS REZEKI DARI ALLAH TA’ALA

🔻🔻🔻

1. Rezeki Yang Telah Dijamin.
‎وَمَا مِن دَابَّةٍ فِي الْأَرْضِ إِلَّا عَلَى اللَّهِ رِزْقُهَا وَيَعْلَمُ مُسْتَقَرَّهَا وَمُسْتَوْدَعَهَا كُلٌّ فِي كِتَابٍ مُّبِينٍ

“Tidak ada satu makhluk melatapun yang bergerak di atas bumi ini yang tidak dijamin ALLAH rezekinya.”
(Surah Hud : 6).

2. Rezeki Karena Usaha.

‎وَأَن لَّيْسَ لِلْإِنسَانِ إِلَّا مَا سَعَى

“Tidaklah manusia mendapatkan apa-apa kecuali apa yang dikerjakannya.”
(Surah An-Najm : 39).

3. Rezeki Karena Bersyukur.

‎لَئِن شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ وَلَئِن كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ

“Sesungguhnya jika kamu bersyukur pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu.”
(Surah Ibrahim : 7).

4. Rezeki Tak Terduga.

‎وَمَن يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَل لَّهُ مَخْرَجًا( ) وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ

“Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan menjadikan baginya jalan keluar dan memberi nya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangkanya.”
(Surah At-Thalaq : 2-3).

5. Rezeki Karena Istighfar.

‎فَقُلْتُ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ إِنَّهُ كَانَ غَفَّارًا ( ) يُرْسِلِ السَّمَاءَ عَلَيْكُم مِّدْرَارًا

“Beristighfarlah kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun, pasti Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan memperbanyak harta.”
(Surah Nuh : 10-11).

6. Rezeki Karena Menikah.

‎وَأَنكِحُوا الْأَيَامَىٰ مِنكُمْ وَالصَّالِحِينَ مِنْ عِبَادِكُمْ وَإِمَائِكُمْ إِن يَكُونُوا فُقَرَاءَ يُغْنِهِمُ اللَّهُ مِن فَضْلِهِ

“Dan nikahkanlah orang-orang yg masih membujang di antara kamu, dan juga orang-orang yang layak dari hamba sahayamu baik laki-laki dan perempuan. Jika mereka miskin, maka Allah akan memberikan ke- cukupan kepada mereka dengan kurnia-Nya.”
(Surah An-Nur : 32).

7. Rezeki Karena Anak.

‎وَلَا تَقْتُلُوا أَوْلَادَكُمْ خَشْيَةَ إِمْلَاقٍ نَّحْنُ نَرْزُقُهُمْ وَإِيَّاكُمْ

“Dan janganlah kamu membunuh anak-anakmu kerana takut miskin. Kamilah yang akan menanggung rezeki mereka dan juga (rezeki) bagimu.”
(Surah Al-Israa’ : 31).

8. Rezeki Karena Sedekah

‎مَّن ذَا الَّذِي يُقْرِضُ اللَّهَ قَرْضًا حَسَنًا فَيُضَاعِفَهُ لَهُ أَضْعَافًا كَثِيرَةً

“Siapakah yang mahu memberi pinjaman kepada Allah, pinjaman yang baik (infak & sedekah), maka Allah akan melipat gandakan pembayaran kepadanya dengan lipatan yang banyak.”
(Surah Al-Baqarah : 245)

Di Publikasikan Oleh :
📚 Whatsapp Salafy Prabumulih
📡Telegram :
https://t.me/salafy_prabumulih

====================
Sumber :
┏••●●━━━━━━━━━━━┓
MENTAL PEDAGANG
https://t.me/JiwaUsaha
[khusus Ikhwan (pria)]
┗━━━━━━━━━━━●●••┛

Tafadhollu dishare ke Ikhwan yang antum kenal yah…

Jazaakumullahu Khoiron wa baarokallohu fiikum

REZEKI

ADAB MASUK RUMAH YANG DALAM KEADAAN KOSONG

🚇ADAB MASUK RUMAH YANG DALAM KEADAAN KOSONG

Di antara sekian adabnya adalah hendaknya kita memberikan ucapan salam sebelum kita masuk ke dalam rumah tersebut.

Nah, ada pertanyaan, “Bagaimanakah bentuk lafal salam tersebut, apakah lafalnya sama dengan yang sering kita ucapkan?”

[ Jawab ]

“Tidak sama, tetapi makna dari isi kandungan sama.

Sebagaimana dalam riwayat disebutkan, dari sahabat yang mulia ‘Abdullah bin ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma ia berkata,

{ إذا دخل البيت غير المسكون فليقل: ( السَّلَامُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِاللّٰهِ الصَّالِحِيْنَ. )

“Apabila seseorang masuk ke dalam rumah yang tidak berpenghuni (dalam keadaan kosong), maka hendaknya ia mengucapkan,

{ Assalaamu ‘alainaa wa ‘alaa ‘ibaadillaahish shaalihiin. }

‘Semoga keselamatan atas kami dan juga keselamatan atas hamba-hamba Allah yang shalih’.”

📚[ Diriwayatkan oleh al-Imam al-Bukhari rahimahullah dalam “Al-Adabul Mufrad”, 1055 ] ·· [ Dihasankan oleh al-Imam al-Albani rahimahullah dalam “Shahih Al-Adabul Mufrad, 806” ]

Al-Imam al-Albani rahimahullah berkata,

“Sanad/mata rantai derajat riwayatnya hasan.”

📚[ Seperti ini juga al-Hafizh Ibnu Hajar rahimahullah berkata dalam “Al-Fath”, 11/17 ]

⛓️ bit.ly/2CnB8Py
📮••••|Edisi| t.me/s/ukhuwahsalaf / http://www.alfawaaid.net

✍🏻__ t.me/s/Riyadhus_Salafiyyin ·· Oleh: al-Ustadz Abu Aufa (Abu ‘Abdirrahman) Isma’il hafizhahullah

ADAB MASUK RUMAH YANG DALAM KEADAAN KOSONG

HUKUM MENUNDUKKAN BADAN KETIKA BERTEMU/MENGUCAPKAN SALAM

┏📜📚📖━━━━━━━━━━━━━┓
Majmu’ah Riyadhussalafiyyin
┗━━━━━━━━━━━━━📖📚📜┛

بسم الله الرحمن الرحيم

🌾HUKUM MENUNDUKKAN BADAN KETIKA BERTEMU/MENGUCAPKAN SALAM🌾

✅ Menundukan badan ketika bertemu atau ketika mengucapkan salam sebagai bentuk penghormatan hukumnya tidak diperbolehkan, baik kepada sesama muslim atau kepada non muslim, kepada orang yang lebih tua atau lebih tinggi derajatnya (penguasa, ulama, guru, dan yang lainya).

✔️DALIL LARANGAN

الرجل منا يلقى أخاه أو صديقه أينحني له ؟ ” قال النبي صلى الله عليه وسلم ( لا ) ”

Seseorang di antara kami bertemu dengan saudaranya atau temannya apakah ia (boleh) menundukkan badan untuknya? Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab,

“Tidak!.”

[HR. at-Tirmidzi dan ibnu Majah, dihasankan oleh al-Albani dalam Shahih at-Tirmidzi]

✔️PENJELASAN ULAMA

1. Komite tetap untuk riset ilmiyah dan fatwa yang diketuai oleh Abdul ‘Aziz bin Baz (اللحنة الدائمة للبحوث العلمية و الإفتاء)

“Tidak boleh menundukkan badan sebagai penghormatan kepada muslim atau kafir, tidak dengan sebagian atas badan atau dengan kepala saja. Karena menundukkan badan adalah penghormatan ibadah, sedangkan ibadah tidak ditujukan kecuali untuk Allah saja.”

📚Sumber:
[Fatawa Lajnah Da’imah, fatwa no. 5313]

2. Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih al-‘Utsaimin.

“Sebagian orang ketika bertemu dengan seseorang yang lebih tinggi kedudukan dan derajatnya merundukkan badan dan kepalanya sebagai bentuk penghormatan bagaimana pendapat anda?

Beliau menjawab,

Pendapat kami dalam hal tersebut tidak boleh, karena nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang hal itu, tidak halal bagi seseorang merundukkan punggungnya kecuali kepada Allah Rabbul ‘alamin.

Adapun makhluk, jangan kamu tundukkan punggungmu kepadanya (makhluk/manusia), lebih buruk dari itu adalah sujud kepada makhluk dalam rangka pengagungan dan merendahkan diri (itu) termasuk syirik yang mengeluarkan dari agama-kita memohon kepada Allah keselamatan-. Adapun merundukkan badan, sesungguhnya hal itu haram, tetapi tidak sampai kepada syirik.”

📚Sumber:
[Liqa al-Bab al-Maftuh, 104 pertanyaan no. 4]

3. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah

[Lihat penjelasannya dalam Majmu al-Fatawa, Jilid 11, hlm. 554]
———————-

📝 Oleh : Al-Ustadz Abul Abbas Shalih bin Zainal Abidin حفظه الله

📲 Ayo Kunjungi dan Bagikan:
➖➖➖➖➖➖➖
↘️ Faedah:
📚 telegram.me/Riyadhus_Salafiyyin
↘️ Poster dan Video Dakwah:
🖼 telegram.me/galerifaedah
↘️ Website:
🌏 http://www.riyadhussalafiyyin.com

HUKUM MENUNDUKKAN BADAN KETIKA BERTEMU/MENGUCAPKAN SALAM

DO’A AGAR MASUK SYURGA

📶 Untaian Akhlak Salaf
—————————————-

🤲🏻 DO’A AGAR MASUK SYURGA

Seorang Shahabat yang mulia yaitu Abdullah bin Mas’ud رضي اللّه عنه memiliki keutamaan dan amal shalih yang tidak ada bisa dihitung kecuali oleh Allah عزّ وجلّ.
Beliau berdo’a :

اللَّهُمَّ أَدْخِلْنِي الْجَنَّةَ بِفَضْلِكَ وَمَنِّكَ وَرَحْمَتِكَ …

“Ya Allah masukkanlah aku ke dalam Jannah dengan keutamaan-Mu, karunia-Mu dan rahmat-Mu….”

📚 [Ath Thabrani Fil Kabiir : 8917 dan selainnya]
➖➖➖➖➖➖➖➖

✒️ ‏كان الصحابي الجليل عبدالله_بن_مسعود رضي الله عنه

وله من الفضل والأعمال الصالحة ما لا يحصيه إلا الله عز وجل

يدعو فيقول :

اللهم أدخلني الجنة بفضلك ومنّك ورحمتك …

📚 [ الطبراني في الكبير 8917 وغيره ]

🏷 Sumber : https://t.me/athar_sahaba/860

🌎 WhatsApp Salafy Cirebon
⏯ Channel Telegram || https://t.me/salafy_cirebon
🖥 Website Salafy Cirebon :
http://www.salafycirebon.com

📳 Menyajikan artikel dan audio kajian ilmiah
◻◻◻◻◻◻◻◻

DO’A AGAR MASUK SYURGA

MENJAUHI HAL YANG MENGUNDANG KERISAUAN

🌼✏️🌼✏️🌼✏️🌼✏️

💺Syaikh Ibnu ‘Utsaimin رحمه الله mengatakan :

“Usahakan olehmu untuk menjauh dari segala sesuatu yang menjadikan kegundahan, kesedihan, dan kegalauan (di hatimu), agar engkau senantiasa rehat, lapang dada, dan menghadapkan dirimu kepada Allah تعالى, peribadahan kepada-Nya, serta kepada berbagai urusan dunia dan akhiratmu.

Apabila engkau mencoba hal ini, niscaya engkau akan beristirahat (dari semua kelelahan).

Adapun bila engkau meletihkan dirimu dengan perkara yang telah berlalu atau mementingkan masa depan dengan (perbuatan, cara ,atau sudut pandang berpikir) yang tidak diizinkan oleh syariat, ketahuilah, sungguh engkau akan lelah dan terluput dari banyak kebaikan!”

📖 Syarh Bulùghil Maram, Kitabul Buyu’

bit.ly/majalahqonitah

🌼✏️🌼✏️🌼✏️🌼✏️

MENJAUHI HAL YANG MENGUNDANG KERISAUAN

PERKARA BERBAHAYA YANG TERKADANG DILAKUKAN SEORANG SUAMI TERHADAP ISTERINYA

🔥❌✋💥
PERKARA BERBAHAYA YANG TERKADANG DILAKUKAN SEORANG SUAMI TERHADAP ISTERINYA

📢 Asy-Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah Alus Syaikh hafizhahullah {Mufti Kerajaan Arab Saudi}

📬 Pertanyaan: Semoga Allah membalas Anda dengan kebaikan, salah seorang ikhwah dari Aljazair menanyakan apa makna: “Tiga perkara yang seriusnya dianggap serius dan bercanda pun tetap dianggap serius” dan apa makna: “Tidak sah thalaq ketika marah” dan apakah wajib berniat ketika menjatuhkan thalaq?

🔓 Jawaban: Makna sabda Rasulullah shallallahu alaihi was sallam:

ثَلَاثٌ جِدُّهُنَّ جِدٌّ وَهَزْلُهُنَّ جِدٌّ: النِّكَاحُ، وَالطَّلَاقُ، وَالرَّجْعَةُ.

▪ “Tiga perkara yang seriusnya dianggap serius dan bercanda pun tetap dianggap serius, yaitu; nikah, thalaq, dan rujuk.”
(HR. Abu Dawud dan At-Tirmidzy serta yang lainnya. Al-Albany rahimahullah berkata dalam Irwa’ul Ghalil no. 1826: “Hasan.” –pent)

📂 Maknanya: jika engkau mengatakan kepada istrimu: “Engkau saya cerai.” Walaupun engkau mengatakan: “Saya hanya bercanda dengannya, ngobrol dan tertawa bersamanya, dan saya katakan kepadanya: “Saya mencintaimu dan engkau adalah wanita yang paling saya cintai, tapi engkau saya cerai.” Maka telah jatuh cerai. Walaupun dia beralasan: “Saya tertawa dan bercanda, karena berlebihan dalam bercanda, terlalu mencintai, saking dekat dan sayangnya, saya keceplosan mengatakan: “Saya mencintaimu dan engkau adalah wanita yang paling saya cintai, tapi engkau saya cerai.” Kita katakan bahwa cerai telah jatuh terhadapnya. Kalau dia menyanggah maka kita katakan bahwa ini adalah perkara yang tidak boleh dijadikan main-main dan bercanda, dan Allah berfirman:

وَلَا تَتَّخِذُوْا آيَاتِ اللهِ هُزُوًا وَاذْكُرُوْا نِعْمَتَ اللهِ عَلَيْكُمْ وَمَا أَنْزَلَ عَلَيْكُمْ مِنَ الْكِتَابِ وَالْحِكْمَةِ يَعِظُكُمْ بِهِ وَاتَّقُوا اللهَ وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيْمٌ.

▪“Dan janganlah kalian jadikan ayat-ayat Allah sebagai permainan, dan ingatlah nikmat Allah kepada kalian dan apa yang telah Dia turunkan kepada kalian berupa Al-Kitab dan Al-Hikmah (As-Sunnah). Allah memberi pengajaran kepada kalian dengan apa yang Dia turunkan itu, dan bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwasanya Allah Maha mengetahui segala sesuatu.”
(QS. Al-Baqarah: 231)

💡Seandainya engkau mengatakan kepada seseorang: “Saya nikahkan engkau dengan anak perempuanku, dia mau untuk menikah.” Lalu dia menjawab: “Saya terima.” Kemudian engkau mengatakan: “Saya hanya bercanda, engkau tidak sekufu (tidak selevel) dengan anak perempuanku, ketika saya mengatakan bahwa dia mau menikah saya berdusta, dan engkau tidak sekufu dengan anak perempuanku.” Atau laki-laki tersebut yang mengatakan: “Ketika saya mengatakan menerima maka itu hanya basa-basi, saya sebenarnya tidak suka kepadanya.” Maka kita katakan bahwa pernikahan ini telah terjadi dengan sah, tidak ada yang membebaskannya kecuali dengan menjatuhkan thalaq.

✔Seandainya dia mengatakan istrinya yang telah dia thalaq sekali: “Aku merujukmu.” Kemudian dia mengatakan: “Aku mengatakannya karena malu dan basa-basi.” Maka kita katakan bahwa telah terjadi rujuk.

👋 Adapun niat pada thalaq yang jelas tidaklah disyaratkan. Ketika seseorang mengatakan kepada istrinya: “Engkau kucerai.” Maka yang semacam ini tidak disyaratkan adanya niat. Adapun jika ungkapannya berupa kinayah (kiyasan) dan mengandung kemungkinan makna thalaq dan juga makna yang lain, maka harus disertai dengan niat untuk menjatuhkan thalaq. Kalau misalnya seseorang mengatakan kepada istrinya: “Keluarlah, engkau bukan istriku!” Maka kita tanyakan kepadanya: “Apakah engkau meniatkan untuk menjatuhkan thalaq dengan ucapanmu ini ataukah tidak?” Kalau dia berniat untuk menjatuhkah thalaq maka jatuh thalaq walaupun dengan kinayah, tetapi kalau dia tidak berniat untuk menjatuhkan thalaq maka lafazh semacam ini tidak termasuk lafazh thalaq yang jelas.

📚 http://www.albaidha.net/vb/showthread.php?t=54123

⚪ WhatsApp Salafy Indonesia http://forumsalafy.net/?p=7549
⏩ Channel Telegram : http://bit.ly/ForumSalafy
➖➖➖➖➖➖➖➖

PERKARA BERBAHAYA YANG TERKADANG DILAKUKAN SEORANG SUAMI TERHADAP ISTERINYA

khawatir tidak mampu makan, kekurangan penghasilan

💎JANGAN TAKUT SAUDARAKU…

Pernahkah anda khawatir tidak mampu makan, kekurangan penghasilan?

📖Cermati dan Hayati perkataan seorang ulama tersohor dizamannya.
Al-imam Ahmad رحمه الله تعالى

“Rizki itu telah dibagi tidak akan bertambah atau berkurang,

Rizki itu disebut bertambah jika pemiliknya memperoleh kemudahan dari Allah untuk menginfakkannya dalam ketaatan. Hal itulah yang akan meningkatkan dan menambah Rizki.

Demikian pula ajal Manusia. Tidak akan mungkin bertambah atau berkurang.
Ajal itu disebut bertambah jika pemiliknya memperoleh kemudahan oleh Allah untuk menggunakanya didalam ketaatan ,sehingga ia menjadi hamba yang taat sepanjang umurnya.
Hanya dengan ketaatan umur akan bertambah.

Sementara umur akan berkurang dengan Maksiat. Adapun rentang waktu umur tidak akan bertambah atau berkurang.
Saudaraku bukankah keberkahan rizki dan umur adalah cita -cita dan tekad kita?

Caranya mudah?
Manfaatkanlah Umur dan rizki di dalam ketaatan kepada Allah.

Disadur dari buku :Dari ayunan sampai liang lahat, Imam ahmad
Karya :Abu Nashim .mukhtar حفظه الله ورعاه.

Join & share t.me/MurottalMujawwad

khawatir tidak mampu makan, kekurangan penghasilan

SILSILAH BENTUK-BENTUK BERWALA’ TERHADAP KAUM KAFIR (Bagian 2)

🚇SILSILAH BENTUK-BENTUK BERWALA’ TERHADAP KAUM KAFIR (Bagian 2)

▶️ Bertempat Tinggal Di Negeri Mereka Dan Tidak Berupaya Pindah Dari Negeri Tersebut Ke Negeri Kaum Muslimin Dalam Rangka Lari Menyelamatkan Agamanya

Asy Syaikh Shalih bin Fauzan Al Fauzan hafizhahullah berkata:

Karena hijrah dengan pengertian dan tujuan yang seperti ini adalah wajib atas setiap muslim, karena menetapnya dia di negeri kafir itu menunjukkan suatu kesetiaan terhadap kaum kafir dan dari sinilah Allah mengharamkan atas seseorang muslim untuk tinggal di antara orang-orang kafir apabila keadaan dirinya mampu untuk melakukan hijrah.

Allah berfirman:

‏ﺇِﻥَّ ﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﺗَﻮَﻓَّﺎﻫُﻢْ ﺍﻟْﻤَﻠَﺎﺋِﻜَﺔُ ﻇَﺎﻟِﻤِﻲ ﺃَﻧﻔُﺴِﻬِﻢْ ﻗَﺎﻟُﻮﺍ ﻓِﻴﻢَ ﻛُﻨﺘُﻢْ ﻗَﺎﻟُﻮﺍ ﻛُﻨَّﺎ ﻣُﺴْﺘَﻀْﻌَﻔِﻴﻦَ ﻓِﻲ ﺍﻟْﺄَﺭْﺽِ ﻗَﺎﻟُﻮﺍ ﺃَﻟَﻢْ ﺗَﻜُﻦْ ﺃَﺭْﺽُ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﻭَﺍﺳِﻌَﺔً ﻓَﺘُﻬَﺎﺟِﺮُﻭﺍ ﻓِﻴﻬَﺎ ﻓَﺄُﻭْﻟَﺌِﻚَ ﻣَﺄْﻭَﺍﻫُﻢْ ﺟَﻬَﻨَّﻢُﻭَﺳَﺎﺀَﺕْ ﻣَﺼِﻴﺮًﺍ‏. ﺇِﻟَّﺎ ﺍﻟْﻤُﺴْﺘَﻀْﻌَﻔِﻴﻦَ ﻣِﻦْ ﺍﻟﺮِّﺟَﺎﻝِ ﻭَﺍﻟﻨِّﺴَﺎﺀِ ﻭَﺍﻟْﻮِﻟْﺪَﺍﻥِ ﻟَﺎ ﻳَﺴْﺘَﻄِﻴﻌُﻮﻥَ ﺣِﻴﻠَﺔً ﻭَﻟَﺎ ﻳَﻬْﺘَﺪُﻭﻥَ ﺳَﺒِﻴﻠًﺎ‏.ﻓَﺄُﻭْﻟَﺌِﻚَ ﻋَﺴَﻰ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﺃَﻥْ ﻳَﻌْﻔُﻮَ ﻋَﻨْﻬُﻢْ ﻭَﻛَﺎﻥَ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻔُﻮَّﺍً ﻏَﻔُﻮﺭًﺍ

“Sesungguhnya orang-orang yang diwafatkan malaikat dalam keadaan menganiaya diri sendiri, (kepada mereka) malaikat bertanya: “Dalam keadaan bagaimana kamu ini?”. Mereka menjawab: “Adalah kami orang-orang yang tertindas di negeri (Mekah)”. Para malaikat berkata: “Bukankah bumi Allah itu luas, sehingga kamu dapat berhijrah di bumi itu?. Orang-orang itu tempatnya neraka Jahannam, dan Jahannam itu seburuk-buruk tempat kembali. mereka itu, mudah-mudahan Allah memaafkannya. Dan adalah Allah Maha Pemaaf lagi Maha Pengampun.” [An Nisa 97-99]

Maka Allah tidak menerima alasan untuk tetap tinggal di negeri kaum kafir kecuali bagi orang-orang yang lemah yang tidak mampu untuk berhijrah. Demikian pula siapa saja yang dengan tetap tinggalnya ia di negeri kafir terdapat maslahat diniyyah (kemaslahatan agama) seperti dakwah ke jalan Allah dan menyebarkan Islam ke negeri mereka.

📚[Al Wala wal Bara Fil Islam lisy Syaikh Shalih bin Fauzan Al Fauzan]

______

📝 Karena saat itu Makkah statusnya masih negeri kafir. Setelah terjadinya peristiwa Penaklukkan Kota Makkah (Fathu Makkah), Makkah menjadi negara Islam, oleh karena itu Nabi tidak menganjurkan siapapun yang tinggal di Makkah untuk berhijrah setelah peristiwa Fathu Makkah.

قال الشيخ ﺻﺎﻟﺢ ﺑﻦ ﻓﻮﺯﺍﻥ ﺍﻟﻔﻮﺯﺍﻥ حفظه الله:

ﻷﻥَّ ﺍﻟﻬﺠﺮﺓَ ﺑﻬﺬﺍ ﺍﻟﻤﻌﻨﻰ،ﻭﻟﻬﺬﺍ ﺍﻟﻐﺮﺽِ ﻭﺍﺟﺒﺔٌ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﻤﺴﻠﻢِ. ﻷﻥَّ ﺇﻗﺎﻣﺘَﻪ ﻓﻲ ﺑﻼﺩِ ﺍﻟﻜﻔﺎﺭِ ﺗﺪﻝُ ﻋﻠﻰ ﻣﻮﺍﻻﺓِ ﺍﻟﻜﺎﻓﺮﻳﻦَ- ﻭﻣﻦْ ﻫﻨﺎ ﺣﺮَّﻡ ﺍﻟﻠﻪُ ﺇﻗﺎﻣﺔَ ﺍﻟﻤﺴﻠﻢِ ﺑﻴﻦَ ﺍﻟﻜﻔﺎﺭِ ﺇﺫﺍ ﻛﺎﻥَ ﻳﻘﺪﺭُ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﻬﺠﺮﺓِ، ﻗﺎﻝَ ﺗﻌﺎﻟﻰ :

‏( ﺇِﻥَّ ﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﺗَﻮَﻓَّﺎﻫُﻢْ ﺍﻟْﻤَﻠَﺎﺋِﻜَﺔُ ﻇَﺎﻟِﻤِﻲ ﺃَﻧﻔُﺴِﻬِﻢْ ﻗَﺎﻟُﻮﺍ ﻓِﻴﻢَ ﻛُﻨﺘُﻢْ ﻗَﺎﻟُﻮﺍ ﻛُﻨَّﺎ ﻣُﺴْﺘَﻀْﻌَﻔِﻴﻦَ ﻓِﻲ ﺍﻟْﺄَﺭْﺽِ ﻗَﺎﻟُﻮﺍ ﺃَﻟَﻢْ ﺗَﻜُﻦْ ﺃَﺭْﺽُ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﻭَﺍﺳِﻌَﺔً ﻓَﺘُﻬَﺎﺟِﺮُﻭﺍ ﻓِﻴﻬَﺎ ﻓَﺄُﻭْﻟَﺌِﻚَ ﻣَﺄْﻭَﺍﻫُﻢْ ﺟَﻬَﻨَّﻢُﻭَﺳَﺎﺀَﺕْ ﻣَﺼِﻴﺮًﺍ‏. ﺇِﻟَّﺎ ﺍﻟْﻤُﺴْﺘَﻀْﻌَﻔِﻴﻦَ ﻣِﻦْ ﺍﻟﺮِّﺟَﺎﻝِ ﻭَﺍﻟﻨِّﺴَﺎﺀِ ﻭَﺍﻟْﻮِﻟْﺪَﺍﻥِ ﻟَﺎ ﻳَﺴْﺘَﻄِﻴﻌُﻮﻥَ ﺣِﻴﻠَﺔً ﻭَﻟَﺎ ﻳَﻬْﺘَﺪُﻭﻥَ ﺳَﺒِﻴﻠًﺎ‏.ﻓَﺄُﻭْﻟَﺌِﻚَ ﻋَﺴَﻰ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﺃَﻥْ ﻳَﻌْﻔُﻮَ ﻋَﻨْﻬُﻢْ ﻭَﻛَﺎﻥَ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻔُﻮَّﺍً ﻏَﻔُﻮﺭًﺍ ‏).‏( ﺍﻟﻨﺴﺎﺀ : ٩٧-٩٩ ‏).

ﻓﻠﻢْ ﻳﻌﺬﺭْ ﺍﻟﻠﻪُ ﻓﻲ ﺍﻹﻗﺎﻣﺔِ ﻓﻲ ﺑﻼﺩِ ﺍﻟﻜﻔﺎﺭِ ﺇﻻ ﺍﻟﻤﺴﺘﻀﻌﻔﻴﻦَ ﺍﻟﺬﻳﻦ ﻻ ﻳﺴﺘﻄﻴﻌﻮﻥَ ﺍﻟﻬﺠﺮﺓَ. ﻭﻛﺬﻟﻚ ﻣﻦْ ﻛﺎﻥ ﻓﻲ ﺇﻗﺎﻣﺘﻪِ ﻣﺼﻠﺤﺔٌ ﺩﻳﻨﺔٌ ﻛﺎﻟﺪﻋﻮﺓِ ﺇﻟﻰ ﺍﻟﻠﻪِ ﻭﻧﺸﺮِ ﺍﻹﺳﻼﻡِ ﻓﻲ ﺑﻼﺩِﻫﻢ

📚[اﻟﻮﻻﺀُ ﻭﺍﻟﺒﺮﺍﺀُ ﻓﻲ ﺍﻹﺳﻼﻡ ﻟﻠﺸﻴﺦ ﺻﺎﻟﺢ ﺑﻦ ﻓﻮﺯﺍﻥ ﺍﻟﻔﻮﺯﺍﻥ]

⛓️ bit.ly/2UNdJ0x
📮••••|Edisi| t.me/s/ukhuwahsalaf / http://www.alfawaaid.net

✍🏻__ t.me/s/hikmahsalafiyyah | WA Ashhaabus Sunnah | Majmu’ah Hikmah Salafiyyah

SILSILAH BENTUK-BENTUK BERWALA’ TERHADAP KAUM KAFIR (Bagian 2)