JADIKANLAH AKHIRAT SEBAGAI MAKSUD DAN TUJUANMU

JADIKANLAH AKHIRAT SEBAGAI MAKSUD DAN TUJUANMU

Hadis Anas Radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah Shallallahu `alaihi wa sallam bersabda:

مَنْ كاَنَتِ الْأَخِرَةُ هَمَّهُ جَعَلَ اللهُ غِنَاهُ فِي قَلْبِهِ، وَجَمَعَ لَهُ شَمْلَهُ، وَأَتَتْهُ الدُّنْيَا وَهِيَ رَاغِمَةٌ؛ وَمَنْ كَانَتِ الدُّنْيَا هَمَّهُ، جَعَلَ اللهُ فَقْرَهُ بَيْنَ عَيْنَيْهِ، وَفَرَّقَ عَلَيْهِ شَمْلَهُ، وَلَمْ يأْتِهِ مِنَ الدُّنْيَا إِلاَّ مَا قُدِّرَ لَهُ

“Siapa yang menjadikan akhirat sebagai maksud dan tujuannya, niscaya Allah Subhanahu wa Ta’ala akan menjadikan kekayaannya dalam hatinya dan Allah akan mengumpulkan urusannya yang tercerai-berai, bersamaan dengan itu dunia datang kepadanya dalam keadaan hina dan rendah.

Sebaliknya, siapa yang menjadikan dunia sebagai maksud dan tujuannya, niscaya Allah Subhanahu wa Ta’ala akan menjadikan kefakirannya di hadapan kedua matanya, dan Allah Subhanahu wa Ta’ala akan mencerai-beraikan urusannya yang semula terkumpul, sementara dunia tidak datang kepadanya selain sebatas apa yang telah ditetapkan untuknya.”

(HR. at-Tirmidzi, dihasankan dalam ash-Shahihah no. 949)

JADIKANLAH AKHIRAT SEBAGAI MAKSUD DAN TUJUANMU

RENUNGAN DI PENGHUJUNG TAHUN HIJRIYAH

http://t.me/nisaaassunnah

💦📜🌙 RENUNGAN DI PENGHUJUNG TAHUN HIJRIYAH

💬 Al-‘Allamah Shalih al-Fauzan hafidzahullah mengatakan,

لنتذكر بانقضاء العام انقضاء العمر وبسرعة مرور الأيام قرب الموت وبتغير الأحوال زوال الدنيا وحلول الآخرة. فكم ولد في هذا العام من مولود وكم مات فيه من حي

“Semestinya kita mengambil pelajaran dengan berakhirnya tahun ini, maka akan berakhir pula umur kita. Dengan begitu cepatnya hari-hari berlalu, berarti telah dekat kematian kita. Dengan perubahan berbagai keadaan, maka dunia akan sirna dan akhirat pun akan datang.

Betapa banyak anak yang terlahir pada tahun ini dan betapa banyak pula manusia yang mati di tahun ini.”

✍️ Al-Khuthab al-Mimbariyah 1/81

#nasehat #renungan #akhirtahun #hijriah

🖥 Kunjungi website kami
http://www.salafytemanggung.com

•••┈••••○❁🌻❁○••••┈•••

🌐📲 Channel Ⓚ①Ⓣ
https://t.me/KajianIslamTemanggung

≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈
📬 Diposting ulang hari Senin, 30 Dzulhijjah 1442 H / 9 Agustus 2021 M
🌐 http://www.nisaa-assunnah.com
📠 http://t.me/nisaaassunnah

🎀 Nisaa` As-Sunnah 🎀

RENUNGAN DI PENGHUJUNG TAHUN HIJRIYAH

HINANYA MENGAMBIL KEMBALI SUATU PEMBERIAN

❌⚠⛔📢 HINANYA MENGAMBIL KEMBALI SUATU PEMBERIAN

Wahai Saudaraku, jangan kau ambil kembali pemberianmu walaupun dengan cara membelinya.

> Dari Umar bin al-Khaththab radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata,

حَمَلْتُ عَلَى فَرَسٍ فِي سَبِيلِ اللَّهِ، فَأَضَاعَهُ الَّذِي كَانَ عِنْدَهُ، فَأَرَدْتُ أَنْ أَشْتَرِيَهُ مِنْهُ، وَظَنَنْتُ أَنَّهُ بَائِعُهُ بِرُخْصٍ

“Aku menyedekahkan seekor kuda kepada seseorang untuk digunakan berjihad di jalan Allah. Lalu orang itu menyia-nyiakannya. Aku pun ingin membeli kuda itu darinya dan aku yakin bahwa dia akan menjualnya dengan harga murah.

Aku pun bertanya kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengenai hal itu.

Beliau bersabda,

” لَا تَشْتَرِهِ، وَإِنْ أَعْطَاكَهُ بِدِرْهَمٍ وَاحِدٍ ؛ فَإِنَّ الْعَائِدَ فِي صَدَقَتِهِ كَالْكَلْبِ يَعُودُ فِي قَيْئِهِ”

“Jangan kau beli kuda itu walaupun dia menjualnya kepadamu dengan harga satu dirham.

Sesungguhnya, orang yang mengambil kembali sedekahnya sama seperti anjing yang menelan kembali muntahannya.”
( HR. al-Bukhari no. 2623)

> Ketika Syaikh Ibnu Baz rahimahullah ditanya tentang hukum mengambil kembali hadiah yang sudah diberikan, beliau menjawab,

حكمه أنه آثم وعليه التوبة من ذلك ورد الهبة إلى صاحبها

“Pelakunya berdosa. Dia harus bertobat dan mengembalikan hadiahnya kepada orang yang diberi.”

📚 Majmu’ Fatawa wa Maqalat Syaikh Ibnu Baz 20/67

🌎 Kunjungi || https://forumsalafy.net/hinanya-mengambil-kembali-suatu-pemberian/

⚪️ WhatsApp Salafy Indonesia
⏩ Channel Telegram || http://telegram.me/forumsalafy

💎💎💎💎💎💎💎💎💎💎

HINANYA MENGAMBIL KEMBALI SUATU PEMBERIAN

MENTAATI PEMERINTAH KERANA ALLAH TA’ALA

💎💎💎 MENTAATI PENGUASA KARENA ALLAH TA’ALA

✍️ Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata:

فطاعة الله ورسوله واجبة على كل أحد، وطاعة ولاة الأمور واجبة لأمر الله بطاعتهم، فمن أطاع الله ورسوله بطاعة ولاة الأمر لله فأجره على الله، ومن كان لا يطيعهم إلا لما يأخذه من الولاية والمال فإن أعطوه أطاعهم وإن منعوه عصاهم فما له في الآخرة من خلاق

✅ Menaati Allah dan rasul-Nya adalah perkara wajib bagi setiap orang. Namun, menaati penguasa diwajibkan karena perintah Allah untuk menaati mereka.

Jadi, barang siapa yang taat kepada Allah dan rasul-Nya dengan menaati penguasa karena Allah, maka pahalanya di sisi Allah. Sedangkan siapa saja yang tidak mau menaati mereka kecuali karena kekuasaan dan harta yang didapat -bila penguasa memberi, ia pun taat; bila mereka menahan, ia pun membangkang-; maka ia tidak akan mendapatkan bagian sedikitpun di akhirat kelak.

📚 Majmu’ Al-Fatawa (35/16)

—————–
⏯ Channel Telegram || https://t.me/salafy_cirebon
————-
Ikut berbagi:
✍https://t.me/KEUTAMAANSUNNAH
🌍🌍🌍🌍🌍🌍🌍🌍🌍🌍🌍🌍🌍🌍

MENTAATI PEMERINTAH KERANA ALLAH TA’ALA

ZIKIR ADALAH PENJAGA LISAN DARI KEBURUKAN

✋🏻📢🎙️💐 ZIKIR ADALAH PENJAGA LISAN DARI KEBURUKAN

✍🏻 Al-Imam Ibnul Qayyim rahimahullah berkata,

أنَّه سبب اشتغال اللسان عن الغِيبة، والنَّمِيمَة، والكذب، والفحش، والباطل؛ فإنَّ العبد لا بدَّ له من أن يتكلم، فإن لم يتكلَّم بذكر الله تعالى وذكر أوامره، تكلَّم بهذه المحرمات، أو بعضها.
ولا سبيل إلى السلامة منها ألبتة إلا بذكر الله تعالى.

Berzikir adalah sebab sibuknya lisan dari ghibah, namimah (adu domba), dusta, ucapan kotor, dan ucapan batil.
Sebab, seorang hamba pasti akan berbicara. Jika dia tidak berbicara dengan zikir kepada Allah dan perintah-perintah-Nya, dia akan membicarakan sebagian atau semua hal-hal yang haram tersebut.
Tidak ada satupun jalan yang dapat menyelamatkannya dari hal-hal tersebut melainkan dengan berzikir kepada Allah.

والمشاهدة والتجربة شاهدان بذلك، فمن عوَّد لسانه ذكر الله، صان لسانه عن الباطل واللغو، ومن يبَّس لسانه عن ذكر الله تعالى، ترطَّب بكلِّ باطل ولغو وفحش، ولا حول ولا قوة إلا بالله.

Kenyataan dan pengalaman cukup sebagai bukti. Barang siapa membiasakan lisannya untuk berzikir kepada Allah, lisannya akan terjaga dari ucapan yang batil dan sia-sia.
Sebaliknya, barang siapa yang lisannya kering dari berzikir kepada Allah, lisannya akan basah dengan ucapan batil, sia-sia, dan kotor.
Tidak ada daya dan upaya melainkan dengan pertolongan Allah.

📚 Al-Wabil Ash-Shayyib, hlm 87
———–
http://telegram.me/ForumSalafy
________
Turut berbagi:
✍https://t.me/KEUTAMAANSUNNAH
💎💎💎💎💎💎💎💎💎💎💎💎💎💎

ZIKIR ADALAH PENJAGA LISAN DARI KEBURUKAN

Ucapan Jazaakallah Khayran

Dari sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi rahimahullahu dari sahabat Usamah bin Zaid radhiyallahu ‘anhu yang lafazhnya,

مَنْ صُنِعَ إِلَيْهِ مَعْرُوفٌ فَقَالَ لِفَاعِلِهِ: جَزَاكَ اللَّهُ خَيْرًا فَقَدْ أَبْلَغَ فِي الثَّنَاءِ

Rasulullah sallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang mendapatkan kebaikan, kemudian ia berkata kepada saudaranyaجَزَاكَ اللَّهُ خَيْرًا maka ia telah menyampaikan pujian”.

(HR. Imam at-Tirmidzi di dalam sunan beliau no. 2035, Hadits shahih, lihat kitab Misykatul Mashaabih no. 3024.

Ucapan Jazaakallah Khayran

DUNIA: RENUNGAN TENTANG REZEKI DAN KEMATIAN

DUNIA: RENUNGAN TENTANG REZEKI DAN KEMATIAN

🖋 Al-Imam Ibnul Qayyim rahimahullah berkata,

Fokuslah untuk memikirkan apa yang diperintahkan kepadamu. Jangan sibuk memikirkan apa yang sudah dijamin bagimu. Sesungguhnya rezeki dan ajal adalah dua kepastian yang beriringan. Selama ajal belum tiba, rezeki akan terus ada.

Apabila Allah dengan hikmah-Nya menutup satu jalan rezeki untukmu, Allah akan buka jalan lain yang lebih bermanfaat dengan rahmat-Nya.

Renungkanlah keadaan janin. Makanannya datang dari satu jalan, yaitu tali pusar. Ketika dia sudah lahir, hilanglah jalan rezekinya. Akan tetapi, Allah buka dua jalan rezeki lain yang lebih baik dan lezat untuknya, yaitu ASI yang mengenyangkan.

Apabila selesai masa persusuannya, hilanglah dua jalan rezekinya. Akan tetapi, Allah buka empat jalan rezeki yang lebih sempurna, yaitu dua makanan dan dua minuman.

Dua makanan itu adalah hewan dan tumbuhan. Adapun dua minuman itu adalah air dan susu, serta minuman lezat dan bermanfaat lain yang tergolong di dalamnya.

Apabila dia meninggal, selesailah empat jalan rezekinya. Akan tetapi, jika dia termasuk orang yang berbahagia di akhirat, Allah subhanahu wa ta’ala akan buka delapan jalan rezeki untuknya, yaitu delapan pintu surga yang bisa dia masuki dari mana pun.

Demikianlah, tidaklah Allah subhanahu wa ta’ala halangi seorang mukmin untuk mendapatkan suatu kenikmatan dunia, melainkan untuk memberi sesuatu yang lebih mulia dan bermanfaat untuknya.

Hal ini tidak Allah berikan kepada selain orang mukmin.

فَإِنَّهُ يمنعهُ الْحَظ الْأَدْنَى الخسيس، وَلَا يرضى لَهُ بِه،ِ ليعطيَه الْحَظ الْأَعْلَى النفيس.

Allah menghalangi dan tidak ridha hamba-Nya mendapat sesuatu yang rendah dan hina, dalam rangka untuk memberinya sesuatu yang lebih tinggi dan berharga.

Seorang hamba, karena kebodohannya akan maslahat dirinya; kemuliaan, hikmah dan kelembutan-Nya; dia tidak tahu perbandingan sesuatu yang tidak diberikan kepadanya dengan sesuatu yang disimpan untuknya.

Bahkan, dia lebih senang dengan kenikmatan yang bersifat segera meskipun rendah. Dia tidak berhasrat terhadap kenikmatan yang bersifat ditunda meskipun lebih tinggi nilainya.

Kalau seorang hamba mau jujur kepada Rabb-Nya–betapa jauh akan hal itu–, niscaya dia akan mengetahui bahwa karunia Allah kepadanya dengan menghalanginya mendapat kelezatan dunia, lebih besar dari karunia-Nya dengan dunia yang diberikan kepadanya.

Tidaklah Allah menghalangi suatu pemberian kepada hamba melainkan untuk memberikan yang lebih baik baginya.

Tidaklah Allah memberi ujian untuknya melainkan untuk menyelamatkan dan membersihkan dirinya.

Tidaklah Allah mematikannya melainkan untuk memberi kehidupan yang lebih baik untuknya.

Tidaklah Allah mengantarkan dia ke negeri akhirat melainkan agar dia bersiap-siap untuk mendatanginya dan menempuh jalan ke sana.

جَعَلَ اللَّيْلَ وَالنَّهَارَ خِلْفَةً لِّمَنْ أَرَادَ أَن يَذَّكَّرَ أَوْ أَرَادَ شُكُورًا
“Allah jadikan malam dan siang silih berganti bagi siapa pun yang hendak mengingat dan bersyukur kepada-Nya.” (Al-Furqan: 62)

وَأبَى الظَّالِمُونَ إِلَّا كُفُوراً
“Tidaklah orang-orang zalim mau memilih selain kekafiran.” (Al-Isra’: 99)

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan.

📚 Al-Fawaid, hlm. 79–80 | @forumsalafy
••••
📶 https://bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 http://www.alfawaaid.net
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
📲 Diposting ulang oleh
🎀 Nisaa` As-Sunnah 🎀

DUNIA: RENUNGAN TENTANG REZEKI DAN KEMATIAN

Hukum Berkorban di Negara Lain

Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih al-‘Utsaimin rahimahullah

Pertanyaan:
“Apakah boleh menyembelih haiwan korban di negara lain? Contoh berencana menyembelih di Afrika.”

Jawaban: “Menyembelih haiwan korban dilakukan di negara tempat tinggal penyembelihnya. Inilah yang sesuai sunnah, inilah yang disyariatkan, juga lebih afdhal dan lebih sempurna.

Adapun memindahkan penyembelihannya ke negara lain. Jika kita berpendapat wajibnya memakan dari daging korban, maka bererti memindahkan korban ke negara lain tidak boleh dilakukan, kecuali jika kita mampu menjamin bahawa daging korbannya akan didatangkan kepada kita sehingga kita boleh memakan darinya.

Jika kita berpendapat tidak wajib memakan daging haiwan korban kita, maka bererti boleh (memindahkan korban ke negara lain) namun itu melanggar bimbingan sunnah.

Oleh kerana itu, kami selalu mengulang-ulang mengingatkan saudara-saudara kami untuk tidak melakukannya, yakni jangan mengirim haiwan korban kalian ke luar daerah tempat tinggal kalian. Namun sembelihlah di rumah dan di tengah keluarga kalian, sehingga tampaklah syi’ar Islam ini, dan anak-anak kecil mengenal syi’ar ini dari orang-orang dewasanya.

Adapun jika engkau mengirim wang dan disembelih haiwan korban di negara lain, maka jangan dilakukan. Jika memang dia ingin memberi manfaat kepada saudara-saudaranya di negara lain, silakan dia mengirim sejumlah wang. Kerana boleh jadi wang lebih bermanfaat bagi mereka daripada daging korban.

Continue reading at https://manhajul-anbiya.net/menyembelih-haiwan-korban-di-negara-lain-2/ | Manhajul Anbiya

Hukum Berkorban di Negara Lain

ORANG YANG IKHLAS DILINGKUPI CAHAYA DAN CINTA

Berkata Ibnul Qoyyim rahimahullahu ta’ala:

“Dan merupakan kebiasaan Allah yang tidak berubah dan Sunnah-Nya yang tidak berganti, bahwa orang yang ikhlas akan dilingkupi dengan rasa kagum, cahaya dan cinta di hati makhluk. Dan hati mereka condong kepadanya. Dan itu sesuai dengan keikhlasan, niat dan sikapnya kepada Rabb-Nya.”

(I’lamul muwakki’in 6/106)

Alih bahasa :Asatidzah admin Salafy Minang.

Silahkan Dibagikan! supaya tersebar kebaikannya Dan Semoga Allah Azza wa Jalla memberkahi Kita semuanya.
Bergabung Bersama Kami :
t.me/Salafy_Minang
t.me/Galerisalafyminang

ORANG YANG IKHLAS DILINGKUPI CAHAYA DAN CINTA