SUMBER KEMULIAAN DAN KEHINAAN YANG HAKIKI

Al-Imam Ahmad bin Hanbal rahimahullah dahulu sering berdoa:

اللهم أعزني بطاعتك، ولا تذلني بمعصيتك.

“Yaa Allah, muliakanlah diriku dengan cara mentaati-Mu, dan jangan hinakan diriku dengan sebab bermaksiat kepada-Mu.”

Lathaiful Ma’arif, hlm. 64

Sumber || https://twitter.com/fzmhm12121/status/838597642682781697

WhatsApp Salafy Indonesia
Channel Telegram || http://bit.ly/ForumSalafy

Advertisements
SUMBER KEMULIAAN DAN KEHINAAN YANG HAKIKI

BESARNYA NIKMAT MENGIKUTI MANHAJ SALAFY

Asy-Syaikh Rabi’ bin Hady al-Madkhaly hafizhahullah berkata:

فليحمد الله من وُفق لفهم المنهج السلفي والالتزام به، فإنّ هذه من أعظم نعم الله تبارك وتعالى.

“Siapa saja yang mendapatkan taufiq untuk memahami manhaj salafy dan berpegang teguh dengannya, maka hendaklah dia memuji Allah, karena ini termasuk nikmat Allah Tabaraka wa Ta’ala yang terbesar.”

Al-Lubab, hlm. 175

Sumber || https://twitter.com/fzmhm12121/status/838331774962974720

WhatsApp Salafy Indonesia
Channel Telegram || http://bit.ly/ForumSalafy

BESARNYA NIKMAT MENGIKUTI MANHAJ SALAFY

AGAR KALIAN MENCARI AKHIRAT DENGANNYA

Kalimat yang pantas untuk ditulis dengan air mata, perkataan sahabat yang para malaikat malu kepada beliau, pemilik dua cahaya yang Allah telah meridhainya.

Utsman Bin Affan radhiyallau’ anhu berkata pada salah satu khutbah yang beliau sampaikan di akhir hayatnya:

إن الله إنما أعطاكم الدنيا لتطلبوا بها الآخرة ، ولم يعطكموها لتركنوا إليها ، إن الدنيا تفنى ، وإن الآخرة تبقى

“Sesungguhnya ALLAH memberikan dunia kepada kalian itu agar kalian mencari akhirat dengannya, dan tidaklah ALLAH memberikannya kepada kalian agar kalian condong kepadanya. Sesungguhnya dunia itu akan binasa sementara akhirat itu abadi.

لا تبطرنكم الفانية ، ولا تشغلنكم عن الباقية, وآثروا ما يبقى على ما يفنى ؛ فإن الدنيا منقطعة ، وإن المصير إلى الله

Janganlah dunia yang fana ini menjadikan kalian sombong, dan jangan pula menyibukkan kalian dari yang abadi (akhirat).
Dan pilihlah oleh kalian yang abadi daripada yang fana! Karena dunia ini akan putus dan sesungguhnya tempat kembalinya adalah kepada ALLAH.

اتقوا الله. فإن تقواه جنة من بأسه ، ووسيلة عنده ، واحذروا من الله الغير ، والزموا جماعتكم لا تصيروا أحزابا

Bertakwalah kalian kepada ALLAH, karena sesungguhnya takwa kepada-NYA itu adalah benteng pelindung dari siksaan-Nya, dan perantara di sisi-NYA. Dan hati-hatilah kalian dari sifat cemburu dari ALLAH (jangan bermaksiat kepada-NYA).
Berpeganglah kalian dengan jamaah kalian (pemerintah), janganlah kalian menjadi berpartai-partai.

ALLAH berfirman:

وَاذْكُرُوا نِعْمَتَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ إِذْ كُنْتُمْ أَعْدَاءً فَأَلَّفَ بَيْنَ قُلُوبِكُمْ فَأَصْبَحْتُمْ بِنِعْمَتِهِ إِخْوَانًاَ

_”Dan ingatlah akan nikmat ALLAH kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka ALLAH mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat ALLAH, orang-orang yang bersaudara.”_
(QS. Ali Imran 103)

[Al-Bidayah wa An-Nihayah 7/241]

📚 Sumber || http://soo.gd/Cq04

🌏 Kunjungi || http://forumsalafy.net/agar-kalian-mencari-akhirat-dengannya/

WhatsApp Salafy Indonesia
⏩ Channel Telegram || http://bit.ly/ForumSalafy

AGAR KALIAN MENCARI AKHIRAT DENGANNYA