MEREDHAI SEBUAH DOSA SAMA SEPERTI MELAKUKANNYA

💥⚠️⛔️🔥 MERIDHAI SEBUAH DOSA SAMA SEPERTI MELAKUKANNYA

✍🏼 Rasulullah shallallahu alaihi was sallam bersabda:

ﺇِﺫَﺍ ﻋُﻤِﻠَﺖِ ﺍﻟْﺨَﻄِﻴْﺌَﺔُ ﻓِﻲ ﺍﻟْﺄَﺭْﺽِ، ﻛَﺎﻥَ ﻣَﻦْ ﺷَﻬِﺪَﻫَﺎ ﻓَﻜَﺮِﻫَﻬَﺎ ﻛَﺎﻥَ ﻛَﻤَﻦْ ﻏَﺎﺏَ ﻋَﻨْﻬَﺎ، ﻭَﻣَﻦْ ﻏَﺎﺏَ ﻋَﻨْﻬَﺎ ﻓَﺮَﺿِﻴَﻬَﺎ، ﻛَﺎﻥَ ﻛَﻤَﻦْ ﺷَﻬِﺪَﻫَﺎ.

“Jika sebuah dosa dilakukan di muka bumi, maka siapa saja yang menyaksikannya lalu membencinya dia seperti orang yang tidak menyaksikannya, sedangkan orang yang tidak menyaksikannya namun meridhainya maka dia seperti orang yang menyaksikannya.”

📚 Shahih al-Jami’ ash-Shaghir, no. 689

⚪️ WhatsApp Salafy Indonesia
 Channel Telegram || http://telegram.me/forumsalafy

💎💎💎💎💎💎💎💎💎

Advertisements
MEREDHAI SEBUAH DOSA SAMA SEPERTI MELAKUKANNYA

BERSYUKURLAH ATAS KEBAIKAN ORANG LAIN !!!

⚠⏯
BERSYUKURLAH ATAS KEBAIKAN ORANG LAIN !!!

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ عَنِ النَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ « لاَ يَشْكُرُ اللَّهَ مَنْ لاَ يَشْكُرُ النَّاسَ ».

👉🏻 Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata, bahwa Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

“Tidak dianggap bersyukur kepada Allah, orang yang tidak bisa bersyukur kepada manusia”

📝 (HR. Abu Dawud dan dinyatakan shahih oleh asy-Syaikh al-Albani di dalam kitab Silsilah al-Ahadits ash-Shahihah, 1/702)

💺 Al-Imam al-Khaththabi rahimahullah mengatakan dalam syarah hadits ini :

🔽 “Hadits ini ditafsirkan dengan dua makna:

🔥 Pertama: Barangsiapa yang tabiat dan kebiasaannya adalah kufur terhadap nikmat (kebaikan) orang dan tidak bersyukur atas kebaikan mereka, maka termasuk kebiasaannya juga adalah kufur terhadap nikmat Allah Ta’ala dan tidak bersyukur kepada-Nya.

❌ Kedua: Allah subhanahu wa ta’ala tidak menerima syukur hamba kepada-Nya apabila hamba tidak mensyukuri kebaikan orang lain, dan kufur terhadap kebaikan mereka.

☑ Beliau berkata pula :

🌌 “Di dalam hadits ini terdapat celaan bagi orang yang tidak bisa mensyukuri kebaikan orang lain. Selain itu, dalam hadits ini juga terdapat dorongan agar seseorang itu bisa mensyukuri kebaikan orang lain.

Bentuk syukur itu dapat dilakukan dengan memujinya, membalas kebaikannya dengan ucapan-ucapan yang baik atau juga dengan mendoakan kebaikan untuknya”

📒 Ma’alimus Sunan karya al-Khaththabi, 5/ 157-158.

➖ 🔻 ➖ 🔻 ➖

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ عَنِ النَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ « لاَ يَشْكُرُ اللَّهَ مَنْ لاَ يَشْكُرُ النَّاسَ ».

[رواه ابو داوود وصححه الالباني في الصحيحة 1/702]

قال الامام الخطابي في شرح هذا الحديث:

”هذا يتأول على وجهين:

أحدهما: أن من كان طبعه وعادته كفران نعمة الناس وترك الشكر لمعروفهم كان من عادته كفران نعمة الله تعالى وترك الشكر له.

والوجه الآخر: أن الله سبحانه لا يقبل شكر العبد على إحسانه إليه إذا كان العبد لا يشكر إحسان الناس ويكفر معروفهم“.

وقال ايضاً:

”هذا الحديث فيه ذم لمن لم يشكر الناس على إحسانهم. وفيه أيضا الحث على شكر الناس على إحسانهم. وشكر الناس على إحسانهم يكون بالثناء عليهم وبالكلمة الطيبة وبالدعاء لهم“

[معالم السنن للخطابي، ٥/ ١٥٧-١٥٨]

••••••
⭐🌈 مجموعة رياض الجنة

BERSYUKURLAH ATAS KEBAIKAN ORANG LAIN !!!

Doa dan Dzikir dari Sunnah Nabawiyyah yang Shahihah

QONITAH Menyapa:
🌙 Doa dan Dzikir dari Sunnah Nabawiyyah yang Shahihah 🌙

Dari Abdullah bin Mas’ud رضي الله عنه dari Nabi صلى الله عليه وسلم beliau berkata :

اللهم إني أسألك الهدى والتقى والعفاف والغنى

Allàhumma innì as’alukal hudà wat-tuqà wal-‘afàf wal-ghina

“Ya Allah sesungguhnya hamba memohon kepada-Mu petunjuk, ketakwaan, penjagaan diri dari keharaman, dan kecukupan(dari makhluk-Mu).”
(HR. Muslim 8/81 (7079))

bit.ly/majalahqonitah

Doa dan Dzikir dari Sunnah Nabawiyyah yang Shahihah

BERBUAT BAIK PADA PEMBANTU

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

“إذا جاء خادم أحدكم بطعامِهِ فليقعده معه ، أو ليناوله منه ، فإنه هو الذي وليَ حرَّهُ ودُخانه”

“Apabila pembantu rumah tangga salah seorang diantara kalian datang membawa makanan untuk kalian (majikannya), hendaknya ia mengajaknya duduk makan bersama. Atau bisa juga ia ambilkan dari makanan tersebut untuknya. Karena sebenarnya, dialah yang telah menjaga panas dan uap makanan tersebut “.

[Silsilah ash-Shahihah 1042]

🌏 Sumber || https://telegram.me/imamalalbany

⚪️ WhatsApp Salafy Indonesia
⏯ Channel Telegram : http://telegram.me/ForumSalafy

BERBUAT BAIK PADA PEMBANTU

TENTARA SYAITAN YANG PALING AGUNG KEDUDUKANNYA

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

يبعَثُ الشَّيطانُ سراياهُ فيفتِنونَ النَّاسَ فأعظمُهم عندَه منزلةً أعظمُهم فتنةً

“Syaitan mengutus bala tentaranya ke tengah manusia untuk berbuat fitnah, tipu daya terhadap mereka. Dan, tentara syaitan yang paling agung kedudukannya disisi syaitan adalah yang paling hebat menebar fitnah”. (H.R Muslim)

Sumber || https://twitter.com/fzmhm12121/status/894304839332765699?s=08

WhatsApp Salafy Indonesia
Channel Telegram || http://telegram.dog/forumsalafy

TENTARA SYAITAN YANG PALING AGUNG KEDUDUKANNYA

HADITS YANG MENAKJUBKAN TENTANG MENYAMBUNG HUBUNGAN SILATURRAHIM

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

إن أعجلَ البِر ثوابًا لصلة الرحم

Sesungguhnya kebaikan yang paling cepat disegerakan ganjarannya ialah menyambung hubungan silaturrahim.

حتى إن أهل البيت ليكونون فَجَرَة فتنمو أموالهم ويكثر عددهم إذا تواصلوا

Hingga meskipun penghuni rumahnya adalah orang-orang fajir, maka akan tumbuh berkembang harta-harta mereka dan bertambah banyak jumlah mereka apabila mereka menyambung silaturrahim.

وما من أهل بيت يتواصلون فيحتاجون

Tidak ada satu penghuni rumah pun yang menyambung hubungan silaturrahim lalu mereka akan kekurangan.

[Shahihut Targhib (2/239)]

Sumber || https://telegram.me/imamalalbany

WhatsApp Salafy Indonesia
Channel Telegram || http://bit.ly/ForumSalafy

HADITS YANG MENAKJUBKAN TENTANG MENYAMBUNG HUBUNGAN SILATURRAHIM

Tujuan Hidup Kerana Dunia

Daripada Zaid Bin Thabit, radiyallahu anhu berkata, Rasulullah sallallahu alaihi wasallama bersabda,
عن زيد بن ثابت قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ كَانَتْ الدُّنْيَا هَمَّهُ فَرَّقَ اللَّهُ عَلَيْهِ أَمْرَهُ وَجَعَلَ فَقْرَهُ بَيْنَ عَيْنَيْهِ وَلَمْ يَأْتِهِ مِنْ الدُّنْيَا إِلَّا مَا كُتِبَ لَهُ وَمَنْ كَانَتْ الْآخِرَةُ نِيَّتَهُ جَمَعَ اللَّهُ لَهُ أَمْرَهُ وَجَعَلَ غِنَاهُ فِي قَلْبِهِ وَأَتَتْهُ الدُّنْيَا وَهِيَ رَاغِمَةٌ
Barangsiapa tujuan hidupnya adalah dunia, maka Allâh akan mencerai-beraikan urusannya, menjadikan kefakiran di kedua pelupuk matanya, dan ia tidak mendapatkan dunia kecuali menurut ketentuan yang telah ditetapkan baginya. Barangsiapa yang niat (tujuan) hidupnya adalah negeri akhirat, Allâh akan mengumpulkan urusannya, menjadikan kekayaan di hatinya, dan dunia akan mendatanginya dalam keadaan hina. ”
Sunan Ibn Majah, Kitab Zuhd, Tujuan Hidup kerana Dunia, 4105
Tujuan Hidup Kerana Dunia