TANDA SESEORANG YANG ALLAH TIDAK MENGINGINKAN KEBAIKAN UNTUKNYA

Asy-Syaikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah berkata:

«من لم يتفقه في الدين فذلك مخذول لم يرد الله به خيرا، ولا حول ولا قوة إلا بالله»

“Siapa yang tidak mau mempelajari ilmu agama, maka dia dia adalah seorang yang terlantar yang Allah tidak menginginkan kebaikan untuknya, laa haula wa laa quwwata illa billah.”

Majmu’ul Fatawa, jilid 7 hlm. 230

Sumber || https://twitter.com/fzmhm12121/status/866910316977901568

WhatsApp Salafy Indonesia
Channel Telegram || http://bit.ly/ForumSalafy

TANDA SESEORANG YANG ALLAH TIDAK MENGINGINKAN KEBAIKAN UNTUKNYA

HUKUM MENGKHUSUSKAN MALAM NISHFU SYA’BAN DENGAN SHALAT DAN PUASA

Asy-Syaikh Abdul Aziz bin Abdillah bin Baz rahimahullah

الاحتفال بليلة النصف من شعبان بالصلاة أو غيرها, وتخصيص يومها بالصيام بدعة منكرة عند أكثر أهل العلم, وليس له أصل في الشرع المطهر, بل هو مما حدث في الإسلام بعد عصر الصحابة رضي الله عنهم .

Perayaan malam nishfu Sya’ban dengan shalat dan selainnya, mengkhususkan siang harinya dengan puasa itu adalah bid’ah yang mungkar menurut kebanyakan ulama dan tidak memiliki dasar dalam syariat yang suci ini. Bahkan ini termasuk perkara yang diada-adakan dalam Islam setelah zaman sahabat radhiyallahu ’anhum.
(Majmu’ Fatawa 1-191)

Sumber || Channel al-Mahrah ad-Da’wiyah as-Salafiyah

WhatsApp Salafy Indonesia
Channel Telegram || http://bit.ly/ForumSalafy

HUKUM MENGKHUSUSKAN MALAM NISHFU SYA’BAN DENGAN SHALAT DAN PUASA

ADAB MENUANGKAN MINUMAN UNTUK ORANG LAIN

Al-Imam Ibnu Baz rahimahullah ditanya tentang siapa yang didahulukan ketika menuangkan kopi dan teh, maka beliau menjawab:

باﻷكبر، ثم من على يمينه، أي يمين اﻷكبر.

“Yang paling tua, kemudian yang ada di sebelah kanan, maksudnya yang di sebelah kanan yang paling tua tersebut.”

Masail al-Imam Ibnu Baz, jilid 2 hlm. 123

Sumber || https://twitter.com/fzmhm12121/status/820363536425684992

WhatsApp Salafy Indonesia
Channel Telegram || http://bit.ly/ForumSalafy

ADAB MENUANGKAN MINUMAN UNTUK ORANG LAIN

Musafir Tidak Wajib Berjemaah adalah yang dalam Perjalanan

Asy-Syaikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah berkata:

ﺇﺫﺍ ﻛﺎﻥ ﺍﻟﻤﺴﺎﻓﺮ ﻓﻲ ﺍﻟﻄﺮﻳﻖ ﻓﻼ ﺑﺄﺱ، ﺃﻣﺎ ﺇﺫﺍ ﻭﺻﻞ ﺍﻟﺒﻠﺪ ﻓﻼ ﻳﺼﻠﻲ ﻭﺣﺪﻩ، ﺑﻞ ﻋﻠﻴﻪ ﺃﻥ ﻳﺼﻠﻲ ﻣﻊ ﺍﻟﻨﺎﺱ ﻭﻳﺘﻢ، ﺃﻣﺎ ﻓﻲ ﺍﻟﻄﺮﻳﻖ ﺇﺫﺍ ﻛﺎﻥ ﻭﺣﺪﻩ ﻭﺣﻀﺮﺕ ﺍﻟﺼﻼﺓ ﻓﻼ ﺑﺄﺱ ﺃﻥ ﻳﺼﻠﻲ ﻓﻲ ﺍﻟﺴﻔﺮ ﻭﺣﺪﻩ ﻭﻳﻘﺼﺮ ﺍﻟﺮﺑﺎﻋﻴﺔ ﺍﺛﻨﺘﻴﻦ.

“Jika seorang musafir sedang dalam perjalanan maka tidak masalah shalat sendirian dan diqashar, adapun jika dia telah tiba di sebuah negeri maka tidak boleh baginya untuk shalat sendirian, bahkan wajib atasnya untuk shalat berjama’ah dan tidak mengqashar. Adapun di jalan jika dia sendirian dan tiba waktu shalat maka tidak masalah baginya untuk shalat dalam safar sendirian dan mengqashar shalat 4 raka’at menjadi 2 raka’at.”

Majmu’ul Fatawa, jilid 12 hlm. 297

WhatsApp Salafy Indonesia
Channel Telegram || http://bit.ly/ForumSalafy

Musafir Tidak Wajib Berjemaah adalah yang dalam Perjalanan

Jika Ahlul Haq Diam Dari Menjelaskan Kebenaran

Ibnu Baaz rahimahullah:

“Jika sekiranya ahlul haq diam dari menjelaskan kebenaran, niscaya orang orang yang melakukan kesalahan akan terus berada pada kesalahan mereka, dan orang lain akan mengikuti mereka dalam hal itu, dan orang orang yang diam membawa dosa menyembunyikan al-haq”.

[Al-Fatawa 3/72]

ﻗﺎﻝ ﺇﺑﻦ ﺑﺎﺯ ﺭﺣﻤﻪ ﺍﻟﻠﻪ :

ﻟﻮ ﺳﻜﺖ ﺃﻫﻞ ﺍﻟﺤﻖ ﻋﻦ ﺑﻴﺎﻥ ﺍﻟﺤﻖ ﻷﺳﺘﻤﺮ ﺍﻟﻤﺨﻄﺌﻮﻥ ﻋﻠﻰ ﺃﺧﻄﺎﺋﻬﻢ، ﻭﻗﻠﺪﻫﻢ ﻏﻴﺮﻫﻢ ﻓﻲ ﺫﻟﻚ، ﻭﺑﺎﺀ ﺍﻟﺴﺎﻛﺘﻮﻥ ﺑﺈﺛﻢ ﺍﻟﻜﺘﻤﺎﻥ .

الفتاوى3/72

WhatsApp Salafy Indonesia
Channel Telegram || http://bit.ly/ForumSalafy

Jika Ahlul Haq Diam Dari Menjelaskan Kebenaran

Melihat Seorang Melakukan Pembatal Puasa

Asy-Syaikh Abdul Aziz Bin Abdullah Bin Baaz rahimahullah Ta’ala ditanya,

“Sebahagian orang berkata, apabila kamu melihat ada seorang muslim yang minum atau makan kerana lupa di siang hari Ramadhan, maka engkau perlu mengingatkannya, kerana Allah yang memberinya makan dan minum sebagaimana disebutkan dalam hadis. Apakah ucapan ini benar?

Beliau menjawab:

“Barangsiapa melihat ada seorang muslim yang minum, makan, atau melakukan salah satu pembatal puasa lainnya di siang hari Ramadhan kerana lupa atau sengaja, maka wajib mengingkarinya. Kerana (melakukan perkara tersebut) di depan umum pada siang hari puasa merupakan bentuk kemungkaran; walaupun pelakunya adalah orang yang mendapat udzur ketika itu, (tujuannya adalah) agar orang-orang tidak berani secara terang-terangan melakukan pembatal puasa yang telah Allah haramkan pada siang hari puasa dengan alasan lupa.

Dan orang yang melakukan hal tersebut kerana lupa maka dia tidak perlu mengganti puasanya, berdasarkan sabda Nabi Sallallahu ‘alaihi wa Sallam,

 “Barangsiapa yang lupa dalam keadaan ia berpuasa, lalu ia makan atau minum, maka hendaklah ia menyempurnakan puasanya. Kerana sesungguhnya Allah yang memberinya makan dan minum.” Telah disepakati kesahihannya.

Demikian pula musafir, tidak boleh melakukan pembatal puasa secara terang-terangan di hadapan orang yang mukim yang tidak mengetahui keadaannya. Tetapi, hendaknya dia menyembunyikan hal tersebut agar dia tidak dituduh melakukan perkara yang Allah haramkan, dan agar tidak memancing orang lain melakukan hal tersebut.

Demikian pula bagi orang kafir, mereka dilarang menampakkan makan dan minum atau yang lainnya di antara kaum muslimin, untuk mencegah adanya sikap bermudah-mudahan dalam perkara ini, dan dikeranakan juga mereka dilarang menampakkan syi’ar agama mereka yang batil di antara kaum muslimin.

والله ولي التوفيق

Sumber: Majmu’ Fatawa Ibnu Baaz (15/255-256)

Diterjemahkan Oleh: Tim Warisan Salaf
Warisan Salaf menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama’ah
Channel kami https://bit.ly/warisansalaf
Situs Resmi http://www.warisansalaf.com

Melihat Seorang Melakukan Pembatal Puasa

Hukum Makan Minum Terang-terangan di Depan Umum Bagi Orang yang Tidak Berpuasa Ramadan Kerana Uzur

HUKUM MAKAN DAN MINUM TERANG-TERANGAN DI DEPAN UMUM BAGI ORANG YANG TIDAK BERPUASA RAMADHAN KARENA UDZUR
:: http://bit.ly/alistifadah ::

Asy Syaikh Al ‘Allamah ‘Abdul ‘Aziz bin ‘Abdillah bin Baz rahimahullah

Pertanyaan: “Sebagian wanita tidak berpuasa Ramadhan karena udzur syar’i, apakah mereka punya hak untuk makan dan minum secara terang-terangan di muka umum, atau hendaknya mereka makan secara tersembunyi walaupun itu bisa sampai lebih dari tiga kali waktu makan ?”

Jawapan: “Barangsiapa tidak berpuasa Ramadhan karena udzur maka hendaknya ia makan secara tersembunyi. Seperti seorang musafir yang tidak diketahui bahwa ia adalah musafir, atau seorang wanita yang tidak diketahui bahwa ia sedang haidh, hendaknya ia makan secara tersembunyi, minum secara tersembunyi, sehingga ia tidak tertuduh sebagai wanita yang bermudah-mudahan dalam urusan agama, dan supaya (musafir tadi) tidak tertuduh sebagai orang yang bermudah-mudahan terhadap perintah Allah”.

____
Link fatwa || http://www.binbaz.org.sa/noor/9823

***
Arsip WALIS » http://walis-net.blogspot.com/…/hukum-makan-dan-minum-teran…
Kritik dan saran » http://goo.gl/d0M01P
Faedah Lain » http://walis.salafymedia.com/

————————–
((خدمة فتاوى كبار العلماء))

حكم الأكل والشرب جهرا لمن أفطر في رمضـان لعذر ؟

▪سُئل الشَّـيخ العلّامـة بنُ بـازٍ-رَحِمهُ الله-:

❪📜❫ السُّــــ☟ـــؤَالُ:
• بعض النساء يفطرن في رمضان لعذرٍ شرعي، فهل لهن الحق في الأكل والشرب جهاراً، أم يأكلن سراً ولو أدى ذلك إلى أكثر من ثلاث وجبات؟

❪📜❫ الجَـــ☟ـــوَابُ:
”من أفطر في رمضان لعذر فإنه يفطر سراً، كالمسافر الذي لا يعرف أنه مسافر، والمرأة التي لا يعرف أنها حائض، يكون أكلها سراً وشربها سراً حتى لا تتهم بأنها متساهلة، وحتى لا يتهم الرجل بأنه متساهل بأمر الله“.
ــــ
📝المصــدَرُ :
http://cutt.us/294eE
➖♦➖♦➖♦➖
خدمة فتاوى كبار العلماء
للنشر

للإشتراك تيليخرام

https://goo.gl/RzFpKX

•••••••
🖲 Majmu’ah AL ISTIFADAH
🌍 http://bit.ly/tentangwalis
🛰 Telegram http://bit.ly/alistifadah JOIN
مجموعة الاستفادة
📆 Ahad, 14 Ramadhan 1437 H // 19 Juni 2016 M

Continue reading “Hukum Makan Minum Terang-terangan di Depan Umum Bagi Orang yang Tidak Berpuasa Ramadan Kerana Uzur”

Hukum Makan Minum Terang-terangan di Depan Umum Bagi Orang yang Tidak Berpuasa Ramadan Kerana Uzur