JANGAN TINGGALKAN BACA AL QUR’AN DENGAN ALASAN SIBUK MEMBACA BUKU PARA ULAMA’

JANGAN TINGGALKAN BACA AL QUR’AN DENGAN ALASAN SIBUK MEMBACA BUKU PARA ULAMA’

🌺 Asy Syeikh Bin Baaz rohimahullah:

(المؤمن والمؤمنة يجمع بين هذا كله، يقرأ القرآن في وقت، يتدبر ويتعقل، ويقرأ كتب العلم وكتب الحديث الشريف كتب الفقه للتعلم والتفقه في الدين، فلا يكفي هذا عن هذا، ولا هذا عن هذا)

‼ Seorang mukmin dan mukminah mengumpulkan semuanya ini.

〽 Dia membaca Al Qur’an, mentadabburinya dan memahaminya dan dia membaca karangan karangan ilmiah, kitab kitab hadist, fiqih dalam rangka untuk menuntut ilmu dan tafaqquh fid din.

🖐 Tidak cukup yang ini tanpa yang ini, yang ini dan yang ini (harus kedua duanya).
………………………
🔵 telegram.me/berbagiilmuagama

http://www.binbaz.org.sa/noor/1590
~~~~~~~

Advertisements
JANGAN TINGGALKAN BACA AL QUR’AN DENGAN ALASAN SIBUK MEMBACA BUKU PARA ULAMA’

TANDA SESEORANG YANG ALLAH TIDAK MENGINGINKAN KEBAIKAN UNTUKNYA

Asy-Syaikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah berkata:

«من لم يتفقه في الدين فذلك مخذول لم يرد الله به خيرا، ولا حول ولا قوة إلا بالله»

“Siapa yang tidak mau mempelajari ilmu agama, maka dia dia adalah seorang yang terlantar yang Allah tidak menginginkan kebaikan untuknya, laa haula wa laa quwwata illa billah.”

Majmu’ul Fatawa, jilid 7 hlm. 230

Sumber || https://twitter.com/fzmhm12121/status/866910316977901568

WhatsApp Salafy Indonesia
Channel Telegram || http://bit.ly/ForumSalafy

TANDA SESEORANG YANG ALLAH TIDAK MENGINGINKAN KEBAIKAN UNTUKNYA

HUKUM MENGKHUSUSKAN MALAM NISHFU SYA’BAN DENGAN SHALAT DAN PUASA

Asy-Syaikh Abdul Aziz bin Abdillah bin Baz rahimahullah

الاحتفال بليلة النصف من شعبان بالصلاة أو غيرها, وتخصيص يومها بالصيام بدعة منكرة عند أكثر أهل العلم, وليس له أصل في الشرع المطهر, بل هو مما حدث في الإسلام بعد عصر الصحابة رضي الله عنهم .

Perayaan malam nishfu Sya’ban dengan shalat dan selainnya, mengkhususkan siang harinya dengan puasa itu adalah bid’ah yang mungkar menurut kebanyakan ulama dan tidak memiliki dasar dalam syariat yang suci ini. Bahkan ini termasuk perkara yang diada-adakan dalam Islam setelah zaman sahabat radhiyallahu ’anhum.
(Majmu’ Fatawa 1-191)

Sumber || Channel al-Mahrah ad-Da’wiyah as-Salafiyah

WhatsApp Salafy Indonesia
Channel Telegram || http://bit.ly/ForumSalafy

HUKUM MENGKHUSUSKAN MALAM NISHFU SYA’BAN DENGAN SHALAT DAN PUASA

ADAB MENUANGKAN MINUMAN UNTUK ORANG LAIN

Al-Imam Ibnu Baz rahimahullah ditanya tentang siapa yang didahulukan ketika menuangkan kopi dan teh, maka beliau menjawab:

باﻷكبر، ثم من على يمينه، أي يمين اﻷكبر.

“Yang paling tua, kemudian yang ada di sebelah kanan, maksudnya yang di sebelah kanan yang paling tua tersebut.”

Masail al-Imam Ibnu Baz, jilid 2 hlm. 123

Sumber || https://twitter.com/fzmhm12121/status/820363536425684992

WhatsApp Salafy Indonesia
Channel Telegram || http://bit.ly/ForumSalafy

ADAB MENUANGKAN MINUMAN UNTUK ORANG LAIN

Musafir Tidak Wajib Berjemaah adalah yang dalam Perjalanan

Asy-Syaikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah berkata:

ﺇﺫﺍ ﻛﺎﻥ ﺍﻟﻤﺴﺎﻓﺮ ﻓﻲ ﺍﻟﻄﺮﻳﻖ ﻓﻼ ﺑﺄﺱ، ﺃﻣﺎ ﺇﺫﺍ ﻭﺻﻞ ﺍﻟﺒﻠﺪ ﻓﻼ ﻳﺼﻠﻲ ﻭﺣﺪﻩ، ﺑﻞ ﻋﻠﻴﻪ ﺃﻥ ﻳﺼﻠﻲ ﻣﻊ ﺍﻟﻨﺎﺱ ﻭﻳﺘﻢ، ﺃﻣﺎ ﻓﻲ ﺍﻟﻄﺮﻳﻖ ﺇﺫﺍ ﻛﺎﻥ ﻭﺣﺪﻩ ﻭﺣﻀﺮﺕ ﺍﻟﺼﻼﺓ ﻓﻼ ﺑﺄﺱ ﺃﻥ ﻳﺼﻠﻲ ﻓﻲ ﺍﻟﺴﻔﺮ ﻭﺣﺪﻩ ﻭﻳﻘﺼﺮ ﺍﻟﺮﺑﺎﻋﻴﺔ ﺍﺛﻨﺘﻴﻦ.

“Jika seorang musafir sedang dalam perjalanan maka tidak masalah shalat sendirian dan diqashar, adapun jika dia telah tiba di sebuah negeri maka tidak boleh baginya untuk shalat sendirian, bahkan wajib atasnya untuk shalat berjama’ah dan tidak mengqashar. Adapun di jalan jika dia sendirian dan tiba waktu shalat maka tidak masalah baginya untuk shalat dalam safar sendirian dan mengqashar shalat 4 raka’at menjadi 2 raka’at.”

Majmu’ul Fatawa, jilid 12 hlm. 297

WhatsApp Salafy Indonesia
Channel Telegram || http://bit.ly/ForumSalafy

Musafir Tidak Wajib Berjemaah adalah yang dalam Perjalanan

Jika Ahlul Haq Diam Dari Menjelaskan Kebenaran

Ibnu Baaz rahimahullah:

“Jika sekiranya ahlul haq diam dari menjelaskan kebenaran, niscaya orang orang yang melakukan kesalahan akan terus berada pada kesalahan mereka, dan orang lain akan mengikuti mereka dalam hal itu, dan orang orang yang diam membawa dosa menyembunyikan al-haq”.

[Al-Fatawa 3/72]

ﻗﺎﻝ ﺇﺑﻦ ﺑﺎﺯ ﺭﺣﻤﻪ ﺍﻟﻠﻪ :

ﻟﻮ ﺳﻜﺖ ﺃﻫﻞ ﺍﻟﺤﻖ ﻋﻦ ﺑﻴﺎﻥ ﺍﻟﺤﻖ ﻷﺳﺘﻤﺮ ﺍﻟﻤﺨﻄﺌﻮﻥ ﻋﻠﻰ ﺃﺧﻄﺎﺋﻬﻢ، ﻭﻗﻠﺪﻫﻢ ﻏﻴﺮﻫﻢ ﻓﻲ ﺫﻟﻚ، ﻭﺑﺎﺀ ﺍﻟﺴﺎﻛﺘﻮﻥ ﺑﺈﺛﻢ ﺍﻟﻜﺘﻤﺎﻥ .

الفتاوى3/72

WhatsApp Salafy Indonesia
Channel Telegram || http://bit.ly/ForumSalafy

Jika Ahlul Haq Diam Dari Menjelaskan Kebenaran