MASLAHAT IBADAH ITU KEMBALI KEPADA HAMBA

MASLAHAT IBADAH ITU KEMBALI KEPADA HAMBA

Al-‘Allamah Rabi’ bin Hadi al-Madkhali hafizhahullah berkata,

الله أكـبر؛ هـذه العبـادات فيهـا مصـالح للعبـاد

Allahu Akbar. Ibadah-ibadah ini mengandung berbagai kemaslahatan bagi para hamba.

المرء يتوضأ؛ يغسل يديه فتسقط كل خطيئة اكتسبها بيديه

Seorang berwudhu dan membasuh dua tangannya, maka berguguranlah setiap kesalahan yang dia lakukan dengan kedua tangannya.

ويغسل وجهه فتسقط كل خطيئة نظر إليها بعينه

Lalu dia membasuh wajahnya, maka berguguranlah setiap kesalahan yang ia lakukan dengan kedua matanya.

وإذ غسل يديه سقطت كل خطيئة بطشتها يداه

Ketika dia membasuh kedua tangannya, akan berguguranlah setiap kesalahan yang dilakukan kedua tangannya.

Ketika dia mengakhiri wudhunya dengan doa,

أشهد أن لا إله إلا الله وأشهد أن محمدًا رسول الله

“Saya bersaksi bahwasanya tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Allah, dan sesungguhnya Muhammad adalah Rasulullah,”

فتحت له أبواب الجنة

Akan dibukakan baginya pintu-pintu surga.

ألا ترى هذه مصلحة الوضوء فكيف بالصلاة، وكيف بالزكاة، كـيف بسـائر العبـادات، فما يشرع الله لعبـاده من أمر إلا لحكمة وإلا لمصالح عباده -سبحانه وتعالى- الرؤوف الرحيم، وهو الغني الحميد

Tidakkah Anda lihat keutamaan wudhu ini?! Lantas bagaimana halnya dengan shalat, zakat, dan seluruh ibadah lainnya?!

Jadi, Allah tidaklah mensyariatkan suatu perintah kepada hamba-Nya kecuali karena hikmah dan kemaslahatan hamba Allah Yang Mahasuci lagi Mahatinggi, Yang Maha Penyantun lagi Maha Penyayang, dan Dia Mahakaya lagi Maha Terpuji.

Nafahat al-Huda Wal Iman min Majalisil Quran hlm. 31

Sumber asal: https://forumsalafy.net/maslahat-ibadah-itu-kembali-kepada-hamba/?fbclid=IwAR1icgyHmAgdPQqCUWD8rA3XVNlXWejNZVB7zi_KsLYkIPHtRC-sdd17zfM

MASLAHAT IBADAH ITU KEMBALI KEPADA HAMBA

ZIKIR PAGI PETANG PADA WAKTUNYA LEBIH UTAMA DARIPADA MEMBACA AL QURAN

ZIKIR PAGI PETANG PADA WAKTUNYA LEBIH UTAMA DARIPADA MEMBACA AL QURAN

#mimin: (Pada dua waktu yang disebutkan di bawah ini: )

✍️ Asy Syaikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah mengatakan

وأما الأوراد الشرعية من الأذكار والدعوات الواردة عن النبي صلى الله عليه وسلم ، فالأفضل أن يؤتى بها في طرفي النهار بعد صلاة الفجر وصلاة العصر ، وذلك أفضل من قراءة القرآن ؛ لأنها عبادة مؤقتة تفوت بفوات وقتها ، أما قراءة القرآن فوقتها واسع

🕋 “Adapun wirid-wirid syar’i, baik berupa zikir dan doa yang diriwayatkan dari Nabi ﷺ, maka lebih baik dilakukan pada dua ujung siang: setelah salat Subuh dan setelah salat Ashar.

📖 Melakukan hal itu lebih baik daripada membaca Al Quran. Sebab, zikir-zikir tersebut terbatas waktu, akan terlewatkan jika lewat waktunya. Adapun Al Quran, maka waktunya longgar.”

📚 Majmu’ Fatawa Ibni Baz rahimahullah
•┈┈•┈┈•⊰✿📖✿⊱•┈┈•┈┈•
#zikir #doa #Ibnubaz #quran

📘 Channel Majalah Tashfiyah t.me/majalahtashfiyah

ZIKIR PAGI PETANG PADA WAKTUNYA LEBIH UTAMA DARIPADA MEMBACA AL QURAN

DOSA MENGHALANGI KETAATAN KEPADA ALLAH

🔥🔇💥 DOSA MENGHALANGI KETAATAN KEPADA ALLAH

✍🏼 Al-Imam Ibnul Qayyim rahimahullah berkata:

إذا ثقل الظهر بالأوزار، منع القلب من السير إلى الله والجوارح من النهوض في طاعته.

“Jika belakang telah berat memikul dosa-dosa, maka hati akan terhalangi untuk berjalan menuju Allah dan anggota badan juga akan terhalangi untuk bangkit melaksanakan ketaatan kepada-Nya.”

📚 Bada’iut Tafsir, jilid 3 hlm. 332

🌍 Sumber || https://twitter.com/alsa7e7a/status/736265667066925057

 WhatsApp Salafy Indonesia
 Channel Telegram || http://telegram.me/ForumSalafy

💎💎💎💎💎💎💎💎💎

DOSA MENGHALANGI KETAATAN KEPADA ALLAH

MARI BERSIWAK SETELAH BANGUN DARI TIDUR MALAM

🌹💐🌸🌷 MARI BERSIWAK SETELAH BANGUN DARI TIDUR MALAM

Tidur bisa menyebabkan aroma mulut menjadi tidak sedap. Hal itu disebabkan naiknya gas dari lambung. Gas itulah penyebab tidak sedapnya aroma pada mulut. (Lihat perkataan Ibnu Daqiq dalam kitab Fathul Bari juz 1 hlm. 356)

Oleh karena itu, ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bangun dari tidur malam yang panjang, beliau selalu membersihkan mulutnya dengan siwak.

Menggosok gigi dengan siwak akan menghilangkan bau tidak sedap pada mulut. Tidak hanya itu, bersiwak juga bisa membuat tubuh menjadi lebih bersemangat beribadah. (Lihat kitab Taisir al- ‘Allam Syarh ‘Umdatul Ahkam, 1/64)

Sahabat yang mulia, Hudzaifah ibnul Yaman radhiyallahu ‘anhuma menceritakan,

كَانَ النَّبِيُّ إِذَا قَامَ مِنَ اللَّيْلِ يَشُوصُ فَاهُ بِالسِّوَاكِ

Apabila Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bangun dari tidur malamnya, beliau menggosok mulutnya dengan siwak.”
( ‘Umdatul ‘Ahkam, hadits no. 27)

Dari hadits ini Ibnu Daqiq al-‘Ied rahimahullah menyimpulkan bahwa bersiwak saat bangun tidur malam hukumnya mustahab. ( Fathul Bari Syarh Shahihul Bukhari, 1/356)

Begitu pula, Syaikul Islam Ibnu Taimiyah menyatakan bahwa di antara penyebab disyariatkannya bersiwak adalah tidur. ( Majmu’ al-Fatawa 21/109)

Mari kita meneladani Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan bersiwak setelah bangun tidur.

⚪️ WhatsApp Salafy Indonesia
⏩ Channel Telegram || http://telegram.me/forumsalafy

💎💎💎💎💎💎💎💎💎💎

MARI BERSIWAK SETELAH BANGUN DARI TIDUR MALAM

SIWAK BOLEH DIGANTI DENGAN BERUS GIGI DAN UBAT GIGI

🌹💐🌸🌷 SIWAK BISA DIGANTI DENGAN SIKAT DAN PASTA GIGI

Bersiwak adalah hal yang disyariatkan oleh agama Islam pada kondisi-kondisi tertentu.

Di antaranya:
• saat bangun dari tidur,
• ketika aroma mulut mulai berubah, dan
• ketika akan melakukan ibadah, seperti shalat dan membaca Al-Qur’an. ( Majmu’ al-Fatawa, 21/110)

Pada praktiknya, tidak sedikit dari kaum muslimin yang kerepotan bersiwak dengan siwak yang dipakai oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, yaitu potongan kayu dari akar pohon arak . Sebab, pohon tersebut hanya ada di daerah tertentu.

Maka dari itu, seorang muslim boleh mengganti siwak dengan sikat dan pasta gigi atau dengan alat lainnya. Intinya, alat tersebut bisa digunakan untuk membersihkan gigi dari kotoran.

Al-‘Iraqi menyatakan, inti dari sunnah bersiwak bisa diwujudkan dengan menggunakan sesuatu yang bisa menghilangkan kotoran, seperti potongan kain atau kayu. ( Tharhut Tatsrib, 1/67)

An-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim (3/143) mengatakan,
“Disenangi bersiwak menggunakan akar basah dari pohon arak atau segala sesuatu yang bisa menghilangkan kotoran/aroma tidak sedap.”

Beliau juga menjelaskan bolehnya bersiwak dengan selain akar pohon arak, akar pohon lainnya, atau dengan segala sesuatu yang bisa digunakan untuk membersihkan kotoran di gigi. (Lihat at-Tibyan hlm. 89)

Lebih jelas lagi adalah fatwa Syaikh Ibnu ‘Utsaimin rahimahullah ketika ditanya, “Apakah pasta gigi bisa menggantikan siwak?”

Beliau menjawab,

“Ya, menggunakan sikat dan pasta gigi bisa menggantikan siwak. Bahkan, ia lebih bersih. Jadi, apabila seseorang menggosok giginya, dia telah melakukan amalan sunnah (yakni bersiwak).” ( Fatawa Nurun ‘alad Darb )

Jika kita kebingungan tidak mendapatkan akar pohon arak untuk bersiwak, janganlah bersedih. Sebab, membersihkan gigi dengan sikat dan pasta gigi ternyata termasuk bersiwak dan mendapatkan pahala, insya Allah.

⚪️ WhatsApp Salafy Indonesia
⏩ Channel Telegram || http://telegram.me/forumsalafy

💎💎💎💎💎💎💎💎💎💎

SIWAK BOLEH DIGANTI DENGAN BERUS GIGI DAN UBAT GIGI

MALU TIDAK KHUSYUK DALAM SOLAT

Ibnul Qayyim al-Jauziyyah rahimahullah berkata,

“Jika seseorang merasakan dalam hatinya bahawa Allah adalah terbesar dari segala yang terbetik dalam hati, ia malu untuk menyibukkan hatinya dalam solat dengan mengingati sesuatu selain Allah. Kerana hal itu tidaklah memenuhi makna “Allahu Akbar” (Allah Yang Maha Besar) dan hak lafaz tersebut.”

Badaa-i’ul Fawaaid karya Ibnul Qayyim (2/423)

MALU TIDAK KHUSYUK DALAM SOLAT

*SUNNAH-SUNNAH YANG DIANJURKAN TATKALA TURUN HUJAN*

••{ ﷽ }••

*SUNNAH-SUNNAH YANG DIANJURKAN TATKALA TURUN HUJAN*

1⃣ Sunnah pertama: Sungguh dulu Rasulullah ﷺ jika melihat hujan, beliau berdoa:

*اللَّهمَّ صيِّبًا نافعًا*
_*“Ya ALLAH turunkanlah hujan yang bermanfaat.”*_
Yakni hujan yang tercurah berlimpah. (Dishahihkan Al-Albani dalam shahih Al-Adab Al-Mufrad)

2⃣ Sunnah kedua:

Menyingkap sebagian badannya agar terkena air hujan.

Dari Anas radhiyallahu’anhu berkata: Kami tertimpa hujan bersama Rasulullah ﷺ lalu beliau menyingkap baju sampai sebagian badan beliau terkena air hujan, lalu kami bertanya: *“Untuk apa anda melakukan begini?”* Beliau menjawab: _*“Karena hujan ini baru saja dari sisi Rabbnya.”*_
(HR. Muslim)

3⃣ Sunnah ke tiga:

Berdoa kepada ALLAH di tengah turunnya hujan, karena ketika itu adalah waktu dikabulkannya doa, karena bertepatan turunnya rahmat dari rahmat ALLAH ﷻ. Sebagaimana Nabi ﷺ bersabda: _*“Dua doa yang tidak akan ditolak:*_

_*Doa ketika adzan dan doa di bawah hujan.”*_
(Dihasankan Al-Albani dalam Shahih Al-Jami no 3078.)

4⃣ Sunnah ke empat:

Ucapkanlah sesudah hujan reda :

*مُطِرنا بفضلِ اللَّهِ ورحمتِهِ*
_*Kami diberi hujan dengan sebab karunia ALLAH dan rahmat-Nya.*_

(( مُطِرنا بفضلِ اللَّهِ ورحمتِهِ ))

Ditekankan untuk beramal dengan hadits ini dan meyakini maknanya pada zaman sekarang ini. Karena melihat sebagian manusia sudah mulai menggantungkan turunnya hujan kepada kondisi udara, dan mereka berpatokan dengan pendapat ahli cuaca. Dalam sebuah hadits beliau ﷺ shalat subuh dengan para sahabatnya di Hudaibiyah dalam bekas hujan tadi malam. Tatkala beliau selesai shalat, beliau menghadap manusia lalu bersabda: _*“Tahukah kalian apa yang difirmankan Rabb kalian?”*_

Mereka menjawab: _*“ALLAH dan Rasul-NYA yg lebih tahu.”*_

Beliau bersabda: _*“ALLAH ﷻ berfirman: Pada pagi hari ada diantara hamba-KU yang beriman kepada-KU dan kafir.”*_

Adapun yang mengatakan kita diberi hujan karena karunia ALLAH dan Rahmat-NYA, maka ia telah beriman kepada-KU dan kafir kepada bintang. Dan adapun yang mengatakan: _“Kita diberi hujan karena bintang ini dan itu, maka ia telah kafir kepada-KU dan beriman kepada bintang.”_
(Muttafaq alaih 71-1038)

5⃣ Sunnah yang kelima:

Ketika hujan sangat deras dan kawatir membahayakan, sebagian mereka berdoa kepada ALLAH agar ALLAH menghentikan hujannya, dan ini bukan termasuk sunnah. Bahkan hendaknya ia berdoa dengan doa Rasulullah:

_*“Ya ALLAH turunkanlah hujan di sekeliling kami, dan tidak dari atas kami. Ya ALLAH turunkanlah hujan di gunung, bukit, lembah dan di tempat tumbuhnya pepohonan.”*_
(Muttafaq alaih 897-1014)

——————————–

? سنن تستحب عند نزول المطر

 السُـنة الأولى :

فقد كان النبي ﷺ إذا رأى المطر قال :

(( اللَّهمَّ صيِّبًا نافعًا ))

أي ??منهمرا متدفقا .

?? صححه الألباني في
? صحيح الأدب المفرد – رقم:(530)

 السُـنة الثانية :

كشف بعض البدن ليصيبه المطر:

عن أنس رضي الله عنه قال: أصابنا مع رسول الله ﷺ مطر . قال: فحسر رسول الله ﷺ عن ثوبه حتى أصابه
من المطر ، فقلنا: يا رسول الله! لم صنعت هذا ؟ قال :
(( لأنه حديث عهد بربه))

? صحيح مسلم: (2083)

حسر عن ثوبه أي: كشف بعض بدنه.

 السُـنة الثالثة :

أدعو الله أثناء نزول المطر فإن ذلك موضع إجابة لأنه يوافق نزول رحمة
من رحمات الله عز وجل كما ،

?? جاء عن النبي ﷺ :

(( ثِنتانِ ما تُرَدّانِ :

1 – الدُّعاءُ عند النِّداءِ ،
2 – و تحْتَ المَطَرِ ))

?? حسنه الألباني في
? صحيح الجامع – رقم: (3078)

 السُـنة الرابعة :

قل بعد نزول المطر :
(( مُطِرنا بفضلِ اللَّهِ ورحمتِهِ ))
ويأكد العمل بهذا الحديث واعتقاد
معناه في هذا العصر نظراً لأن بعض
الناس أصبح يُعلِّق نزول المطر على
الظواهر الجوية ويتشبث بأقوال أهل الأرصاد ، وفي الحديث أنه ﷺ صلى بالصحابة صلاة الصبح بالحديبية
في إثرِ السَّماءِ كانت منَ اللَّيلِ فلمَّا انصرفَ أقبلَ على النَّاسِ فقالَ ﷺ (( هل تدرونَ ماذا قالَ ربُّكم ؟
قالوا اللَّهُ ورسولُهُ أعلمُ !
قالَ قالَ أصبحَ من عبادي مؤمنٌ بي وكافرٌ فأمَّا من قالَ مُطِرنا بفضلِ اللَّهِ ورحمتِهِ فذلكَ مؤمنٌ بي كافرٌ بالكوكبِ وأما من قال مُطِرنا بنَوْءِ كذا وكذا
فذلكَ كافرٌ بي مؤمنٌ بالكواكبِ ))

? متفق عليه : (1038-71)

اللهمَّ ! حوالَينا ولا علينا اللهمَّ !على الآكامِ والظِّرابِ
وبطونِ الأوديةِ ، ومنابتِ الشجر

 السنة الخامسة :

عند شدة الأمطار وخوف الضرر قد يدعو بعضهم الله أن يُوقف المطر وهذا ليس من السنة ، بل عليه أن يدعو بدعاء النبي ﷺ: (( اللهمَّ ! حوالَينا ولا علينا اللهمَّ !على الآكامِ والظِّرابِ
وبطونِ الأوديةِ ، ومنابتِ الشجرِ ))

? متفق عليه : (1014-897)

@IbnAIarbi
http://cutt.us/WRFgL
http://bit.ly/SunnahKetikaHujan
🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃
Ikhwah Salafy 🇲🇾
📚 t.me/IkhwahSalafyMalaysia
📻 t.me/radiomuslimmy

*SUNNAH-SUNNAH YANG DIANJURKAN TATKALA TURUN HUJAN*

DOA MEMINTA PERLINDUNGAN DARI KEBURUKAN AKHLAK, PERBUATAN, HAWA NAFSU, DAN PENYAKIT-PENYAKIT YANG MENGERIKAN

⭐️🌻 DOA MEMINTA PERLINDUNGAN DARI KEBURUKAN AKHLAK, PERBUATAN, HAWA NAFSU, DAN PENYAKIT-PENYAKIT YANG MENGERIKAN

عَنْ قُطْبَةَ بْنِ مَالِكٍ، قَالَ: كَانَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ: «اللهُمَّ جَنِّبْنِي مُنْكَرَاتِ الْأَخْلَاقِ، وَالْأَعْمَالِ، وَالْأَهْوَاءِ، وَالْأدْوَاءِ»

“Dari Quthbah bin Malik semoga Allah meridhainya, ia berkata: Nabi shollallahu alaihi wasallam mengucapkan dalam doanya:

ALLAHUMMA JANNIBNII MUNKAROOTIL AKHLAAQ WAL A’MAAL WAL AHWAA’ WAL ADWAA’

“(Ya Allah jauhkanlah aku dari akhlak yang buruk, perbuatan yang buruk, hawa nafsu, dan penyakit-penyakit yang mengerikan)

📖 H.R atThobaroniy, dishahihkan oleh al-Hakim, Syaikh al-Albaniy, dan Syaikh Muqbil bin Hadi al-Wadi’iy

📑 WA al I’tishom

🏡 Majmu’ah Salafy Baturaja
🌏 Kanal Telegram: https://t.me/salafybaturaja
▫▫▫▫▫

DOA MEMINTA PERLINDUNGAN DARI KEBURUKAN AKHLAK, PERBUATAN, HAWA NAFSU, DAN PENYAKIT-PENYAKIT YANG MENGERIKAN

MEMBACA DUA AYAT TERAKHIR SURAH AL BAQARAH SEBELUM TIDUR BISA MEWAKILI QIYAMUL LAIL

┏📜📚📖━━━━━━━━━━━━━━┓
Majmu’ah Riyadhussalafiyyin
┗━━━━━━━━━━━━━━📖📚📜┛

🌷 MEMBACA DUA AYAT TERAKHIR SURAH AL BAQARAH SEBELUM TIDUR BISA MEWAKILI QIYAMUL LAIL

🗒️ Dari Abu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah ﷺ bersabda :

الْآيَتَانِ مِنْ آخِرِ سُورَةِ الْبَقَرَةِ مَنْ قَرَأَهُمَا فِي لَيْلَةٍ كَفَتَاهُ

“Dua ayat di akhir surah Al Baqarah; siapa yang membacanya di malam hari maka itu sudah mencukupinya.”
HR. Al Bukhari (4008) dan Muslim (807)

🗒️ Imam Nawawi rahimahullah menyatakan :

من قرأهما في ليلة كفتاه قيل معناه كفتاه من قيام الليل وقيل من الشيطان وقيل من الآفات ويحتمل من الجميع

“Makna -sudah mencukupinya-, ada yang mengatakan;
(1) sudah mewakili dari shalat malam. Yang lain berpendapat;
(2) mencukupi dari gangguan setan. Ulama lainnya;
(3) menjaga dari berbagai gangguan. Dan semua makna ini bisa jadi benar. (Al Minhaj, VI/91-92).

🗒️ Al Hafizh Ibnu Hajar rahimahullah juga menguatkan makna pertama di atas :

والوجه الأول ورد صريحا من طريق عاصم عن علقمة عن أبي مسعود رفعه من قرأ خاتمة البقرة أجزأت عنه قيام ليلة

“Makna pertama di atas dikuatkan dengan sebuah riwayat tegas yang datang dari Ashim, dari Alqamah, dari Abu Mas’ud (dari nabi ﷺ) : Siapa yang membaca akhir dari surah Al Baqarah; maka sudah mewakili dari shalat malamnya.”
(Al Fath, IX/56)

Bukan maknanya untuk tidak usah shalat malam; tapi hendaknya jangan sampai kita melewatkan dua ayat ini sebelum tidur karena saking besarnya keutamaannya. Semoga dimudahkan.

✍🏼 Ustadz Hari Ahadi حفظه الله

➖ ➖ ➖ ➖ ➖

🕌 “Tetap hadir di majelis ilmu syar’i (tempat pengajian) untuk meraih pahala dan barokah lebih banyak dan lebih besar, insyaAllah.”

📲 Ayo Join dan Share :
➖➖➖➖➖
📚 Fawaaid :
🌐 https://t.me/Riyadhus_Salafiyyin

🖼 Poster dan Video Faedah ⤵
🌐 Instagram :
https://www.instagram.com/galerifaedah
🌐 Twitter :
https://mobile.twitter.com/galerifaedah
🌐 Telegram :
https://t.me/galerifaedah

MEMBACA DUA AYAT TERAKHIR SURAH AL BAQARAH SEBELUM TIDUR BISA MEWAKILI QIYAMUL LAIL

TIDAK BOLEH MENJADIKAN DZIKIR SEBAGAI DERINGAN RINGTONE HP!!

⚠📳📵⛔ *TIDAK BOLEH MENJADIKAN DZIKIR SEBAGAI DERINGAN HP (TELEFON BIMBIT)!!*

✍🏼 Asy-Syaikh Shalih al-Fauzan _hafizhahullah_ berkata:

«الذكر لا يجعل نغمة للجوال، الذكر: قرآن أو حديث أو تكبير أو أذان، لا يجعل نغمة الجوال، ولا يجعل منبهًا على المكالمة؛ لأن هذا فيه إهانة لذكر الله عز وجل»

“Dzikir tidak boleh dijadikan sebagai dering HP, dzikir berupa al-Qur’an, hadits, takbir, atau adzan, tidak boleh dijadikan sebagai dering HP dan tidak boleh dijadikan untuk mengingatkan percakapan, karena padanya terdapat perendahan terhadap dzikir.”

📚 *Taujihat lil Jundil Muslim, hlm. 23*

🌍 *Sumber* || https://twitter.com/fzmhm12121/status/957626545832710144

⚪ *WhatsApp Salafy Indonesia*
⏩ *Channel Telegram* || http://telegram.me/forumsalafy

💎💎💎💎💎💎💎💎💎

TIDAK BOLEH MENJADIKAN DZIKIR SEBAGAI DERINGAN RINGTONE HP!!