CARA PANDANG SALAF TERHADAP AMAL MEREKA

Al-Imam Ibnu Rajab al-Hanbaly rahimahullah berkata:

كان السلف يجتهدون في أعمال الخير ويعدون أنفسهم من المقصرين المفرطين المذنبين. ونحن مع إساءتنا نعد أنفسنا من المحسنين.

“Dahulu para salaf bersungguh-sungguh dalam melakukan amal-amal kebaikan, namun mereka menganggap diri mereka termasuk orang-orang yang melakukan kekurangan, menyia-nyiakan, dan banyak dosa. Sedangkan kita bersamaan dengan perbuatan buruk kita, kita menganggap diri kita termasuk orang-orang yang berbuat baik.”

Majmu’ Rasail Ibnu Rajab al-Hanbaly, jilid 1 hlm. 254

Sumber || https://twitter.com/durrsalafi/status/738484661828063232

WhatsApp Salafy Indonesia
Channel Telegram || http://bit.ly/ForumSalafy

CARA PANDANG SALAF TERHADAP AMAL MEREKA

TIDAKKAH CUKUP UBAN SEBAGAI PERINGATAN?!

Al-Imam Ibnu Rajab rahimahullah berkata:

يا من أنذره الـشيب بالموت وهو مقيم على الآثام، أما كفاك واعظ الـشيب مع واعظ القرآن؟!

“Wahai orang yang uban telah memperingatkannya akan dekatnya kematian dia, sementara dia masih terus berkubang dengan dosa-dosa, tidakkah cukup bagimu penasehat berupa uban, di samping penasehat berupa al-Qur’an?!”

Lathaiful Ma’arif, hlm. 259

Sumber || https://twitter.com/durrsalafi/status/735760482842251266

WhatsApp Salafy Indonesia
Channel Telegram || http://bit.ly/ForumSalafy

TIDAKKAH CUKUP UBAN SEBAGAI PERINGATAN?!

Tetaplah Memberi Nasihat Walaupun Engkau Sendiri Banyak Kekurangan

Al-Imam Ibnu Rajab al-Hanbaly rahimahullah berkata:

لو لم يعظ إلا معصوم من الزلل، لم يعظ الناس بعد رسول الله صلى الله عليه وسلم أحد، لأنه لا عصمة لأحد بعده.

“Seandainya tidak boleh memberi nasehat kecuali seseorang yang terjaga (ma’shum) dari kekurangan, niscaya tidak akan ada seorang pun yang menasehati orang lain selain Rasulullah shallallahu alaihi was sallam, karena tidak ada yang ma’shum selain beliau.”

Lathaiful Ma’arif, hlm. 19

Sumber || https://twitter.com/channel_moh/status/802930592644026368

WhatsApp Salafy Indonesia
Channel Telegram || http://bit.ly/ForumSalafy

Tetaplah Memberi Nasihat Walaupun Engkau Sendiri Banyak Kekurangan

Cukup Sekadar Mengucapkan Amin

Berkata Al-Hafizh Ibnu Rajab rahimahullah:

“ولا يستحب أن يصل آمين بذكر آخر مثل أن يقول : آمين يا رب العالمين لأنه لم تأت به السنة، هذا قول أصحابنا”.

“Dan tidak dianjurkan untuk menyambung kata: ‘aamiin’ dengan zikir lainnnya seperti mengucapkan: (آمِين يَآ رَبَّ الْعَالَمِين) “Kabulkanlah wahai Rabb semesta alam” kerana hal itu tidak pernah dibawakan oleh sunnah, ini adalah pendapat sahabat kami (hambali).”

Syarh Al-Bukhari (4/389).
Continue reading “Cukup Sekadar Mengucapkan Amin”

Cukup Sekadar Mengucapkan Amin

Dua Jihad di Bulan Ramadan

Al-Imam al-Hafizh Ibnu Rajab rahimahullahu ta’ala berkata :

“Ketahuilah bahwasanya seorang mukmin itu akan terkumpul baginya di bulan ramadhan dua jihad pada dirinya: Jihad siang hari dengan puasa dan jihad malam hari dengan qiyamullail (solat malam). Barangsiapa mengumpulkan di antara dua jihad ini, dan menunaikan hak-hak keduanya, serta bersabar atas keduanya (dalam mengerjakan keduanya) maka ia akan mendapatkan pahalanya dengan tanpa batas.”

Lathaaiful Ma’aarif hal. 171

Continue reading “Dua Jihad di Bulan Ramadan”

Dua Jihad di Bulan Ramadan

Takut Pada Allah Bukan Hanya Tangisan Semata

Al-Imam Ibnu Rajab al-Hanbaly rahimahullah berkata:

إِنَّمَا الخائف من ترك ما اشتهى من الحرام إذا قدر عليه.

“Orang yang takut (kepada Allah) hanyalah orang yang meninggalkan perkara yang haram yang dia sukai dalam keadaan dia mampu melakukannya.”

Rasail Ibnu Rajab, jilid 1 hlm. 163

Continue reading “Takut Pada Allah Bukan Hanya Tangisan Semata”

Takut Pada Allah Bukan Hanya Tangisan Semata