JANGAN MELAYANI ORANG YANG SUKA BERDEBAT!!

💥⚠️⛔️🔥 JANGAN MELAYANI ORANG YANG SUKA BERDEBAT!!

✍🏼 Al-Imam Muhammad bin Sirin rahimahullah berkata:

لا تجادل إلا رجلا إن كلمته رجوتَ أن يرجع، فأمّا من كلّمته فجادلك فإياك أن تكلمه.

“Jangan berdiskusi kecuali dengan seseorang yang jika engkau berbicara dengannya engkau berharap dia akan kembali kepada kebenaran, adapun orang yang jika engkau berbicara dengannya dia mendebatmu maka jangan sekali-kali berbicara dengannya!”

📚 Kitab al-Hujjah, jilid 2 hlm. 521

🌍 Sumber || https://twitter.com/fzmhm12121/status/914948915220250625

⚪️ WhatsApp Salafy Indonesia
⏩ Channel Telegram || http://telegram.me/forumsalafy

💎💎💎💎💎💎💎💎💎

Advertisements
JANGAN MELAYANI ORANG YANG SUKA BERDEBAT!!

Tidak! Walaupun Satu Ayat

Dari Asma bin ‘Ubaid, ia berkata:

دَخَلَ رَجُلاَنِ مِنْ أَصْحَابِ الأَهْوَاءِ عَلَى ابْنِ سِيرِينَ فَقَالاَ : يَا أَبَا بَكْرٍ نُحَدِّثُكَ بِحَدِيثٍ؟ قَالَ : لاَ. قَالاَ : فَنَقْرَأُ عَلَيْكَ آيَةً مِنْ كِتَابِ اللَّهِ؟ قَالَ : لاَ ، لَتَقُومَانِ عَنِّى أَوْ لأَقُومَنَّ. قَالَ : فَخَرَجَا فَقَالَ بَعْضُ الْقَوْمِ : يَا أَبَا بَكْرٍ وَمَا كَانَ عَلَيْكَ أَنْ يَقْرَآ عَلَيْكَ آيَةً مِنْ كِتَابِ اللَّهِ تَعَالَى؟ قَالَ : إِنِّى خَشِيتُ أَنْ يَقْرَآ عَلَىَّ آيَةً فَيُحَرِّفَانِهَا فَيَقِرُّ ذَلِكَ فِى قَلْبِى

Dua orang ahlul ahwa datang kepada Ibnu Sirin, mereka berdua berkata: “Wahai Abu Bakr, kami akan membacakan kepadamu satu hadis!” Ibnu Sirin berkata: “Tidak!”, mereka berdua berkata: “Kalau begitu kami akan membacakan kepadamu satu ayat dari Kitabullah?” Ibnu Sirin berkata: “Tidak! Pergilah kalian dariku, atau aku yang pergi!” (Asma bin ‘Ubaid) berkata: Maka mereka berdua keluar, lalu beberapa orang bertanya:

“Wahai Abu Bakr, kenapa engkau (tidak mahu) ketika mereka akan membacakan kepadamu satu ayat dari Kitab Allah ta’ala?” Ibnu Sirin menjawab: “Aku khawatir mereka berdua akan membacakan kepadaku sebuah ayat, lalu mereka menyimpangkannya, kemudian hal itu (penyimpangan tersebut) akan menetap di hatiku.”

Diriwayatkan ad-Darimi dalam Sunan-nya (397), lihat Siyar A’lamin Nubala (11/285)

Tidak! Walaupun Satu Ayat