Menentang Wahyu Dengan Akal

Ibnul Qayyim rahimahullah berkata,

“Perbuatan menentang wahyu dengan akal adalah warisan Syaikh Abu Murrah (iblis). Dialah yang pertama kali menentang wahyu dengan akal dan mendahulukan akal dari pada wahyu.”

(ash-Shawa’iqul Mursalah, 3/998, lihat pula Syarh Aqidah Thahawiyah hlm. 207)

Dikutip dari sumber Asy Syariah dengan judul “Penyembah Akal adalah Pengikut Iblis”

Url : http://asysyariah.com/713/

Menentang Wahyu Dengan Akal

Apa Yang Ditanam, Itulah Yang Dituai

Berkata Ibnu Mas’ud Rodhiyallahu anhu :

فَمَنْ زَرَعَ خَيْرًا يُوشِكُ أَنْ يَحْصُدَ رَغْبَةً ، وَمَنْ زَرَعَ شَرًّا يُوشِكُ أَنْ يَحْصُدَ نَدَامَةً ، وَلِكُلِّ زَارِعٍ مَا زَرَعَ

Barangsiapa yang menanam kebaikan maka ia akan menuai kebahagiaan. Barangsiapa yang menabur kejelekan maka ia akan menuai penyesalan. Setiap orang yang menanam akan menuai hasil apa yang ia tanam.”

Az Zuhud karya Abu Dawud no 130 – الزهد لأبي داود ١٣٠

Continue reading “Apa Yang Ditanam, Itulah Yang Dituai”

Apa Yang Ditanam, Itulah Yang Dituai