KELALAIAN HATI SUMBER SEMUA DOSA

Asy-Syaikh Abdurrahman as-Sa’dy rahimahullah berkata:

فالغفلة ينشأ عنها الذنب الصغير، ثم ينشأ عنه الذنب الكبير، ثم ينشأ عنها أنواع البدع والكفر وغير ذلك.

“Kelalaian hati akan memunculkan dosa kecil, lalu muncul darinya dosa besar, lalu darinya muncul berbagai macam bid’ah, kekafiran, dan selainnya.”

Taisirul Karimir Rahman, hlm. 45

Sumber || https://twitter.com/alsunna_way/status/859224587611103233

WhatsApp Salafy Indonesia
Channel Telegram || http://bit.ly/ForumSalafy

KELALAIAN HATI SUMBER SEMUA DOSA

KUNCI KEBAHAGIAAN ADALAH BERTAQWA DAN BERSABAR

Allah Ta’ala berfirman:

ﺇِﻧَّﻪُ ﻣَﻦ ﻳَﺘَّﻖِ ﻭَﻳَﺼْﺒِﺮْ ﻓَﺈِﻥَّ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﻟَﺎ ﻳُﻀِﻴﻊُ ﺃَﺟْﺮَ ﺍﻟْﻤُﺤْﺴِﻨِﻴﻦَ.

“Sungguh siapapun yang bertaqwa dan bersabar maka sesungguhnya Allah tidak akan menyia-nyiakan pahala orang-orang yang suka berbuat baik.” (QS. Yusuf: 90)

Asy-Syaikh Abdurrahman as-Sa’dy rahimahullah berkata:

كل خير في الدنيا والآخرة فمن آثار التقوى والصبر، وأن عاقبة أهلهما أحسن العواقب.

“Semua kebaikan di dunia dan akhirat termasuk dari buah ketaqwaan dan kesabaran, dan sungguh kesudahan orang-orang yang berpegang teguh dengan dua hal ini adalah sebaik-baiknya kesudahan.”

Tafsir as-Sa’dy, hlm. 506

WhatsApp Salafy Indonesia
Channel Telegram || http://bit.ly/ForumSalafy

KUNCI KEBAHAGIAAN ADALAH BERTAQWA DAN BERSABAR

BENARKAH MEMBELA DIRI DARI TUDUHAN DUSTA TERCELA?!

Asy-Syaikh Abdurrahman as-Sa’dy rahimahullah berkata:

لا يلام الإنسان على السعي في دفع التهمة عن نفسه وطلب البراءة لها، بل يحمد على ذلك.

“Seseorang tidak tercela atas usahanya membantah tuduhan dusta terhadap dirinya dan menuntut agar dirinya dibersihkan dari tuduhan dusta tersebut, bahkan dia terpuji atas hal itu.”

Tafsir as-Sa’dy, hlm. 505

WhatsApp Salafy Indonesia
Channel Telegram || http://bit.ly/ForumSalafy

BENARKAH MEMBELA DIRI DARI TUDUHAN DUSTA TERCELA?!

Keutamaan Ilmu dan Majlis Ilmu

Asy-Syaikh Abdurrahman as-Sa’dy rahimahullah berkata:

مجلس علم تجلسه خير لك من الدنيا وما فيها، وفائدة تستفيدها وتنتفع بها لا شيء يزنها يساويها.

“Sebuah majelis ilmu yang engkau hadiri lebih baik bagimu dibandingkan dengan dunia dan seisinya, dan sebuah faedah ilmu yang engkau raih dan engkau mengambil manfaat darinya tidak ada yang sebanding dengannya.”

Al-Fawakihusy Syahiyyah, hlm. 179

Sumber || https://twitter.com/fzmhm12121/status/809022184505090048

WhatsApp Salafy Indonesia
Channel Telegram || http://bit.ly/ForumSalafy

Keutamaan Ilmu dan Majlis Ilmu

Mengingat Saat Menuai Membangkitkan Semangat Untuk Menanam

Asy-Syaikh Abdurrahman as-Sa’dy rahimahullah berkata:

النظر إلى العواقب معونة عظيمة في سهولة الأعمال النافعة، وفي الاحتراز مما يخاف ضرره، فإن العواقب الطيبة يسهل على العبد كل طريق يوصل إليها وإن كان شاقا، لما يرجو من الثمرة.

“Memperhatikan ‘akibat’ memiliki peranan yang besar dalam membantu memudahkan amal-amal yang bermanfaat dan menjaga diri dari hal-hal yang dikhawatirkan akibat buruknya, kerana sesungguhnya mengingat kesudahan yang baik akan memudahkan seorang hamba untuk menempuh semua jalan yang akan menyampaikan kepadanya walaupun berat, kerana dia mengharapkan buahnya.”

Ar-Riyadhun Nadhirah yang menjadi satu dalam Majmu’ Muallafatis Sa’dy, hlm. 280

WhatsApp Salafy Indonesia
Channel Telegram || http://bit.ly/ForumSalafy

Mengingat Saat Menuai Membangkitkan Semangat Untuk Menanam

Adab Ketika Mendengar Orang Lain Berbicara

Asy-Syaikh Abdurrahman as-Sa’dy rahimahullah berkata:

من الآداب الطيبة؛ إذا حدثك المحدث بأمر ديني أو دنيوي، ألا تنازعه الحديث إذا كنت تعرفه، بل تصغي إليه إصغاء من لا يعرفه ولم يمر عليه، وتريه أنك استفدته منه، كما كان ألباء الرجال يفعلونه. وفيه من الفوائد تنشيط المحدث وإدخال السرور عليه، وسلامتك من العجب بنفسك، وسلامتك من سوء الأدب، فإن منازعة المحدث حديثه من سوء الأدب.

“Diantara adab-adab yang baik; jika seseorang berbicara kepadamu tentang sebuah perkara agama atau dunia, jangan merebut pembicaraan darinya jika engkau telah mengetahuinya, bahkan hendaklah engkau mendengarkan dengan baik seperti orang yang belum mengetahuinya dan belum pernah melewatinya, dan tampakkanlah kepadanya bahwa engkau mendapatkan faedah darinya, sebagaimana yang dilakukan oleh orang-orang yang berakal.

Diantara faedah dari adab semacam ini adalah memberi semangat kepada orang yang berbicara dan memasukkan rasa senang ke dalam hatinya, engkau selamat dari perasaan ujub terhadap dirimu sendiri, dan engkau selamat dari adab yang buruk, kerana sesungguhnya merebut pembicaraan orang yang berbicara termasuk adab yang buruk.”

Ar-Riyadhun Nadhirah yang menjadi satu dalam Majmu’ Muallafatis Sa’dy, hlm. 276

WhatsApp Salafy Indonesia
Channel Telegram || http://bit.ly/ForumSalafy

Adab Ketika Mendengar Orang Lain Berbicara

Akibat Suka Membicarakan Aib Orang Lain

Asy-Syaikh Abdurrahman as-Sa’dy rahimahullah berkata:

ومن تفرغ لعيوب الناس تفرغ الناس لعيوبه.

“Siapa yang menyibukkan diri atau meluangkan waktunya untuk membicarakan aib-aib orang lain, maka orang lain pun akan menyibukkan diri untuk membicarakan aib-aibnya.”

Ar-Riyadhun Nadhirah yang menjadi satu dalam Majmu’ Muallafatis Sa’dy, hlm. 224

WhatsApp Salafy Indonesia
Channel Telegram || http://bit.ly/ForumSalafy

Akibat Suka Membicarakan Aib Orang Lain