Bagaimana Menjawab Salam Orang Kafir

Asy Syaikh Muhammad bin Shalih al Utsaimin rahimahullah

Pertanyaan: Berbagai pertanyaan dan permintaan penjelasan ini datang dari para pendengar. Kita memulainya dengan pertanyaan yang dikirim oleh Ibrahim bin Maqbul.

Ia mengatakan: Apabila orang kafir datang menemuimu dan mendahuluimu dengan salam, apakah boleh menjawab dengan mengucapkan “Wa’alaikas salam”? Dan bagaimana cara menjawabnya? Dan apakah engkau diperbolehkan mendahuluinya dengan salam? Apa pendapat anda? Semoga Allah memberikan taufik kepada anda untuk melakukan kebaikan-kebaikan amal.

Jawaban: Segala puji hanya bagi Allah. Tidak boleh mendahului orang kafir dengan salam, yaitu engkau mengucapkan as-salamu ‘alaikum kepadanya. Akan tetapi bila ia memberikan salam, maka jawablah salam tersebut dengan lafadz yang akan aku katakan sekarang: “Wa ‘alaikum”. Kerana Nabi shallallahu ‘alaihi wa salam memerintahkan demikian berkaitan dengan ahlul kitab dan orang-orang selain mereka atau yang semisal mereka meskipun tidak lebih rendah dari mereka.

Sumber: Silsilatu Fatawa Nurun ‘alad Darb > kaset no. 1

Kunjungi || http://forumsalafy.net/bagaimana-menjawab-salam-orang-kafir/

WhatsApp Salafy Indonesia
Channel Telegram || http://bit.ly/ForumSalafy

Advertisements
Bagaimana Menjawab Salam Orang Kafir

Kebebasan Bukan Dengan Mengekor Hawa Nafsu

Asy-Syaikh Shalih al-Fauzan hafizhahullah berkata:

«الحرية الصحيحة في طاعة الله، وليست الحرية باتباع الهوى والشهوات، هذه عبودية للهوى وليست حرية»

“Kebebasan yang benar adalah dalam ketaatan kepada Allah, kebebasan bukan dengan mengikuti hawa nafsu dan syubhat (kerancuan pemahaman), yang semacam ini merupakan penghambaan kepada hawa nafsu dan bukan kebebasan.”

Al-Ijabatul Fadhilah, hlm. 23

Sumber || https://twitter.com/SFawzaan/status/808354512587128833

WhatsApp Salafy Indonesia
Channel Telegram || http://bit.ly/ForumSalafy

Kebebasan Bukan Dengan Mengekor Hawa Nafsu

Nasihat Bagi Suami yang Menghabiskan Sebahagian Besar Waktunya untuk Internet

Asy-Syaikh Zaid bin Muhammad Al-Madkhaly rahimahullah

Pertanyaan: Ada seorang istri mengeluhkan suaminya yang menghabiskan sebagian besarnya untuk internet dan tidak menemaninya dan anak-anaknya kecuali sebentar saja, maka apa nasehat Anda untuknya dan untuk suaminya tersebut?

Jawaban:

الْحَمْدُ للهِ وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى رَسُوْلِ اللهِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ اتَّبَعَ هُدَاهُ أَمَّا بَعْدُ:

Engkau bukan satu-satunya yang mengeluhkan hal yang tidak menyenangkan ini, bahkan banyak para istri yang mengeluhkan hal yang engkau sebutkan yang dilakukan oleh suami-suami mereka. Jika memang demikian perkaranya, maka nasehat saya bagimu dan bagi mereka adalah hendaknya selalu bersabar dan berusaha mendiskusikannya dengan suami dengan cara yang lembut, terlebih lagi jika dia bergadang di depan media ini untuk menyebarkan ilmu atau mencari ilmu (membaca tulisan ulama atau asatidzah, donwnload kitab, atau ceramah dan durus mereka dan semisalnya –pent).

Adapun jika engkau mengetahui bahwa berlama-lamanya dia depan media ini untuk menonton atau mendengar sesuatu yang haram dan semisalnya, maka ingkarilah perbuatannya jika engkau benar-benar mengetahui bahwa hal tersebut haram. Mudah-mudahan suamimu mau mendengar nasehatmu dan engkau pun akan mendapatkan pahala. Terlebih lagi jika engkau memiliki anak-anak yang tentunya berat bagimu jika ditinggal olehnya dan engkau serta anak-anakmu akan terlantar atau ditimpa hal-hal yang tidak diinginkan karenanya.

Saya tekankan lagi agar engkau bersabar, karena pertolongan akan mengiringi kesabaran, sebagaimana sabda Nabi shallallahu alaihi was sallam:

وَاعْلَمْ أَنَّ النَّصْرَ مَعَ الصَّبْرِ، وَأَنَّ الْفَرَجَ مَعَ الْكَرْبِ، وَأَنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا.

“Ketahuilah bahwasanya pertolongan menyertai kesabaran, jalan keluar menyertai kesusahan, dan kemudahan menyertai kesulitan.”
(Lihat: Silsilah Ash-Shahihah, no. 2382 –pent)

Adapun nasehat saya kepada suamimu dan dia merupakan pihak yang pertama kali akan dimintai tanggung jawab terhadapmu dan keluargamu, yaitu hendaknya dia mengingat sabda Nabi shallallahu alaihi was sallam:

كُلُّكُمْ رَاعٍ، وَكُلُّكُمْ مَسْئُوْلٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ، الإِمَامُ رَاعٍ وَمَسْئُوْلٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ، وَالرَّجُلُ رَاعٍ فِيْ أَهْلِهِ وَهُوَ مَسْئُوْلٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ، وَالمَرْأَةُ رَاعِيَةٌ فِيْ بَيْتِ زَوْجِهَا وَمَسْئُوْلَةٌ عَنْ رَعِيَّتِهَا، وَالخَادِمُ رَاعٍ فِيْ مَالِ سَيِّدِهِ وَمَسْئُوْلٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ فَكُلُّكُمْ رَاعٍ وَمَسْئُوْلٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ.

“Kalian semua adalah penanggung jawab dan kalian semua akan dimintai tanggung jawab terhadap urusannya, seorang kepala negara adalah penanggung jawab dan akan dimintai tanggung jawab tentang rakyatnya, seorang suami adalah penanggung jawab di keluarganya dan akan dimintai tanggung jawab terhadap urusannya, seorang istri adalah penanggung jawab di rumah suaminya dan dia akan dimintai tanggung jawab terhadap urusannya, seorang pembantu juga adalah penanggung jawab pada harta tuannya dan dia akan dimintai tanggung jawab terhadap urusannya, jadi kalian semua adalah penanggung jawab dan kalian semua akan dimintai tanggung jawab terhadap urusannya.”
(Muttafaqun alaih)

Kunjungi Selengkapnya || http://forumsalafy.net/nasehat-bagi-suami-yang-menghabiska…/

WhatsApp Salafy Indonesia
Channel Telegram || http://bit.ly/ForumSalafy

Nasihat Bagi Suami yang Menghabiskan Sebahagian Besar Waktunya untuk Internet

Tidak ada Seorang pun yang Menguasai Semua Ilmu Syariat

Al-Imam Muhammad bin Idris asy-Syafi’y rahimahullah berkata:

‏لا نعلم رجلاً جمع السنن فلم يذهب منها عليه شيء.

“Kami tidak mengetahui seorangpun yang mengumpulkan semua sunnah-sunnah Nabi, lalu tidak ada sedikitpun yang terluput darinya.”

Ar-Risalah, hlm. 34

Sumber || https://twitter.com/Arafatbinhass…/status/807949421069668352

WhatsApp Salafy Indonesia
Channel Telegram || http://bit.ly/ForumSalafy

Tidak ada Seorang pun yang Menguasai Semua Ilmu Syariat

Fanatisme Sekarang Ditujukan Kepada Orang-orang Jahat dan Bodoh

Asy-Syaikh Rabi’ bin Hady al-Madkhaly hafizhahullah berkata:

‏كان التعصب للمذاهب والتعصب للعلماء، أما الآن فيتعصبون لجهال سفهاء فجرة مجرمين.

“Dahulu fanatisme ditujukan kepada madzhab-madzhab dan para ulama, adapun sekarang manusia fanatik terhadap orang-orang bodoh, dungu, jahat, dan suka berbuat dosa.”

Bahjatul Qary, hlm. 81

Sumber || https://twitter.com/RabeeMadkhaly/status/808059507670679553

WhatsApp Salafy Indonesia
Channel Telegram || http://bit.ly/ForumSalafy

Fanatisme Sekarang Ditujukan Kepada Orang-orang Jahat dan Bodoh

Sikap Pemerintah Yang Seharusnya Terhadap Khawarij

Rasulullah shallallahu alaihi was sallam bersabda:

ﻟَﺌِﻦْ ﺃَﺩْﺭَﻛْﺘُﻬُﻢْ ﻟَﺄَﻗْﺘُﻠَﻨَّﻬُﻢْ ﻗَﺘْﻞَ ﻋَﺎﺩٍ.

“Jika aku menjumpai mereka, niscaya aku akan benar-benar membunuh mereka seperti membunuh kaum ‘Aad (kaum Nabi Hud -pent).”

(HR. Al-Bukhary dan Muslim)

Para ulama menjelaskan:

‏ﺃﻱ قتلًا ﻻ ﻳُﺒﻘﻲ ﻣﻨﻬﻢ ﺃﺣﺪًا.

“Yaitu dengan membunuh tanpa menyisakan seorangpun dari mereka.”

Sumber || https://twitter.com/aljuned77/status/807934538097815552

WhatsApp Salafy Indonesia
Channel Telegram || http://bit.ly/ForumSalafy

Sikap Pemerintah Yang Seharusnya Terhadap Khawarij

Jangan Tertipu Dengan Tangisan, Kekhusyukan dan Banyaknya Ibadah Orang yang Suka Melakukan Bid’ah

Al-Imam Abdurrahman bin ‘Amr al-Auza’iy rahimahullah berkata:

بلغني أن من ابتدع بدعة ضلالة آلفه الشيطان العبادة، أو ألقى عليه الخشوع والبكاء كي يصطاد به، كما نقل عن الخوارج.

“Telah sampai kepada saya bahwa siapa saja yang melakukan sebuah bid’ah, maka syaitan akan menjadikannya semangat beribadah, atau menjadikannya khusyuk dan banyak menangis, agar syaitan boleh menjerat korban lain melalui orang tersebut (membelanya dan menjadi pengikutnya -pent), sebagaimana diriwayatkan tentang keadaan kelompok Khawarij.”

Al-I’tisham, jilid 1 hlm. 22

Sumber || https://twitter.com/channel_moh/status/807896198761877504

WhatsApp Salafy Indonesia
Channel Telegram || http://bit.ly/ForumSalafy

Jangan Tertipu Dengan Tangisan, Kekhusyukan dan Banyaknya Ibadah Orang yang Suka Melakukan Bid’ah