SIKAP SEORANG MUKMIN BERKAITAN DENGAN VAKSIN COVID-19

📃💬 SIKAP SEORANG MUKMIN BERKAITAN DENGAN VAKSIN COVID-19

Pertanyaan:

Bismillah.

Apa hukumnya menolak untuk divaksin? Soalnya vaksin ini dari negeri kafir.

Jawaban:

Oleh al-Ustadz Abu Fudhail Abdurrahman ibnu Umar hafizhahullah.

Vaksin yang telah diteliti oleh pemerintah kita dari sisi kehalalan dan kemaslahatannya pada seseorang dalam mencegah penyakit wabah Covid-19 adalah halal hukumnya dan boleh digunakan sesuai dengan ketentuan yang ditentukan oleh para ahli.

Hal ini sebagai bentuk penjagaan yang diajarkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam melindungi diri agar terhindar dari bahaya dan penyakit. Bahkan, hal ini bisa menjadi wajib hukumnya apabila pemerintah kita mewajibkannya untuk kita semua. Allah Tabaraka wa Ta’ala berfirman,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُوْلِي الأَمْرِ مِنْكُمْ

‘Wahai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul serta pemerintah kalian.’ (an-Nisa’: 59)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

عَلَى الْمَرْءِ الْمُسْلِمِ السَّمْعُ وَالطَّاعَةُ فِيمَا أَحَبَّ وَكَرِهَ، إِلَّا أَنْ يُؤْمَرَ بِمَعْصِيَةٍ، فَإِنْ أُمِرَ بِمَعْصِيَةٍ، فَلَا سَمْعَ وَلَا طَاعَةَ

‘Wajib bagi seorang muslim untuk mendengar dan taat kepada pemerintah pada perkara yang disenangi ataupun perkara yang dibenci, kecuali apabila diperintahkan kepada kemaksiatan, maka tidak menaatinya.’ (HR. Muslim, no. 1.839).

Semestinya bagi setiap mukmin berbaik sangka kepada pemerintah yang telah berupaya memberikan kebaikan kepada rakyat-rakyatnya.

Wallahua’lam

📃 Sumber: Majmu’ah al-Fudhail
✉️ Publikasi: https://t.me/TJMajmuahFudhail

➖➖➖➖➖

SIKAP SEORANG MUKMIN BERKAITAN DENGAN VAKSIN COVID-19

MASIHKAH KHAWATIR AKAN REZEKI ESOK HARI?

📃💬 MASIHKAH KHAWATIR AKAN REZEKI ESOK HARI?

Pertanyaan:

Sufyan bin Uyainah rahimahullahu berkata,

“Kekhawatiran akan rezeki esok hari dicatat untukmu sebagai sebuah dosa.”

Siyar A’lam an-Nubala, (12/208).
Sumber: @forumsalafy

Bismillah.
Afwan ustadz izin bertanya. Apakah ucapan ulama di atas dianggap sebagai akidah?

Jawaban:

Oleh al-Ustadz Sholeh al-Maydaniy hafizhahullah.

Na’am. Itu termasuk akidah dalam Islam yang harus diyakini oleh setiap muslim. Karena ucapan tersebut adalah makna dari al-Qur’an dan hadis Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Waallahua’lam.

📃 Sumber: Majmu’ah al-Fudhail
✉️ Publikasi: https://t.me/TJMajmuahFudhail

➖➖➖➖➖

MASIHKAH KHAWATIR AKAN REZEKI ESOK HARI?

LIHATLAH KE BAWAH DALAM URUSAN DUNIA DAN LIHATLAH KE ATAS DALAM URUSAN AKHIRAT

Al-Aini rahimahullah mengatakan,

قوله “فلينظر إلى من هو منه” ليسهل عليه نقصانه ويفرح بما أنعم الله عليه، ويشكر عليه وأما في الدين وما يتعلق بالأخرة فلينظر إلى من هو فوقه لتزيد رغبته في اكتساب الفضائل

“Sabda beliau, ‘Hendaklah seseorang melihat orang yang berada di bawahnya’ tujuannya agar ringan baginya jika ada hal yang kurang, gembira dengan nikmat yang Allah berikan kepadanya, dan mensyukurinya.

Adapun dalam masalah agama dan yang terkait akhirat hendaklah dia melihat pada yang di atasnya, agar bertambah semangatnya dalam melakukan berbagai kebaikan.”

(Umdah al-Qori, XXIII/79)

https://www.atsar.id/2020/04/hadits-lihatlah-orang-yang-berada-di-bawah-kalian.html

LIHATLAH KE BAWAH DALAM URUSAN DUNIA DAN LIHATLAH KE ATAS DALAM URUSAN AKHIRAT

LIHAT PADA YANG DI BAWAHMU BUKAN PADA ATASMU

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam bersabda,

انْظُرُوا إِلَى مَنْ أَسْفَلَ مِنْكُمْ وَلَا تَنْظُرُوا إِلَى مَنْ هُوَ فَوْقَكُمْ فَهُوَ أَجْدَرُ أَنْ لَا تَزْدَرُوا نِعْمَةَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ

“Pandanglah orang yang berada di bawah kalian, jangan memandang yang ada di atas kalian. Hal itu lebih layak membuat kalian tidak mengingkari nikmat Allah yang ada pada kalian.” HR. Al-Bukhari (6490) dan Muslim (2963) dan ini lafazh beliau.

Berkata Imam Nawawi,

قال ابن جرير وغيره: هذا حديث جامع لأنواع من الخير؛ لأن الإنسان إذا رأى من فضل عليه في الدنيا طلبت نفسه مثل ذلك، واستصغر ما عنده من نعمة الله تعالى وحرص على الازدياد ليلحق بذلك أو يقاربه، هذا هو الموجود في غالب الناس

“Ibnu Jarir dan selain beliau mengatakan, hadits ini mengumpulkan banyak jenis kebaikan. Karena jika orang melihat pihak lain yang melebihi dia dalam hal dunia maka hatinya juga jadi menginginkan hal yang sama serta akan menganggap kecil nikmat Allah ta’ala yang ada padanya, dan diapun berambisi untuk menyamainya atau mendekatinya. Keadaan ini terjadi pada kebanyakan manusia.”

(Al-Minhaj, XVIII/97)

https://www.atsar.id/2020/04/hadits-lihatlah-orang-yang-berada-di-bawah-kalian.html

LIHAT PADA YANG DI BAWAHMU BUKAN PADA ATASMU

ZAKAT HAIWAN TERNAKAN

ZAKAT HEWAN TERNAK.

Hewan ternak yang dimaksud adalah unta, sapi dan kambing. Sapi mencakup pula kerbau, karena kerbau termasuk jenis sapi. Kambing, mencakup kambing kacang dan domba.

Dinamakan dengan bahimatul an’am karena binatang ternak tidak bisa berbicara. Istilah ini diambil dari kata “IBHAM” / ابهام yang berarti menyembunyikan dan tidak bisa menjelaskan.

SYARAT DIWAJIBKANNYA ZAKAT HEWAN TERNAK.

Syarat diwajibkannya zakat hewan ternak adalah sebagai berikut :

1. HEWAN TERNAK MENCAPAI NISHOB YANG DITENTUKAN SYARIAT, YAITU 5 EKOR PADA UNTA, 30 EKOR PADA SAPI, DAN 40 EKOR PADA KAMBING.

Dalilnya adalah :

a. Sabda Nabi Shallallahu Alaihi wasallam :

ليس فيما دون خمس ذود صدقة…

“Tidak ada kewajiban sedekah pada unta yang kurang dari 5 ekor”.
(Mutaffaqun ‘alaih : al-Bukhary no.1447 dan Muslim no.979)

b. Hadits Mu’adz,

وعثني رسول الله أصدق اهل اليمن، فأمرني ان آخذ من البقر من كل ثلاثين تبيعا، ومن كل أربعين مسنة…

“Rasulullah Shallallahu Alaihi wasallam mengutus untuk mengambil zakat penduduk Yaman. Beliau memerintah ku untuk mengambil seekor sapi dari setiap 30 ekor sapi dan mengambil satu musinnah dari setiap 40 ekor”.
(Hadits ini Shahih. Diriwayatkan oleh Imam Ahmad 5/240. Abu Dawud no.1576. at-Tirmidzi no.623).

c. Sabda Nabi Shallallahu Alaihi wasallam :

فاذا كانت سائمة الرجل ناقصة من أربعين شاة فليس فيها صدقة…

“Apabila jumlah ternak seseorang kurang dari 40 ekor kambing, tidak ada kewajiban membayar zakat padanya”.
(HR. al-Bukhary no.1454).

2. HEWAN TERNAK TELAH MELEWATI SATU HAUL DENGAN SEMPURNA PADA PEMILIKNYA DENGAN MENCAPAI NISHAB.

Dasarnya adalah hadits,

لا زكاة في مال حتى يحول عليه الحول…

“Tidak ada zakat pada harta hingga harta tersebut mencapai satu haul”.
(HR. at-Tirmidzi no.631 dan Ibnu Majah no.1792. al-Albani menilainya Shahih dalam Al Irwa’ no.787).

3. HEWAN TERNAK TERSEBUT SA’IMAH, YAITU DIGEMBALAKAN DI PADANG RUMPUT YANG BOLEH DIJADIKAN LADANG PENGGEMBALAAN YAITU PADA PADANG RUMPUT YANG TUMBUH KARENA PERBUATAN ALLAH SUBHANAHU WA TA’ALA, TANPA DITANAM OLEH SEORANG PUN SELAMA SETAHUN ATAU SELAMA MAYORITAS WAKTU DALAM SETAHUN.

Landasan dalilnya adalah sabda Nabi Shallallahu Alaihi wasallam :

و في صداقة الغنم في ساءمتها، اذا كانت أربعين الى ماءة وعشرين، شاة…

“Kambing yang digembalakan di Padang, apabila jumlahnya mencapai 40 – 120 ekor, zakatnya adalah 1 ekor kambing”.
(HR. al-Bukhary no.1454).

Beliau Shallallahu Alaihi wasallam juga bersabda,

وفي كل ابل سائمة في اربعين بنت لبون…

“Setiap unta yang digembalakan, jika jumlahnya mencapai 40 ekor, zakatnya adalah satu bintu labun”.

Adapun jika binatang ternak jarang digembalakan dan lebih sering diberi ransum dalam masa 1 tahun, hewan tersebut tidak termasuk Sa’imah dan tidak ada kewajiban zakat padanya.

4. HEWAN TERNAK TERSEBUT TIDAK DIPEKERJAKAN, YAITU TIDAK DIGUNAKAN OLEH PEMILIKNYA UNTUK MENGGARAP LAHAN, MENGANGKUT BARANG, ATAU MEMBAWA BEBAN.

Hewan ternak yang dipekerjakan tergolong dalam kebutuhan pokok manusia seperti halnya pakaian. Adapun jika hewan tersebut dipelihara untuk disewakan, zakat berlaku pada hasil sewanya apabila telah mencapai haul.
__________________

Kitab Fikih Muyassar. Bab. Zakat Hewan Ternak. Hal. 277-279.

https://t.me/faidahassunnahmanado

ZAKAT HAIWAN TERNAKAN

PENYERUPAAN DUNIA DENGAN AIR

🌍💦
PENYERUPAAN DUNIA DENGAN AIR

💺Berkata al Imam al Qurthubiy rahimahullahu, ketika dikatakan :

🔎”Mengapa Allah ta’ala menyerupakan dunia dengan air?”

↪Pada ayat Allah ta’ala:

{وَاضْرِبْ لَهُمْ مَثَلَ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا كَمَاءٍ أَنْزَلْنَاهُ مِنَ السَّمَاءِ}

🌧”Dan buatkanlah untuk mereka (manusia) perumpamaan kehidupan dunia ini, ibarat air (hujan) yang Kami turunkan dari langit.”
(QS. Al Kahfi: 45)

🗒Berkata ahli hikmah:
“Allah subhanahu wa ta’ala menyerupakan dunia dengan air:

1⃣Dikarenakan air tidaklah tetap dalam satu keadaan, demikian pula dunia tidaklah tetap pada satu keadaan.

2⃣Dikarenakan air akan hilang dan tidak tetap, demikian pula dunia itu fana tidak kekal.

3⃣Dikarenakan air tidaklah seorang yang masuk ke air tersebut, kemudian mampu tidak basah, demikian pula dunia tidak ada seorangpun yang selamat dari fitnah dan kejelekannya.

4⃣Dikarenakan air apabila sesuai dengan kadarnya, akan memberikan manfaat dan menumbuhkan tanaman, namun ketika melebihi kadarnya akan membahayakan dan mencelakakan.

🔀Demikian pula dunia, ketika cukup darinya maka bermanfaat. Namun ketika melebihi, maka membahayakan.”
📚Al Jami’ li Ahkamil Qur’an (13/289).
➖➖➖

حين قال : “لماذا شبّه الله – سبحانه – الدّنيا بالماء”
عند قوله تعالـﮯ : “واضرب لهم مثَلَ الحياة الدنيا كماءٍ أنزلناه من السّماء ” .

قال الحكماء : شبّه الله – سبحانه وتعالى – الدُّنيا بالماء :

❶ ﻷنّ الماء ﻻ يستقرّ في موضع، كذلك الدُّنيا ﻻ تبقى على حالٍ واحدة .

② وﻷنّ الماء يذهب وﻻ يبقى، فكذلك الدنيا تفنى ولاتبقى.

❸ وﻷنّ الماء ﻻ يَقدر أحدٌ أن يدخلَه وﻻ يبتلّ ، وكذلك الدُّنيا ﻻ يسلم أحدٌ من فتنتها وآفتها .

④ وﻷنّ الماء إذا كان بقدرٍ كان نافعًا مُنبتًا، وإذا جاوز المقدار كان ضاراًّ مُهلكًا، وكذلك الدُّنيا الكفافُ منها ينفع، وفضولُها يضرّ “.

📓الجامع ﻷحكام القرآن للقرطبي ( 289/13)
========
🔰🌠Forum Salafy Purbalingga

↗JOIN dengan kami di chanel:
http://telegram.me/ForumSalafyPurbalingga

PENYERUPAAN DUNIA DENGAN AIR